BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Pengumpulan Data
e. ZN
ZN merupakan penduduk asli Desa Babakan Ciwaringin, semenjak kecil mengenyam pendidikan di Pesantren Babakan Ciwaringin, ZN diusianya yang menginjak 55 tahun telah mengalami beberapa pesristiwa politik di Desa Babakan Ciwaringin. ZN menggantungkan hidupnya dari bertani dan terkadang juga menjadi supir untuk kiai yang membutuhkan jasanya.
f. EL
EL selama bertahun-tahun berdagang di sekitar pesantren, EL berusia 63 tahun dan talah mengalami beberapa pesristiwa politik di Desa Babakan Ciwaringin. Terkadang EL juga membantu di rumah seorang kiai sebagai buruh cuci atau tenaga masak.
g. YD
YD berusia 27 tahun, YD adalah santri lokal atau santri yang berasal dari Desa Babakan Ciwaringin yang belajar pada kiai pesantren yang mengadakan pengajian dipesantren atau rumahnya.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara (interview), pengamatan berperan-serta, serta catatan lapangan.
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (Interviewer) yang mengjukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.113 Maksud mengadakan wawancara, menurut Lincoln dan Guba dalam Muhajir antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan lian-lain kebulatan;
merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebgai sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang telah diharapkan untuk masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.114
Pengamatan berperan-serta menurut Bogdan adalah penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dan dengan subjek dalam lingkungan subjek, dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.115
Catatan lapangan adalah adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipkirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif.116
113Muhajir, op.cit, hal 135.
114 Ibid
115 Bogdan dalam Muhajir. op.cit. hal 117.
116Muhajir, op.cit, hal 153.
Dalam upaya penyediaan data yang diperlukan dalam penelitian ini, data-data dikumpulkan melalui beberapa teknik, dimana masing-masing teknik pengumpulan data bersifat saling melengkapi satu sama lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Studi literatur
Merupakan teknik pengumpulan data yang berasal dari sumber-sumber tertulis berupa buku, dokumen, surat kabar, dan literatur ilmiah lainnya. Data ini sangat berperan dalam analisis secara kualitatif.
Teknik ini dimaksudkn untuk menggali data-data yang bersifat sekunder tentang masyarakat golongan santri dan hubungannya dengan kiai maupun tulisan yang secara umum membahas mengenai dunia pesantren yang mana mempunyai relevansi dalam penelitian ini.
2. Wawancara
Merupakan tehnik pengumpulan data dengan melakukan percakapan dan tanya jawab yang dilakukan penulis dengan narasumber. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan makna-makna subyektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti. Secara umum tehnik wawancara ada tiga yaitu pertama, wawancara informal yaitu wawancara yang didasarkan sepenuhnya pada berkembangnya pertanyaan-pertanyaan secara spontan dalam interaksi alamiah. Kedua, wawancara dengan pedoman umum yaitu pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan
peneliti mengenai aspek-aspek yang harus dibahas. Ketiga, wawancara dengan pedoman terstandar yang terbuka dalam bentuk wawancara seperti ini pedoman wawancara ditulis secara rinci, lengkap dengan set pertanyaan dan penjabaranya.
Dalam penelitian ini tehnik wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara informal dan wawancara dengan pedoman umum dimana penggunaan teknik wawancara disesuaikan dengan tingkat pendidikan maupun situasi pada saat dilakukannya wawancara. Karena dalam beberapa kasus, terdapat responden yang kurang nyaman diwawancarai secara formal dengan pertanyaan-pertanyaan yang kaku sehingga menghambat proses penggalian data.
Adapun sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive dengan maksud untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber dan bangunannya. Oleh karena itu, teknik sampling yang digunakan dalm penelitian ini adalah snowball sampling, dimana informan diminta untuk menunjuk informan lain yang dapat memberikan informasi, dan kemudian informan ini diminta lagi untuk menunjuk informan yang lainnya, begitu seterusnya hingga data yang dikumpulkan dianggap cukup atau representatif.
3. Observasi
Istilah observasi diturunkan dari bahasa latin yang berarti ―melihat‖ dan
―memperhatikan‖. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam suatu fenomena. Observasi dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung,
orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut
Patton mengatakan data hasil observasi menjadi penting karena :
1. Peneliti mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konteks dalam mana hal yang diteliti ada atau terjadi.
2. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersifat terbuka, berorientasi pada penemuan daripada pembuktian dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.
3. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh partisipan atau subyek penelitian sendiri kurang disadari.
4. Jawaban terhadap pertanyaan diwarnai oleh persepsi selektif individu yang diwawancarai.
5. Observasi memungkinkan peneliti untuk melakukan refleksi dan intropeksi terhadap penelitian yang dilakukanya. 117
Dalam penelitian ini observasi meliputi aktivitas masyarakat di sekitar pesantren, aktivitas kiai dan hubungan kiai dan masyarakat disekitarnya. Adapun lama observasi dilakukan sangat bergantung kepada kebutuhan informasi yang dibutuhkan, selama penelitian ini dilakukan, pada saat kebutuhan informasi yang dibutuhkan telah peneliti rasa terpenuhi maka observasi dihentikan tetapi tidak
117 Patton dalam Poerwandari, Pendektan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta:
LPSP3 UI. 2001.
menutup kemungkinan observasi ini dilakukan lagi ketika kebutuhkan informasi yang dirasa cukup tadi ternyata masih kurang oleh peneliti