• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN

5.1.1 Acara Adat (Acara Inti) Minggu, 9 Februari

Sebelum upacara puncak batagak pangulu atau malewakan gala pangulu ini digelar, Minggu 9 Februari 2014 diadakan persipan yakni penyembelihan seekor kerbau. Penyembelihan kerbau dilaksanakan setelah sholat Zuhur yang disaksikan oleh penghulu pucuk, penghulu empat suku, penghulu yang akan dilewakan (dikukuhkan), anggota kaum para penghulu yang akan dilewakan (dikukuhkan ), para perantau, dan masyarakat yang ada di Jorong Gando sekitarnya.

Kerbau yang disembelih untuk acara batagak pangulu atau malewakan gala pangulu ini harus mempunyai syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah (1) kerbau jantan dan sudah cukup umur (4 tahun); (2) tidak cacat; (3) sehat; (4) tanduk panjangnya lebih kurang 40 cm seperti terdapat pada gambar 5.6 di bawah ini.

Gambar 5.6

Kerbau yang Akan Disembelih untuk Batagak Pangulu (Dokumen Isman 2014)

Penyembelihan kerbau menandakan bahwa penghulu itu sudah dikukuhkan atau diresmikan. Tanda penghulu sudah dikukuhkan atau diresmikan adalah tanduk kerbau dipajangkan di rumah gadang kaum. Karena satu kerbau yang disembelih dan tanduk kerbau ini sudah dipajang di Balai Adat Gando, penghulu yang baru dikukuhkan atau diresmikan boleh membeli tanduk kepala kerbau lalu dipajangkan di rumah gadang kaum.

Senin, 10 Februari 2014

Acara puncak batagak pangulu diadakan Senin 10 Februari 2014. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dihadiri Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Prof. Dr. Rahman Sani, M. Sc. sebagai staf ahli, Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten, Muspida Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota,

Walikota Payakumbuh atau yang mewakili, Camat Kecamatan Payakumbuh yang juga ketua LKAAM Kecamatan, Wali Nagari Piobang, Pucuk Adat Nagari Piobang sekaligus Ketua KAN Nagari Piobang, niniak mamak, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, generasi muda Nagari Piobang, Prof. Dr. Dorojatun Kuncaraningrat sebagai tamu, dan anak Nagari Piobang.

Acara puncak ini diadakan di Balai Adat Gando. Di halaman Balai Adat dibuat pentas untuk melaksanakan upacara batagak pangulu tersebut. Dihadapan pentas terdapat beberapa deret kursi yang disediakan untuk para undangan, penghulu pucuk nagari, penghulu empat suku, penghulu yang akan dilewakan, cerdik pandai, alim ulama, bundo kanduang, keluarga penghulu yang akan dilewakan, dan anak Nagari Piobang.

Deretan kursi bagian depan ditempati oleh staf ahli gubernur Provinsi Sumatera Barat, Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Kapolresta Kabupaten Lima Puluh Kota, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Camat Kecamatan Payakumbuh, Wali Nagari Piobang, penghulu pucuk nagari, penghulu empat suku, dan penghulu yang akan dilewakan. Kemudian deretan kursi yang kedua ditempati oleh bundo kanduang, tukang sembah kata, cerdik pandai, alim ulama, dan para tamu yang lain. Selanjutnya deretan kursi yang ketiga dan seterusnya ditempati oleh keluarga para penghulu yang akan dilewakan, para perantau, dan anak Nagari Piobang.

Acara adat pertama adalah malewakan gala pangulu atau mengukuhkan gelar penghulu oleh F Dt. Patiah Baringek dengan pidato adat dan dilanjutkan dengan pidato pasambahan yang melibatkan Dt. Patiah Baringek, Dt.

Kiraiang/Dt. Sirah, Dt. Tan Marajo, dan Dt. Sidi Panduko seperti terdapat pada gambar 5.7 dan 5.8 berikut ini.

Gambar 5.7

Pidato Batagak Pangulu Disampaikan oleh F. Dt. Patiah Baringek (Sumber Dokumen Isman 2014)

Gambar 5.8

Pasambahan Kato Batagak Pangulu Disampaikan oleh Dt. Kiraiang/ Dt. Sirah (Sumber Dokumen Isman 2014)

Acara selanjutnya adalah pengukuhan soko (gelar) oleh pucuk adat nagari dengan pemasangan destar kepada penghulu yang baru dikukuhkan. Sebelum

pemasangan destar ini dilakukakan pemukulan gong tujuh kali oleh niniak mamak ampek suku, yaitu: A. Dt. Ajo Simarajo, M. Dt. Mangkuto, Prima Ali S, H. Dt. Pobo, A. Dt. Sidi Marajo. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan deta (destar) oleh A. Dt. Rajo Baguno selaku penghulu pucuak (pucuk) adat nagari seperti terdapat pada gambar 5.9 dan 5.10 di bawah ini.

Gambar 5.9

Pemukulan Gong oleh Salah Seorang Niniak Mamak Ampek Suku (Dokumen Isman, 2014)

Gambar 5.10

Pemasangan Destar oleh A. Dt. Rajo Baguno/Penghulu Pucuk Adat Nagari kepada Salah Seorang Penghulu yang Baru Dikukuhkan

Setelah pemasangan deta (destar) acara berikutnya adalah pembacaan dan penyerahan surat tanda penghulu oleh sekretaris Kerapatan Adat Nagari Piobang oleh F. Dt. Bijo sekaligus penyerahan tanda penghulu secara simbolis kepada empat niniak mamak (penghulu) yang baru dilewakan yang telah ditunjuk sebelumnya.

Berikut pembacaan nama enam belas penghulu baru dilewakan atau diresmikan beserta perangkatnya oleh sekretaris Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Piobang F. Dt. Bijo.

1. Zulfahmi Dt. Panduko

Kampuang/Kampung :Lubuak Batang

Suku : Caniago

Monti/Manti : Indra Jaya Bundo Kanduang : Puti Bagolau

Tuanku : Malin Putiah

Dubalang/Hulubalang : Panglimo Gagah 2. Fahri Dt. Sumorajo

Kampuang/Kampung : Lubuak Batang

Suku : Caniago

Monti/Manti : Syafrizal

Bundo Kanduang : Eli Afrida

Tuanku : Nan Luhuak

Dubalang/Hulubalang : Rajo Nan Kuniang

3. H. Faisal Amir Dt. Rajo Pangulu

Kampuang/Kampung : Caniago

Suku : Caniago

Monti/Manti : Ir. Fikri Amir Bundo Kanduang : Nela

Tuanku : Sutan Mudo

Dubalang/Hulubalang : Maruhun 4. Murni Dt. Patiah nan Itam

Kampuang/Kampung : -

Suku : Caniago

Monti/Manti : Ami

Tuanku : Malin Mudo Dubalang/Hulubalang : Sutan Mudo

5. Nofri Irwan, S.T., Dt. Marajo Kumbang Jonti Kampuang/Kampung : -

Suku : Caniago

Monti/Manti : Mardial

Bundo Kanduang : Gusrina

Tuanku : Mulia Batuah

Dubalang/Hulubalang : Sutan Rajo 6. Amrinaldi Dt. Bandaro

Kampuang/Kampung : Singkuang

Suku : Caniago

Monti/Manti : Syafri Maret Bundo Kanduang : Farida Hasni

Tuanku : Imam

Dubalang/Hulubalang : Niko 7. Budi Setiawan Dt. Tungkek Omeh

Kampuang/Kampung : -

Suku : Bodi Caniago

Monti : Rosiwan

Bundo Kanduang : Diah

Tuanku : Budi

Dubalang/Hulubalang : Tuanku Nan Elok 8. Sahir Ujang, S.H. Dt. Tumangguang

Kampuang/Kampung : Tanjuang

Suku : Sambilan

Monti/Manti : Irwansyah

Bundo Kanduang : -

Tuanku : Tuanku Tanjuang

Dubalang/Hulubalang : - 9. Arzoni Dt. Sinaro

Kampuang/Kampung : Si Pisang

Suku : Sambilan

Monti/Manti : Hansarullah

Bundo Kanduang : Delwis Elvina

Tuanku : Tuanku Kotik

10. Yualdi Dt. Majo Sindo

Kampuang/Kampung : Sikumbang

Suku : Sambilan

Monti/Manti : Nazar

Bundo Kanduang : Desi Sukmayanti

Tuanku : Malin

Dubalang/Hulubalang : Hasnil 11. Refrison, S.E. Dt. Rajo nan Panjang

Kampuang/Kampung : Bendang

Suku : Bendang

Monti/Manti : Anwir Damanhuri Bundo Kanduang : Puti Linduang Bulan

Tuanku : Kari Mudo

Dubalang/Hulubalang : Sutan Diawang 12. Hemda Metris Dt.Gindo Marajo

Kampuang/Kampung : Bendang

Suku : Bendang

Monti/Manti : Alfadri

Bundo Kanduang : Titis Mareno

Tuanku : Malin Bungsu

Dubalang/Hulubalang : Tuak Barisai 13. Fadlan Aulia Dt. Rajo nan Sati

Kampuang/Kampung : Melayu

Suku : Bendang

Monti/Manti : Irianto

Bundo Kanduang : Efni Martin

Tuanku : Malin Kociak

Dubalang/Hulubalang : Saripado 14. Henky Putra, S.T. Dt. Mangiang Sati

Kampuang/Kampung : Mandailing

Suku : Bendang Melayu

Monti/Manti : Sutan Keadilan Bundo Kanduang : Puti Nilam Sari

Tuanku : Malin Panjang

Dubalang/Hulubalang : Majo Nan Itam Panjang Lidah 15. Syafrizal Dt. Bijo

Kampuang/Kampung : Kutianyia

Suku : Ompek Ibu

Monti/Manti : Syafriadi

Tuanku : Malin Batuah Dubalang/Hulubalang : Sutan Juaro

16. Masyhud, S.I.Q., S.Th. Dt.Putiah Nan Bagadiang Kampuang/Kampung : Kutianyia

Suku : Ompek Ibu/Pitopang

Monti/Manti : Waidi Azmi

Bundo Kanduang : Linda

Tuanku : Malin Putiah

Dubalang/Hulubalang : Sutan Bagindo

Setelah pembacaan nama-nama penghulu yang baru beserta perangkatnya oleh sekretaris KAN Piobang F. Dt. Bijo kemudian dilanjutkan penyerahan surat tanda penghulu penyerahan tanda penghulu secara simbolis kepada empat niniak mamak yang baru dilewakan yang telah ditunjuk yaitu Z. Dt. Panduko (Suku Caniago), H. Dt. Sinaro (Suku Sambilan), H. P. Dt. Mangiang Sati (Suku Bendang), dan Dt. Bijo (Suku Ompek Ibu).

Dalam sambutan pucuk adat Nagari Piobang A. Dt. Rajo Baguno menyatakan di Nagari Piobang terdapat sekitar 73 niniak mamak (penghulu), ada 29 orang lagi yang belum ke balerong atau yang belum dilewakan (dikukuhkan). Istimewa di Nagari Piobang mempunyai dua balai adat yaitu di Piobang dan Gando, tetapi adat tetap satu yang dipakai (adat selingkar nagari). Datuk-datuk (penghulu-penghulu) yang belum sampai ke balerong (balai adat) mudah- mudahan bisa mengikuti jejak-jejak datuk (penghulu) yang sudah dilewakan (dikukuhkan/diresmikan). Niniak mamak di Nagari Piobang, soko (gelar) tidak boleh dibawa ke rantau dipilih kemanakan sebagai tungkek (tongkat), soko (gelar) tinggal di kampung.

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama seluruh undangan, niniak mamak di lingkungan kenagarian Piobang, niniak mamak yang baru

dilantik, manti, tuanku, dan dubalang di Balai Adat Gando. Sedangkan bundo kanduang makan di rumah gadang Dt. Rajo Nan Panjang. Sebelum acara makan bersama dimulai didahului oleh sembah kata dan sesudah makan bersama dan maurak selo (membuka sila untuk berdiri dan pergi) juga dututup dengan sembah kata.