• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Orde Reaksi

Dalam dokumen BAB V KESIMPULAN DAN SARAN (Halaman 73-102)

Dalam persamaan laju reaksi terdapat variabel orde reaksi.Apakah yang dimaksud dengan orde reaksi?Orde reaksi merupakan bilang pangkat konsentrasi pada persamaan laju reaksi.Orde reaksi dapat berupa bilangan bulat positif, nol atau bilangan pecahan.Pada umumnya, reaksi kimia memiliki orde reaksi berupa bilangan bulat positif.

Nilai orde reaksi tidak selalu sama dengan koefesien reaksi zat yang bersangkutan. Orde suatu reaksi merupakan penjumlahan dari orde reaksi setiap zat yang bereaksi. Jenis-jenis orde reaksi, persamaan laju reaksi, dan grafik orde reaksi dari suatu persamaan reaksi diperlihatkan sebagai berikut:

1. Reaksi Reaksi Nol

Suatu reaksi dikatakan berorde nol jika laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi.Maksudnya, perubahan konsentrasi zat tidak mempengaruhi laju reaksi.

v = k [A]0 = k

Misalnya : CH3COOCH3 + H2O → CH3COOH + CH3OH v = k [CH3COOCH3] [H2O]0

2. Reaksi Orde Satu

Suatu reaksi dikatakan memiliki orde satu jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi salah satu reaktan.Jika konsentrasi reaktan dilipat duakan maka laju reaksi juga lipat dua kali.

v = k [A]

Misalnya : 2N2O5 → 4NO2 + O2 v = k[ N2O5]

3. Reaksi Orde Dua

Suatu reaksi dikatakan memiliki orde reaksi dua jika laju reaksi berbanding lurus dengan kuadrat konsentrasi reaktan.Jika konsentrasi reaktan dilipatduakan maka laju reaksi lipat 22 = 4 kali.

v = k [A]2 atau v = k [A] [B] Misalnya : NO + O3 → NO2 + O2

v = k [NO] [O3] 4. Reaksi Orde Tiga

v = k [A]2[B], v = k [A][B]2, v = k [C]3, atau v = k [A][B][C] Misalnya : 2NO + 2H2 → N2 + 2H2O

V = k [NO ]2[H2] 5. Reaksi Orde Pecahan

Misalnya : CO + Cl2 → COCl2 V = k [CO][Cl2]3/4 1. Penentuan Orde reaksi

Orde reaksi dapat ditentukan dengan cara membandingkan data laju reaksi sebagai fungsi dari konsentrasi pereaksi.

Contohnya, pada reaksi pembentukan NO2, reaksi yang terjadi adalah:

2NO(g) + O2(g) → 2NO2(g Tabel 2.3 Tabel Hasil percobaan

Pada percobaan diperoleh data sebagai berikut :

No [No] (M) [O2] (M) v (Ms-1) 1. 2. 3. 4. 5. 0,1 0,2 0,3 0,2 0,3 0,1 0,1 0,2 0,3 0,3 1,20 × 10-3 4,80 × 10-3 2,16 × 10-2 1,44 × 10-2 3,24 × 10-2

Berdasarkan data tersebut, anda dapat menentukan orde reaksi dan persamaanlaju reaksi dengan langkah-langkah berikut :

Menentukan orde reaksi NO

Dimisalkan, persamaanlaju reaksi V= k [NO]x[O2]y. untuk mencari orde reaksi NO(x) pilihlah data konsentrasi O2 yang sama, yaitu data (1) dan data (2) atau data (4) dan (5). Dengan demikian, factor O2 dapat dihilangkan dalam perbandingannya. Perhatikan penentuan orde reaksi berdasarkan data no (1) dan (2) berikut :

, harga k(1) = k(2) ( karena suhu tetap) dan O2(1) = O2(2) sehingga

dapat dihilangkan (bernilai 1) = Jadi orde reaksi NO = 2

Menentukan Orde reaksi O2

Untuk menentukan orde reaksi O2 (y), pilihlah data NO yang sama, yaitu data nomor (2) dan (4) atau data nomor (3) dan (5). Berdasarkan data nomor (2) dan (4) : Jadi orde reaksi O2 = 1

Menentukan orde reaksi total

Orde reaksi total = orde reaksi NO + orde reaksi O2= 2 + 1 = 3. Jadi orde reaksi total dari reaksi pembentukan NO2 adalah 3.

Menentukan persamaan laju reaksi

Persamaan laju reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: v = k [NO]2[O2]

2. Grafik Orde Reaksi

Grafik laju reaksi terhadap konsentrasi pereaksi bergantung pada nilai orde reaksi tersebut.

a. Grafik Reaksi Orde Nol

Persamaan laju reaksi :v = k [A]0 = k

Pada orde reaksi nol, perubahan konsentrasi tidak akan mengubah laju reaksi .dengan demikian, nilai laju reaksi sama dengan konstanta laju reaksi.

Laju (Ms-1)

Konsentrasi A (M) b. Grafik Reaksi Orde Satu

Persamaan laju reaksi: v = k [A]1 = k [A].

Pada reaksi orde satu, persamaan laju reaksi merupakan persamaan linear sehingga setiap perubahan konsentrasi satu kali, laju reaksi naik satu kali dan setiap perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi pun naik dua kali

Laju (Ms-1)

Konsentrasi A (M) c. Grafik Reaksi Orde Dua

Pada reaksi orde dua, persamaan laju reaksi merupakan persamaan kuadrat reaksi sehingga setiap perubahan konsentrasi satu kali, laju reaksi naik satu kali,tetapi setiap perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi naik empat kali. Laju reaksi ( Ms-1)

Konsentrasi A (M) B. Teori Tumbukan

1. Energi Aktivasi

Suatu laju reaksi kimia diawali dari reaksi kimia. Agar reaksi kimia berlangsung, partikel-partikel harus bertumbukan satu sama lain. Akan tetapi, tidak setiap tumbukan antarpartikel menyebabkan terjadinya reaksi.Agar terjadi reaksi, setiap partikel harus memiliki energy kinetik yang sangat besar.Energy kinetic tersebut digunakan untuk memutuskan ikatan yang lama sehingga terbentuk ikatan yang baru.Energy kinetic minimum yang diperlukan olrh partikel-partikel pereaksi agar dapat bereaksi membentuk kompleks teraktivasi dinamakan energy aktivasi (Ea).energy aktivasi ini ditemukan pertama kali oleh ahli kimia Swedia, Svante Arrhenius.

2. Hubungan antara teori tumbukan dan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Untuk mempercepat laju reaksi ada dua cara yang dilakukan, yaitu memperbesar energy kinetic molekul atau menurunkan harga Ea. kedua cara ini bertujuan agar molekul-molekul semakin banyak memiliki energy yang sama atau lebih dari energy aktivasi sehingga tumbukan yang terjadi semakin banyak.

Energy aktivaasi ini dapat menerangkan mengapa konsentrasi, suhu, luas permukaan bidang sentuh,dan katalis mempengaruhi laju reaksi.

a. Konsentrasi

Untuk beberapa reaksi baik reaksi dalam fasa gas, cair ataupun padat kenaikan konsentrasi meningkatkan laju reaksi.Contoh reaksi antara asam klorida yang ditambahkan pada natrium tiosulfat, endapan kuning terbentuk yang menunjukkan pembentukkan belerang.

Na2S2O3(aq) + 2 HCl(aq) → 2 NaCl(aq) + H2O(l) + S(s) + SO2(g)

Jika larutan natrium tiosulfat dibuat semakin encer, pembentukkan endapansemakin membutuhkan waktu yang lama.Dengan asumsi bahwa reaksi terjadi antara dua partikel karena terjadinya tumbukan, tumbukan yangmenghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif.Ini berlaku untuk reaksi pada fasa apapun, baik untuk fasa gas, cair atau pun padat.Jika konsentrasi tinggi maka kemungkinan terjadinya tumbukan semakin banyak. Anggaplah pada suatu waktu kamu punya satu juta partikel yang memiliki cukup energi untuk mengatasi energy aktivasinya sehingga dapat bereaksi, atau E>Ea. Jika kamu punya 100 juta maka akan bereaksi 100 juta, maka hasil reaksi biasanya mengikuti kelipatan zat pereaksi yang ditambahkan

Molekul Air

Gambar 01.pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi b. Luas Permukaan

Jika kita gunakan padatan dalam bentuk serbuk biasanya hasil reaksi akan lebih cepat diperoleh. Hal itu dikarenakan zat dalam bentuk serbuk memiliki luas permukaan yang lebih besar. Memperbesar luas permukaan padatan akanmeningkatkan peluang terjadinya tumbukan. Bayangkan sebuah reaksi antara logam magnesium dan asam klorida encer. Reaksi akan mencakup tumbukan antara atom magnesium dan ion hidrogen.

Mg(s) + 2 H+ (aq) Mg2+

(aq) + H2(g

Gambar 02. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi

c. Temperatur

Dan pada umumnya reaksi akanberlangsung dengan semakin cepat jika dilakukan dengan pemanasan. Pemanasan berarti penambahan energi kinetikpartikel sehingga partikel akan bergerak lebih cepat, akibatnya tumbukan yang terjadi akan semakin sering Tumbukan akan menghasilkan hasil reaksi jika partikel yang bertumbukan memiliki energi yang cukup untuk

melakukannya. Energi minimum ini disebut sebagai energi aktivasi untuk bereaksi. Hal itu digambarkan sebagaimana

pada Gambar 0.3.

Gambar 03. Energi aktivasi reaksi

Hanya partikel pada daerah energy tinggi (daerah hijau) yang dapat mengatasienergi aktivasi sehingga mengalami tumbukkan efektif.Partikel tidak dapat bereaksi karena tidak memiliki energi yang cukup, sehingga setelah bertumbukan kembali berpisah.Untuk mempercepat reaksi, jumlah partikel dengan energi yang cukup untuk bereaksi harus ditingkatkan. Meningkatkan temperature berarti menambah energi sehinggabentuk grafik pada gambar 03akan berubahmenjadi seperti pada Gambar 04.

Gambar 04. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi d. Katalis

Katalis adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi, tetapi secara kimiazat tersebut tidak berubah dan kita dapat memperoleh kembali ada akhir reaksi bahkan dengan jumlah massa yang sama. Beberapa reaksi yang dibantu dengan penambahan katalis diantaranya adalah :

Untuk meningkatkan laju reaksi kamu perlu meningkatkan jumlah tumbukanyang efektif sehingga menghasilkan reaksi.Selain dengan meningkatkan energy kinetiknya melalui pemanasan, adalah dengan menempuh jalan alternatif dalam bereaksi, dimana jalan tersebut lebih mudah dicapai atau membutuhkan energy yang relatif lebih kecil dari jalan reaksi yang biasa. Tumbukaan akan lebih efektif jika memiliki arah orientasi yang tepat, dengan energi aktivasi yang lebih kecil atau lebih mudah untuk membentuk ikatan dibanding dengan arah orientasi yang lain. Contoh untuk reaksi pembentukan CH3CH2Cl berikut:

Gambar 05. Arah orientasi reaksi tidak efektif

akan lebih efektif dan energi aktivasinya lebih rendah dibandingkan dengan jikabertumbukan dengan arah orientasi seperti berikut:

Gambar 06.Arah oreintasi dengan efektivitas reaksi yang lebih tinggi.

Dengan kata lain untuk mengerakkan energi aktivasi dalam Gambar 06 berikut ini.

Gambar 07. Pengaruh katalis terhadap energy aktivasi reaksi

Penambahan katalis memiliki pengaruh pada energi aktivasi. Sebuah katalis memberikan jalan reaksi yang lain dengan energi aktivasi lebih rendah. Seperti ditunjukkan dalam gambar 07. Contoh reaksi pemutusan ikatan rangkap pada etena untuk membentuk etana yang sangat sulit dilakukan dapat dilakukan dengan menempuh cara lain jika ada katalis logam nikel, gambaran reaksi yang berlangsung bisa dilihat seperti pada gambar 08bawah ini. Logam nikel hanya menjadi mediator terjadinya pemutusan ikatan kovalen antara molekul diatomik hidrogen dan menjadi sarana terjadinya tumbukan antara hidrogen yang sudah gambar 06,Analogi pergeseran energi aktivasiakibat perubahan energi partikel pecah dengan etena.Logam nikel sedikit pun tidak berubah.Ini hanyamembutuhkan energi yang lebih kecil dalam bereaksi karena hidrogen dibuat diam di permukaan logam sampai terjadinya tumbukan dengan etena.Dalam tubuh mahluk hidup sudah tersedia katalis tertentu untuk mempercepat reaksi yang biasanya merupakan suatu enzim, seperti enzim yang membantu proses pencernaan.

Gambar 08.Reaksi pembentukan katalis etana dan etena .

LKS 01

Nama Sekolah : SMAN 6 KUPANG Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : XI IPA/Ganjil Alokasi Waktu : 65 menit

Pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Nama Anggota Kelompok :

1. ………. 2. ………. 3. ………. 4. ………. 5. ………. 6. ………. 7. ………. 8. ……….

A. Judul Praktikum : pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan

B. Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui cara pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan

C. Perhatikan wacana berikut.

Wacana :

Dion dan Ega adalah murid kelas XI IPA 1 di SMAN 6 Kupang. Mereka berdua sangat menyukai mata pelajaran kimia. Saat pelajaran kimia, mereka mendapat tugasdari Ibu Intan untuk mengetahui cara pembuatan larutan dengan konsentrasitertentu dan pengenceran larutan menggunakan bahan-bahan yang sudah disiapkan oleh Ibu Intan seperti asam klorida pekat 2M, pelet natrium hidroksida, dan aquades.Akan tetapi setelah mereka mempraktekkannya, mereka masih bingung untuk mengetahui cara pembuatan

larutan dengan konsentrasitertentu dan pengenceran larutan. Maukah kalian membantu Dion dan Ega?

D. Rumusan Masalah: ……… ……… ……… E. Hipotesis: ……… ……… ………

F. Alat dan Bahan Praktikum:

Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut:

No Alat Bahan

1 Gelas kimia 50 Ml Aquades

2 Labu volumetrik 100 mL

Larutan HCL 2M

3 Pipet Tetes Pelet NaOH

4 Batang pengaduk

6 Kaca arloji

7 Neraca analitik

G. Prosedur Kerja

Percobaan A : Pengenceran

1. Langkah pertama mencari volume HCl pekat yang akan digunakan untuk membuat larutan HCl 0,1 M sebanyak 100 mL.

2. Isi labu volumetrik ukuran 100 mL dengan aquades sebanyak 25 mL, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan.

3. Kocok sebentar kemudian tambahkan aquades sampai 100 mL. Percobaan B : Pembuatan larutan NaOH

1. Ditimbang secara teliti 0,4 gram butiran NaOH menggunakan kaca arloji dan neraca analitik.

2. Begitu penimbangan selesai dilakukan, dipindahkan NaOH dari gelas arloji ke dalam gelas kimia yang telah berisi 20-25 mL akuades hangat.

3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna

4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumetrikukuran 100 mL. 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas pada labu volumetrik. Ditutup labu

volumetrik, kemudian dikocok hingga homogen. H. Data Pengamatan

Percobaan A

No. Percobaan Pengamatan

1. Langkah pertama mencari volume HCl pekat

2. Isilabu volumetrik ukuran 100 mL dengan aquades sebanyak 25 mL, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan

Vakuades = 25 mL

3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna

4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 mL

5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas

6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen Percobaan B

No. Percobaan Pengamatan

1. Ditimbang butiran NaOH dengan kaca arloji atau neraca analitik

m = 0,4 gr

2. Dipindahkan NaOH ke dalam gelas kimia yang berisi aquades

3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna

4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 mL

5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas

6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen

I. Analisis

1. Jelaskan hasil pengamatan pada percobaan A !

2. Hitunglah konsentrasi larutan NaOH !

J. Kesimpulan : ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

LKS 02

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (konsentrasi) Nama Anggota Kelompok :

1. ………. 2. ………. 3. ………. 4. ………. 5.………. 6.………. 7………. 8.………. A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

C. Perhatikan wacana berikut. Wacana :

Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Rio dan Sin beserta kawan-kawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi ? Apakah konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi ? . Maukah kalian membantu Rio dan Sin beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?.

D. RumusanMasalah: ……… ……… … ……… … E. Hipotesis: ……… ……… ……… ………

F. Alat dan Bahan Praktikum:

 Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: Alat:  Labu erlenmeyer  Stopwatch Bahan:  Larutan HCl 0,1 M  Larutan HCl 2 M  Balon  Soda kue G. Prosedur Kerja

1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan 2 2. Isilah masing – masing botol dengan larutan HCl yang berbeda

konsentrasi

3. Siapkan dua buah balon

4. Atur posisi balon dalam keadaan tegak

5. Masukkan soda kue ke dalam masing – masing balon dengan jumlah yang sama

6. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu

yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu?

7. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 8. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat

H. Data Pengamatan

Larutan HCl Soda Kue Waktu

0,1M 1 sendok makan ...detik 2M 1 sendok makan ...detik

I. Analisis

1. Tuliskan reaksi yang terjadi!

2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas?

3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat ? Jelaskan jawaban anda!

J. Kesimpulan : ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

LKS 02

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (luas permukaan) Nama Anggota Kelompok :

1. ………. 2. ………. 3. ………. 4. ………. 5.………. 6.………. 7………. 8.………. A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

C. Perhatikan wacana berikut. Wacana :

Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Rio dan Sin beserta kawan-kawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi ? Apakah luas permukaan mempengaruhi kecepatan laju reaksi ? . Maukah kalian membantu Rio dan Sin beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?.

D. RumusanMasalah:

……… … ……… … E. Hipotesis: ……… ……… ……… ………

F. Alat dan Bahan Praktikum:

 Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut:

Alat: Tabung reaksi Stopwatch Kaca arloji Neraca analitik Bahan: Larutan HCl 2 M Batu pualam G. Prosedur Kerja

1. Ambil masing-masing 3mL HCl 2M, masukkan ke dalam tabung reaksi.

2. Ambillah pualam, kemudian letakkan di atas kaca arloji. Timbang 0.5gr pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali dengan teliti menggunakan neraca analitik

3. Masukkan 0.5gr pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak.

4. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali.

5. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus.

6. Bandingkan apa yang terjadi. H. Data Pengamatan

No. HCl (M) Massa pualam (bongkahan) Waktu (detik) Massa pualam (serbuk) Waktu (detik) 1 2M 0.5gr 0.5gr 2 2M 0.5gr 0.5gr 3 2M 0.5gr 0.5gr I. Analisis

4. Tuliskan reaksi yang terjadi!

5. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas?

6. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat ? Jelaskan jawaban anda!

J. Kesimpulan : ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

LKS 03

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan (luas permukaan)

Nama Anggota Kelompok : 1. ………. 2. ………. 3. ………. 4. ………. 5.………. 6.………. 7………. 8.………. A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Perhatikan wacana berikut.

Wacana :

Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Greg dan Diva beserta kawan-kawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, bagaimna konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi berdasarkan teori tumbukan? .Maukah kalian membantu Greg dan Diva beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?.

D. RumusanMasalah:

……… … ……… … E. Hipotesis: ……… ……… ……… ………

F. Alat dan Bahan Praktikum:

 Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut:

Alat:

 Gelas kimia 100 mL 1 buah  Gelas ukur 100 mL 1 buah  Stopwatch 1 set

 Pisau 1 buah  Spatula 1 buah

 Batang pengaduk 1 buah

Bahan:

Kapur 3 butir

 Air

G. Prosedur Kerja

1. Isilah gelas kimia dengan 50 mL air. 2. Masukkan 1butir kapur ke dalam air.

3. Ukur waktu reaksi menggunakan stopwatch mulai dari saat pemasukan tablet hingga tablet tidak tersisa lagi dalam larutan.

4. Ulangi langkah tersebut menggunakan kapur yang dipotong menjadi 6 bagian, dan batu kapur yang ditumbuk halus

H. Data Pengamatan

Lengkapi tabel data hasil pengamatan berikut:

ke-

I. Analisis

7. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat ? Jelaskan jawaban anda!

8. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan Teori tumbukan !

J. Kesimpulan : ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

LKS 03

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan (konsentrasi)

Nama Anggota Kelompok : 1. ………. 2. ………. 3. ………. 4. ………. 5.………. 6.………. 7………. 8.………. A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

C. Perhatikan wacana berikut. Wacana :

Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Ichy dan Ian beserta kawan-kawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, bagaimana konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi berdasarkan teori tumbukan? .Maukah kalian membantu Ichy dan Ian beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?.

D. RumusanMasalah:

……… … ……… … E. Hipotesis: ……… ……… ……… ………

F. Alat dan Bahan Praktikum:

 Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut:

Alat: Labu erlenmeyer Stopwatch Label Bahan: Asam cuka Air Soda kue G. Prosedur Kerja

1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer masing-masing diberi nomor 1 dan 2.

2. Isilah dua buah balon dengan soda kue dengan ukuran 1 sendok teh. 3. Isilah asam cuka pada labu erlenmeyer pertama dengan ukuran

50mL lalu ambil balon dan rekatkan pada mulut botol.L

4. Hitung waktu reaksi dengan stopwatch pada saat balon mengembang dan soda kue bereaksi dengan asam cuka amati perubahan yang terjadi dan perubahan pada balon.

5. Ulangi langkah tersebut untuk labu erlenmeyer kedua namun asam cuka dengan ukuran 40mL dengan 10mL air

H. Data Pengamatan

No. Label Pereaksi Waktu (s)

I. Analisis

9. Tuliskan reaksi yang terjadi!

10. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat ? Jelaskan jawaban anda!

11. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan reori tumbukan !

J. Kesimpulan : ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

Dalam dokumen BAB V KESIMPULAN DAN SARAN (Halaman 73-102)