• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akhlak

Dalam dokumen PENGARUH KELUARGA BROKENHOME (Halaman 48-54)

BAB II. KELUARGA BROKENHOME, PRESTASI BELAJAR,

C. Akhlak

1. Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak dalam Islam

a) Imam Al-Ghazali menyebut akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa . Daripada jiwa itu ,timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pertimbangan fikiran.

b) Ahmad Amin mendifinisikan akhlak sebagai kehendak yang dibiasakan Maksudnya, sesuatu yang mencirikan akhlak itu ialah kehendak yang dibiasakan. artinya, kehendak itu apabila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu dinamakan akhlak. Ahmad Amin menjelaskan arti kehendak

itu ialah ketentuan daripada beberapa keinginan manusia. Manakala kebiasaan pula ialah perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah

87

melakukanya. Daripada kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan ke arah menimbulkan apa yang disebut sebagai akhlak.

c) Ibnu Maskawayh mengatakan akhlak ialah suatu keadaan bagi diri atau jiwa yang mendorong (diri atau jiwa itu) untuk melakukan perbuatan dengan senang tanpa didahului oleh daya pemikiran karena sudah menjadi kebiasaan.

Skinner (dalam walgito, B., 1994 : 17) membedakan perilaku menjadi (a) perilaku yang alami (innate behavior), dan (b) perilaku operan (operant

behavior). Perilaku alami adalah perilaku yang dimiliki dan di bawa sejak

individu di lahirkan, berupa refleks-refleks dan insting-insting. Perilaku alami disebut juga perilaku refleksi, yaitu perilaku yang terjadi secara spontan atau reaksi spontan atas stimulus yang mengenai organisme atau individu. Stimulus di terima oleh reseftor langsung timbul respon melalui afektor tanpa melalui pusat kesadaran atau otak.

Perilaku operan yaitu perilaku yang di bentuk oleh proses pelajar, di sebut juga dengan perilaku non refleksif, yaitu perilaku yang di kendalikan oleh pusat kesadaran atau otak. Stimulus yang diterima organisme, di terima oleh reseftor, kemudian di teruskan ke otak, kemudian baru terjadi respon melalui afektor. Sebagian besar perilaku manusia berupa perilaku yang di bentuk di pelajari dan dapat di kendalikan.

88

Perilaku dapat di bentuk dengan pembiasan. Dengan cara membiasakan

diri untuk berperilaku seperti yang di harapkan, akhirnya dapat terbentuk perilaku tersebut contoh, membiasakan diri untuk sarapan pagi sebelum beraktifitas, mengucap salam ketika bertamu ke rumah orang, mencium tangan orang tua ketika akan berangkat ke sekolah dan sebagainya.

Selain itu, perilaku dapat terbentuk melalui pengertian (insight) yang di

dasari oleh teori pelajar kognitif, yaitu belajar dengan di sertai pengertian. Misal, tidak mengobrol saat guru menerangkan pelajaran karena dapat mengganggu konsentrasi belajar teman-teman yang lain atau memakai helm saat berkendaraan motor untuk keselamatan. Perilaku pun dapat di bentuk dengan menggunakan model. Contoh, orang tua dalam keluarga akan menjadi contoh bagi anak-anak berperilaku.

Setidaknya ada empat teori tentang perilaku, yaitu : 1. Teori insting

Teori ini di kemukakan oleh McDougall. Menurutnya, perilaku disebabkan karena adanya insting. Insting menurut McDougall merupakan perilaku bawaan dan akan berubah karena pengalaman.

2. Teori Dorongan (Drive Theory)

Teori ini berpijak dari asumsi bahwa individu atau organisme memiliki dorongan-dorongan tertentu yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang di miliki organisme tersebut. Apabila kebutuhan tersebut terpenuhi, maka dorongan-dorongan yang dimiliki organisme akan mengalami pengurangan atau berkurang.

89

3. Teori Insentif (Insentif Theory)

Insentif dapat mendorong terjadinya perilaku organisme. Insentif ada yang bersifat positif, yakni berkaitan dengan hadiah atau penghargaan. Ada pula insentif negative yang berkaitan dengan hukuman atau sanksi. Insentif positif akan mendorong organisme bertindak atau berperilaku , sementara insentif negative akan menghambat organisme berperilaku. Dengan demikian, perilaku timbul karena adanya insentif.

4. Teori Atribusi

Teori ini dikemukakan oeh Fritz Heider. Teori ini menjelaskan apakah perilaku disebabkan oleh atribusi internal (sikap, sifat-sifat tertentu, dan aspek-aspek internal lainnya), atau disebabkan oleh atribusi eksternal ( lingkungan ).

2. Macam-Macam Akhlak

Akhlak dapat dibagi berdasarkan sifatnya dan berdasarkan objek nya. Berdasarkan sifatnya, akhlak terbagi menjadi dua bagian. Pertama, akhlak

mahmudah ( akhlak terpuji) atau akhlak karimah ( akhlak mulia). Yang termasuk

akhlak mulia adalah : rida kepada Allah, cinta dan beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, takdir, taat beribadah, selalu menepati janji, melaksanakan amanah, berlaku sopan dalam ucapan dan perbuatan, qanaah ( rela terhadap pemberian Allah), tawakal ( berserah diri), sabar, syukur, tawadhu ( merendahkan hati ) dan segala perbuatan yang baik menurut pandangan Al-Quran dan Hadist.

90

Kedua akhlak mazmumah ( akhlak tercela) atau akhlak sayyi’ah ( akhlak yang jelak ). Adapun yang termasuk akhlak mazmumah ialah : kufur, syirik, murtad, fasik, ruya, takabur, mengadu domba, dengki atau iri, kikir, dendam, khianat, memutuskan silaturahmi, putus asa, dan segala perbuatan tercela menurut pandangan islam.

A. Akhlak Terpuji ( akhlakul mahmudah ) 1. akhlak yang berhubungan dengan Allah, 2. akhlak terhadap keluarga,

3. akhlak terhadap diri sendiri,

4. akhlak terhadap sesama/ orang lain dan 5. akhlak terhadap lingkungan alam.

1. Akhlak Yang Berhubungan Dengan Allah a. menauhidkan Allah

b. taqwa kepada Allah c. dzikrullah

d. tawakal

2. Akhlak Terhadap Keluarga a. berbakti terhadap orangtua b. bersikap baik terhadap saudara

91

3. Akhlak Terhadap Diri Sendiri a. sabar

c. amanah

d. benar ( ash-shidqu ) e. menepati janji ( al-wafa )

f. memelihara kesucian diri ( al-Ifafah ) 4. Akhlak Terhadap Sesama / Masyarakat a. berbuat baik terhadap tetangga

b. suka menolong orang lain

5. Akhlak Terhadap Lingkungan Alam a. memelihara dan menyantuni binatang b. memelihara dan menyayangi tumbuhan B. Akhlak Tercela ( akhlakul madzmumah )

1. Syirik : Menyembah selain kepada Allah (menyekutukan allah ) syarat utama di terima amal seseorang adalah tidak syirik ( Q.S. Al-Kahfi [18] : 110 ) .

2. Kufur : Tidak beriman kepada Allah dan kepada Rasul- Nya ( Q.S. ALAnfal [8]: 55 )

3. Nifaq dan Fasik : Menampakan sesuatu yang bertentangan dengan apa

92

yang terkandung di dalam hati. Orang yang melakukannya di sebut munafik.

Allah berfirman : ” Sesungguhnya orang-orang munafik itu (

ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-aekali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka“ ( Q.S. An-Nisa [4] ; 145 ).

4. Ujub dan Takabur : Merasa lebih hebat dan lebih istimewa dari yang lain. Selanjutnya muncullah sifat takabur ( sombong ) meremehkan orang lain. Nabi SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Asy-Syekh :

Ada tiga hal yang akan merusak ( akhlak, jiwa dan agama ) barang siapa yang melakukannya, yaitu kikir yang diikuti, hawa nafsu yang dituruti, dan keheranan (ujub) seseorang pada dirinya sendiri.

5. Dengki : Membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu ( imam Al-Gahazali ) Rasullulaah SAW bersabda : ” Hasad itu melalap kebaikan sebagaimana api memakan kayu “.

6. Mengumpat dan Mengadu Domba : Mengumpat atau ghibah ialah membicarakan aib orang lain.

Allah berfirman : ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian orang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu

93

memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertaqwalah kamu kepada Allah.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi maha Penyayang “ ( Q.S. Al-Hujurat [49] : 12 ). Dalam ayat yang lain Allah berfirman : ” Celaka bagi setiap pengumpat lagi pencela “ ( Q.S. Al-Humazah[104]: 1 )

Allah.

Allah berfirman : dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang kelura dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi orang, dari Allah. Dan ilmu Allah meliputi yang mereka kerjakan. ‚ ( Q.S. Aql-Anfal [8]: 47 ).

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akhlak

Jika kita amati beberapa faktor yang dapat mempengaruhi akhlak siswa ada dua bagian: Pertama, faktor-faktor umum. Kedua, faktor-faktor khusus. Faktor-faktor umum ialah lingkungan, baik keluarga maupun masyarakat, di antaranya adalah:

1. Orang tua

Kedua orang tua merupakan contoh bagi anak-anaknya. Oleh karena itu baik dan buruknya seorang anak tergantung kepada pendidikan kedua orang tua, anak diibaratkan seperti kertas yang masih bersih, kalau dihitamkan ia akan menjadi hitam,kalau diputihkan ia akan menjadi putih.

94

Hal ini pernah disinyalir oleh sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

"Setiap bayi yang baru dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang dapat menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani ataupun Majusi (penyembah api) (H.R. Bukhari) " Para ulama telah memberikan berbagai

interpretasi tentang fitrah seperti yang disebutkan dalam Hadist di atas.

Berdasarkan interprestasi tersebut Muzayyin menyimpulkan "Bahwa fitrah adalah suatu kemampuan dasar perkembangan manusia yang dianugerabkan Allah kepadanya". Di dalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia. Kemampuan dasar (fitrah) itu banyak pula jenisnya Syahminan Zaini merinci jenis-jenis fitrah itu sebagai berikut:

1. Fitrah beragama 2. Fitrah intelek 3. Fitrah sosial 4. Fitrah ekonomi 5. Fitrah politik 6. Fitrah seni 7. Fitrah harga diri 8. Fitrah kemajuan 9. Fitrah persamaan 10. Fitrah persatuan 11. Fitrah kemerdekaan 95 12. Fitrah keadilan 13. Fitrah susilasosial 14. Fitrah kawin, dan

15. Fitrah lain-lainnya. Salah satu fitrah di antara sekian banyak jenis fitrah itu adalah fitrah beragama yang didalamnya terkandung nilai-nilai akhlak.

2. Sekolah/madrasah

Sekolah adalah "Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi akhlak siswa setelah kedua orang tua karena seolah mempakan tempat untuk mendidik

dan membentuk akhlak para siswanya". Jika kita membahas tentang kedudukan sekolah di masyarakat maka sekolahan berperan sebagai berikut:

1. Guru merupakan wakil wali murid di dalam mendidik anaknya dari keterangan tersebut jelas bahwa sekolah tidak dapat menjalankan peranannya kalau tidak ada kerja sama antara pihak sekolah dan wali murid.

2. Sekolah merupakan wahana untuk membentuk fitrah akhlak/agama, fitrah intelek, dan disini pula siswa cita-citanya dikembangkan dan diarahkan seoptimal mungkin.

Oleh karena itu guru tidak hanya mencerdaskan para siswanya tetapi

bagaimana ia membentuk dan meningkatkan akhlak para siswa. Inilah tujuan pendidikan agama Islam yang urgen.

Adapun faktor-faktor khusus yang mempengaruhi akhlak adalah: "Faktorfaktor yang dipilih dari antara faktor umum dengan tujuan dapat mempengaruhi

96

pada diri siswa tersebut dalam hal talentanya, supaya ia kelak menjadi seorang yang sempurna, bermanfaat bagi umat dan tanah airnya, seperti seorang dokter, guru, pejabat, pedagang dan lain sebagainya"

4. Pentingnya Akhlak bagi Manusia

Begitu pentingnya akhlak bagi manusia dalam pandangan Allah, sehingga Allah membangkitkan Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan Akhlak, Al Quran diturunkan untuk mensucikan jiwa. Seorang lelaki menemui Rasullulah SAW dan bertanya “Ya Rasullulah, apakah agama itu ?’ Rasullullah bersabda :” Akhlak yang baik.” Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya: “ Ya Rasulullah, apakah agama itu?” Ia bersabda:” Akhlak yang baik.” Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kirinya :” Apa agama itu?” Ia

bersabda:” Akhlak yang baik.” Kemudian ia datang dari belakang dan bertanya:” Ya Rasulullah, apa agama itu?” Rasulullah menoleh kepadanya dan bersabda :” belum juga engkau mengerti ? ( Agama itu akhlak yang baik )

Sebagai misal, janganlah engkau marah.“( Al-Targhib wa al-Tarhib3: 405 ). Berdasar pada hadist tersebut bahwa manusia yang beragama adalah manusia yang berakhlak baik. Betapa pentingnya akhlak bagi manusia sehingga Al-Quran menceritrakan hari akhirat, penghuni surga dan penghunbi neraka di ceritrakan lebih banyak dari segi akhlaknya di dunia. Dan pada kenyataannya ayat –ayat tentang fikih selalu di hubungkan dengan akhlak. Salat dalam definisi Al_Quran adalah sesuatu yang dapat mencegah kekejian dan kemungkaran (QS. 29: 45 ). Puasa diwajibkan untuk melatih orang agar menjadi orang yang taqwa

(QS.2:183). Dan orang-orang yang taqwa adalah “ orang yang menginfakkan

97

hartanya dalam suka dan duka, yang mampu menahan amarahnya, yang memaafkan orang lain……Dan yang berbuat baik.” ( QS.3: 136). Haji harus dilakukan dengan memelihara akhlak: Barang siapa yang melakukan kewajiban haji, maka hendaklah ia tidak berkata kotor, tidak melakukan kafasikan dan tidak bertengkar pada waktu haji. (QS.2:197). Zakat menjadi sia-sia apabila diikuti dengan kecaman dan kata-kata yang melukai hati: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan) si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya

karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian9QS.2:264).

5. Pendidikan Akhlak

Setelah Rasulullah SAW di utus Allah untuk memperbaiki akhlak

manusia, Allah SWT pun mengajarkan kepada manusia bagaimana ia mestinya berakhlak baik. Allah berfirman : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya

kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaiknya-baiknya.Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh

kesayangan dan ucapkanlah:” Wahai Tuhanku, kasihinilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” ( Q.S. Al-Isra:

23-24 ).

98

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena

sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.( Q.S. Al-Isra: 37).

Dari Jabir: Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling aku cintai dan

paling dekat denganku kedudukannya di surga adalah orang yang paling baik akhlaknya.Orang yang paling aku benci adalah orang-orang yang pongah, sombong, dan takabur ( Kanz al-Ummal 8402 ).

Perilaku atau behavior menurut Chaplin ( Kartono, k. 2006:53) adalah

sebaran respon ( reaksi, tanggapan, jawaban, balasan ) yang dilakukan oleh suatu organisme; bagian dari satu kesatuan pola reaksi; satu perbuatan atau aktivitas; satu gerak atau kompleks gerak-gerak. Perilaku yang ada pada individu atau organisme tidak muncul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat adanya rangsangan yang diterima individu atau organisme yang bersangkutan. Dapat dikatakan bahwa perilaku muncul karena adanya interaksi antara rangsangan ( stimunus) dan organisme.

Menurut pandangan behavioris, prilaku yang merupakan respon terhadap

stimulus akan sangat di tentukan oleh keadaan stimulasinya, dan organisme atau individu seolah-olah tidak memiliki kemampuan untuk menentukan perilakunya. Sehingga nampaknya hubungan antara stimulus dan respon bersifat mekanistis. Sementara aliran kognitif berpendapat bahwa individu atau oraganisme memiliki kemampuan untuk menentukan perilakunya.

99

Dalam dokumen PENGARUH KELUARGA BROKENHOME (Halaman 48-54)

Dokumen terkait