BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.4 Statistika Deskriptif Terhadap Jawaban Responden
5.4.2 Aksesibilitas (X 2 )
Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan – pertanyaan dalam variabel aksesibilitas (X2) dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.7).
Tabel 5.7 Jawaban responden tentang variabel aksesibilitas Aksesibilitas STS TS N S SS Mean
Kategori
% % % % % %
Transportasi mudah di dapat 4.8 19.0 22.2 17.5 36.5 3.62 Setuju Transportasi banyak pilihan 4.8 20.6 25.4 17.5 31.7 3.51 Setuju
Kondisi jalan 3.2 27.0 28.6 14.3 27.0 3.35 Netral
Rata - rata 3.50 Setuju
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber : Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan hasil jawaban dari responden mengenai variabel aksesibilitas pada tabel 5.7 menunjukkan para responden paling banyak menyatakan sangat setuju transportasi di jalan williem iskandar pasar v medan estate mudah didapat sebesar 36.5%. Responden lainnya memilih sangat setuju jalan williem iskandar memiliki kondisi jalan yang baik sebesar 27%. Responden yang menyatakan setuju transportasi pada objek penelitian mudah didapat dan memiliki banyak pilihan sebesar 17.5%. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi.
Jawaban responden pada pertanyaan kelima dan keenam rata – rata menjawab setuju dengan nilai rata – rata 3.62% dan 3.51%. Hal ini mengindikasi responden mendapat kemudahan dan memiliki banyak pilihan untuk menggunkan tranposrtasi umum pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
55
Jawaban responden pada pertanyaan ketujuh rata – rata menjawab netral dengan nilai rata – rata 3.35%. Hal ini mengindikasi responden tidak terlalu memikirkan kondisi jalan di depan tempat bisnis responden.
Dari variabel aksesibilitas dapat dilihat indikator paling dominan adalah pernyataan kelima. Rata – Rata responden mengindikasi jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate termasuk suatu kawasan yang mudah untuk mendapatkan transportasi umum dengan nilai rata-rata 3.62% termasuk kategori setuju.
Gambar 5.3 Rata-Rata Indikator Variabel Aksesibilitas (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah)) 5.4.3 Lokasi
Hasil distribusi frekuensi dari 63 pemilik bangunan komersil yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini, lokasi (X3) menjadi faktor yang paling signifikan terhadap nilai tanah di Wlliem Iskandar Pasar V Medan Estate berdasarkan jawaban responden. Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan dalam variable lokasi dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.8). Berdasarkan Tabel 5.8, hasil penelitian terhadap 63 responden di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate diperoleh informasi bahwa frekuensi responden menyatakan sangat setuju pemilihan lokasi tempat bisnis responden dekat dengan fasilitas hiburan sebesar 31.7%.
3.62
3.51
3.35
3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7
Q5 Q6 Q7
Tabel 5.8 Jawaban responden tentang variabel lokasi
Lokasi STS TS N S SS Mean
Kategori
% % % % % %
Fasilitas Hiburan 0.0 20.6 27.0 20.6 31.7 3.63 Setuju Tempat Ibadah 6.3 31.7 22.2 15.9 23.8 3.19 Netral
Kampus 6.3 11.1 22.2 17.5 42.9 3.79 Setuju
Sekolah 1.6 12.7 28.6 30.2 27.0 3.68 Setuju
Perkantoran 4.8 22.2 25.4 19.0 28.6 3.44 Setuju
Perumahan 1.6 12.7 36.5 14.3 34.9 3.68 Setuju
Rata - rata 3,57 Setuju
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Hasil penelitian ini dapat dipertegas dengan fakta dilapangan bahwa terdapat tempat hiburan yang cukup banyak di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Berbeda halnya dengan hasil responden terhadap pemilihan lokasi dekat dengan tempat ibadah teradapar 31.7% yang menyatakan tidak setuju dan 14 responden menyatakan netral.
Lokasi yang dekat dengan kampus dan sekolah – sekolah menjadi alasan responden memilih lokasi objek penelitian ini sebagai tempat bisnis. Berdasarkan hasil penelitian responden sangat setuju lokasi tempat bisnis responden dekat dengan kampus menjadi frekuensi paling tinggi yaitu sebesar 42.9%. Sedangkan hasil penelitian terhadap responden yang menyatakan setuju lokasi tempat bisnis responden dekat dengan sekolah sebesar 30.2%. Hasil penelitian pemilihan lokasi yang disebabkan dekat dengan fasilitas perkantoran lebih dominan responden menjawab netral yaitu sebesar 16 responden dengan frekuensi 25.4%. Diantara beberapa pernyataan yang dituangkan pada variabel lokasi ini diperoleh hasil responden yang paling banyak menyatakan sangat setuju tempat bisnis yang
57
mereka punya dekat dengan kampus. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi.
Gambar 5.4 Rata-Rata Indikator Variabel Lokasi (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah))
Dari variabel lokasi dapat dilihat nilai rata - rata variabel tersebut sebesar 3,55% masuk kategori setuju. Indikator paling dominan adalah pernyataan kesepuluh dengan nilai rata – rata 3,79%. Rata – Rata responden menyetujui memilih tempat bisnis tersebut dikarenakan dekat dengan kampus.
5.4.4 Jarak
Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan – pertanyaan dalam variabel topografi (X5) dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.9).
Tabel 5.9 Jawaban responden tentang variabel jarak
Jarak STS TS N S SS Mean
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
3.63
Berdasarkan hasil jawaban dari responden mengenai variabel jarak pada tabel 5.9 menunjukkan para responden paling banyak menyatakan sangat setuju merupakan responden yang memiiki tempat bisnis yang berada di CBD yaitu sebesar 39.7% dan responden yang memiliki tempat bisnis di sekitar CBD sebesar 38.1%. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi. Pada kawasan penelitian ini lokasi CBD yang dimaksud merupakan Komplek Perumahan MMTC dikarenakan pada perumahan tersebut merupakan lokasi atau tempat yang paling banyak digunakan atau dimanfaatkan dalam menunjang perekonomian.
Selain daripada itu perumahan MMTC juga dapat dinyatakan CBD dikarenakan lokasi atau perumahan tersebut mencerminkan pusat kegiatan ekonomi pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
Dari variabel jarak dapat dilihat indikator paling dominan adalah pernyataan kedua puluh satu dengan nilai rata – rata 3,63%. Hal ini mengindikasi tempat bisnis responden berada di kawasan CBD. Sedangkan nilai rata – rata variabel jarak ini sebesar 3.625% masuk kedalam kategori setuju.
Gambar 5.5 Rata-Rata Indikator Variabel Jarak (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah))
3.62
3.63
3.614 3.616 3.618 3.62 3.622 3.624 3.626 3.628 3.63 3.632
Q14 Q15
59
5.5 Uji Validitas dan Reabilitas 5.5.1 Uji Validitas
Hasil uji validitas terhadap ke-15 item pernyataan penelitian dapat dirangkum pada tabel berikut :
Tabel 5.10 Uji Validitas
Variabel Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan Topografi
Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 5.10, diketahui seluruh pertanyaan bersifat valid.
5.5.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan yang telah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas (Noor, 2011:130). Berikut hasil dari uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan yang valid.
Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Tabel 5.11 Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.914 15
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Jika nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,914, maka kuesioner penelitian bersifat reliabel (Augustine dan Kristaung, 2013:73, Noor, 2011:165). Diketahui bahwa kuesioner bersifat reliabel, karena nilai Alpha Cronbach 0,914 lebih besar dari 0,8.
5.6 Uji Asumsi Klasik 5.6.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji dan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.
Tingkat signifikansi yang digunakan . Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas , dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika nilai probabilitas 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi.
Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 5.13, diketahui nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,796. Karena nilai probabilitas , yakni 0,796, lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi.
61
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation .15543980
Most Extreme Differences Absolute .082
Positive .082
Negative -.065
Kolmogorov-Smirnov Z .647
Asymp. Sig. (2-tailed) .796
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah) 5.6.2 Uji Multikolinearitas
Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas.
Tabel 5.13 Uji Multikolinearitas
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Perhatikan bahwa berdasarkan tabel 5.13, diketahui nilai VIF dari variabel topografi adalah 1.100, nilai VIF dari variabel aksesibilitas adalah 1.236, nilai VIF variabel lokasi adalah 1.167 dan nilai VIF dari variabel jarak adalah 1.081, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas yang berat.
5.6.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji statistik Glejser dipilih karena lebih dapat menjamin keakuratan hasil dibandingkan dengan uji grafik plot yang dapat menimbulkan bias. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai absolute residual-nya terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013). Kriteria yang digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak di antara data pengamatan dapat dijelaskan dengan menggunakan koefisien signifikansi.
Koefisien signifikansi harus dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebelumnya (5%). Apabila koefisien signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas (homoskedastisitas).
Jika koefisien signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 5.14 Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Coefficientsa Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.14, diketahui nilai Sig. Glejser dari variabel topografi adalah 0.161, nilai Sig. Glejser dari variabel aksesibilitas adalah 0.944, nilai Sig.
Glejser dari variabel lokasi adalah 0.061 dan nilai Sig.
63
Glejser dari variabel jarak adalah 0.117. Diketahui seluruh nilai Sig Glejser >
0,05, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastistas.
5.7 Analisis Statistik Inferensial
5.7.1 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji )
Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel tak bebas.
Tabel 5.15 Uji Pengaruh Simultan dengan Uji ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression .514 5 .103 3.913 .004a
Residual 1.498 57 .026
Total 2.012 62
a. Predictors: (Constant), Jarak (X4), Aksesibilitas (X2), Topografi (X1), Lokasi (X3) b. Dependent Variable: Nilai Pasar Tanah (Y)
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.15, diketahui nilai Sig. adalah 0,004 dan nilai . Karena Sig. 0,003 0,05 dan (F Tabel tersaji di lampiran), maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan dari seluruh variabel bebas, yakni topografi, aksesibilitas, lokasi, jarak signifikan secara statistika terhadap nilai pasar tanah.
5.7.2 Uji Parsial (Uji t)
Tabel 5.16 menyajikan nilai koefisien regresi, serta nilai statistik t untuk pengujian pengaruh secara parsial.
Tabel 5.16 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji )
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa X1 dan X2, Sig > alpha, sementara X3 dan X4, Sig < alpha. Artinya X1 dan X2 dinyatakan tidak berpengaruh terhadap Y, sedangkan X3 dan X4 dinyatakan berpengaruh terhadap Y.
Berdasarkan Tabel 5.17, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut.
Berdasarkan hasil pada Tabel 5.12, diketahui:
a. H1 : Diketahui nilai koefisien regresi dari topografi adalah 0,003, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,902 > tingkat signifikansi 0,05, maka topografi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
b. H2 : Diketahui nilai koefisien regresi dari aksesibilitas adalah 0,001, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,977 > tingkat signifikansi 0,05, maka aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai nilai pasar tanah.
c. H3 : Diketahui nilai koefisien regresi dari lokasi adalah 0,063, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,038 < tingkat signifikansi 0,05, maka lokasi berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
65
d. H4 : Diketahui nilai koefisien regresi dari jarak adalah 0,037, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,044 < tingkat signifikansi 0,05, maka jarak berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
5.7.3 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi ( ) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.
Tabel 5.17 Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .752a .566 .518 .1621140
a. Predictors: (Constant), Jarak (X4), Aksesibilitas (X2), Topografi (X1), Lokasi (X3) b. Dependent Variable: Nilai Pasar Tanah (Y)
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.17 menunjukkan nilai koefisien korelasi ganda (Multiple R) sebesar 0.752 yang menyatakan adanya hubungan yang sangat kuat diantara nilai tanah (Y) dengan topografi (X1), aksesibilitas (X2), lokasi (X3), serta jarak ke CBD (X4).
Untuk nilai koefisien determinasi menunjukkan sebesar 0.566, sedangkan determinasi yang telah terkoreksi dari faktor kesalahan atau bias dengan tujuan agar lebih mendekati ketepatan model dalam populasi digunakan Adjusted R Square=R2) yaitu sebesar 0.518. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni topografi, aksesibilitas, lokasi, jarak secara simultan mempengaruhi variabel nilai pasar tanah sebesar 56,6%, sisanya sebesar 43,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
5.8 Pembahasan Terhadap Hipotesis
5.8.1 Pembahasan Hipotesis 1 : Pengaruh Topografi Terhadap Nilai Tanah Hasil pengujian pertama pada penelitian ini menunjukkan variabel topografi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai pasar tanah di muka Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Kontur pada objek penelitian relatif datar dan memiliki luas tanah yang cukup luas sedangkan jenis tanah pada objek penelitian tidak merupakan tanah lembek dan rawan banjir. Topografi tanah yang datar mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan toporafi tanah yang tidak datar. Pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate memiliki topografi tanah yang datar sehingga faktor topografi tidak signifikan dalam menentukan nilai tanah. Berdasarkan penelitian Rusdi (2013), Fitriyanto (2011), Setiawan (2006) dan Andika, dkk (2017) memiliki hasil yang berbanding terbalik dengan penelitian ini. Bebrapa penelitian terdahulu tersebut menyimpulkan faktor topografi memiliki pengaruh terhadap nilai tanah.
5.8.2 Pembahasan Hipotesis 2 : Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Nilai Tanah
Aksesibilitas merupakan salah satu faktor alasan seseorang memilih satu properti untuk dimiliki. Kawasan komersial biasanya memandang penting aksesibilitas sebagai pengaruh majunya usaha yang dibangun di kawasan tersebut.
Faktor aksesibilitas merupakan suatu ukuran kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan untuk berinteaksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui transportasi. Tersedianya transportasi umum, jalan yang layak pakai, kemudahan informasi dalam menunjukkan suatu kawasan terhadap masyarakat dan jangkauan kawasan terhadap pusat kota memberi peran penting
67
dalam perubahan nilai tanah dan bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor aksesbilitas tidak signifikan terhadap nilai pasar tanah, maka penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Prasetya dan Sunaryo (2013), Rusdi (2013), Pidora dan Pigawati (2014) dan Fitriyanto (2011).
5.8.3 Pembahasan Hipotesis 3 : Pengaruh Lokasi Terhadap Nilai Tanah Pengujian hipotesis ke tiga yang dilakukan pada penelitian ini merupakan faktor lokasi. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor lokasi memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap nilai tanah diantara keempat faktor lainnya yang di teliti. Berdasarkan hasil kuisioner, responden yang memilih objek lokasi sebagai tempat bisnis karena memiliki lokasi yang dekat dengan beberapa fasilitas hiburan, tempat ibadah, kampus, sekolah, perumahan dan perkantoran. Responden menganggap pemilihan lokasi menjadi alasan yang sangat kuat dalam menentukan membangun tempat bisnis sehingga mempengaruhi nilai tanah pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Esstate. Responden yang menyatakan sangat setuju dekatnya lokasi tempat bisnis dengan kampus, seperti UIN dan UNIMED merupakan jawaban responden yang paling banyak daripada lokasi tempat bisnis dekat dengan fasilitas hiburan, tempat ibadah, sekolah, perumahan dan perkantoran. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Setiawan (2006) dan Andika, dkk (2017), faktor lokasi juga mempunyai pengaruh yang signifikan diantara faktor – faktor lainnya, maka penelitian ini memiliki hasil yang sebanding dengan penelitian terdahulu.
5.8.4 Pembahasan Hipotesis 4 : Pengaruh Jarak Terhadap Nilai Tanah Faktor jarak dengan CBD (Central Business District) lebih sering dianggap sebagai faktor dominan dan utama dalam pemilihan lahan, yaitu seberapa jauh atau kedekatan suatu lokasi lahan dengan pusat bisnis. Pengujian hipotesis jarak ke CBD pada penelitian ini tidak menjadikan faktor yang paling dominan dalam pemilihan lahan. Hasil pengujian hipotesis jarak memiliki pengaruh positif dan signifikan yang artinya faktor jarak memiliki pengaruh terhadap nilai tanah di objek penelitian meskipun faktor jarak bukan merupakan faktor yang paling berpengaruh. CBD pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate merupakan Komplek komersil MNTC dikarenakan komplek tersebut merupakan pusat pergerakan ekonomi di jalan tersebut. Berdasarkan hasil kuisioner, responden yang menyatakan sangat setuju lebih banyak pada bangunan komersil responden dekat dengan CBD dari pada bangunan komersil responden berada pada CBD, hal ini dikarenakan titik fokus penelitian ini merupakan bangunan komersil yang berada pada muka jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate yang dimana terdapat beberapa bangunan komersil yang tidak berada di komplek komersil MNTC sebagai CBD pada jalan tersebut. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Bintoro (2015), Fitriyanto (2011) dan Rusdi (2013), faktor jarak ke CBD memiliki pengaruh terhadap nilai tanah, maka penelitian ini memiliki hasil yang sebanding dengan penelitian terdahulu.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap seluruh responden yang merupakan penghuni dari tempat bisnis di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate dan sesuai dengan tujuan dan hipotesis di dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Topografi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai tanah di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Kondisi properti penghuni dan jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate yang sering mengalami banjir tidak menjadi pengaruh yang signifikan terhadap penghuni untuk membangun bangunan komersil di jalan tersebut. Faktor ini menjadi tidak signifikan dapat disebabkan karena penghuni atau pemilik bangunan komersil di jalan tersebut tidak terlalu memperdulikan kondisi tanah yang curam/landai ataupun datar.
Kondisi tanah yang relatif datar pada kawasan tersebut tidak menjadikan faktor topografi sebagai penentu nilai tanah.
2. Aksesibilitas berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai tanah di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Faktor ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tanah disebabkan karena transportasi umum dan kondisi jalan tidak menjadi faktor yang terlalu dipertimbangkan oleh penghuni ataupun pemilik bangunan komersil dalam memilih lokasi bisnis. Bangunan komersil pada kawasan ini sudah cukup padat sehingga ketersediaan transportasi umum tidak menjadi pengaruh yang menentukan nilai tanah.
3. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tanah di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Beberapa fasilitas umum, kesehatan dan pendidikan menjadi fasilitas penunjang yang besar terhadap kelancaran dalam pembangunan bangunan komersil. Bangunan komersil yang memiliki jarak tempuh yang dekat dengan beberapa fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Haji dan fasilitas pendidikan seperti UNIMED, UIN, dan SMPN 35 di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate menjadikan faktor lokasi bangunan komersil berpengaruh dalam menentukan nilai tanah di jalan tersebut.
4. Jarak ke CBD berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tanah di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Kawasan yang sudah menjadi kawasan padat penduduk selalu memiliki tempat pergerakan ekonomi atau CBD. Bangunan komersil atau tempat bisnis yang berada di kawasan CDB menjadikan nilai tanah semakin tinggi, oleh sebab itu faktor jarak ke CBD menjadi berpengaruh terhadap nilai tanah di jalan tersebut. CBD pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate merupakan komplek komersil MNTC oleh karena itu semakin dekat jarak tempuh banguan komersil ke komplek komersil MNTC dapat menentukan semakin tingginya nilai tanah di jalan tersebut.
71
6.2 Saran
Sebagai saran bagi pihak terkait dan peneliti selanjutnya, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi penilai dalam melakukan penilaian properti dapat dijadikan bahan acuan dalam menentukan nilai tanah ataupun NJOP di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat menyempurnakan model dalam penelitian ini dengan memperbanyak variabel bebas lainnya yang diduga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai tanah khususnya di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
3. Bagi masyarakat dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan nilai tanah yaitu menyesuaikan harga yang ditawarkan untuk membangun tempat bisnis di
J
alan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
4. Bagi bidang ilmu managemen properti dan penilaian diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan bahan pertimbangan dalam meningkatkan nilai tanah di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
.
DAFTAR PUSTAKA
Andika, dkk (2017) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah Di Kota Manado, Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, Vol.19.No.2
Ardhityatama, Benino Indra (2011) Pengaruh Harga Lahan Terhadap Intensitas Pemanfaatan Ruang Di Jalan Ahmad Yani-Brigjen Katamso. Semarang Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Ardial, Drs. H (2014) Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi. Cahaya Prima Sentosa. Jakarta,
Bintoro, Muchamad Imam (2015) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta[Tesis], Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Chaphalkar, Sandbhor (2013) Use of Artificial Intelligence in Real Property
Valuation, International Journal of Engineering and Technology, Vol 5 No 3, pp 2334 – 2337
Dale, R.F. dan J.D. McLaughlin., 1988, Land Information Management, Clarendon Press, Oxford.
Donelly (2010) Land-use portfolios and the management of private landholdings in south-central Indiana, Reg Environ Change, pp 97 – 109
Dunkerley, H.B (1983) Urban Land Policy, Issues and Opportunities, Oxfort Univercity Press. Washington D.C
Eckert, Joseph K (1990) Property Appraisal and Assesstment Administrastion, The International Association of Assessing Officers. USA
Eldred, Gray, 1987, Real Estate Analysis and Strategy, Harper& Row, Publisher New York.
F.,Fahrira, Basong, dan Tagala (2010) Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Jual Lahan Dan Bangunan Pada Perumahan Tipe Sederhana, Jurnal SMARTek, Vol. 8 No. 4 pp. 251 – 269
Fitriyanto, Aris (2011) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah Di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten[Tesis]. Surakarta Universitas Sebelas Maret. Program Pascasarjana
Hermit, Herman. 2009. TeknikPenaksiranHarga Tanah Perkotaan. Bandung: CV.
MandarMaju.
Hidayati, Wahyu, dan Budi Harjanto (2003) Konsep Dasar Penilaian Properti, BPFE, Yogyakarta
Hilman (2004) Perkembangan Luas Area Perumahan dan Harga Tanah di Gedebage Kota Bandung Akibat Pemekaran Kota[Tesis], Bogor Institut Pertanian Bogor
Indarto,Kukuh Dwi, dan Sri Rahayu (2015) Dampak Pembangunan Perumahan Terhitradap Kondisi Lingkungan, Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Sekitar Di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Jurnal Teknik PWK, Vol. 4, No.3.
Kaganova (2011) Government Property Assets in the Wake of the Dual Crisis in Public Finance and Real Estate: An Opportunity to Do Better Going Forward?, Real Estate Issues, Vol 35, No 3, pp 31 – 41
Luky, 1997. Survey dan Pemetaan Zona Nilai Tanah BerdasarkanHarga Tanah Nasucha, Chaizi (1995) Politik Ekonomi Pertanhan dan Struktur Perpajakan Atas
Tanah, Megapin Divisi Kesaint Blanc, Jakarta
Nazir, A. Moh (2005) Metode Penelitian, Ghalia Indonesia. Bogor
Prasetya, Nararya Adi dan PM. Broto Sunaryo (2013) Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Harga Lahan di Kawasan Kelurahan Tambalang, Semarang, Jurnal Teknik PWK, Vol. 2 No. 2 pp 223-232
Pidora, Dodi dan Bitta Pigawati (2014) Keterkaitan Perkembangan Permukiman
Pidora, Dodi dan Bitta Pigawati (2014) Keterkaitan Perkembangan Permukiman