BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
3.2 Alat Dan Bahan Penelitian
Adapun Peralatan yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah a. Alat yang diperlukan
Gambar 3.1 Pesawat Sinar-X 100 mA/ 100kV Keterangan gambar:
1. Tabung sinar-x 2. Kolimator 3. Lengan penopang 4. Handswitch
5. Panel control 6. Pegangan kemudi 7. Bok kaset
8. Generator tegangan tinggi
Gambar 3.2 kV meter
Gambar 3.3 Stopawatch
b. Bahan yang diperlukan 1. Pesawat Mobile
3.3 Spesifikasi Pesawat Mobile yang di gunakan dalam penelitian Adapun spesifikasi Pesawat Mobile yang di gunakan ialah sebagai berikut:
Merk : MEDITRONIC Type : MX-100 HF MOVX Input : 230 Volt
kV : 100 mA : 100
3.4 Prosedur Penelitian
1) Mempersiapkan alat dan bahan untuk penelitian.
2) Hubungkan ’steker’ ke ’stop kontak’ pada dinding dan putar ’kunci kontak’ pada modus radiografi kemudian tekan tombol power pada posisi ON. Indikator radiografi pada panel operasi akan menyala dan set up akan berjalan otomatis. Jika sistem telah siap dioperasikan indikator standby pada panel operasi akan berkedip-kedip.
3) Mengatur tengangan tabung (kV) dan perkalian arus dan waktu ekposi (mAs) dengan menekan tombol setting kV dan mAs pada panel operasi.
4) Uji fungsi yaitu menguji teganga tinggi (kV) dengan cara:
• Atur arus tabung pada posisi 100 mA
• Atur posisi kV secara bervariasi 50 kV, 60 kV, 70 kV, 80 kV, 90kV .
• Letakan Alat Ukur kV meter pada bidang X-Ray
5) Mengatur medan radiasi yaitu dengan menekan tombol lampu pada panel operasi atau pada kolimator kemudian putar knob untuk mengatur luas objek yang akan diradiasi.
6) Tekan tombol preparation radiography pada handswitch. Setelah sekitar satu detik indikator ready pada panel operasi akan menyala dan buzzer akan berbunyi. Tekan tombol exposure pada handswitch untuk membangkitkan sinar-x. Indikator x-ray pada panel operasi akan menyala selama sinar-x dibangkitkan. Buzzer akan berbunyi ketika pembangkitan sinar-x selesai.
7) Lakukan expose dan amati hasil pada di luar ambang batas ±10% dari expouse kV yang di setting dan jika nilai diluar ambang batas ±10% dari kV yang di setting, maka kV perlu di setting kembali
8) Melakukan kembali langkah 2 sampai dengan langkah 7 untuk kV Selanjudnya 9) Pengujian mA dengan Alat Ukur mA sama dengan pengujian kV
10) Pengujian waktu expose
11) Matikan power suplai yaitu dengan menekan tombol power pada posisi OFF. Semua indikator pada panel operasi akan mati. Posisikan pesawat pada tempat yang aman.
3.5 Flow Chart Penelitian / Diagram Alir
Adapun diagram alir pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
mulai
Persiapan Alat, Bahan dan objek
Sinar- x
Hasil
Faktor Ekspose
< 50kV > 90kV
selesai Pengaturan Faktor Ekspose
Analisa
ya Tidak
Gambar 3.4 Flow Chart Penelitian / Diagram Alir
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan di Klinik Fauzi Medan Meliputi Kondsi Faktor Ekspose meliputi kV,mA, s, terhadap Radiografi setelah dilakukan Adjustment Kalibrasi Pesawat Mobile.. Dengan pengaturan Faktor ekspose sehingga dapat dibedakan perbedaan densitas yang sangat kecil. Adapun hasil yang diperoleh dengan variasi Faktor ekspose dengan perubahan.
4.1.1 Pengukuran kV
Pada pengukuran kV dengan menggakan alat kV meter yang diletakan dibawah kolimator dengan FFD 90cm, maka pengaturan kV panel control sama dengan hasil pengukuran kV meter dan tidak melebihi 10% dari batas ambang. Hal ini dapat dilihat pada tabel pengukuran kV dibawah ini :
Tabel 4.1. Pengukuran kV N
o
kV Setting Eksposi volt Output kV
Rata-Rata
1 2 3
1 50 52,01 51,87 52,06 51,98
2 60 61,69 61,82 61,87 61,79
3 70 71,60 71,61 71,56 71,59
4 80 82,66 82,50 82,64 82,6
5 90 92,83 92,84 92,84 92,83
Berdasarkan tabel diatas perbandingan antara pengaturan tegangan tabung di control panel dengan keluaran tabung dapat hasil pengukuran kV, dapa dilihat pada grafik sebagai berikut :
Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Antara Pengaturan kV dengan Keluaran kV
Dari hasil pengujian pengukuran tegangan tinggi dengan menggunakan kV meter grafik Perbandingan Antara Pengaturan kV dari hasil nilai rata-rata keluaran tegangan tabung menunjukkan adanya perbedaan antara besar tegangan tabung yang diatur di control panel dengan nilai keluaran tegangan tabung yang terukur pada dari masing-masing nilai tegangan tabung yang diukur. Hal ini terlihat pada pengukuran 50 kV, 60 kV, 70 kV, 80 kV, dan 90 kV menunjukkan keluaran tegangan tabung yang relatif meningkat dengan yang diatur pada control panel. Penyimpangan bisa terjadi karena adanya gangguan pada jaringan listrik dan tidak terdeteksi secara kasat mata, yaitu terjadinya fluktuasi tegangan naik turun. Hal ini menunjukan bahwa penyimpangan dengan kV keluaran tegangan tinggi pada pesawat sinar – X memenuhi standar.
Hasil selisih tegangan tabung yang diatur dengan keluaran tegangan tabung pada pesawat sinar-X mobile dengan menggunakan alat ukur kV meter adalah sebagai berikut :
PERBANDINGAN ANTARA PENGATURAN KV DENGAN KELUARAN KV
kV Setting Output kV
Tabel 4.2 Selisih Tegangan N
o
kV Setting Output kV Rata-rata (volt) Selisih Tegangan (volt)
1 50 51,98 1,98
2 60 61,79 1,79
3 70 71,59 1,59
4 80 82,6 2,6
5 90 92,83 2,83
Setelah nilai rata-rata dan selisuh tegangan tabung dihitung, maka dilanjudkan dengan menghitung nilai persentase penyimpangan Setiap tegangan tabung pada pesawat sinar-X mobile dengan menggunakan persamaan dibawah ini :
% = 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆s𝑆𝑆ℎ𝐼𝐼𝑆𝑆𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡
𝐼𝐼𝑆𝑆𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡𝑟𝑟𝑟𝑟𝑡𝑡𝑡𝑡𝑑𝑑𝑆𝑆𝑟𝑟𝐼𝐼𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡𝑟𝑟𝑑𝑑𝑟𝑟𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝐼𝐼𝑟𝑟𝑡𝑡𝑆𝑆𝑡𝑡𝑟𝑟𝑡𝑡𝑆𝑆𝑆𝑆 𝑋𝑋100%
Tabel. 4.3 Penyimpangan Tegangan N
o
kV Setting Output kV rata- rata ( volt)
Berdasarkan table di atas diketahui penyimpangan pada 50 kV sebesar 3,96 %, 60 kV sebesar 2,98 %, 70 kV sebesar 2,27 %, 80 kV sebesar 3,25 %, 90 kV . Penyimpangan terbesar 3,96 % pada tegangan 50 kV dan Penyimpangan yang terkecil 2,27% pada tegangan 70 kV. Dari pengaturan tegangan tabung terendah hingga yang tertinggi, ada kecenderungan kenaikan dan penurunan penyimpangan keluaran tegangan tabung. Namun dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa penyimpangan keluaran tegangan tabung yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X tersebut dari 50 kV- 90 kV masih
dalam batas toleransi penyimpangan yang diizinkan yaitu sebesar ±10%, melebihi dari batas toleransi yang telah ditentukan. Penyebab ketidaksesuaian antara keluaran sinar-X dengan faktor eskposi yang diatur pada control panel biasanya dikarenakan kondisi instrumental internal pada pesawat sinar-X itu sendiri, seperti bergesernya pengaturan tegangan tabung, arus tabung dan waktu eksposi secara mekanis yaitu ada ketidaksesuaian anatara pengaturan tegangan tabung, arus tabung dan waktu eksposi pada control panel dengan output yang dihasilkan karena dimungkinkan tombol pengaturan tegangan tabung, arus tabung, waktu eksposi pada control panel tersebut telah rusak dan terjadinya fluktuasi. Serta faktor yang lain, kondisi tabung sinar-X yang seharusnya hampa udara tetapi terisi udara, sehingga terjadi gesekan yang mengakibatkan energi foton berkurang.
Dari analisa yang telah dilakukan ditemukan nilai lebih dari ambang batas (tidak melebihi ±10 % eror) namun untuk memastikan kelayakan alat tersebut maka Adjustment akan tetap dikaukan.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada penelitian ini akhirnya dapat disimpulkan bahwa :
1) Daya tembus pesawat sinar – X dipengaruhi oleh pengaturan tegangan tinggi (kV) yaitu pada daya tembus sinar-X terhadap objek, pembentukan gambar, dan intisitas berkas sinar-X.
2) pesawat sinar – X Sebelum digunakan perlu dilakukan uji kesesuaian dan Adjusment, Supaya memenuhi persyaratan keselamayan radiasi.
3) Dari hasil uji penyimpangan terbesar 3,96 % pada tenggangan 50 kV dan penyimpangan terkecil 2,27 % pada tegangan 70 kV. fungsi pesawat sinar – X layak digunakan karena hasilnya masih dalam toleransi yang berlaku yaitu ±10%.
5.2 Saran
1) Perlu dilakukan perawatan yang rutin terhadap pesawat sinar-X mobile untuk mengoptimalkan. Kinerja dari pesawat sinar-X tersebut sehingga penggunaan pesawat sinar-X tersebut lebih lama.
2) Sebaiknya pengujian dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali pada saat kalibrasi dilakukan oleh Badan Pengawas Fasilitas Kesehatan (BPFK) agar kondisi keluaran kV bisa diketahui dan bisa dilakukan perbaikan apabila tejadi kerusakan atau malfungsi, serta perlu dilakukan pengujian terhadap pengukuran arus tabung (mA) dan waktu eksposi (s).
3) Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu cara kerja untuk mengetahui perbedaan antar alat yang layak pakai dan yang harus di kalibrasi ulang.
DAFTAR PUSTAKA
ISO/IEC Guide 17526, 2005, Vocabulary of Internasional Metrology (VIM).
General Electric, 2007. Industri Radiography. [online]. Tersedia : http:// www Gemsc.com/download/x-ray/Geit 30158EN_ Industri Radiography.
Abidin Zaenal, Kalibrasi Kv Pesawat sinar-X Rigaku 250EG-S3 dengan metode Chart Standar. Yokyakart 50236.
Bushong, S. C. 2008. Radiologic Science For Technologist, Ninth Edition.
Canada: Mosby Co.
Hadi, Wira. 2013.QA/QC Peralatan Sinar-x Konvensional Diagnostik Radiologi.
Artikel sumber:
http://khazanahradiografer.blogspot.com/2012_02_01_archive.html
http://erafransiska.blogspot.co.id/2014/01/pesawat-rontgen.html,7:5 februari 2017