• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

16 Staff Logistic and Supply Manager 1 17 Staff Internal Sales Supervisor

3.6. Pola Aliran Pemindahan Bahan

Pada umumnya, produktivitas yang tinggi akan dapat diperoleh dengan cara mengatur aliran proses produksi secara efektif dan efisien, dimana dalam hal ini aliran proses produksi diartikan sebagai aliran yang diperlukan untuk memindahkan elemen-elemen produksi mulai dari awal proses hingga akhir proses menurut lintasan yang dianggap paling efisien. Dalam pembahasan mengenai aliran material ini, titik berat pembahasan akan lebih diarahkan dan ditekankan pada masalah aliran material yang berlangsung di dalam area lokasi pabrik saja.

14

Pola aliran pemindahan bahan, pada umumnya akan dapat dibedakan dalam dua tipe, yaitu pola aliran bahan untuk proses produksi dan pola aliran bahan untuk proses perakitan.

Pola aliran bahan untuk proses produksi atau fabrikasi ini dapat dibedakan atas beberapa pola, antara lain :

a. Straight line

Bentuk pola aliran ini dapat digunakan jika proses produksi tergolong singkat dan relatif sederhana. Dimana jenis produksinya mengandung sedikit komponen atau beberapa peralatan produksi.

Keuntungan menggunakan pola aliran straight line adalah : - Jarak yang paling pendek antara dua titik.

- Proses atau aktivitas produksi berlangsung sepanjang garis lurus, yaitu dari mesin pertama sampai ke mesin yang terakhir.

- Jarak perpindahan bahan (handling distance) secara total akan menjadi kecil, karena jarak antara masing-masing mesin adalah yang terpendek.

b. Serpentine atau zig-zag

Aliran bahan ini disebut juga aliran yang seperti ular, dimana aliran ini dapat diterapkan jika lintasan lebih panjang dari ruangan yang dapat digunakan untuk ditempatinya. Aliran ini juga digunakan karena aliran bahan yang digunakan berbelok-belok dengan sendirinya yang memberikan lintasan yang lebih panjang dalam bangunan dengan luas, bentuk dan ukuran yang lebih ekonomis.

c. U-Shapped

Pola aliran ini dapat diterapkan jika diharapkan produk jadinya mengakhiri proses pada tempat yang relatif sama dengan awal proses, karena keadaan fasilitas transportasi dan pemakaian mesin tergolong sama. Aliran ini juga digunakan karena aliran bahan yang sangat panjang sehingga untuk mengefisienkannya dapat digunakan aliran bentuk U.

d. Circular

Pola aliran ini dapat digunakan jika diharapkan barang atau produk kembali ketempat yang tepat dengan waktu memulai produksi.

e. Odd-angle

Pola aliran ini merupakan pola aliran tak tentu, karena letak mesin dan peralatan tak tentu dimana ditempatkan. Tetapi pola aliran ini sering ditemui karena pola aliran ini mempunyai tujuan yang dapat memperpendek lintasan aliran antar kelompok dari wilayah yang berdekatan. Pola ini juga digunakan karena adanya keterbatasan ruangan yang tidak memberikan kemungkinan adanya pola aliran yang lain.15

Ada sejumlah langkah atau prosedur yang dikembangkan untuk memudahkan proses perancangan tata letak fasilitas produksi yang pada dasarnya kesemuanya itu bisa didekati dengan menggunakan cara yang disistematis dan 3.7. Prosedur Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi

terorganisir baik. Dalam hal ini langkah-langkah yang umum dijumpai dalam proses perancangan teknis (Engineering Design) dapat diaplikasikan seperti : - Identifikasi dan definisi permasalahan.

- Analisa permasalahan.

- Introduksi dan pengembangan alternatif rancangan. - Evaluasi dan pengetesan alternatif.

- Pemilihan alternatif yang terbaik. - Implementasi rancangan yang terpilih.

Dengan mengikuti langkah-langkah dalam proses perancangan teknis ini, maka perancangan tata letak fasilitas produksi dapat dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :

a. Definisi (atau pendefinisian kembali) tujuan yang harus dicapai.

Di sini tidak peduli apakah akan melakukan perencanaan fasilitas baru atau sekedar perbaikan dari tata letak fasilitas yang sudah ada, maka diperlukan satu tolak ukur kuantitatif atau obyektif mengenai target yang harus dicapai. b. Spesifikasi aktivitas ataupun fasilitas pokok dan penunjang yang harus

diberikan guna mencapai tujuan yang telah diformulasikan tersebut.

Hal ini bisa diformulasikan dalam bentuk macam proses, peralatan/mesin, personil ataupun aliran material yang terlibat. Yang dimaksudkan dengan aktivitas penunjang di sini adalah kegiatan-kegiatan yang menunjang aktivitas pokok sehingga akan membantu kelancaran proses kerjanya. Sebagai contoh aktivitas dan fasilitas pemeliharaannya (maintenance) akan merupakan aktivitas yang bisa menunjang kelancaran kegiatan manufakturing.

c. Tentukan hubungan aktivitas di antara semua aktivitas atau fasilitas kerja yang terlibat.

Disini akan dilihat pergerakan aliran material dari satu proses menuju proses yang lain dan/atau arus informasi/komunikasi dari satu departemen menuju departemen yang lain. Kondisi tersebut akan menunjukkan adanya hubungan aktivitas antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lain selama proses kerja berlangsung. Dalam hal ini hubungan baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif harus bisa didefinisikan secara tegas.

d. Tetapkan kebutuhan luas area (space) untuk semua fasilitas yang diperlukan. Di dalam menetapkan besarnya luas area (termasuk ukuran panjang x lebar maupun tinggi) maka harus didasarkan pada dimensi semua mesin/peralatan produksi, material maupun kebuthan-kebutuhan untuk operasional dari operator (personil) yang terlibat dalam setiap aktivitas kerja.

e. Pengembangan allternatif perencanaan fasilitas.

Di sini yang dimaksudkan dengan alternatif perencanaan fasilitas akan meliputi dua hal yaitu alternatif lokasi di mana fasilitas produksi ditempatkan (facility location) dan alternatif layout dari fasilitas-fasilitas tersebut yang dalam hal ini termasuk perencanaan alternatif dari sistem pemindahan material, struktur/konstruksi bangunan disamping tata letak fasilitas produksi itu sendiri.

f. Evaluasi dan pemilihan alternatif.

Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan terlebih dahulu maka alternatif bisa dipilih. Kriteria bisa dikembangkan menurut faktor-faktor

subyektif maupun obyektif, sedangkan pemilihan alternatif tentu saja akan ditekankan pada alternatif yang mampu memberikan kepuasan didalam memenuhi tujuan-tujuan pokok yang harus dicapai oleh perencanaan tersebut. g. Implementasi alternatif perencanaan yang dipilih.

Langkah ini merupakan realisasi dan perwujudan dari langkah-langkah yang telah dilaksanakan terdahulu. Bilamana nantinya ada fasilitas-fasilitas baru akan ditempatkan maka perlu modifikasi atau penyesuaian seperlunya. Demikian pula adanya perubahan-perubahan dalam macam produk yang dibuat akan memerlukan analisa ulang.16

- Deskripsi proses bagi setiap kegiatan/aktivitas. 3.8. Peta Proses Operasi

Peta proses operasi adalah suatu peta yang menggamarkan langkah- langkah proses yang dialami oleh suatu bahan yang meliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan. Pembuatan peta proses operasi ini merupakan tahapan pertama dalam urutan langkah untuk merencanakan tata letak fasilitas dan pmindahan bahan, di mana di dalamnya terdapat suatu simbol yang terdiri dari operasi, pemeriksaan dan gudang/storage. Selain itu berisi juga informasi tentang hal-hal sebagai berikut.

- Waktu penyelesaian masing-masing kegiatan. - Peralatan/mesin yang digunakan.

16Ibid.

- Persentase scrap selama berlangsungnya aktivitas.17

Beberapa keuntungan dan kegunaan dari peta operasi adalah sebagai berikut :

1. Memberikan petunjuk kombinasi proses produksi dan untuk melengkapi persentase informasi dari peta rakitan.

2. Memperlihatkan pengerjaan operasi bagian masing-masing. 3. Memperlihatkan urutan operasi dari masing-masing operasi 4. Menunjukkan hubungan antara agian-agian yang akan dikerjakan 5. menunjukkan panjang relatif dari parik dan pengadaan tempat 6. Menunjukkan bagian yang akan diproses

7. Menunjukkan sub assembly yang akan dipakai 8. Perencanaan lengkap individu dalam tempat kerja 9. Menunjukkan jumlah pengadaan pekerja

10.menunjukkan jumlah mesin relatif, peralatan dan kenyamanan personil. 11.Menunjukkan pola aliran material

12. Menunjukkan masalah dari material handling

13.Penunjukan kemungkinan kesulitan dalam aliran proses produksi 14.Mencatat presentase kegiatan proses pabrik yang dilakukan pekerja18

Untuk bisa menggambarkan peta proses operasi dengan baik dan lengkap ada beberapa prinsip yang perlu dipahami. Prinsip-prinsip dalam pembuatan peta proses operasi tersebut adalah seagai berikut

17

Hari purnomo, Perencanaan dan Perancangan Fasilitas (Yogyakarta : Graha Ilmu,2004), hal. 89-90 18

1. Baris paling atas dinyatakan kpala peta dengan menulis “ peta proses operasi” yang diikuti nama benda kerja yang akan dibuat.

2. Material yang akan diproses diletakkan diatas garis horizontal, komponen yang memiliki jumlah operasi terbanyak digambarkan pertama terletak paling kanan.

3. Penomoran pada suatu kegiatan operasi diberikan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan proses yang terjadi. Di sebelah kanan lambang operasi yang telah diberi nomor, catat uraian operasi yang telah diberi nomor, catat uraian operasi peralatan yang digunakan misalnya bubut (mesin bubut), potong (mesin potong). Di sebelah kiri lambang operasi perlu dicatat waktu penyelesaian pekerjaan, jumlah mesin atau ongkos buruh.

4. Penomoran terhadap suatu pemeriksaan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi.

5. Semua komponen yang dibeli dalam keadaan jadi harus tercantum dalam peta dengan cara menyisipkan garis horizontal pada posisi barang terseut dirakit dan perlu diberi nama barang yang dibeli.

Dengan peta proses operasi terlihat pola aliran bahan yang tetap dan mulai terbayang tata letaknya. Para perancang akan dapat melihat komponen-komponen yang menimbulkan masalah terbesar dalam perencanaan dan komponen yang tidak terlalu penting. Peta dapat juga memperbaiki metode kerja dengan cara menggabungkan operasi-operasi pendek dan sangat mungkin untuk digabungkan antar operasi tersebut. Peta proses operasi dapat juga menunjukkan bagian mana

yang erat kaitannya dengan yang lain dan dengan demikian dapat dibuat dalam wilayah yang berdekatan. Sketsa pembuatan peta proses operasi dapat dilihat pada keterangan berikut

W : Waktu yang dibutuhkan untuk suatu operasi pemeriksaan O – N : Nomor urut untuk kegiatan operasi

I – N : Nomor urut untuk kegiatan pemeriksaan

M : Menunjukkan msin atau tempat dimana kegiatan tersebut dilaksanakan19

Kebutuhan ruangan merupakan masukan ketiga. Masukan ini mengambil bentuk tata letak yang telah ada. Untuk tata letak yang baru, harus dikembangkan sebuah tata letak kasar. Pada keduanya, nomor identifikasi kegiatan, dalam jumlah yang mendekati skala ruang yang dibutuhkan, dimasukkan kedalam luas 3.9. Computerized Relative Allocation of Facilities Tecnique (CRAFT)

CRAFT menggunakan data aliran barang sebagai dasar bagi pengembangan hubungan kedekatan, dalam batasan beberapa satuan ukuran (kg/hari, satuan/tahun, muatan/minggu) antara pasangan-pasangan kegiatan untuk membentuk suatu matriks bagi program ini.

Data masukan lainnya memberi kemungkinan pemasukan biaya pemindahan tiap satuan pemindahan, dan tiap satuan jarak. Bila masukan seperti ini tidak tersedia, atau tidak mencukupi, dapat diatasi dengan memasukkan angka 1 untuk semua biaya dalam matriks.

19

keseluruhan dari tatanan yang telah ditetapkan. Lokasi dari sebuah kegiatan dapat ditetapkan dalam wilayah keseluruhan ini.

CRAFT menghitung hasil aliran, biaya pemindahan, dan jarak antar pusat kegiatan. Kemudian mempertimbangkan pertukaran lokasi dan menguji perubahan dua arah atau tiga arah. Dilakukan pertukaran yang menyebabkan pengurangan ongkos yang paling besar, dan menghitung ongkos total yang baru. Proses ini diulang sampai tidak ada lagi ada pengurangan ongkos yang berarti. Program ini berorientasi lintas, sehingga kemungkinan pertukaran tidak diuji semua. Karenanya, dicapai tata letak yang disebut hampir optimum.

CRAFT mencetak tata letak dalam bentuk dasar persegi. Setiap kegiatan muncul pada hasil cetakan, seluas meter persegi tertentu. Hasil CRAFT menunjukkan kegiatan dengan huruf. Sementara gambaran menyeluruh yang dihasilkan adalah persegi, bangun kegiatan mandiri cenderung tak beraturan dan harus disesuaikan ke dalam bentuk praktis. Biaya total dihitung dan perbedaan antara biaya total setelah penyesuaian dengan sebelumnya menunjukkan penghematan.

Keuntungan penggunaan CRAFT : 1. Memungkinkan penetapan lokasi khusus, 2. Waktu komputer pendek,

3. Mempunyai arti matematis,

4. Dapat digunakan untuk tata letak kantor, 5. Dapat memeriksa pekerjaan sebelumnya, 6. Biaya dan penghematan tercetak.

Keterbatasan penggunaan CRAFT :

1. Menuntut penyesuaian secara manual oleh peneliti setelah input data diproses oleh software,

2. Program cenderung memperlihatkan hasil yang bersifat umum, tidak dapat menemukan jawaban terbaik dengan hanya mengubah dua atau tiga departemen, serta tidak dapat memperhitungkan faktor-faktor lain dalam analisis layout (bentuk lintasan, arah lintasan, bentuk stasiun kerja),

3. Pengubahan departemen di asumsikan berbentuk sama, dan dapat berdekatan atau berbatasan dengan departemen yang sama,

4. Memerlukan data masukan yang jelas, 5. Rancangan huruf sulit,

BAB IV

Dokumen terkait