BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Modernisasi (Variabel Bebas)
4.3.6 Aktif Percaturan Politik
Menurut Alex Inkeles, salah satu karakteristik manusia modern adalah aktif terlibat dalam percaturan politik, dimana mereka bergabung dalam berbagai organisasi kekeluargaan dan berpartisipasi aktif dalam urusan masyarakat lokal.
Tabel dibawah menunjukkan bahwa masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen sudah aktif dalam percaturan politik, hal ini ditunjukkan dari persentase setuju mayoritas responden, yaitu 90,5%.Mayoritas responden (89,7%) setuju bahwa organisasi atau perkumpulan bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan sosial, ekonomi dan politik masyarakat. Sebanyak 74,2%
responden aktif dalam mengikuti organisasi/perkumpulan kekeluargaan baik sebagai pengurus maupun anggota organisasi. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat Batak Toba masih cukup kuat dalam pelaksanaan adat istiadanya, sehingga membuat masyarakat selalu terlibat dalam organisasi/perkumpulan kekeluargaan, misalnya kumpulan marga.
Mayoritas responden (95,9%) juga aktif dalam mengikuti organisasi/perkumpulan keagamaan baik sebagai pengurus maupun anggota organisasi. Masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen ikut dan aktif dalam perkumpulan gereja, seperti paduan suara perempuan, paduan suara laki-laki dan paduan suara gabungan, minimal sebagai anggota atau jemaat gereja. Mayoritas responden (95,9%) selalu ikut memberikan suaranya dalam setiap pemilihan umum yang diadakan di daerahnya. Selain itu, mayoritas responden (96,9%) juga aktif dalam mengikuti perkembangan informasi sosial, politik dan pemerintahan di Indonesia, khususnya tempat mereka tinggal. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen peduli, terlibat serta aktif dalam
organisasi kekeluargaan dan urusan masyarakat lokal, sehingga dapat dikatakan bahwa mereka telah aktif terlibat dalam percaturan politik.
Tabel 4.22
Distribusi Penilaian Responden TentangAktif Percaturan Politik
No. Pernyataan Setuju
Tidak
Setuju Total 1 Organisasi atau perkumpulan bermanfaat, baik secara
langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan sosial, ekonomi dan politik masyarakat.
87
2 Saya aktif dalam mengikuti organisasi/perkumpulan kekeluargaan baik sebagai pengurus maupun anggota organisasi.
3 Saya aktif dalam mengikuti organisasi/perkumpulan keagamaan baik sebagai pengurus maupun anggota organisasi.
4 Saya selalu ikut memberikan suara dalam setiap pemilihan umum yang diadakan di daerah saya.
93
5 Saya aktif dalam mengikuti perkembangan informasi sosial, politik dan pemerintahan di Indonesia,
khususnya tempat saya tinggal.
94
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
Hasil analisa deskriptif memperlihatkan bahwa pada umumnya masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen sudah mengalami modernisasi, dimana sudah terdapat karakteristik manusia modern yang dikemukakan oleh Alex Inkeles. Hal ini diindikasikan oleh hasil analisis data secara deskriptif dimana mayoritas responden (84%) setuju dan sudah memenuhi ke-6 indikator modernisasi dalam penelitian ini.
Meskipun mayoritas responden sudah memiliki karakteristik manusia modern, namun masih ada (16%) yang belum memiliki karakteristik manusia modern. Hal ini
membuktikan bahwa modernisasi pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen masih belum optimal sehingga memerlukan peningkatan modernisasi melalui pendidikan yang lebih baik (terutama pendidikan formal), komunikasi massa (surat kabar, radio, film, dan bahkan televisi), dan industrialisasi.
Hal yang mengakibatkan modernisasi masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen belum optimal adalah karena sikap terbuka masyarakat terhadap pengalaman baru masih tergolong cukup rendah (60,5%) dari karakteristik manusia modern yang lainnya. Masyarakat menganggap bahwa hal baru yang baik dari luar daerah belum tentu baik jika diterapkan di daerahnya. Hal-hal baru dari luar sangat perlu disaring agar tidak mengacaukan sistem dan tatanan budaya yang sudah ada. Salah satu contoh ialah dengan adanya warnet (warung internet) telah membuat anak sekolah menghabiskan waktunya di tempat tersebut. Warnet tersebut bukannya digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan bagi anak sekolah, melainkan untuk hal yang tidak bermanfaat, seperti bemain game, facebook dan mediasosial lainnya. Dan biasanya hal ini dilakukan anak sekolah sepulang dari sekolah tanpa pulang ke rumahterlebih dahulu. Dimana sebelum adanya warnet tersebut, anak sekolah akan langsung pulang ke rumah masing-masing dan membantu orang tua mereka di rumah ataupun di ladang/sawah.
Menurut Inkeles hal yang paling mendukung setiap modernisasi adalah sumber daya manusia modern. Sedangkan faktor terpenting yang mencirikan manusia modern adalah pendidikan. Pendidikan mampu menaikkan skala modernisasi serta bertanggungjawab terhadap penyerapan nilai dan pembentukan manusia modern. Pendidikan mampu membuat seseorang memiliki karakteristik manusia modern, seperti terbuka terhadap pengalaman baru, memiliki sikap independen terhadap berbagai otoritas tradisional, percaya terhadap kemampuan ilmu
pengatahuan, memiliki orientasi dan ambisi hidup yang tinggi, memiliki rencana jangka panjang, serta terlibat dalam percaturan politik. Inkeles berpendapat bahwa kurikulum informal, seperti kecenderungan tenaga pengajar pada nilai-nilai Barat, pemakaian buku-buku Barat, dan melihat film-film Barat, membantu penyerapan nilai-nilai modern yang lebih baik dibandingkan kurikulum formal/teknis seperti Matematika, Kimia dan Biologi.
Mudahnya mengakses informasi melalui komunikasi massa menjadikan jarak bukan lagi sebuah hambatan untuk mengetahui segala hal yang terjadi di berbagai belahan dunia. Alat komunikasi massa tersebut yang paling sering dan banyak dijumpai serta digunakan ialah seperti televisi dan handphone (telepon seluler) yang tanpa sadar masyarakat telah menjadikan barang tersebut masuk ke dalam kebutuhan primer (pokok). Hal ini membuat masyarakat semakin mudah menyerap nilai-nilai Barat, salah satunya dengan mengakses film-film Barat. Menyebarnya informasi dari berbagai daerah dengan mudah, mengakibatkan masyarakat tidak lagi hanya terpaku terhadap satu atau beberapa nilai saja, melainkan ke banyak nilai yang tak terbatas jumlahnya. Hal ini membuat masyarakat semakin terbuka terhadap hal-hal baru dan memiliki sikap independen yang pada akhirnya membentuk masyarakat yang semakin modern serta mampu berpikir rasional.
Untuk lebih terperinci, modernisasi pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Silaen dapat dilihat melalui tabel dan gambar berikut :
Tabel 4.23
Distribusi Penilaian Responden TentangModernisasi
No Indikator Setuju
Tidak
Setuju Total 1 Terbuka Terhadap Pengalaman Baru 60,5% 39,5% 100%
2 Independen Terhadap Otoritas Tradisional 82,5% 17,5% 100%
3 Percaya Terhadap Ilmu Pengetahuan 82,8% 17,2% 100%
4 Ambisi Hidup Tinggi 96,3% 3,7% 100%
5 Rencana Jangka Panjang 91,2% 8,8% 100%
6 Aktif Percaturan Politik 90,5% 9,5% 100%
Total/Indikator 84% 16% 100%
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
Gambar 4.2
Diagram Persentase Modernisasi
Sumber : Kuesioner Penelitian, 2016
12%
16%
17%
19%
18%
18%
Modernisasi
Terbuka terhadap penalaman baru Independen terhadap otoritas tradisiona Percaya terhadap ilmu pengetahuan
Ambisi hidup tinggi Rencana jangka panjang
4.4 Konfigurasi Pemimpin (Variabel Terikat)