BAB VI. ACUAN PERANCANGAN
2. Acuan Perancangan Tapak
Adapun usulan rencana pembangunan Rusunawa Universitas Bosowa oleh Yayasan Aksa Mahmud yakni masih berada di kawasan Kampus Universitas Bosowa tepatnya di lokasi Gedung Serbaguna Lestari. Aksesibilitas capain ke lokasi sangat mudah dari segala arah karena berada di jalan arteri primer Makassar-maros. yakni Jalan Urip Sumohardjo Km.4.
140 Rencana lokasi Rusunawa Universitas Bosowa seperti pada gambar dibawah ini:
Gambar 6.3 Kondisi Lokasi Tapak Rusunawa Universitas Bosowa Makassar Sumber : https://earth.google.com/web/
141
Gambar 6.4 Batas-batas Lokasi Tapak Rusunawa Universitas Bosowa Makassar Sumber : Dokumentasi Penulis, 2017
Luas Site : 5.400 m2 Batas -batas :
─ Batas Utara : Berbatasan dengan Masjid Agung “45”
─ Batas Selatan : Berbatasan dengan ruang hijau dan saluran pembuangan (kanal)
─ Batas Timur : Berbatasan Langsung dengan Menara UMI
─ Batas Barat : Berbatasan dengan saluran pembuangan (kanal).
b. Analisa Orientasi Matahari
142
Gambar 6.5 : Analisa Orientasi Matahari
Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Orientasi matahari pada tapak tergolong sangat maksimal menyinari bangunan, hal tersebut dikarenakan seluruh bangunan menghadap ke arah utara-selatan sehingga orientasi matahari pada siang hari sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami pada bangunan, tapi agar udara panas akibat sinar matahari tidak langsung masuk ke bangunan maka bagian depan bangunan dapat ditutupi dengan shading atau ditanami pepohonan agar udara tetap sejuk disekitar bangunan.
c. Analisa Arah Angin
143
Gambar 6.6 : Analisa arah angin
Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Angin adalah potensi yang baik untuk memberi kenyamanan didalam bangunan. Masalahnya Kota Makassar adalah kota dengan iklim tropis lembab, dimana kecepatan angin rata-rata sangat rendah, jadi perlu sekali bangunan didesain dengan memperhatikan potensi maksimal dari angin ini. Dengan adanya angin ada banyak sekali keuntungan yang diperoleh, seperti : kenyamanan thermal manusia bisa dicapai dan penghawaan alami yang dapat menghemat biaya listrik untuk pendingin ruangan. Angin datang dari berbagai arah, untuk memasukkan angin tersebut dan memanfaatkan sebagai penghawaan alami ke dalam bangunan dengan memasang banyak
144 bukaan atau ventilasi pada setiap sisi bangunan. Sistem yang paling baik digunakan untuk merancang system penghawaan yang alami adalah dengan sistem ventilasi silang (cross ventilation), pada sistem ventilasi silang sirkulasi udara diatur sedemikian rupa agar bisa mengalir dari satu titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lain. Cara yang lain bisa dilakukan dengan membuat taman yang disertai void di dalam bangunan sehingga akan membantu proses sirkulasi udara ditengah-tengah bangunan.
d. Analisa Kebisingan
145
Gambar 6.7 : Analisa Kebisingan
Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Kebisingan juga merupakan polusi yang berpengaruh kurang baik terhadap lingkungan, maka diperlukan cara-cara bagaimana menganggulanginya dan mengendalikan kebisingan tersebut agar tidak mengganggu lagi. Faktor kebisingan di dalam tapak harus diperhatikan dari fungsi kegiatan yang berlangsung di dalam rusunawa mahasiswa seperti, tidur atau istirahat. Ruang-ruang untuk kegiatan istirahat ini diusahakan jauh dari kebisingan sedangkan untuk kegiatan lain tidak memerlukan tingkat kebisingan yang tinggi.
Sumber kebisingan pada tapak ini bersumber dari jalan raya yang terletak di bagian depan tapak. Untuk membantu meredam kebisingan tersebut dengan cara bangunan dimundurkan dari
146 sumber bunyi dan ditangani dengan menanam vegetasi di sekitar tapak sehingga dapat meminimalkan meredam kebisingan yang ada pada tapak tersebut.
e. Tata Ruang Luar
Untuk meminimalisir kebisingan yang timbul dikarenakan banyaknya kendaraan yang melintas di bagian depan lokasi dimana merupakan jalan poros, maka ruang luar harus di tata dengan cara menanami vegetasi yang ada pada bagian depan lokasi seperti pohon, semak, dan juga manambahkan penghalang seperti pagar pada bagian depan lokasi site.
Gambar 6.8 Analisa Tata Ruang Luar dan Vegetasi Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
f. Analisa Vegetasi
147 Adapun beberapa jenis vegetasi yang bisa digunakan untuk meminimalisir kebisingan dan menata ruang luar yaitu :
1) Tanaman Peneduh
Biasanya ditempatkan pada jalur tanaman dengan lebar minimal 1,5 meter, percabangan minimal 2 meter di atas tanah, ketinggian mencapai 5 meter, bentuk percabangan pohon tidak merunduk, bermassa dan padat, dan bisa ditanam berbaris ataupun menyebar.
Gambar 6.9 Tanaman Peneduh Sumber : Analisa Penulis, 2017
2) Tanaman Pengarah
Biasanya merupakan tanaman perdu atau pohon dengan ketinggian lebih dari 2 meter. Ditanam secara massal dan bagi pemilihan perdu ialah perdu atau semak dengan warna kuning agar tampak ketika malam hari. Contoh pohonnya : Cemara, Mahoni, kembang merak. Contoh perdunya :
148 Akalipa hijau kuning.
Gambar 6.10 Tanaman Pengarah
Sumber : Analisa Penulis, 2017
3) Tanaman Penahan Silau Lampu
Merupakan tanaman perdu atau semak yang ditanam rapat dan bermassa daun padat. Contohnya : Bougenvil.
Gambar 6.11 Tanaman Penahan Cahaya Kendaraan Sumber : Analisa Penulis, 2017
149 4) Tanaman Penyerap Polusi
Biasanya terdiri dari pohon, perdu atau semak, memiliki ketahanan yang tinggi terhadap polusi udara, jarak tanam rapat, dan bermassa daun padat. Contohnya : Angsana , Akkasia daun besar, Bougenvil, dan tehan pangkas.
Gambar 6.12 Tanaman Penyerap Polusi Sumber : Analisa Penulis, 2017
5) Tanaman Pembentuk Pandangan
150 Merupakan tanaman dengan tinggi >3 meter, terutama yang bertajuk conical ataupun columnar, membentuk massa, dan pada bagin tertentu terbuka untuk akses pandangan.
Gambar 6.13 Tanaman pembentuk pandangan Sumber : Analisa Penulis, 2017
g. Analisa Sirkulasi
2) Sirkulasi Ruang Dalam
Sirkulasi ruang dalam hanya terdiri dari sirkulasi manusia.
Adapun sirkulasi manusia dalam bangunan dibedakan atas : c) Sistem sirkulasi vertikal
Sistem sirkulasi vertikal manusia dalam bangunan menggunakan ramp dan tangga darurat.
(1) Sistem sirkulasi vertikal menggunakan ramp
151 Adapun manfaat penggunaan ramp yaitu memudahkan karena menaikinya tidak capek sehingga menghemat tenaga manusia, hanya memang membutuhkan jarak tempuh yang lebih jauh dimana ada keuntungan dalam hal ini; penghuni dituntut berjalan lebih jauh sehingga lebih sehat. Selain itu ramp juga memiliki kesan estetika yang khusus dan unik.
Gambar 6.14 sistem sirkulasi vertikal menggunakan ramp Sumber :http://www.astudioarchitect.com/2008/09/
(2) Sistem sirkulasi vertikal menggunakan tangga darurat Tangga darurat merupakan tangga pada bangunan yang baru akan digunakan pada saat-saat tertentu saja, utamanya ketika terjadi bencana di dalam bangunan, seperti kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
152
Gambar 6.15 Sistem Sirkulasi Vertikal Menggunakan Tangga Darurat Sumber : https://materiarsitektur.blogspot.co.id/
d) Sistem sirkulasi horizontal
Sistem sirkulasi horizontal dalam bangunan adalah selasar sebagai penghubung antara ruang lainnya.
3) Sirkulasi Ruang Luar
153 Sirkulasi ruang luar terdiri dari sirkulasi kendaraan dan sirkulasi manusia.
Gambar 6.16 Analisa Sirkulasi
Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Analisa sirkulasi ruang luar menggambarkan keadaan tapak dan sirkulasi untuk kendaraan dan sirkulasi untuk manusia, sehingga nantinya akan di kembangkan sesuai dengan perencanaan. Untuk pencapaian ke lokasi rusunawa sangat mudah baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki, karena pada bagian depan tapak merupakan jalan poros yang dilalui oleh seluruh jenis kendaraan sedangkan untuk berjalan kaki dari universitas bosowa ke
154 lokasi rusunawa dapat diakses melalui jembatan penyeberangan dan jalan setapak.
h. Analisa View
View merupakan arah pandang baik itu kedalam lokasi tapak, maupun keluar tapak, pengembangan bangunan di kembangkan juga dengan dasar pertimbangan view keluar dan kedalam.
1) View Keluar
Gambar 6.17 Analisa View Keluar Bangunan Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Pada view keluar bangunan pemandangan menghadap ke arah Jalan Poros Urip Sumoharjo, sehingga penampilan bangunan harus didesain semenarik mungkin.
2) View Kedalam
155
Gambar 6.18 Analisa View Kedalam Bangunan Sumber : Analisa penulis berdasarkan google earth, 2017
Pada view kedalam fasade bangunan dapat terlihat jelas dari arah Jalan Poros Urip Sumoharjo, sehingga fasade bangunan harus didesain semenarik mungkin untuk mendukung penampilan bangunan berdasarkan fungsi bangunan sebagai Rusunawa Universitas Bosowa dengan konsep hemat energi.
156