Florensia Widjaja XI MIPA 3/14
P
ada hari Selasa Minggu yang lalu, saya diberitahu oleh Pak Kresna bahwa akan diadakan Imersi tahap 2 pada tanggal 25-26 Maret 2021. Reaksi pertama yang saya tunjukkan pastinya adalah kaget banget. Bukan karena diada-kannya imersi lagi tetapi karena diadadiada-kannya pada tanggal saat tugas yang diberikan oleh guru-guru itu sedang menumpuk.Setelah reaksi tersebut, sejujurnya saya sudah berpikir bahwa saya akan bohong saja dengan pura-pura memvideo dan kemu-dian saya lanjut mengerjakan tugas-tugas.
Akhirnya tanggal 25 datang juga, saya bahkan lupa kalau hari itu sudah tanggal 25 yang kemudian diingatkan oleh salah satu teman. Saya awalnya sudah bersikukuh untuk melakukan sesuai rencana awal karena saya masih ada ulangan Inggris dan juga tugas seni rupa dan biologi yang dikumpulkan pada hari itu dan besoknya. Tetapi, ketika saya menjalani kegiatan sesuai jad-wal pada hari itu, entah mengapa rencana ajad-wal tidak bisa saya lakukan. Untungnya, ketika saya mengumpulkan jadwal, saya menuliskan jadwal mengerjakan PR dan belajar cukup lama. Jadi ketika saya melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan jadwal, hal tersebut tidak mengganggu waktu jam mengerjakan PR dan belajar untuk ulangan, dan saya tidak menyesali apa pun dari keputusan itu.
I M E R S I 2 0 2 1 49
Aku Tidak Menyesal!!!
Di hari pertama, seperti yang saya katakan sebelumnya, saya ada ulangan dan PR untuk hari itu dan besoknya. Oleh karena itu, saya tidak berbuat banyak, hanya menjemur pa kaian, menyapu, dan mencuci piring. Selain itu, saya juga sem patkan untuk memberi kepada seorang tukang Gojek melalui aplikasi online. Saya sangat bersyukur bahwa memberikan ke pada tukang Gojek bukan merupakan suatu yang baru saja saya lakukan karena keluarga saya setidaknya satu bulan sekali melakukan hal tersebut sebagai rutinitas yang menurut saya, sangat baik untuk dilakukan.
Kemudian di hari kedua, saya me nyapu lagi dan mengepel seisi rumah, mencuci piring, dan juga memasak makan malam bersama mama. Memasak bersama-sama dengan mama merupakan hal yang jarang sekali saya lakukan, karena mama biasanya kerja dari jam 8 pagi sampai malam banget pada hari Senin sampai hari Minggu. Jadi jarang banget kami ada waktu untuk ngobrol bersama, bahkan makan bersama saja jarang karena mama sangat sibuk dan saya juga. Akan tetapi, karena adanya kegiatan Imersi ini, akhirnya mama bela-belain untuk masak bareng sama saya, dan itu sangat me nyenangkan karena saya sudah menginginkan sejak lama untuk menghabiskan waktu bersama mama, tanpa ada pelajaran atau pekerjaan yang terlibat di dalamnya. Sementara untuk menyapu, mengepel, menjemur, maupun mencuci piring, se benarnya merupakan rutinitas saya sehari-hari, karena seperti yang telah saya katakan sebelumnya, mama bekerja seharian dari pagi hingga malam, dan juga kami tidak mempu nyai asisten rumah tangga (ART) yang dapat membantu kami men ja lan kan aktivitas rumah tangga. Oleh karena itu, saya dan mama sela-lu bergantian dan berinisiatif sendiri apabila terdapat aktivitas rumah tangga yang harus kami lakukan. Saya sangat bersyukur bahwa kami mempunyai hubungan yang cukup dekat dan ke-banyakan waktu dapat saling mengerti satu sama lain meskipun dengan padatnya kesibukan yang kami miliki dan keterbatasan waktu luang yang tersedia untuk kami manfaatkan bersama.
50 L I F E T O B E C A R I N G Aku Tidak Menyesal!!!
Selain melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, saya juga melakukan suatu hal yang berbeda pada hari Jumat malam se-belum tidur. Pada hari itu, saya teringat bahwa saya lupa minta top up uang gopay kepada orang tua saya sehingga saya tidak memiliki uang gopay malam tersebut. Singkat cerita, saya tidak bisa berdonasi sesuai dengan yang saya rencanakan pada awal-nya. Akhirnya, karena saya tidak tahu harus mengganti dengan aktivitas apa, akhirnya saya memutuskan untuk menjalankan rencana awal saya, yaitu membantu kesehatan mental orang lain yang saya sama sekali tidak kenal melalui suatu aplikasi.
Sebenarnya saya sudah menulis di jadwal mengenai kegiatan ini tetapi setelah mengumpulkan, saya merasa saya belum bisa melakukan hal tersebut. Akhirnya saya berusaha untuk melaku-kannya. Bantuan yang saya lakukan melalui aplikasi terse but, adalah terdapat sebuah grup komunitas yang beranggota orang-orang dengan beberapa kondisi kesehatan mental, se perti depresi, bipolar, dan lain-lainnya. Sebelum itu, saya hanya membuka aplikasi itu untuk membantu kesehatan mental diri saya sendiri dengan menggunakan komunitas yang sama, tetapi saya belum pernah membantu orang lain. Akhirnya malam itu, saya memutuskan untuk menjadi seperti orang yang telah membantu saya sebelumnya, yaitu menguatkan orang lain yang berada pada kondisi yang sama seperti saya sebelumnya. Perasaan saat saya mengetik pesan singkat saya yang berisi motivasi kepada orang yang sama sekali saya tidak kenal itu adalah pastinya gemetaran dan saya takut kalau saya mengetik sesuatu yang malah membuat dia merasa lebih buruk. Tetapi akhirnya saya berhasil untuk mengirimkan pesan tersebut, dan pada saat itu, saya merasa senang sekali bahwa saya dapat membantu orang lain dan juga saya dapat mengalahkan rasa takut yang saya rasakan. Selain itu, melalui aksi sepele yang saya lakukan ini, saya menyadari satu hal, bahwa membantu orang lain itu tidak hanya dapat dilakukan dengan memberikan hal-hal yang bersifat fisik, seperti
I M E R S I 2 0 2 1 51
Aku Tidak Menyesal!!!
memberikan makanan atau uang seperti donasi, tetapi dapat juga memberi orang lain tindakan-tindakan kecil yang bahkan tidak membutuhkan uang untuk mendapatkannya, seperti dengan menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar saya, teman-teman saya, menanyakan kabar mereka dan memberikan semangat meskipun dalam kondisi pandemi dan tidak bertemu secara langsung, ataupun memberikan apresiasi ataupun sapaan pada waktu yang tepat. Mungkin dengan melakukan hal-hal yang kecil itu, saya dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar saya, seperti yang Tuhan telah perintahkan untuk dilakukan anak-anak-Nya.
Seperti yang sudah saya katakan sebelum nya, saya tidak menyesal melakukan semua ini dengan semangat dan penuh ketulusan. Dam pak yang sebelumnya saya tidak pernah berpikir dapat masuk ke dalam hidup saya ternyata bisa saya rasakan melalui kegiatan ini. Banyak
sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan melalui kegiatan ini, yang tidak da-pat saya bayar dengan uang semata. Akhir kata, saya me-rasa bersyukur sekali bahwa kegiatan ini diadakan,
mes-ki pun saya terus-menerus mengeluh dan merasa sangat lelah, saya sangat bersyukur karena dengan kegiatan ini saya dapat memulai hidup yang lebih baik lagi. Hidup yang lebih bermakna dengan tujuan tidak me nyia-nyiakan karunia Tuhan yang telah diberikan kepada saya. Hidup dengan penuh rendah hati agar dapat membawa sukacita pada kehidupan orang-orang yang telah Tuhan kirimkan dalam hidup saya.
52