AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020
III. A PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020
Pengukuran adalah aktivitas pembandingan antara sesuatu dengan alat ukurnya (indikator kinerja - performance indicators) atau pembandingan antara target indikator dengan realita/fakta.
Pencapaian kinerja Dinas Kepemudaan Olahraga tahun 2020 yaitu sangat baik dan akan terus ditingkatkanmenjadi lebih baik lagi. Adapun perbandingan target dan realisasi IKU (Indikator Kinerja Utama) Tahun 2020 dilihat pada tabel di bawah ini :
Hal 59 Tabel 3.1 Capaian IKU Dispora Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Realisasi
1 Sarana dan Prasarana kepemudaan sarana dan prasarana olahraga yang
dikembangkan
100 100
Hal 60 III.B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Merupakan proses untuk mengurai suatu kondisi sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. analisis kinerja paling tidak dilakukan dengan cara melakukan analisis adanya beda (performance gap analysis), yaitu melihat beda (gap) antara yang sudah direncanakan dengan realisasinya atau kenyataannya. Jika terdapat gap yang besar, maka perlu diteliti sebab-sebabnya berikut berbagai informasi kendala dan hambatannya termasuk usulan tindakan-tindakan apa yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Untuk tahun 2020 adanya target Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga yang tidak tercapai. Hal ini dikarenakan pembatalan event POPDA oleh Provinsi Banten demi menjaga protokol kesehatan dalam pencegahan penularan virus corona covid – 19.
Realisasi kinerja IKU tahun 2020 dengan tahun tahun sebelumnya dapat dibandingkan sebagai berikut sebagai berikut :
Hal 61
c Satuan Target Realisasi
Sebelum
Penyelarasan Sesudah
Penyelarasan 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020
wirausaha muda Prosentase Jumlah
wirausaha muda orang
dan % 100 650 1000 100 100 100 650 1000 100 100
Hal 62 Prosentase Tingkat
Ketersediaan Sarana dan Prasarana yang
dikembangkan
Prosentase Tingkat Ketersediaan
Sarana dan Prasarana yang
dikembangkan
% - - - 90,63 90,63 - - - 90,63 90,63
Hal 63 Sedangkan perbandingan realisasi IKU sampai dengan tahun 2023 dengan target Renstra 2019 – 2023 adalah sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Realisasi 2019 2020 2019 2020 Sarana dan Prasarana
kepemudaan sarana dan prasarana
olahraga yang dikembangkan
100 100 100 100
Hal 64 III.B.1 SASARAN TINGKAT KEMISKINAN
Pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut :
3.B.1.1 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Tingkat Kemiskinan
Prosentase SDM Kepemudaan yang Kreatif dan 130
Pemuda Pelatihan Gugus Tugas
Pemuda
3.B.1.2 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Untuk Indikator Prosentase SDM Kepemudaan yang Berprestasi, pencapaian target 100% dapat tercapai secara maksimal 100%. Target sampai dengan tahun 2023 adalah 2000 orang, diperkirakan dapat tercapai. Menginjak tahun ke 2 Renstra 2019 - 2023 jumlah pemuda berprestasi sudah 88% atau 1.769 orang dengan rincian 508 orang di tahun 2019 dan 1.261 orang di tahun 2020. Sehingga target 2000 orang di akhir tahun 2023 diperkirakan dapat tercapai. Indikator ini dicapai melalui Program Pengembangan Kepemudaan Kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan dan Pramuka dimana sub kegiatannya yaitu Pelatihan Kampung Kreatif dan Pelatihan Gugus Tugas Pemuda.
1. Prosentase SDM Kepemudaan yang prestasi
Hal 65 b. Upaya Yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga dalam meningkatkan SDM Kepemudaan Yang Berprestasi adalah melakukan pendataan jenis pelatihan yang dibutuhkan secara up to date (kondisi saat ini) dan melakukan penyelenggaraan pelatihan tersebut dengan melibatkan nara sumber yang berkompeten, peralatan yang memadai dan lokasi pelatihan yang sesuai.
c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU Prosentase SDM Kepemudaan yang Berprestasi adalah dikarenakan adanya pandemi virus covid 19, sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan. Dimana dalam kegiatan tidak boleh ada kerumunan, sehingga dari target 7 kali pelatihan Kampung Kreatif hanya dapat dilaksanakan sebanyak 3 kali. Dan Pelatihan Gugus Tugas Pemuda yang dilaksanakan dalam kelompok kecil, dimana dibatasi maximal 30 orang per kelompok sehingga pelatihan dilakukan dalam 10 kelompok.
d. Solusi Terhadap Permasalahan
Solusi dari kendala di atas adalah melaksanakan jenis pelatihan yang tidak menimbulkan keramaian dan membagi peserta ke dalam kelompok kecil.
Hal 66 Pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut :
3.B.1.2 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun 2020
No Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Tingkat Kemiskinan
Prosentase
3.B.1.2 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Dalam indikator Prosentase Wirausaha Muda, pencapaian target IKU 100%
dapat dicapai maksimal 100%. Karena peserta pelatihan wirausaha sejumlah 130 orang dengan 10 orang perwakilan dari 13 kecamatan telah mengikuti pelatihan barista sebagai trainer sehingga mereka dapat mengajarkan pelatihan yang telah didapatkan ke warga lain di kecamatan dan kelurahan asal. Indikator ini terwujud dalam Program Pengembangan Kepemudaan , Kegiatan Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda dimana salah satu sub kegiatannya yaitu Pelatihan Wirausaha Bagi Pemuda.
2. Prosentase Wirausaha Muda
Hal 67 b. Upaya Yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan dalam pelaksanaan Pelatihan Wirausaha yaitu melaksanakan jenis pelatihan yang sedang viral dan digemari oleh kaum muda / milenial. Warung kopi sedang menjamur di mana – mana. Anak muda senang berkumpul di warung kopi. Sehingga dipilihlah pelatihan barista untuk tahun ini.
Diharapakan ilmu pelatihan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memulai wirausaha warung kopi.
c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi dalam pencapaian target dikarenakan adanya pandemi virus covid 19, sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan. Dimana dalam kegiatan dibatasi maximal 30 orang per kelompok sehingga pelatihan dilakukan dalam 10 kelompok.
d. Solusi Terhadap Permasalahan
Solusi dari kendala di atas adalah kedepannya target peserta pelatihan dapat diperbanyak dengan mengadakan pelatihan dalam bentuk webinar atau workshop online;
Hal 68 3.B.1.3 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun
2020 No Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Tingkat Kemiskinan
Tingkatan
3.B.1.3 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Dalam indikator Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kepemudaan, pencapaian target 100% dapat dicapai secara maksimal 100%. Indikator ini terwujud dalam Program Pengembangan Kepemudaan Kegiatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan yang berisi pengadaan dan pemeliharaan alat alat marching band.
b. Upaya Yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan dalam pencapaian target IKU adalah senantiasa melakukan perawatan dan inventarisir peralatan marching band. Sehingga bila ada alat yang rusak dapat segera diperbaiki.
3. Tingkatan Ketersediaan Sarana dan Prasarana kepemudaan
Hal 69 c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi dalam pencapaian terget IKU adalah adanya alat marching band yang rusak karena pemakaian yang terlalu lama sehingga perlu diganti.
d. Solusi Terhadap Permasalahan
Solusi permasalahan di atas adalah dengan melakukan latihan dengan manual terlebih dahulu tanpa menggunakan alat marching band. Bila sudah mahir dan bisa, alat dapat digunakan untuk praktek.
Hal 70 3.B.1.4 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun
2020 No Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Indeks Kesehatan
3.B.1.4 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Dalam indikator Jumlah atlet berprestasi tingkat Provinsi, pencapaian target 350 atlet dapat dicapai sebesar 0% (0 orang). Indikator ini terwujud dalam Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga dalam Kegiatan Peningkatan Prestasi Olahraga dengan target 350 atlet berprestasi tingkat Provinsi Banten. Pencapaian target 0% karena telah ditiadakannya event POPDA IX.
b. Upaya Yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan dalam pencapaian IKU Jumlah atlet berprestasi adalah dengan melakukan pendataan dan pembinaan atlet berprestasi, monitoring training centre dan pendampingan atlet selama try out.
4. Jumlah atlet berprestasi tingkat Provinsi
Hal 71 c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi dalam pencapaian target karena ditiadakannya (dibatalkannya) semua event olahraga baik tingkat daerah, provinsi dan nasional (tahun 2020 dijadwalkan event POPDA IX – Pekan Olarhaga Pelajar Daerah Tingkat Provinsi Banten). Pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 menjadi alasan utama pembatalan event olahraga tersebut.
d. Solusi Terhadap Pemasalahan
Solusi dari kendala di atas adalah dengan terus melakukan pembinaan dan pendataan kepada para atlet yang telah dipersiapkan. Melakukan monitoring secara kontinu kepada atlet yang melakukan latihan rutin.
Hal 72 3.B.1.5 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun
2020 No Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Indeks Kesehatan
Prosentase SDM Keolahragaan yang
3.B.1.5 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Dalam indikator Prosentase SDM Olahraga yang Berkompeten, dari target 100%
yaitu 600 orang tercapai 45% (701 orang). Indikator ini terwujud dalam Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga dalam Kegiatan Pemberdayaan Olahraga.
b. Upaya yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan dalam pencapain target di atas adalah menentukan jenis pelatihan yang akan meningkatkan kompetensi sdm keolahragaan. Jenis pelatihan yang dipilih bersifat universal dan dapat dikuasai oleh tenaga olahraga.
Menghadirkan nara sumber langsung dari Kementerian Kepemudaan dan Olahraga.
5. Prosentase SDM Keolahragaan yang berkompeten
Hal 73 c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi adalah adanya pembatasan peserta pelatihan kompetensi tenaga olahraga. Hal ini disebabkan karena adanya penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19.
d. Solusi Terhadap Permasalahan
Solusi kendala di atas adalah dengan mengadakan pelatihan dalam bentuk webinar atau workshop online;
Hal 74 3.B.1.6 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Tahun
2020
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Utama Target Realisasi % Program/Kegiaran Realisasi
Anggaran Output
1 Indeks Kesehatan Pemeliharaan dan 26 GOR dan 6
Stadion
3.B.1.6 Pengukuran Evaluasi dan Analisa Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Utama Target Realisasi %
2019 2020 2019 2020
Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang
dikembangkan
90,63 90,63 90,63 90,63 100
a. Uraian Pencapaian Kinerja
Indikator Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Olahraga yang Dikembangkan dengan target 100% dapat tercapai secara maksimal 100%.
Indikator ini terwujud dalam Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga dalam Kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Keolahragaan.
b. Upaya Yang Telah Dilakukan
Upaya yang telah dilakukan dalam pencapaian target di atas adalah dengan senantiasa melakukan monitoring dan pendataan kondisi fisik sarana prasarana yang menjadi binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Seperti GOR, Stadion Mini, Lapangan Futsal, dan lain lain. Dari data tersebut dilakukan pemeliharaan dan pengembangan sarana fisik yang diperlukan.
6. Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang dikembangkan
Hal 75 c. Permasalahan Yang Dihadapi
Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum setelah digunakan bersama sehingga diperlukan perawatan terus menerus. Diperlukan adanya prioritas perbaikan perawatan dan pengembangan sarana prasarana olahraga dengan dana anggaran terbatas.
d. Solusi Terhadap Permasalahan
Solusi kendala di atas adalah melakukan perawatan, pemeliharaan dan pengembangan sarana prasarana olahraga. Sekaligus mengajak dan memberikan pengarahan ke masyarakat umum untuk menjaga kebersihan dan ikut menjaga sarana prasarana olahraga agar tidak cepat rusak.
Hal 76 III.C. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Dalam penyelenggaraan program kegiatan Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Tangerang Tahun 2020, capaian target kinerja juga sebanding dengan penyerapan/realisasi anggaran. Adapun realisasi penyerapan anggaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Realisasi Anggaran Dispora
No Program/ Kegiatan Alokasi (Rp) Realisasi s.d. 31
Desember 2020 (Rp) %
1 Belanja Tidak Langsung
(BTL) 7.833.003.869,00 7.122.828.935,00 91
1.1. Program Tata Kelola
Pemerintahan 2,796,401,100.00 2,338,023,760.00 84
1.2 Kegiatan Pelayanan
Administrasi Perkantoran 2,139,558,000.00 1,823,339,280.00 85
1.3
Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
526,659,100.00 384,684,480.00 73
2
Kegiatan Pengembangan, Pengelolaan dan Publikasi Data/Informasi Perangkat
Daerah
130,184,000.00 130,000,000.00 99,86
2.1 Program Pengembangan
Kepemudaan 1,270,006,850.00 956,899,196.00 75
2.2
Kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan
dan Pramuka
533,646,200.00 381,586,200.00 72
2.3
Kegiatan Pemberdayaan dan Pengembangan
Pemuda
685,139,950.00 525,864,296.00 77
3
Kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sarana
dan Prasarana Kepemudaan
3,484,452,430.00 49,448,700.00 97
3.1
Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga
6,193,196,850.00 6,138,266,746.00 99
3.2 Kegiatan Peningkatan
Prestasi Olahraga 762,834,800.00 739,924,046.00 97
3.3 Kegiatan Pemberdayaan
Olahraga 716,863,800.00 707,882,000.00 99
3.3
Kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sarana
dan Prasarana Keolahragaan
4,713,498,250.00 4,690,460,700.00 99,51
Jumlah 18,092,608,669.00 9,433,189,702.00 86
Hal 77 Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang memiliki anggaran BTL (Belanja Tidak Langsung) sebesar 43 % dan Belanja Langsung (BL) mendapat alokasi anggaran 57% dari total anggaran.
Belanja Tidak Langsung berisi pembayaran gaji dan tunjangan untuk aparatur pemerintah daerah. Dalam belanja ini, penyerapan anggaran sudah maksimal dan sesuai dengan kebutuhan riil dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang.
Minimnya Belanja Langsung pada tahun 2020 ini disebabkan adanya rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid – 19 sehingga belanja langsung semua opd dikurangi dan dialihkan untuk belanja penanganan pandemi tersebut.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan, kendala yang dihadapi di tahun 2020 adalah :
1) Masih belum maksimalnya penyerapan anggaran pada Program Tata Kelola Pemerintahan dikarenakan penyerapan anggaran dilakukan sesuai kebutuhan real dan adanya saldo yang tidak dapat digunakan karena adanya perubahan kode rekening belanja pada saat anggaran perubahan;
2) Masih belum maksimalnya penyerapan anggaran pada Program Pengembangan Kepemudaan dikarenakan penyerapan anggaran dilakukan sesuai kebutuhan real dan adanya saldo yang tidak dapat digunakan karena adanya perubahan kode rekening belanja pada saat anggaran perubahan;
3) Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga dapat melakukan penyerapan anggaran secara maksimal dan dilakukan sesuai kebutuhan real.
Walaupun masih ada saldo yang tidak dapat digunakan karena adanya perubahan kode rekening belanja pada saat anggaran perubahan dengan jumlah minim;
4) Berkurangnya target peserta Pelatihan Kewirausahaan Barista karena pelaksanaan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran pandemi Covid 19;
5) Berkurangnya target peserta Pelatihan Kompetensi Tenaga Olahraga arena pelaksanaan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran pandemi Covid 19;
Hal 78 6) Tidak tercapainya target atlet berprestasi tingkat Provinsi Banten sejumlah 350 orang
karena ditiadakannya even olahraga POPDA IX tahun 2020.
Adapun rencana aksi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pencapaian target Renstra, yaitu :
1) Mengajukan revisi perubahan target Renstra 2019 – 2023, hal ini perlu dilakukan karena kondisi real tahun 2020 dan tahun tahun mendatang yang masih akan berdampak pandemi Covid 19;
2) Mengurangi jumlah peserta kegiatan agar kegiatan dapat tetap berjalan dengan menjalankan protokol kesehatan;
3) Melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang banyak dengan media online atau webinar;
4) Mengkoordinasikan PPTK untuk melakukan penarikan anggaran agar sesuai dengan anggaran kas agar tidak terjadi penarikan saldo yang tidak dapat digunakan karena adanya perubahan kode rekening belanja pada saat anggaran perubahan;
5) Melakukan seleksi dan atau training centre (TC) dalam kelompok kecil sesuai dengan protokol kesehatan;
6) Pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan stake holder (mitra kerja) dari Kepemudaan dan Keolahragaan juga OPD terkait demi suksesnya pencapaian kinerja utama.
Hal 79 Diagram 3.3 Laporan Realisasi Anggaran per Triwulan tahun 2020
500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 2.000.000.000 2.500.000.000 3.000.000.000
Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Triwulan 4
Program Tata Kelola Pemerintahan
Program Pengembangan Kepemudaan
Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga
Hal 80 Grafik 3.4 Pola Penyerapan Anggaran per Triwulan tahun 2020
500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 2.000.000.000 2.500.000.000 3.000.000.000
Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Triwulan 4
Program Tata Kelola Pemerintahan
Program Pengembangan Kepemudaan
Program Peningkatan Pemasyarakatan dan Prestasi Olahraga
Hal 81
BAB IV
PENUTUP
IV.A. SIMPULAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang tahun 2020 berisi tentang laporan pencapaian hasil pelaksanaan Program/Kegiatan Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2020. LKIP ini memberikan gambaran kemajuan kinerja tahunan Dispora dalam mengemban tugas/urusan bidang kepegawaian yang diserahkan wewenangnya oleh Walikota Tangerang untuk masa satu tahun anggaran.
Dengan adanya LKIP 2020 di harapkan dapat menjadi bahan evaluasi internal sejauh mana peningkatan kinerja yang akan didorong pada tahun yang akan datang, sehingga dapat memacu kinerja seluruh personil Dispora Kota Tangerang kususnya dan personil Dispora di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Selain itu dalam rangka perwujudan akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah sebagai pertanggungjawaban terhadap tupoksi mengarah pada objektivitas terutama dalam penyusunan laporan kinerja. Laporan kinerja Disporat ahun 2020 memberikan gambaran yang positif karena dari indikator kinerja secara keseluruhan mencapai 88,15
% (Baik).
Adanya penurunan pencapaian target indikator kinerja program dan kegiatan pada Dinas Kepemudaan dan Olarhaga Kota Tangerang lebih cenderung dikarenakan adanya force majeure (keadaan luar biasa) yaitu penyebaran wabah virus corona covid – 19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia pada tahun 2020. Protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan yang paling penting yaitu menghindari atau tidak mengadakan kerumunan/keramaian orang. Faktor tidak mengadakan kerumunan/keramaian inilah yang menjadi pendorong Pemerintah baik Pusat , Provinsi dan Daerah untuk melakukan pembatalan event olahraga dan
Hal 82 pengurangan jumlah peserta kegiatan untuk menghindari penularan sehingga jatuhnya korban dapat dihindari dan di minimalkan. Penyebaran virus corona masih berlangsung sampai saat ini saat laporan ini disusun dan belum ada kepastian kapan akan berakhir karena belum ditemukan obat penyembuhnya. Hal ini membutuhkan kerja sama semua pihak dan masyarakat untuk ikut terlibat dan patuh dalam pelaksanaan protokol kesehatan.
IV.B. SARAN
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang terus berupaya secara maksimal untuk mencapai target kinerja program dan kegiatan yang telah dirumuskan dalam Renstra dan Renja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.
Dengan belum ditemukannya obat penyembuh dari virus corona, maka pelaksanaan semua program dan kegiatan diharuskan menyesuaikan dengan kondisi real saat ini.
Untuk mencapai target kinerja yang lebih baik maka dapat disampaikan hal – hal sebagai berikut :
1) Adanya penyesuaian target kinerja program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang sesuai dengan situasi dan kondisi real saat ini (masih berlangsungnya wabah virus corona);
2) Diperlukan revisi target kinerja program dan kegiatan yang dirumuskan dalam Renstra dan Renja Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang karena adanya kondisi force majeure (keadaan luar biasa) yaitu penyebaran virus corona;
3) Pembinaan Pemuda Berprestasi , Pelatihan Wirausaha dan Pemeliharaan Sarana Prasarana di bidang Kepemudaan akan terus dilakukan dengan
Hal 83 menjaga protokol kesehatan, penyesuaian jumlah peserta kegiatan dan pertemuan tanpa tatap muka (online);
4) Peningkatan Atlet Berprestasi, Peningkatan Kompetensi Tenaga Olahraga dan Pemeliharaan dan Pengembangan Sarana Prasarana Keolahragaan terus dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan, penyesuaian jumlah peserta dan pertemuan tanpa tatap muka (online);
5) Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang terus berupaya mencari alternatif dan cara kreatif agar dapat mencapai tujuan dan target kinerja yang ada dengan partisipasi aktif dari para pegawai dan mitra kerja (stake holder) di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Demikian LKIP Kota Tangerang Tahun 2020 ini disusun agar dapat menjadi bahan yang bermanfaat baik dari kalangan internal pemerintah mapun bagi publik.