Hanya dalam waktu empat ratus tahun sejak peristiwa air bah itu, dengan segera manusia melupakan bencana alam yang pernah membinasakan kehidupan umat manusia itu. Kedua kota ini begitu jahatnya sehingga tingkat kejahatannyapun telah mencapai langit. Lot telah terpikat dengan kemakmuran tempat tersebut dan memilih untuk menetap di kota Sodom ketika ia berpisah dari Abram. Tetapi Lot gagal melihat kemerosotan moral penduduk tersebut, yang digambarkan dengan percobaan pemerkosaan homoseksual oleh penduduk kota Sodom terhadap para utusan yang dikirimkan kepadanya (Kej. 19:1-5). Karena kejahatan mereka itulah, kota-kota ini akhirnya dimusnahkan dengan hujan api belerang sebagai penghakiman dari Allah.
Kedua kota ini berada hanya beberapa mil jauhnya dari Hebron, rumah Abraham. Lokasi mereka barangkali di ujung utara atau ujung selatan laut Mati. Ada jejak-jejak ter, aspal, atau produk minyak lainnya di kedua sisi laut Mati dan dasarnya. Menurut penelitian yang pernah dilakukan bahwa ada terdapat garam yang bercampur dengan belerang di pegunungan sekitarnya. Ini membuktikan bahwa Allah telah membumihanguskan tempat tersebut. Garam dan belerang diturunkan dari langit yang merah panas, jadi itu benar-benar hujan belerang dan api dari langit.
Allah Menghancurkan
Kota Sodom Dan Gomora
PELAJARAN
10
KOSA KATA PELAJARAN
KISAH PELAJARAN
Istri Lot
Istri Lot menjadi tiang garam. Banyak tiang garam di ujung selatan laut Mati yang diberi nama “Istri Lot”. Lagi pula, semua yang ada di tempat itu mendukung cerita Alkitab tentang kota Sodom dan Gomora.
PEMAHAMAN MURID-MURID
Murid-murid Anda sangat cepat belajar mengenai dunia di sekitar mereka; mereka belajar membaca dunia yang berkembang, belajar dari banyak contoh kehidupan di sekitar mereka, dan belajar antara yang benar dan yang salah. Pada usia seperti ini, konsep anak-anak tentang yang benar dan yang salah mudah dibentuk. Orang tua, guru, pendeta dan teman-teman sekelas mengambil bagian dalam mempengaruhi pengertian moralitas seorang murid. Perkataan yang kita gunakan dan perilaku yang kita contohkan akan mempunyai pengaruh yang besar. Sama seperti perilaku seseorang dapat mempunyai pengaruh positif dan negatif. Murid-murid dengan cepat akan menangkap apa yang boleh dan apa yang tidak. Oleh karena itu, ketika orang-orang di sekitar mereka berbuat salah, merekapun dapat dengan mudah dipengaruhi. Kita sebagai seorang guru perlu untuk menanamkan kepada mereka kemampuan untuk membedakan apa yang benar dan yang salah dan bersikap tegas terhadap kebenaran, tanpa menghiraukan apa yang temannya lakukan. Kita dapat melakukan yang benar untuk tidak peduli kalau dianggap aneh atau menjadi terasing karena melakukan yang benar. Dengan begitu diharapkan, mereka tidak akan terkejut ketika mereka memilih bersikap benar. Meskipun tampaknya mereka tidak diterima, selalu ada Seseorang yang akan mereka senangkan ketika mereka melakukan yang benar.
Belajar mempertahankan apa yang benar pada usia seperti sekarang ini akan menjadi suatu aset yang tidak ternilai di saat mereka mencapai masa remaja, ketika tekanan berat dari teman muncul. Berdoalah agar Tuhan memimpin, melindungi dan memberikan mereka hikmat dan kekuatan untuk melakukan apa yang benar.
Memusnahkan:
Menghabisi, mengakhiri.
Hakim:
Seseorang yang memutuskan apa yang benar dan yang salah.
Tiang garam:
Suatu bentuk yang panjang, tinggi, yang terbuat dari garam.
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari suatu bahan pelajaran tentang Abraham dan ketiga orang tamunya. Siapakah salah satu dari antara mereka itu? (Tuhan.) Apa yang Tuhan firmankan kepada Abraham? (Bahwa ia akan mempunyai seorang anak laki-laki pada tahun depan.) Apa yang Sara lakukan ketika ia mendengarnya? (Ia tertawa.) Mengapa ia tertawa? (Sara beranggapan
bahwa ia sudah terlalu tua untuk mempunyai seorang anak; di samping itu, ia beranggapan bahwa Tuhan juga tidak akan mengetahui hal tersebut.) Apa yang Sara lakukan ketika Tuhan bertanya mengapa ia tertawa? (Sara berbohong dan berkata tidak.)
Tuhan Memberitahukan Rencana-Nya Kepada Abraham
Setelah kunjungan mereka kepada Abraham, maka tiga orang tamu tersebut mulai melanjutkan perjalanan mereka. Abrahampun ikut serta mengantar keberangkatan mereka. Sebenarnya Tuhan berencana pergi ke kota Sodom dan Gomora untuk melihat apakah kedua kota itu jahat seperti yang dikeluhkesahkan banyak orang. Jika benar, Ia akan memusnahkan kota-kota itu. Tuhan berpikir apakah Ia harus memberitahukan rencana-Nya ini kepada Abraham. Abraham adalah sahabat Allah. Tuhan telah berjanji kepadanya bahwa Abraham akan menjadi sebuah bangsa yang besar dan berkuasa. Abraham akan mengajarkan keturunannya untuk berlaku benar dan berjalan di jalan Allah. Akhirnya, Tuhan memutuskan untuk memberitahukan kepada Abraham atas rencana-Nya itu. Allah berfirman, “Kejahatan Sodom dan Gomora sangat besar. Aku akan turun untuk melihat, apa yang mereka telah lakukan adalah jahat seperti yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
Abraham Memohon Bagi Kota Sodom dan Gomora
Dua orang lainnya pergi dan berangkat ke kota Sodom, tetapi Tuhan tetap tinggal bersama dengan Abraham. Kemudian Abraham datang mendekat kepada Tuhan dan berkata, “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Engkau tidak akan memusnahkan orang benar bersama dengan orang fasik, bukan? Engkau adalah Hakim segenap bumi; masakan tidak menghukum dengan adil?”
Tuhan berfirman, “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, maka Aku tidak akan memusnahkannya.”
Kemudian Abraham bertanya kepada Tuhan, “Sekiranya ada empat puluh lima orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan menghancurkan kota itu jika ada empat puluh lima orang benar?”
Tuhan menjawab, “Aku tidak akan memusnahkannya jika ada empat puluh lima orang benar di sana.”
Abraham terus bertanya kepada Tuhan dari yang jumlahnya empat puluh lima, empat puluh, tiga puluh, dua puluh dan akhirnya sepuluh.
Tuhan akhirnya setuju, “Aku tidak akan memusnahkannya jika ada sepuluh orang benar dalan kota itu.”
Setelah Tuhan selesai berbicara kepada Abraham, maka Ia pergi, dan Abraham kembali ke rumahnya.
Lot Dan Dua Orang Malaikat
Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Ketika mereka sampai di sana, Lot sedang duduk di pintu gerbang kota Sodom. Ketika dia melihat mereka, bangunlah dia untuk menemui mereka dan sujud di hadapannya. Katanya, “Tuanku, tinggallah di rumahku malam ini. Tuan-tuan dapat membasuh kakimu dan bermalam, dan paginya tuan-tuan dapat melanjutkan perjalanannya kembali.”
Tetapi kedua orang malaikat itu berkata, “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.”
Tetapi Lot tetap meminta mereka, dan akhirnya merekapun setuju. Ketika mereka sampai di rumahnya, maka dia menyediakan makanan bagi mereka.
Orang-Orang Jahat Dari Kota Sodom
Setelah kedua orang tamunya selesai makan, tiba-tiba ada suara terdengar dari depan pintu. Semua orang muda dan tua dari kota Sodom datang ke rumah Lot dan ingin melihat dua orang tamunya. Orang-orang tersebut sangat jahat sehingga mereka menginginkan Lot membawa mereka keluar agar dapat menyakitinya.
Lot pergi keluar untuk berbicara kepada mereka dan menutup pintu di belakangnya sehingga mereka tidak dapat masuk. Lot berkata kepada mereka, “Tidak, saudaraku. Janganlah kiranya berbuat jahat. Mereka adalah tamuku.” Tetapi mereka menjawab, “Kau datang ke kota ini sebagai orang asing, dan sekarang mau menjadi hakim atas kami! Kami akan memperlakukanmu lebih buruk daripada mereka jika tidak membiarkan kami masuk.”
Dibutakan
Orang-orang mulai mendesak Lot dan mendekat untuk mendobrak pintu. Lalu kedua orang yang ada di dalam menarik Lot masuk ke dalam rumah. Setelah mereka menutup pintunya, juga membuat semua orang yang berada di luar sana menjadi buta sehingga mereka tidak dapat menemukan pintu rumahnya.
Kedua orang itu berkata kepada Lot, “Siapakah kaummu yang ada di sini-menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di sini? Bawalah mereka dari sini, sebab mereka akan menghancurkan tempat ini! Kejahatannya sangat besar sebab itulah Tuhan mengutus kami untuk memusnahkannya.”
Kemudian Lot ke luar pada malam itu dan berbicara dengan kedua calon menantunya, yang akan menikah dengan kedua anaknya perempuan. Ketika mereka mendengar bahwa Allah akan menghancurkan kota itu, mereka berpikir bahwa Lot sedang bergurau dengannya.
Lot Dan Keluarganya Lari Menyelamatkan Diri
Ketika fajar telah menyingsing, kedua orang malaikat itu berkata kepada Lot, “Bergegaslah! Bawalah istrimu dan kedua anakmu perempuan dan lari, atau engkau akan dimusnahkan juga ketika kota ini dihukum!”
Ketika Lot tidak terlihat yakin ingin pergi, maka malaikat memegang tangannya, tangan istrinya dan kedua anaknya. Setelah itu, kedua orang malaikat itu menuntun mereka keluar dari kota itu dengan selamat, salah seorang dari malaikat itu berkata, “Larilah, selamatkanlah nyawamu! Jangan menoleh ke belakang, dan jangan berhenti di manapun hingga engkau tiba di pegunungan, atau engkau akan turut dimusnahkan.”
Kota Sodom Dan Gomora Dimusnahkan
Tetapi Lot melihat pegunungan itu terlalu jauh untuk dicapai mereka. Sehingga ia bertanya kepada kedua orang malaikat itu apakah ia dapat lari ke kota kecil terdekat yang disebut Zoar (yang artinya”kecil”). Kedua orang malaikat itu setuju, dan menunggu sampai mereka mencapai kota itu. Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas kota Sodom dan Gomora dan seluruh
dataran. Semuanya, termasuk seluruh tanaman dan pepohonan serta orang-orang di dalam kota itu, semua dimusnahkan.
Tiang Garam
Malaikat-malaikat itu telah memperingatkan mereka untuk terus lari dan jangan melihat ke belakang. Tetapi di dalam perjalanan, istri Lot menoleh ke belakang, dan menjadi tiang garam.
Pagi-pagi sekali, Abraham pergi dan memandang ke arah kota Sodom dan Gomora. Ia melihat asap tebal yang berasal dari tempat itu, dan ia tahu bahwa Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar di kota Sodom. Karena kejahatan yang sangat besar dari kota tersebut, maka mereka dimusnahkan.
MENGULANG DAN PERTANYAAN
1. Mengapa Tuhan mengutus dua orang malaikat ke kota Sodom?
(Mereka ingin melihat apakah kota itu jahat seperti yang dikeluhkesahkan banyak orang.)
2. Terakhir kalinya Abraham bertanya, “Apakah Tuhan setuju untuk menyelamatkan kota itu jika ada __________ orang baik ditemukan?
(Sepuluh.)
3. Ketika kedua orang malaikat itu pergi ke kota Sodom, di manakah mereka tinggal?
(Di rumah Lot.)
4. Apa yang ingin dilakukan orang-orang di kota itu kepada kedua orang malaikat? (Menyakiti mereka.)
5. Apa yang malaikat katakan kepada Lot untuk dilakukan?
(Membawa keluarganya lari dan menyelamatkan diri, karena Tuhan akan memusnahkan seluruh kota Sodom dan Gomora.)
6. Apa yang terjadi kepada istri Lot?
(Ia menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam.)
AKTIVITAS 1
Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:
“Hanya Mengikut Yesus” Petunjuk:
1. Ikutilah jejak melalui suatu jalan yang berliku-liku tersebut.
AKTIVITAS 2
Cerita Bersambung Sasaran:
Mempersilakan murid-murid untuk mengulang kembali cerita yang telah mereka pelajari.
Cara:
1. Mintalah seorang murid untuk mulai menyampaikan cerita Alkitab pada hari ini. Setelah beberapa kalimat (meskipun di tengah kalimat) suruhlah dia berhenti dan minta murid yang berada di sampingnya untuk melanjutkannya kembali
.
2. Lanjutkan sampai seluruh cerita selesai.
Catatan:
1. Jika cerita ini cepat selesai, Anda dapat mengulang beberapa cerita sebelumnya. 2. Alat-alat bantu mengajar seperti karakter-karakter yang dibuat sangat
membantu. Jika cerita tersebut sudah diceritakan, karakter-karakter tersebut dapat ditempel di papan untuk lebih mudah dilihat.
Hanya Mengikut Yesus
1. Ikutilah jejak melalui suatu jalan yang berliku-liku tersebut.
Kitab Bacaan:
Kej. 21:1-7; 22:1-9
Kebenaran Alkitab:
Allah ingin kita taat kepada-Nya dengan segenap hati.
Tujuan Pelajaran:
Menaati Allah sekalipun perlu banyak pengorbanan.
Ayat Hafalan:
“Iman tanpa perbuatan adalah mati.” (Yak. 2:26b)
Doa:
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami memuji Engkau Tuhan, karena telah mengumpulkan kami di sini bersama untuk menyembah-Mu. Kami tahu bahwa ketika kami melakukan hal ini, maka kami menyenangkan-Mu. Tolonglah kami untuk menyenangkan-Mu dengan menjadi taat kepada-Mu seperti kepada orang tua kami. Kiranya roh-Mu memimpin pelajaran pada hari ini ketika kami belajar lebih banyak mengenai hal ketaatan. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Pengorbanan Dan Persembahan
Kita dapat melihat dari Alkitab tentang praktek pengorbanan pada waktu Allah membunuh binatang untuk menyediakan penutup tubuh bagi Adam dan Hawa setelah mereka berdosa. Allah memakai kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa, dan perbuatan-Nya itu juga menunjukkan, secara simbolis, menutupi dosa mereka. Dari hal ini, manusia dapat mengerti bahwa Allah menuntut pengorbanan darah untuk menutupi dosa dan sejak itu mereka mulai memberi persembahan.
Korban Bakaran
Dengan ditetapkannya hukum Musa, sistem pengorbanan yang resmi mulai berlaku. Dalam hukum Taurat, Allah memberi Musa petunjuk rinci untuk penyembahan Israel. Ketika Allah menyuruh Abraham mengorbankan anak tunggalnya, maka Dia menyuruh Abraham untuk melakukan hal itu dalam bentuk korban bakaran. Tidak ada bukti lebih jauh bagaimana Abraham mempersembahkan korban bakaran; namun, menurut hukum Musa, korban persembahan dipotong-potong dan dikuliti lalu dibakar. Bagi Abraham, melakukan hal ini kepada anak tunggalnya membutuhkan iman yang besar. Allah telah berjanji bahwa Ishak akan menjadi bapa segala bangsa, tetapi Allah menyuruh supaya Ishak disembelih sebelum Abraham mempunyai anak lainnya. Bagaimanapun,