PENDAHULUAN
Setiap kali ada pergantian kepengurusan baik dalam hal kepanitiaan; pengurus kategorial / komisi atau Majelis Jemaat; Pengawas Perbendaharaan Jemaat di aras Jemaat khususnya; Gereja dalam hal ini panitia pemilihan selalu mengalami kesulitan untuk mencari pengganti atau pelayan untuk periode berikutnya. Kesulitan ini tentu membuat panitia pemilihan harus bekerja keras untuk mencari calon-calon pengurus atau pelayan yang baru. Kesulitan yang paling sering di hadapi adalah adanya penolakan dari calon terpilih dengan berbagai alasan. Panitia tentu tidak bisa memaksa ketika ada calon yang menolak panggilan tugas tersebut, sehingga kondisi yang ada sering kali membuat sebuah Jemaat seolah-olah tidak melakukan perubahan yang menjadi pelayan hanya orang yang itu-itu saja. Dalam situ-ituasi ini gereja sepertinya mengalami kegagalan dalam upaya regenerasi, padahal di sisi lain gereja sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendekatan kepada calon – calon terpilih.
Alasan penolakan yang biasanya disampaikan oleh calon-calon terpilih biasanya: masih muda, belum mempunyai pengalaman, tidak memiliki keahlian, sibuk bekerja, dan lain sebagainya. Apalagi bila tugas yang diberikan kepada seseorang tersebut bukan tugas yang menyenangkan. Akhirnya yang terpilih sebagai pelayan hanyalah orang-orang yang itu-itu saja.
Gambaran yang saya utarakan di atas merupakan pengalaman nyata yang sering kita jumpai dalam kehidupan pelayanan di Jemaat kita masing-masing. Tentu kondisi ini diharapkan dapat berubah dan setiap anggota jemaat mau membuka hatinya untuk menjadi pelayan Tuhan. Sebab Allah yang memanggil seseorang untuk menjadi rekan sekerja Allah, maka Allah pula yang akan memperlengkapi seseorang itu untuk dapat mengerjakan tugas pelayanannya dengan baik.
PENJELASAN BAHAN
Panggilan terhadap Yeremia bukanlah suatu hal kebetulan atau tiba-tiba, tetapi memang telah Allah rencanakan jauh sebelum Yeremia dilahirkan. Hal itu Allah lakukan karena Allah telah mengenal Yeremia dan telah menguduskannya. Yeremia berasal dari Anatot; sebuah desa kurang lebih 7 Km di sebelah utara Yerusalem. Ia adalah seorang keturunan Imam dan dapat dikatakan ia berasal dari keturunan Imam Abyatar, yang pernah dibuang ke Anatot oleh Raja Salomo.
Dalam panggilan yang Allah lakukan terhadap Yeremia, Yeremia sempat memprotes panggilan tersebut dengan alasan : (1) Dia merasa masih muda, artinya merasa tidak memiliki kualifikasi karena pendidikan atau pengalaman. (2) Dia merasa tidak pandai berbicara untuk menyampaikan nubuat atau kebenaran firman Allah. (3) Dia merasa belum sanggup. (4) Dia merasa belum matang. Hal itu, karena biasanya di Israel kuno tua-tua yang beri tugas untuk menasihati atau memberi perintah.
Selain itu, Yeremia juga adalah seseorang yang memiliki perasaan yang sangat peka/sensitif dan ia ingin hidup dengan tenang, sehingga ia tidak ingin di salah mengerti dan diolok-olok apalagi menyangkut tugas yang nanti akan dikerjakannya. Pergolakan antara keinginannya dan kehendak Allah mulai ada dan berlangsung sangat lama. Namun Yeremia sadar bahwa panggilan terhadap dirinya adalah otoritas atau hak mutlak Allah. Allah mengenal Yeremia secara menyeluruh, sehingga Allah bukan hanya memanggil Yeremia untuk melakukan tugas kenabiannya, tetapi Allah juga memperlengkapi Yeremia dengan cara menjamah mulutnya agar Yeremia dapat berkata-kata tentang kebenaran firman Allah. Firman Allah itu adalah nubuat Allah tentang hal yang baik atau hal yang tidak baik, tentang kehidupan umat manusia misalnya nubuat tentang malapetaka yang akan dihadapi oleh umat manusia.
Yeremia bernubuat di Yerusalem menjelang runtuhnya kerajaan Yehuda. Ia dipanggil menjadi nabi pada tahun ke-13 zaman pemerintahan Raja Yosia (640-609) tepatnya 627 SM. Pada permulaan pemerintahan Raja Yosia pengaruh agama sekitar masih sangat kuat. Tantangan yang Yeremia hadapi dalam melakukan tugasnya adalah cara hidup orang-orang Yehuda di zaman sinkretisme, yaitu di zaman agama campur terutama pengaruh bangsa Babel yang sangat kuat dibidang politik juga agama, sehingga orang-orang Yehuda menyembah dewa-dewa dan bukan menyembah YHWH.
Namun keadaan itu lambat laun berubah sejak reformasi yang Raja Yosia lakukan pada tahun 622 SM.
Sebagaimana diungkapkan tadi bahwa Yeremia hidup di zaman yang penuh dengan pergolakan politik. Dua kali ia mengalami pengepungan Yerusalem dan akhirnya runtuhlah kerajaan Yehuda.
Tugas Yeremia adalah menjadi tiang besi dan tembok tembaga bagi orang-orang Yehuda dan ia harus mampu menjalaninya.
Yeremia harus menyampaikan kebenaran Firman Allah, terhadap umat yang tidak setia inilah Yeremia menyampaikan pesan suara kenabian bahwa Allah akan mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa Allah akan menghukum bangsa-bangsa atau kerajaan-kerajaan yang tidak taat kepada Allah, tetapi Allah akan membangun, menanam artinya menunjukkan keselamatan pada mereka yang taat kepada Allah.
Panggilan terhadap Yeremia yang sesungguhnya berasal dari Allah, karena Allah melihat pengalaman batin Yeremia yang luar biasa. Melalui pengalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1. Prakarsa panggilan Yeremia datang dari Allah yang telah memilihnya sebelum dia dilahirkan artinya Tuhan Allah telah mempersiapkannya, membimbing perkembangan pribadi dan
wataknya, mempengaruhi dan memberikan kepadanya pengalaman-pengalaman yang akan memperlengkapinya untuk menjadi seorang nabi.
2. Menjadi nabi yang diutus kepada bangsanya sendiri (Yehuda) namun tugasnya bukan hanya untuk Yehuda tetapi juga untuk bangsa-bangsa di Timur Tengah dan seperti Asyur, Mesir, Babel mau pun bangsa-bangsa kecil yang ada di sekitar Yehuda
3. Tentu tugas tersebut adalah tugas yang berat. Karena itu, sejak semula penugasannya ia menolak dengan berbagai alasan.
Allah tidak mengiyakan keberatan Yeremia tetapi Allah memberikan pilihan lain kepadanya untuk tetap melakukan tugas panggilan dan Allah berjanji akan memperlengkapinya dalam mengerjakan tugas panggilan tersebut.
POKOK PIKIRAN
1. Tugas pelayanan adalah tugas setiap orang percaya, sehingga mau tidak mau; siap tidak siap, setiap orang percaya harus bersedia melakukan tugas pelayanan kapan pun Allah menghendakinya
2. Tugas pelayanan yang Allah berikan dapat dilakukan dengan baik bukan karena kehebatan dan kepintaran kita tetapi karena Allah yang memperlengkapi orang yang telah dipilihnya untuk dapat mengerjakan tugas panggilan tersebut
3. Yeremia tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas sebagai seorang nabi, tetapi Yeremia berserah sepenuhnya kepada kehendak Allah untuk menjadi nabi Allah
4. Allah mengutus sekaligus memperlengkapi Yeremia, sehingga Yeremia mampu menjalankan tugasnya sebagai nabi di tengah tantangan yang sangat berat pada zamannya.
5. Tantangan yang kita hadapi saat ini pun tidak mudah. Mari tetap berserah kepada rencana dan kehendak Allah, agar kita pun mampu untuk melakukan tugas pelayanan yang Allah percayakan kepada kita
(ASV)
Bahan yang digunakan
• Tafsiran Alkitab Masa Kini 2; Ayub-Maleakhi; Yayasan Komunikasi Bina Kasih Cetakan ke-12;
1991; halaman 442
• Singa Telah Mengaum; Drs. A. Th. Kraemer; BPK-GM; 1993; halaman 59-62
• Tafsiran Kitab Yeremia; Robert M Paterson; BPK-GM; tahun ke-7; 2011; halaman 36-40
• Alkitab Edisi Study; LAI; Edisi ke-2; Cetakan tahun 2014; halaman 1.195
MINGGU V
Pokok Pikiran Bekerja keras hadirkan tanda-tanda Kerajaan-Nya sebagai orang yang diutus ke tengah dunia ini Nyanyian Tema KJ 343: 1, 3
Pokok Doa 1. Para tenaga tata usaha, koster, pengemudi di jemaat dalam pelayanannya
2. Pelayanan jemaat di tengah masyarakat sekitarnya 3. Pemerintah daerah setempat supaya dapat
Indonesia sedang berjuang untuk menjadi bangsa yang demokratis dan maju. Untuk itu pemerintah bertekad membangun peradaban bangsa melalui pembangunan di berbagai bidang kehidupan dengan prinsip “Indonesia-sentris”, agar pembangunan dan hasilnya dialami merata oleh semua anak bangsa di seluruh penjuru nusantara. Saat ini banyak pekerjaan yang sudah rampung, ada pula yang masih berproses. Namun tidak dipungkiri bahwa masih ada berbagai kekurangan dan kesalahan dalam implementasinya, sehingga perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.
Pembangunan bangsa dan negeri yang sangat besar ini tidak lepas dari berbagai masalah dan persoalan yang juga besar, antara lain :
1. Masalah sosial: Ada orang-orang mengaku atas nama demokrasi dan hak asasi manusia yang menyuarakan aspirasi/pendapat/pandangannya di berbagai mas media dengan orasi dan literasi bernuansa SARA, kebencian, permusuhan, penghinaan, fitnah, hujatan dan kebohongan, bahkan tak sedikit disertai praktik persekusi terhadap pihak yang berbeda dengan mereka. Ada pula oknum eksekutif, legislatif, yudikatif yang mempraktikkan kolusi, korupsi dan nepotisme hanya untuk meraih popularitas, kekuasaan dan keuntungan materi bagi dirinya, keluarganya dan segelintir kroni-kroninya. Perilaku tersebut sangat meresahkan dan mengkhawatirkan karena mengoyak kesakralan nilai-nilai luhur agama, budaya dan kemanusiaan yang menjadi landasan filosofis dan praksis hidup bangsa ini, tetapi juga mengancam kelangsungan kebersamaan hidup sebagai bangsa.
2. Masalah terkait bencana alam: Sebagai negara di kawasan ring of fire, maka gempa tektonik dan vulkanik akan terus dihadapi, serta berbagai bencana alam lainnya akibat perilaku manusia yang mencemari, mengeksploitasi dan merusak alam lingkungan hidup seiring terjadinya perubahan iklim global, akan terus mengancam kehidupan masyarakat serta menghancurkan sarana-prasarana publik dan privat.
3. Masalah terkait bencana non alam: Pandemi ini sangat dahsyat; kemampuan virus untuk transmisi, mutasi dan menginfeksi telah menyebabkan ribuan orang meninggal dan jutaan