• Tidak ada hasil yang ditemukan

Activity Relationship Diagram (ARD)

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA (Halaman 56-61)

3.5. Alokasi Layout

3.5.4 Activity Relationship Diagram (ARD)

Activity relationship diagram (ARD) adalah diagram hubungan antar

aktivitas (departemen atau mesin) berdasarkan tingkat prioritas kedekatan dengan kata lain meminimumkan ongkos handling. Tujuan dari pembuatan activity

relationship diagram (ARD) yaitu menentukan letak lokasi departemen satu

dengan yang lain, dan menggambarkan hubungan derajat kepentingan antar departemen, sehingga perencanaan yang ditentukan dapat berjalan dengan tepat. Keuntungan pembuatan activity relationship diagram (ARD), yaitu pembagian wilayah kegiatan menjadi sistematis, meminimumkan ruangan yang tidak digunakan dan memudahkan proses tata letak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel skala prioritas pada Tabel 3.10, maka selanjutnya adalah membuat activity relationship diagram (ARD). Gambar 3.2 sampai dengan Gambar 3.. berikut ini merupakan alternatif-alternatif

activity relationship diagram (ARD) yang dapat digunakan dalam lantai produksi

rak buku.

Gambar 3.2 ARD Alternatif 1

Alternatif ke-1 mendekati aliran melingkar (circular). Pola ini hampir sama dengan pola U-Shaped, diharapkan barang atau produk kembali ke tempat awal proses, penerimaan dan pengiriman pada satu tempat sama, dan digunakan mesin dengan rangkaian yang sama untuk kedua kalinya.

Gambar 3.3 ARD Alternatif 2 S A1 F4 F3 F2 F1 R S A1 F4 F3 F2 F1 R

Alternatif ke-2 mendekati aliran melingkar (circular). Pola ini hampir sama dengan pola U-Shaped, diharapkan barang atau produk kembali ke tempat awal proses, penerimaan dan pengiriman pada satu tempat sama, dan digunakan mesin dengan rangkaian yang sama untuk kedua kalinya.

Gambar 3.4 ARD Alternatif 3

Alternatif ke-3 mendekati aliran melingkar (circular). Pola ini hampir sama dengan pola U-Shaped, diharapkan barang atau produk kembali ke tempat awal proses, penerimaan dan pengiriman pada satu tempat sama, dan digunakan mesin dengan rangkaian yang sama untuk kedua kalinya.

Gambar 3.5 ARD Alternatif 4

Alternatif ke-4 merupakan aliran bentuk U (U-shaped). Digunakan apabila mengakhiri proses pada tempat yang relatif sama dengan awal proses. Hal ini mungkin disebabkan pada pabrik tersebut hanya mempunyai satu jalur untuk penerimaan bahan dan pengiriman produk jadi.

Gambar 3.6 ARD Alternatif 5

F3 S R F1 F2 F4 A1 F3 S R F1 F2 F4 A1 R F2 A1 F4 F3 S F1

Alternatif ke-5 mendekati aliran bentuk ular (zig-zag). Digunakan apabila lintasan lebih panjang dari ruang yang dapat digunakan untuk ditempati, dan karenanya berbelok-belok dengan sendirinya untuk memberikan lintasan aliran yang lebih panjang dalam bangunan dengan luas, bentuk, dan ukuran yang lebih ekonomis.

Berdasarkan lima activity relationship diagram (ARD) di atas, ada 5 jenis aliran material berdasarkan dengan tabel skala prioritas (TSP). Berdasarkan

activity relationship diagram (ARD) maka letak lokasi departemen satu dengan

yang lain dapat ditentukan. Alternatif yang dipilih untuk diterapkan dalam perancangan tata letak fasilitas adalah alternatif ke-4 dengan tipe U-shaped. Alasan pemilihan tipe aliran material tersebut karena lebih mudah dalam penerapannya, selain itu lebih ekonomis karena lintasan relatif lebih pendek daripada alternatif yang lainnya sehingga akan memberikan efisiensi biaya pemindahan material. Transportasi yang dilakukan untuk memasukkan komponen dan mengeluarkan barang jadi dapat dilakukan dalam satu akses. ARD di atas belum menggambarkan layout lantai produksi namun hanya sekedar aliran material dari satu departemen ke departemen lain. Penempatan gudang bahan baku maupun gudang barang jadi tidak diletakkan di tengah, karena dapat menghambat proses pemindahan material.Nantinya pabrik yang akan didirikan hanya mempunyai satu jalur untuk penerimaan bahan dan pengiriman produk jadi.

IV-1

4.1 Badan Hukum dan Karakteristik Perusahaan

Perusahaan merupakan suatu organisasi produksi dan niaga dalam memuaskan kebutuhan masyarakat atau konsumen dengan menggunakan dan memadukan faktor-faktor produksi secara efisien dan efektif. Bentuk kepemilikan perusahaan bermacam-macam dari jenis badan usahanya. Badan usaha adalah badan hukum yang bertujuan memperoleh keuntungan sebesar besarnya dari usahanya. Badan hukum merupakan suatu badan usaha yang memiliki kekayaan sendiri,yang terpisah dari harta kekayaan dari pendirianya atau para pengurusnya. Para angota tidak bertanggung jawab atas harta kekayaannya tersebut dalam saham yang dimilikinya.

Badan hukum memegang peranan yang penting dalam seluruh kegiatan yang terdapat pada sebuah badan usaha. Tanpa adanya badan hukum yang jelas, maka identitas dari perusahaan tersebut akan rancu. Badan hukum meliputi perseroan terbatas, persekutuan komanditer, perseroan lainnya dan firma. CV (Commanditaire Vennotschaap) adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi. Pemimpin yang aktif mengurus perusahaan CV disebut sekutu aktif, dan pemimpin yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.

Karakteristik perusahaan dapat ditentukan melalui badan hukum, oleh karena itu perusahaan yang akan dibuat diberi nama CV. Rajawali Nusantara. CV. Rajawali Nusantara merupakan sebuah perusahaan yang didirikan oleh lima orang dengan tugas dan wewenang yang berbeda-beda dalam memproduksi rak buku dengan badan hukum berbentuk CV (Commanditaire Vennotschaap). Selain badan hukum, logo perusahaan juga dapat menjadi satu hal yang dapat

menunjukkan karakteristik dari perusahaan. Sebuah logo dapat menunjukkan karakteristik perusahaan, sehingga dalam mendesain logo tersebut harus menggunakan gambar, bentuk, serta warna yang memiliki makna dan berkesinambungan. Logo CV. Rajawali Nusantara dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut ini.

Gambar 4.1 Logo Perusahaan

Setiap gambar, bentuk, serta warna yang digunakan dalam pembuatan logo CV. Rajawali Nusantara memiliki kandungan makna tersendiri. Logo dari CV. Rajawali Nusantara tersebut mempunyai arti yang merupakan harapan dan deskripsi singkat mengenai perusahaan. Tulisan CV. Rajawali Nusantara menunjukkan nama dari perusahaan. Warna merah pada tulisan CV. Rajawali melambangkan kesan energi, kekuatan, dan keberanian untuk terus bersaing dengan produsen furniture yang lain. Warna biru pada tulisan nusantara melambangkan bahwa negara kita merupakan negara maritim yang sebagian besar adalah lautan. Nama nusantara menunjukkan bahwa CV. Rajawali Nusantara akan terus berkembang untuk menjadi salah satu produsen rak buku terbaik di nusantara.

Gambar burung rajawali warna keemasan melambangkan kejayaan CV. Rajawali Nusantara yang mampu bertahan untuk masa yang panjang. Selain itu, rajawali merupakan burung yang tidak mengepak-ngepakkan sayapnya, tetapi dia mengembangkan sayapnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa CV. Rajawali Nusantara akan selalu berkembang dan melakukan perbaikan secara terus- menerus seiring dengan berjalannya waktu dengan memanfaatkan teknologi dan mengutamakan kepercayaan pelanggan yang disimbolkan dengan panah berwarna biru yang berputar searah dengan putaran jarum jam. Warna putih pada

background melambangkan kesederhanaan, kesempurnaan, dan persatuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh elemen dalam CV. Rajawali Nusantara akan bersatu memajukan perusahaan dari hal yang sederhana untuk mencapai hasil yang sempurna.

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA (Halaman 56-61)

Dokumen terkait