• Tidak ada hasil yang ditemukan

a.3. Perangkat Pemerintahan yang Demokratik dan Akuntabel

Secara umum, eksistensi serta kinerja peraturan dan regulasi formal maupun non-formal yang mendukung instrumen/

institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan pemerintahan yang demokratik dan akuntabel cenderung diakui dan mendukung di empat daerah yang disurvei. Namun secara umum pula, cakupan geografis dan substansi peraturan dan regulasi formal dan non-formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel tersebut cenderung dinilai kurang luas dan kurang mencakup keseluruhan aspek di daerah yang disurvei, kecuali beberapa institusi tertentu, seperti yang akan disampaikan lebih lanjut.

Sehubungan dengan eksistensi peraturan dan regulasi formal yang mendukung instrumen/ institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum keberadaan tersebut diakui di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 12 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai relatif paling bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Tangerang, sementara yang cenderung relatif kurang bagus dibanding daerah lainnya yakni di Kota Pontianak. Sebanyak 50%, atau lebih, informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/mengkonfirmasi eksistensi peraturan dan regulasi formal yang mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian hanya menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Batang yang diakui keberadaannya hanya oleh 38% informan-ahli.

Sehubungan dengan kinerja peraturan dan regulasi formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum kinerja peraturan dan regulasi formal

tersebut cenderung diakui di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 13 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai relatif paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Batang. Sebanyak 50%, atau lebih, informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/ mengkonfirmasi kinerja peraturan dan regulasi formal mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian hanya menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Batang yang kinerjanya diakui hanya oleh 42% informan-ahli.

Sehubungan dengan cakupan geografis penerapan peraturan dan regulasi formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum cakupan peraturan dan regulasi formal tersebut cenderung kurang mendukung/kurang luas di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 14 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Batang. Kurang dari 50% informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/mengkonfirmasi keluasan cakupan peraturan dan regulasi formal mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Tangerang yang keluasan cakupannya diakui oleh 55% informan-ahli.

Sehubungan dengan cakupan substansi peraturan dan regulasi formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi

berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum cakupan substansi peraturan dan regulasi formal tersebut cenderung kurang mendukung/kurang mencakup keseluruhan aspek di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 15 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Batang. Kurang dari 50% informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/ mengkonfirmasi keluasan substansi peraturan dan regulasi formal yang mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (56%) dan Kabupaten Tangerang (50%), “transparansi dan akuntabilitas pemerintahan hasil pemilihan dan birokrasi pada semua tingkatan” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (50%), “transparansi dan pertanggungjawaban militer dan polisi terhadap pemerintah hasil pemilihan yang terpilih dan terhadap publik” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (50%), di Kota Pontianak (59%), dan di Kabupaten Tangerang (50%), serta “independensi pemerintah dari kelompok kepentingan yang kuat dan adanya kapasitas untuk menghapus korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (67%).

Sehubungan dengan kinerja peraturan dan regulasi non-formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum kinerja peraturan dan regulasi non-formal tersebut cenderung diakui di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 16 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sebanyak 50%,

atau lebih, informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/mengkonfirmasi kinerja peraturan dan regulasi non-formal mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya.

Sehubungan dengan cakupan geografis penerapan peraturan dan regulasi non-formal yang mendukung instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum cakupan peraturan dan regulasi non-formal tersebut cenderung kurang mendukung/ kurang luas di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 17 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Batang. Kurang dari 50% informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/mengkonfirmasi keluasan cakupan peraturan dan regulasi non-formal mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (56%) dan Kabupaten Tangerang (50%), “transparansi dan pertanggungjawaban militer dan polisi terhadap pemerintah hasil pemilihan yang terpilih dan terhadap publik” di Kabupaten Tangerang (50%), “kapasitas pemerintah untuk memberantas kelompok-kelompok paramiliter, preman, dan kejahatan terorganisir” di Kabupaten Tangerang (55%), serta “independensi pemerintah dari kelompok kepentingan yang kuat dan adanya kapasitas untuk menghapuskan korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan” di Kabupaten Tangerang (55%).

Sehubungan dengan cakupan substansi peraturan dan regulasi non-formal yang mendukung

instrumen/institusi-institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel, secara umum cakupan substansi peraturan dan regulasi non-formal tersebut cenderung kurang mendukung/kurang mencakup keseluruhan aspek di semua daerah yang disurvei (lihat Tabel 18 dalam Lampiran). Keadaan yang cenderung dinilai paling kurang bagus di antara keempat daerah yang disurvei tampaknya berlangsung di Kabupaten Batang. Kurang dari 50% informan-ahli dari masing-masing daerah yang disurvei mengakui/mengkonfirmasi keluasan substansi peraturan dan regulasi non-formal yang mendukung institusi demokrasi berkenaan dengan perangkat pemerintahan yang demokratik dan akuntabel ini di daerahnya. Perkecualian menyangkut institusi “desentralisasi pemerintahan secara demokratis menyangkut segala hal tanpa campur tangan pemerintah pusat” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (69%) dan Kota Pontianak (55%), “transparansi dan akuntabilitas pemerintahan hasil pemilihan dan birokrasi pada semua tingkatan” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (56%) dan Kota Pontianak (50%), “kapasitas pemerintah untuk memberantas kelompok-kelompok paramiliter, preman, dan kejahatan yang terorganisir” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (60%), serta “independensi pemerintah dari kelompok kepentingan yang kuat dan adanya kapasitas untuk menghapus korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan” di Kabupaten Ogan Komering Ilir (50%).

a.4. Perangkat Keterlibatan dan Partisipasi Warga