• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aisley Murid Lesku yang Kaya

Dalam dokumen Kisah Penelusuran "Masa Lalu" (Halaman 80-87)

yang sekarang."

bab 12 Aisley Murid Lesku yang Kaya

Saat masih kuliah, saya suka mengajar les privat sekadar untuk menambah uang saku. Waktu itulah saya bertemu dengan Aisley, murid les saya. Dia adalah remaja yang sangat menyenangkan, cantik, pintar, dan penuh semangat belajar. Sekalipun masih muda, dia sudah menampakkan suatu kepribadian yang benar-benar bisa membuat orang lain betah berada di dekatnya.

Selain itu, ada satu hal yang sungguh membuat saya kagum dengan murid les saya ini: yaitu kehidupannya yang tampak bahagia dan terpenuhi segala sesuatunya. Sejak pertama kali saya datang ke rumah Aisley, saya langsung terpukau pada rumahnya yang besar dan indah sekali. Sebagai guru les Aisley, saya sering diminta membimbing dia di kamarnya. Kamar tidurnya---mungkin lebih tepat lagi kamar pribadinya---sangat besar dan mewah. Di dalamnya ada kamar mandi yang luas, ruangan khusus untuk menyimpan pakaian-pakaiannya, dan ada ruangan tersendiri untuk belajar.

Di sela-sela kegiatan belajar bersama saya, Aisley sering pula menceritakan liburan-liburannya ke mancanegara bersama keluarga. Pada ulang tahunnya yang ke-12, orangtuanya mengadakan pesta yang sangat meriah dan menghadiahi Aisley sebuah mobil mewah. Aisley memang sangat dekat dengan orangtuanya, juga dengan kakak dan adiknya. Pokoknya, hubungan mereka sangat akrab dan tampak bahagia sekali. Di mata saya, kehidupan Aisley dan keluarganya sungguh-sungguh merupakan sebuah kehidupan yang layak untuk diimpikan.

Sejak kecil hingga dewasa sekarang ini, saya selalu menyimpan sebuah pertanyaan dalam diri saya, "Mengapa ada orang-orang yang sangat beruntung, dilahirkan dalam keluarga yang kaya raya, serta memiliki orangtua yang sangat pengertian dan hubungan keluarga yang harmonis?" Rasanya, kehidupan semacam itu telah memberi mereka segala keberlimpahan sejak mereka dilahirkan. Bagi mereka yang beruntung itu, sungguh, betapa indahnya kehidupan di dunia ini.

Ketika saya menyaksikan dari dekat kehidupan Aisley yang benar-benar sangat berkelimpahan---baik dari segi materi maupun nonmateri seperti kebahagiaan keluarga yang utuh---saya begitu penasaran dan ingin sekali mencari jawabannya.

Lalu, saya mencoba meregresi diri saya untuk melihat kehidupan lalu saya bersama Aisley, sekaligus mencari sebab-musabab yang membuat Aisley memiliki kehidupan yang begitu berkelimpahan.

T : Bisakah kamu melihat dirimu?

J : Ya. Aku memakai sepatu merah dengan kaos kaki putih selutut. Ya, ampun... Rambutku berwarna merah dan ikaL Wajahku buruk dengan gigi tonggos keluar. Tingkah lakuku kikuk dan aneh.

T : Kamu terempuan atau laki-laki? J : Aku seorang gadis keciL

T : Berapa usiamu? J : Sekitar enam tahunan. T: Siapa namamu?

J : Bernice. Tapi, orang-orang memanggilku Bernie. T : Di mana kamu tinggal dan tahun berapa?

J : Colorado, Amerika. Tahunnya...tapi, tidak jelas.

T: Baiklah. Kita akan maju beberapa tahun ke depan ke saat kamu bersama Aisley. Apa jang kamu lihat?

J : Aku berada di sebuah lorong. Sepertinya ini adalah sebuah sekolah. T : Apa jang sedang kamu lakukan?

J : Aku sedang meluncur dengan kereta pendorong buku. Luncuranku kencang sekali. Aku sedang bermain-main dan sepertinya aku mengganggu banyak orang. Mereka berusaha menghindar, takut kalau-kalau aku akan menabrak mereka.

T : Berapa usiamu sekarang? J : Tujuh belas tahun.

T : Bisakah kamu melihat Aisle)?

J : Ya, ampun... Dia cantik sekali! Rambutnya hitam dan panjang. Dia adalah Bordoux, gadis yang terkenal cantik dan anggun.

T : Apa jang sedang dia lakukan?

J : Dia sedang berjalan sambil membawa buku. Dia selalu membawa buku.

T: Sekarang, kita maju beberapa saat untuk melihat perbuatan apa jang telah dia lakukan sehingga dia bisa terlahir dabm keluarga jang kaya dan bahagia. Apa jang kamu lihat? J : Aku melihat Bordoux sedang berjalan ke rumah tetangganya.

T: Apakah kamu tahu untuk apa dia pergi ke rumah tetangganya? J : Dia selalu mengajari anak tetangganya setiap sore.

T : Apa jang Bordoux sedang lakukan sekarang

J : Ada seorang anak kecil yang jatuh. Bordoux berjongkok dan menolongnya. Dia mengobati lukanya dan memeluk anak itu sampai anak itu berhenti menangis.... Sekarang, dia berjalan lagi. Dia menemukan pot bunga yang terjatuh. Dia mengambilnya, membereskan tan ah yang tercecer, dan kemudian menaruh pot bunga itu di atas tembok kembali.... Ada sebuah bola yang hampir mengenai Bordoux. Dia tidak mar ah, dia tersenyum, dan mengembalikan bola itu ke anak laki-laki yang menendangnya. Sekarang dia sudah tiba di rumah tetangganya dan masuk ke dalam.

pencapaian Bordoux. Apa jang kamu lihat?

J : Aku melihat sebuah sungai yang indah. Perempuan-perempuan bangs awan sedang bersantai di atas perahu kecil di sungai tersebut. Mereka memakai baju yang indah dan memegang payung berenda. Ini adalah tempat wisata.

T : Apa jang sedang kamu lakukan di sini?

J : Aku bekerja di tempat ini sebagai tukang bersih-bersih. T : Apakah ini pencapaian terbesarmu?

J : Sepertinya iya. Karena, aku bisa melakukan pekerjaan dengan lebih benar.

Aku tidak lagi mengacau dan menjatuhkan barang-barang. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, aku seorang gadis yang kikuk. Aku selalu membuat jengkel orang-orang dengan tingkah anehku. Dan, aku suka menjatuhkan barang-barang karena gerakanku yang kasar. Tapi di tempat ini, aku bisa bekerja dengan baik walaupun masih saja ada orang-orang yang mengatakan bahwa tingkahku aneh.

T: Lalu, apa jang Bordoux lakukan? Apakah dia juga bekerja?

J : Bordoux bekerja sebagai peneliti perempuan. Mungkin dia satu-satunya perempuan yang menjadi peneliti. Kebanyakan dari kami hanya bekerja sebagai pelayan atau tinggal di rumah.

T : Penelitian apa jang dia lakukan?

J : Dia meneliti berbagai tumbuhan untuk diketahui manfaatnya dan untuk dijadikan obat. Dia menanam berbagai tumbuhan di rumah kaca dan memetiknya bila sudah cukup umur. Kemudian, tumbuh-tumbuhan itu dibawa ke dalam rumah, tempatnya bekerja. Hanya itu yang aku tahu.

T: Lalu, apa jang menjadi sebab dia bisa terlahir dabm keluarga jang kaya dan hidup seblu berkelimpahan?

J : Karena dia selalu melakukan apa yang orang lain mgin dia lakukan.

Dia melakukan apa yang alam ingin dia lakukan. Dia melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Maka dari itu, dia mendapatkan apa yang dia mau.

T : Terangkan apa maksudnya?

J : Tidakkah kamu melihatnya? Dia menolong anak yang terjatuh, mengambil pot yang jatuh, tidak memarahi bahkan tersenyum kepada anak yang menendang bola yang hampir mengenainya. Dia menjadi peneliti dengan tujuan mendapatkan obat yang bisa membantu orang banyak. Dia melakukan hal-hal yang alam ingin dia lakukan. Dia selalu melakukan apa yang seharusnya dia lakukan dalam hidupnya. Maka, sekarang dia mendapatkan apa yang dia mau. Dia lahir dalam keluarga kaya, bahagia, dicintai, dan hidup berkelimpahan.

T: "Lalu, apakah kamu tidak melakukan hal-hal tersebut sehingga sekarang kamu tidak terlahir dalam keluarga jang kaya dan berkelimpahan?

J : Ha ha ha... Aku berbeda sekali dengan Bordoux. Kemana pun Bordoux pergi, dia akan memberi kebahagiaan. Dia selalu memukau orang-orang dengan perbuatan-perbuatannya yang baik. Sedangkan kemana saja aku pergi, aku selalu membuat jengkel orang-orang karena sikapku yang kikuk.

T: Apakah dengan melakukan hal-hal kebaikan kecil seperti itu bisa memberi kebahagiaan dan kekayaan?

J : Bukan hal kecil, tapi melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Melakukan hal-hal yang alam ingin kita lakukan. Alam menginginkan kita melakukan kebaikan. Bila kita melakukan kebaikan yang selaras dengan alam, maka alam akan memberikan apa yang kita mau.

T: Adakah pelajaran jang bisa kamu dapatkan dari pertemuanmu dengan Aisley di kehidupan sekarang!

J : Ya. Untuk melihat bahwa menjadi kaya dan berkelimpahan adalah hal yang baik karena semuanya datang dari kebaikan. Dan semestinya, setiap orang melakukan kebaikan bila ingin hidup dalam kelimpahan.

Dulu saya selalu beranggapan bahwa untuk bisa dilahirkan dalam kondisi yang sangat beruntung di kehidupan sekarang ini, pastilah seseorang telah melakukan sesuatu hal besar dalam kehidupan lalunya. Dan, untuk menjadi besar dalam kehidupan mendatang, seseorang hanya perlu melakukan suatu hal yang sangat mengagumkan.

Tapi hasil regresi ini benar-benar menyadarkan saya bahwa kebaikan-kebaikan kecil---yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus---merupakan awal dari hal-hal kecil---yang besar.

Ternyata, kebaikan-kebaikan kecillah yang melatih dan mempersiapkan kita untuk melakukan hal-hal yang besar. Saya pun semakin memahami bahwa kondisi pikiran yang sadar dan penuh kebaikan merupakan benih dari segala bentuk keberlimpahan dalam hidup.

Andaikan setiap orang menyadari ini---bahwa kebaikan akan membawa keberlimpahan dan segala hal yang baik dalam hidup---pastilah mereka akan berlomba-lomba melakukan kebaikan. Andaikan setiap orang bisa melihat akibat dari perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan, mereka pasti bergidik ketakutan dan akan segera menghentikan perbuatan jahat tersebut.

Begitu orang menyadari bahwa perbuatan baik membawa keberlimpahan dan hal-hal baik---dan sekalipun dalam kehidupan yang sekarang mereka masih miskin---mereka pasti akan berlomba-lomba dengan waktu untuk melakukan hal-hal baik. Karena sesungguhnya. dengan cara itulah mereka sedang mempersiapkan hidup berkelimpahan di masa mendatang.

Bila mereka yang dalam kehidupannya sekarang terlahir dalam keberlimpahan, mereka harus sadar bahwa semua itu merupakan hasil dari perbuatan-perbuatan baik yang telah mereka lakukan pada kehidupan lalu.

Dan bila mereka telah merasakan betapa bahagianya hidup berkelimpahan, semestinya mereka pun mempersiapkan diri untuk menerima keberlimpahan di masa mendatang dengan belomba-lomba untuk berbuat lebih baik lagi.

"Lakukanlah kebaikan sekarang. maka engkau akan mendapatkan apa jang kamu mau. Ya. hanya

PENUTUP

Saya akan menutup kisah-kisah kehidupan lalu saya dengan sebuah kisah yang berjudul "Sang Putri dan Rumah Putih". Semoga kisah pendek ini dapat mengkristalkan pemahaman dan kesadaran kita akan peran-peran kehidupan dan proses pembelajaran yang harus kita jalani.

Di suatu pagi seorang putri terbangun di sebuah hutan jang hebat Dia tidak dapat mengingat mengapa dia terbangun di hutan itu dan apa jang sedang dia lakukan di sana. Di sekelilingnya dia melihat begitu banyak orang jang sama seperti dirinya, jaitu orang-orang jang sedang mencari tahu mengapa dan untuk apa mereka tiba-tiba terbangun di tengah hutan jang lebat

Sang Putri pun ikut mencari jawabannya. Tapi, satu-satunya petunjuk jang dia dapatkan hanyalah dua kalimat jang berbunyi demikian: 'Tujuanmu adalah sampai di sebuah Rumah Putih. 

Temukan dan ikuti jalannya, maka kamu akan sampai di Rumah Putih itu."

Begitu malam tiha, terdengar lolongan serigala-serigala malam Entah mengapa lolongan serigala itu membuat Sang Putri merasa sangat kesakitan. Setiap malam, lolongan serigala itu selalu membuat Sang Putri menjadi sangat menderita.

Suatu hari, Sang Putri sampai di sebuah pohon. Di batang pohon itu ada tertulis kalimat demikian: "Pohon Waktu. Karena kamu sudah sampai di sini, maka kamu bisa mengambil buahnya dan lihatlab masa lalumu."

Lalu, Sang Putri mengambil buah dari pohon itu dan tiba-tiba dia melihat dirinya berada di hutan jang lain serta pada waktu jang lain. Dia adalah dirinya, tetapi juga bukan dirinya. Sang Putri melihat ada seorang pangeran jang sedang berlari dari kejaran serigala-serigala malam Tapi, akhirnya serigala-serigala tersebut berhasil menangkapnya dan meneriakkan lolongan kemenangan.

Tiba-tiba, Sang terbangun. Pengalaman itu sangat nyata. Dan dia mengerti mengapa lolongan-serigala malam itu terdengar begitu menakutkan baginya.

Setelah mengetahui itu, Sang Putri menyadari bahwa jalan jang mendekati lolongan serigala-serigala malam itu bukanlah jalan jang dia cari. Dia harus menghindarinya supaya serigala-serigala malam itu tidak lagi mengejar dan mencabik dirinya.

"Lalu, Sang Putri meneruskan kembali perijalanannya. Dia bertekad untuk menemukan gerbang jalan itu supaya dia tidak lagi mengembara dalam hutan. Dia tahu bahwa setelah masuk ke dalam gerbang jalan itu, dia hanya perlu mengikuti jalannya, dan dia pasti akan sampai di Rumah Putih itu.

Bila boleh saya lukiskan, Sang Putri dan orang-orang di dalam hutan lebat itu adalah kita semua yang sedang mengembara dalam kehidupan ini. Pohon Waktu adalah regresi kehidupan lalu (RKL) yang bisa kita gunakan untuk melihat penyebab berbagai masalah dalam hidup kita, yang berakar pada kehidupan lalu kita. Dan Rumah Putih itu adalah suatu hakikat yang tidak bisa didefinisikan, karena Rumah Putih adalah Rumah Putih, dan Rumah Putih itulah akhir dari pengembaraan panjang kita.

Regresi kehidupan lalu hanyalah secuil petunjuk bagi kita yang sedang dalam perjalanan spiritual ini. Regresi kehidupan lalu menjadi hal yang perlu---tapi juga tidak diperlukan---dalam mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hidup kita. Kita bisa menggunakan ataupun tidak menggunakan regresi kehidupan lalu dalam menemukan petunjuk Sang Jalan. Sang Jalanlah yang akan menuntun kita sampai di Rumah Putih kita masing-masing..

Dalam dokumen Kisah Penelusuran "Masa Lalu" (Halaman 80-87)