BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3. Alat Bantu Dalam Analisis dan Perancangan Sistem
Pada tahap perancangan suatu sistem dan program adalah membuat usulan pemecahan masalah. Alat bantu yang digunakan antara lain adalah:
2.3.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi merupakan bagan yang menunjukan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-proseduyang ada didalam sistem.
Tabel 2.1 Simbol Aliran Sistem Informasi
Simbol Nama Keterangan
Simbol proses
komputerisasi
Menggambarkan proses yang dilakukan secara komputerisasi.
Simbol dokumen Menggambarkan dokumen masukan dan keluaran sistem.
Simbol proses
manual
Menggambarkan kegiatan manual.
Simbol pengarsipan Menggambarkan file yang diarsipkan menurut alphabet.
Simbol pengarsipan Menggambarkan file yang diarsipkan secara numerik.
A
N
Simbol pengarsipan Menggambarkan file yang diarsipkan secara kronologis.
Simbol garis alir Menggambarkan aliran proses dan dokumen.
Simbol Database Menggambarkan penyimpanan sebuah data yang telah selesai diproses menggunakan operasi komputer.
Simbol Penghubung Menggambarkan penghubung ke halaman yang masih sama atau ke halaman lain.
Sumber : Buku Analisis dan Desain Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:77)
2.3.2 Data Flow Diagram (DFD)
DFD adalah gambaran sistem yang sedang berjalan dan diusulkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik data. DFD memiliki beberapa simbol yang dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Simbol-Simbol DFD
Simbol Nama Keterangan
Kesatuan luar/eksternal entity.
Dapat berupa orang, kelompok orang (organisasi) serta sistem lain
Proses.
Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang atau komputer yang berguna untuk mengolah arus data masuk dan C
menghasilkan arus data keluar
Data storage (simpanan data).
Dapat berupa file /basisdata pada sistem komputer, arsip, catatan manual, kotak tempat data, table acuan manual.
Data flow (arus data).
Bentuk fisik dapat berupa fomulir, dokumen, laporan-laporan, input, komunikasi ucapan, surat-surat serta memo.
Bentuk logika dan arus data dari dokumen.
Sumber : Buku Analisis dan Desain Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:72)
2.3.3 Diagram Konteks
Diagram Konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem, diatgram sistem merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan selruh input ke sistem atau output dari sistem. Diagram Konteks memiliki beberapa simbol yang dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Tabel 2.3 Simbol-Simbol Diagram Konteks
Simbol Keterangan
Menunjukan arah aliran data
Melambangkan proses
Melambangkan entity
Sumber : Buku Analisis dan Desain Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:266)
2.3.4 Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity relationship diagram adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak. ERD menggambarkan hubungan antara file-file yang ada. Adapun simbol-simbol yang terdapat dalam ERD dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut ini :
Tabel 2.4 Simbol-simbol Entity Relationship Diagram
Simbol Keterangan
Entitas, menunjukan suatu objek.
Menunjukan hubungan atau relasi antar entitas
Garis link antara entitas, relasi, dan atribut.
Atribut Dari entity
Sumber : Buku Analisis dan Desain Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:149)
Komponen-komponen pokok ERD adalah:
1. Entitas (entity).
Entitas merupakan objek/individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dengan objek-objek lainnya.
2. Atribut
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas tersebut.
3. Relasi
Relasi menunjukkan adanya koneksi atau hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
4. Kardinalitas
Kardinalitas menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.
Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas dapat berupa:
- Satu ke Satu (One to One) - Satu ke Banyak (One to Many) - Banyak ke Satu (Many to One) - Banyak ke Banyak (Many to Many)
2.3.5 Sistem Flowchart
Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyelesaian dari suatu algoritma.
Tabel 2.5 Simbol-simbol Flowchart
Simbol Nama Keterangan
Simbol titik terminal
Simbol titik terminal (terminal point symbol)
digunakan untuk
menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses.
Simbol proses
Simbol proses digunakan untuk mewakili suatu proses.
Simbol Input-Output (IO)
Simbol input/ouput
digunakan untuk mewakili data input/ouput
---
Simbol persiapan
Simbol persiapan
menunjukkan penjelasan dari suatu proses
Simbol proses
terdefinisi
Simbol proses terdefinisi (predifined process symbol)
digunakan untuk
menunjukkan suatu operasi yang riniannya ditunjukkan di tempat lain.
Simbol keputusan
Simbol keputusan (decision symbol) digunakan untuk suatu penyeleksian kondisi di dalam program.
Simbol penghubung
Simbol penghubung halaman yang sama
Simbol penghubung ke halaman yang berbeda
Simbol garis alir
Simbol garis alir (flow lines symbol) digunakan untuk menunjukkan arus dari proses.
Sumber : Buku Analisis dan Desain Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:267)
2.3.6 Normalisasi
Normalisasi adalah Suatu proses yang digunakan untuk menentukan pengelompokan atribut-atribut dalam sebuah relasi sehingga diperoleh relasi yang yang berstruktur baik (Abdul Kadir, 2009:116) . Dalam hal ini yang dimaksud dengan relasi yang berstruktur baik adalah relasi yang memenuhi dua kondisi berikut:
1. Mengandung redudansi sedikit mungkin.
2. Memungkinkan baris-baris dalam relasi disisipkan, dimodifikasi,dan dihapus tanpa menimbulkan kesalahan atau ketidak konsistenan.
Normalisasi sendiri dilakukan melalui sejumlah langkah. Setiap langkah
berhubungan dengan bentuk normal (normal form) tertentu.Dalam hal ini yang disebut dengan bentuk normal adalah Suatu keadaan relasi yang dihasilkan oleh penerapan aturan-aturan sederhana yang berhubungan dengan depedensi fungsional terhadap relasi tersebut.
Bentuk normal dalam normalisasi :
1. Bentuk tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, bisa berupa data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. Tahap untuk memperoleh bentuk normal dilakukan dengan menuliskan semua data yang akan direkam, bagian yang double tidak perlu dituliskan. Terlihat record-record yang tidak lengkap, sulit untuk membayangkan bagaimana bentuk record yang harus dibentuk untuk merekam data tersebut.
2. Bentuk Normal Pertama (First Normal Form)
Bentuk pertama (First Normal Form) yaitu Suatu keadaan yang membuat setiap perpotongan baris dan kolom dalam relasi hanya berisi satu nilai.
Untuk membentuk relasi agar berada dalam bentuk normal pertama perlu langkah untuk menghilangkan atribut-atribut bernilai ganda.
3. Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form)
Pembentukan normal kedua dengan mencari kunci field yang dapat dipakai sebagai patokan dalam pencarian data dan memiliki sifat yang unik. Bentuk normal kedua ini mengandaikan bahwa bentuk data telah memenuhi kriteria
bentuk normal pertama. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama (Primary Key).
4. Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form)
Bentuk normal ketiga mempunyai syarat setiap tabel tidak mempunyai field yang bergantung transitif, namun harus bergantung penuh pada kunci utama.
Dengan demikian, relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif.
5. Boyce-codd Normal Form (BCNF)
Boyce-codd normal form mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga, untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal pertama dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.