Akuntabilitas Kinerja
INDIKATOR KINERJA
B. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Dari 16 sasaran dan 24 indikator kinerja utama yang disampaikan sebelumnya, total anggaran yang teralokasikan adalah sebesar Rp. 4,613,497,362,594,- sedangkan realisasi penyerapan anggaran adalah sebesar Rp.3,738,112,844,517,- atau 81.03% dari total anggaran yang telah teralokasikan. Alokasi dan realisasi anggaran per sasaran dapat dilihat pada tabel berikut:
NO SASARAN STRATEGIS ANGGARAN REALISASI CAPAIAN
1 Meningkatkan kualitas
hidup warga kota dengan cara memfasilitasi serta mendorong
pengembangan daya saing secara menyeluruh dan berkesinambungan
134,084,535,074 115,506,623,284 86.14%
2 Mewujudkan kehidupan
pribadi dan sosial yang dilandasi asas kesetaraan,
khususnya dengan memberikan kesempatan
yang setara kepada
segenap warga untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidupnya
190,364,202,157 167,686,277,922 88.09%
3 Meningkatkan kecerdasan
intelektual, emosional, dan spiritual sebagai tolok ukur kinerja utama dalam menuju kehidupan kota yang lebih mandiri dan berbudaya
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS ANGGARAN REALISASI CAPAIAN
4 Memfasilitasi peningkatan
derajat kesehatan jasmani dan rohani segenap warga
kota dengan mengimplementasikan
gagasan pengembangan kota yang sehat, bersih, dan hijau
647,404,354,145 578,340,220,909 89.33%
5 Menegaskan komitmen
bahwa untuk menghadirkan suasana
kota yang lebih manusiawi harus dimulai dari penyediaan layanan publik yang prima sesuai norma-norma kemanusiaan yang berlaku secara universal
294,393,363,844 244,144,316,193 82.93%
6 Mengutamakan penerapan
standar pelayanan publik yang mengarah pada kesetaraan dengan tolok ukur internasional demi mendukung peningkatan daya saing kota dari perspektif ekonomi, bisnis, dan investasi global
37,622,785,781 34,816,298,882 92.54%
7 Memastikan pengelolaan
sumber-sumber keuangan daerah secara efektif,
efisien, ekonomis, transparan, berkeadilan, dan bertanggung jawab dengan menempatkan kepentingan warga kota sebagai tujuan utama
62,576,317,671 49,973,720,243 79.86%
8 Menempatkan optimalisasi
pemanfaatan aset atau kekayaan daerah sebagai tulang punggung upaya peningkatan kapasitas keuangan daerah Kota Surabaya dengan cara membangun loyalitas warga kota untuk berkontribusi secara aktif
dalam pengelolaan, peningkatan, serta pengawasan kekayaan daerah
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS ANGGARAN REALISASI CAPAIAN
9 Merealisasikan komitmen
penciptaan lapangan kerja
yang berlandaskan kemandirian dan kreatifitas
individu warga kota yang
diwadahi dalam
kelembagaan berbasis
komunitas
20,230,970,124 17,118,597,655 84.62%
10 Mengoptimalkan
pemanfaatan sumber daya ekonomi kota guna mempercepat
pembangunan ekonomi berbasis komunitas, khususnya melalui implementasi strategi investasi serta dukungan
sumber daya kelembagaan pemerintah
kota
87,408,448,735 50,964,566,153 58.31%
11 Meningkatkan kesesuaian
dan keterkaitan antara kebijakan pembangunan di
bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dengan strategi pengembangan ekonomi warga kota
13,487,254,979 11,404,208,004 84.56%
12 Memastikan berjalannya
fungsi-fungsi kebijakan pengeloaan keuangan daerah dalam konteks peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga, khususnya terkait dengan
pengurangan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan 24,083,856,018 21,836,959,793 90.67% 13 Mempertegas komitmen dalam memfasilitasi dinamika aktifitas warga kota, khususnya dalam konteks penyediaan sarana dan prasarana dasar dengan kapasitas yang memadai serta kualitas yang setara dengan standar metropolis kontemporer
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS ANGGARAN REALISASI CAPAIAN
14 Menjaga, menata,
sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan lingkungan hidup kota demi terciptanya kota hunian yang sehat serta mampu berdampak nyata dalam mencerdaskan kehidupan warga kota
421,517,544,065 234,826,602,614 55.71%
15 Menempatkan aspek
pelestarian dan revitalisasi budaya warga kota sebagai salah satu landasan terpenting dalam penyediaan infrastruktur fisik dan sosial, demi menghadirkan lingkungan
hunian berfasilitas kontemporer dengan suasana khas sesuai tradisi dan budaya lokal
7,118,166,844 6,913,169,519 97.12%
16 Memastikan
diprioritaskannya
pembangunan infrastruktur fisik dan sosial sesuai strategi pembangunan
ekonomi yang berwawasan lingkungan
dengan titik berat pada perekonomian berbasis
kreatifitas dan kebersamaan antar warga
kota
16,669,339,671 14,936,763,045 89.61%
Tingkat capaian kinerja, capaian anggaran, dan efektifitas per sasaran strategis adalah sebagai berikut :
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN
KINERJA
CAPAIAN
ANGGARAN EFEKTIVITAS
1 Meningkatkan kualitas hidup
warga kota dengan cara memfasilitasi serta mendorong pengembangan daya saing secara
menyeluruh dan berkesinambungan
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN
KINERJA
CAPAIAN
ANGGARAN EFEKTIVITAS
2 Mewujudkan kehidupan pribadi
dan sosial yang dilandasi asas kesetaraan, khususnya dengan memberikan kesempatan yang setara kepada segenap warga untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidupnya
84,91% 88,09% 96,39%
3 Meningkatkan kecerdasan
intelektual, emosional, dan spiritual sebagai tolok ukur kinerja utama dalam menuju kehidupan kota yang lebih mandiri dan berbudaya
90.28% 87.85% 102.77%
4 Memfasilitasi peningkatan derajat
kesehatan jasmani dan rohani segenap warga kota dengan mengimplementasikan gagasan pengembangan kota yang sehat, bersih, dan hijau
100.88% 89.33% 112.93%
5 Menegaskan komitmen bahwa
untuk menghadirkan suasana kota yang lebih manusiawi harus dimulai dari penyediaan layanan publik yang prima sesuai norma-norma kemanusiaan yang berlaku secara universal
95% 82.93% 114.55%
6 Mengutamakan penerapan
standar pelayanan publik yang mengarah pada kesetaraan dengan tolok ukur internasional demi mendukung peningkatan daya saing kota dari perspektif ekonomi, bisnis, dan investasi global
70,96% 92.54% 76,68%
7 Memastikan pengelolaan
sumber-sumber keuangan daerah secara efektif, efisien, ekonomis, transparan, berkeadilan, dan bertanggung jawab dengan menempatkan kepentingan warga kota sebagai tujuan utama
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN
KINERJA
CAPAIAN
ANGGARAN EFEKTIVITAS
8 Menempatkan optimalisasi
pemanfaatan aset atau kekayaan daerah sebagai tulang punggung upaya peningkatan kapasitas keuangan daerah Kota Surabaya dengan cara membangun loyalitas warga kota untuk berkontribusi secara aktif dalam pengelolaan, peningkatan, serta pengawasan kekayaan daerah
110.30% 72.35% 152.45%
9 Merealisasikan komitmen
penciptaan lapangan kerja yang berlandaskan kemandirian dan kreatifitas individu warga kota yang diwadahi dalam kelembagaan berbasis komunitas
62,55% 84,62% 73,92%
10 Mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya ekonomi kota guna mempercepat pembangunan ekonomi berbasis komunitas, khususnya melalui implementasi strategi investasi serta dukungan sumber daya kelembagaan pemerintah kota
189.08% 58.31% 324.27%
11 Meningkatkan kesesuaian dan
keterkaitan antara kebijakan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dengan strategi pengembangan ekonomi warga kota
171% 84.56% 202.22%
12 Memastikan berjalannya
fungsi-fungsi kebijakan pengeloaan keuangan daerah dalam konteks
peningkatan taraf hidup dan
kesejahteraan warga, khususnya terkait dengan pengurangan
angka pengangguran dan
pengentasan kemiskinan
55.22% 90.67% 60.90%
13 Mempertegas komitmen dalam
memfasilitasi dinamika aktifitas warga kota, khususnya dalam konteks penyediaan sarana dan prasarana dasar dengan kapasitas yang memadai serta kualitas yang setara dengan standar metropolis kontemporer
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN
KINERJA
CAPAIAN
ANGGARAN EFEKTIVITAS
14 Menjaga, menata, sekaligus
mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan lingkungan hidup kota demi terciptanya kota hunian yang sehat serta mampu berdampak nyata dalam mencerdaskan kehidupan warga kota
130% 55.71% 233.35%
15 Menempatkan aspek pelestarian
dan revitalisasi budaya warga kota sebagai salah satu landasan terpenting dalam penyediaan infrastruktur fisik dan sosial, demi menghadirkan lingkungan hunian berfasilitas kontemporer dengan suasana khas sesuai tradisi dan budaya lokal
100% 97.12% 102.97%
16 Memastikan diprioritaskannya
pembangunan infrastruktur fisik dan sosial sesuai strategi pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dengan titik berat pada perekonomian berbasis kreatifitas dan kebersamaan antar warga kota
BAB IV PENUTUP
Bab IV
Penutup
A. SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa kinerja pada Bab III, Capaian Kinerja Pemerintah Kota Surabaya tahun 2015, yaitu:
Capaian Sasaran
Dari 16 sasaran yang telah ditetapkan, 8 sasaran mempunyai capaian indikator kinerja mencapai 100% atau lebih dan rata-rata nilai capaian indikator kinerja masing-masing sasaran adalah 103.40%, dengan nilai tertinggi adalah 189.08% yaitu sasaran “Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ekonomi kota guna mempercepat pembangunan ekonomi berbasis komunitas, khususnya melalui implementasi strategi investasi serta dukungan sumber daya kelembagaan pemerintah kota”, sedangkan nilai terendah 55.22% yaitu sasaran “Memastikan berjalannya fungsi-fungsi kebijakan pengeloaan keuangan daerah dalam konteks peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga, khususnya terkait dengan pengurangan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan”.
Capaian Indikator Kinerja
Dari 24 indikator kinerja yang telah ditetapkan, 62.50% berhasil mencapai dan
melampaui target dan 37.50% belum mencapai target. Adapun rata-rata
seluruh nilai capaian indikator kinerja adalah 87.34%, dengan nilai tertinggi adalah 189.08% yaitu indikator kinerja utama “Persentase nilai investasi UMKM terhadap nilai investasi”, sedangkan nilai terendah 29.67% yaitu indikator kinerja utama “Persentase Penduduk Miskin”.
Capaian Realisasi Anggaran Dalam Mendukung Pencapaian Sasaran
Belanja daerah pada tahun 2015 terealisasi sebesar Rp.3,738,112,844,517,-
atau 81.03% dari target alokasi yang ditetapkan sebesar Rp.
4,613,497,362,594,-. Dari 16 sasaran strategis, capaian anggaran belanja sasaran strategis tertinggi adalah “Menempatkan aspek pelestarian dan revitalisasi budaya warga kota sebagai salah satu landasan terpenting dalam penyediaan infrastruktur fisik dan sosial, demi menghadirkan lingkungan hunian berfasilitas kontemporer dengan suasana khas sesuai tradisi dan
BAB IV PENUTUP
budaya lokal” yaitu 97.12% dan terendah adalah “Menjaga, menata, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan lingkungan hidup kota demi terciptanya kota hunian yang sehat serta mampu berdampak nyata dalam mencerdaskan kehidupan warga kota” yaitu 55.71%.
B. SARAN
Untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian kinerja dan realisasi anggaran, maka dilakukan upaya-upaya, antara lain:
1. Kerjasama yang lebih baik dengan stakeholders atau pemangku kepentingan baik dengan pemerintah pusat, instansi pemerintah lainnya, tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta elemen masyarakat lainnya dalam melaksanakan program-program pembangunan kota Surabaya sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Surabaya;
2. Melakukan inovasi-inovasi baru serta penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang mendorong dalam pencapaian target kinerja;
3. Melakukan monitoring dan evaluasi di internal pemerintah kota Surabaya yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara rutin dan berkala dalam rangka sinkronisasi pelaksanaan program-program pembangunan serta untuk mengantisipasi kendala-kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah kota Surabaya;
4. Melakukan pembinaan, pendidikan dan pelatihan bagi pegawai pemerintah kota Surabaya dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai agar supaya pegawai pemerintah kota Surabaya dapat lebih cepat merespon kebutuhan yang ada di masyarakat.
LAMPIRAN