• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum Kabupaten Mamasa

D. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Intervensi Beras 1. Faktor Pendukung

3. Adanya sistem transparan pada lapisan masyarakat

Transparan atau sistem keterbukaan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Mamasa, khususnya kepada Masyarakat Peani di dalam mengembangkan dan menjaga peningkatan produksi berasa serta memelihara kestabilan harga berasa di Kabupaten Mamasa. Khusus ormas Masyarakat petani harus di berikan kesempatan untuk maju dan berkembang atas dasar kemampuan yang di milikinya sendiri. Masyarakat petani di berikan jalan untuk beraktivitas dan berkreatifitas untuk bersatu dengan pemerintah dan masyarakat luas. Bersatu merupakan cermin dan merupakan contoh yang harus ada dan di miliki petani beras di Kabupaten Mamasa sehingga orang-orang di sekelilingnya merasa termotivasi sebagaiman posisi petani yang beras yang sebenarnya.

a. Faktor Penghambat

Peran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa Kota Makassar di berbagai bidang termasuk di bidang Intervensi harga beras tidak terlepas dari berbagai hambatan yang menyertainya. Hambatan yang sering terjadi adalah

sulitnya untuk mensinergikan pembinaan yang di berikan oleh pemerintah ke dalam suatu program yang terpadu. Akan tetapi tidak semua kegiatan-kegiatan petani maupun pedagang tidak dapat di sinergikan dengan pemerintah akan tetapi ada kegiatan atau pembinaan kepada mamsyarakat petani berupa penyuluhan yang dapat di sinergikan dengan baik dan mudah, dan itu tergantung langkah dan proses komunikasi antara pemerintah dan para petani yang tergolong dalam kelompok tani dibawa naungan gapottang..

Mengenai peran pemerintah dalam pembinaan Masyarakat petani, banyak mengemukakan faktor penghambat atau kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembinaan tersebut akan tetapi masih banyak program-program pemerintah yang berhasil dan mencapai tujuan yang di tetapkan sebelumnya.

Hambatan terjadi dalam pelaksanaan pembinaan kelompok tani dapat berasal dari kepribadian individu dalam masyarakat, kurangnya kompetensi yang di miliki pemerintah, juga masyarakat petani dan bisa juga berasal dari sistem sosial masyarakat di daerah itu.

Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah di bahas di atas, dapat di ketahui beberapa faktor yang di anggap dapat menghambat keberhasilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa. Faktor-faktor penghambat tersebut yang dapat di definisikan menjadi dua aspek, yakni faktor-faktor yang bersifat bersumber dari dalam (internal), dan faktor-faktor yang bersumber dari luar (eksternal).

1. Faktor Internal

67

Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari dalam, di mana faktor internal ini merupakan faktor penghambat terhadap pengembangan kinerja pemerintah dalam pembinaan kepada kelompok tani di Kabupaten Maamasa, sebagian aparat pemerintah masih kurang kesadaran untuk memiliki semangat dan disiplin kerja yang baik terutama dalam melakukan pembinaan dan pengarahan kepada kelompok tani , ini merupakan pekerjaan rumah dari kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa Kota Makassar tersendiri yang harus di ketahui dan memberikan solusi dengan cepat. Disiplin dan semangat kerja sangat menunjang program-program pemerintah supaya bisa berjalan dengan lancar.

Sebagaimana kutipan wawancara kepala badan Dinas Ketahanan Pangan terkait dengan faktor yang menghambat pemerintah dalam kelompok tani di kabupaten mamasa sebagai berikut:

“Salah satu kendala kami di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa adalah terkait dengan kedisiplinan, sebagian pegawai/pemerintah terutama di lingkungan Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Mamasa sendiri, tingkat kedisiplinan dan semangat kerja masih kurang akan tetapi ini juga tidak serta merta di salahkan sebab biasanya pegawai kita seperti itu karena ada beberapa faktor, misalnya faktor anggaran dan juga manejemen waktu, hanya itu persoalannya tapi kedepan akan kami benahi semua itu”. (Hasil wawancara KR, 16 Juni 2015).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, dapat di simpulkan bahwa pemerintah mengakui bahwa ada sebagian pegawai/pemerintah terkait dengan tingkat kedisiplinan dan semangat kerja masih kurang akan tetapi kedepan pemerintah akan membenahi dan memperhatikan semua.

2. Faktor Eksternal

Aspek yang bersifat eksternal dalam pembinaan terhadap kelompok tani di Kabupaten Mamasa

Rendahnya partisipasi masarakat petani dalam mematuhi peraturan yang ada. Aturan yang di terapkan oleh dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa di pengaruhi oleh kesadaran masyarakat petani untuk memperoleh atau melaksanakan program dalam menjaga keamanan namun hal tersebut yang masih kurang terlihat. Hal tersebut dapat di lihat dari kutipan wawancara dengan kepala badang Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa dalam mematuhi peraturan, seperti berikut:

“Menurut saya, memang kalau kita lihat di lapangan ataupun pemberitaan di media, banyak kelompok tani kabupaten mamasa yang di bentuk secara ilegal dan hany memampaat kan anggaran tidak tepat”. (Hasil wawancara KR, 17 Juni 2015).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, dapat di simpulkan bahwa hambatan yang di hadapi pemerintah sangat banyak, terutama dalam melakukan pengawasan karena sebagian kelompok tani di Kabupaten Mamasa memang selalu melanggar aturan.

69 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis menyimpulkan:

1. Intervensi harga beras yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mamasa saat ini telah berjalan dan telah memberikan dampak terhadap harga beras di Kabupaten Mamasa yang hingga saat ini masih tetap stabil. Bentuk intervennsi yang dilakukan oleh Pemerintah yaitu dengan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, melakukan pembinaan terhadap gabungan kelompok tani, baik dalam bentuk penyuluhan, pemberian bantuan pupuk bersubsidi, hingga pembangunan lumbung pangan, lantai jemur, dan jaringan irigasi guna meningkatkan produktivitas dan hasil panen beras di Kabupaten Mamasa pada umumnya. Sehingga petani di Kabupaten Mamasa telah merasakan manfaat nyata yaitu para petani dapat mengetahui cara penggunaan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian. Selain itu, dengan adanya penyuluhan, maka para petani lebih memahami tata cara bercocok tanam yang baik dan benar yang akhirnya berdampak pada tingginya hasil panen petani. Adanya lumbung pangan dan lantai jemur yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa juga turut berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga beras sehingga masyarakat dapat mengonsumsi beras dengan harga yang sesuai dengan aturan pemerintah

pusat melalui penerapan ambang batas harga beras atau yang lebih dikenal dengan nama Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi intervensi beras di kabupaten Mamasa yaitu Kualitas dan kuantitas SDM, sarana dan prasarana. Berdasarkan dari penelitian bahawa ketiga faktor tersebut berpengaruh terhadap efektifitas penetapan harga beras di kabupaten Mamasa, dalam kualitas sumber daya manusia baik yang dialami oleh birokrasi maupun petani kendala birokrasi terkadang mengalami kurang serius dalam pelayanan, sedangkan petani terkadang menyalahgunakan bantuan pasilitas yang di berikan oleh pemerintah. Jadi dapat disimpulkan ketiga faktor diatas mempengaruhi penetapan harga beras di kabupaten Mamasa.

B. Saran

Sebagai suatu rangkaian logis dari penelitian, maka saran yang dapat dikemukakan adalah:

Pemerintah perlu untuk meningkatkan nilai Harga Pembelian Pemerintah untuk merangsang petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil padinya guna memenuhi ketersediaan beras. Pemerintah juga perlu memberikan insentif (rangsangan) kepada petani berupa kredit lunak bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas beras yang dihasilkan oleh petani sehingga mampu memenuhi ketersediaan beras. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terutama terhadap aspek distribusi beras dan konsumsi beras sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai perbandingan.

71

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen terkait