• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALOKASI WAKTU A TAHAP PEMBENTUKAN

Dalam dokumen Laporan PPL DI SMP NEGERI 2 INDRALAYA UT (Halaman 150-173)

Program Studi : Bimingan dan Konseling

ALOKASI WAKTU A TAHAP PEMBENTUKAN

5. Mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk memulai kegiatan pembelajaran dengan penuh perhatian, semangat, dan penampilan mereka dengan melakukan kegiatan berpikir, merasa, menyikapi, melakukan dan bertanggung jawab berkenaan dengan materi yang dibahas

6. Menjelaskan pengertian, tujuan dan proses kegiatan layanan Bimbingan Kelompok yang sedang diselenggarakan. Di sini ditekankan aktifitas dinamika kelompok yang diharapkan dilakukan oleh seluruh peserta didik/anggota kelompok.

7. Menjelaskan bahwa kegiatan Bimbingan Kelompok yang sedang dilaksanakan merupakan kelanjutan dari layanan klasikal dengan tema kenakalan remaja dengan pokok bahasan tentang Perilaku bullying, tujuan dan hasil yang diharapkan.

8. Membangun suasana keakraban, kebersamaan untuk terbangunnya dinamika kelompok yang terbuka dengan penuh semangat.

15 Menit

B TAHAP PERALIHAN

4. Mengarahkan perhatian peserta / anggota kelompok dari suasana pembukaan ke suasana kegiatan kelompok, yaitu membahas

permasalahan yang hendak dikemukakan oleh pemimpin kelompok (PK) dalam hal ini guru BK atau Konselor

5. Menanyakan keadaan para peserta apakah telah membicarakan dengan orang tua/keluarga, apa yang dibicarakan secara klasikal minggu sebelumnya tentang perilaku bullying dan bagaimana hasilnya?

6. Dengan berbagai kegiatan tersebut (kenyataan yang terungkap pada butir no.2 di atas) menanyakan kepada peserta apakah mereka telah siap untuk membahas topik utama dalam kegiatan kelompok? Jika semuanya oke, kegiatan kelompok memasuki tahap ke-tiga. C TAHAP KEGIATAN

7. Memintamasing-masing peserta mengemukakan apa yang ditetapkan dalam materi perilaku bullying dalam tiga spesifikasi: pengertian, penyebab dan dampak bullying bagi kehidupan. Para peserta diminta benar-benar memperhatikan dan memahami apa yang dikemukakan peserta lain, memikirkan, merasakan dan menanggapi apa yang diungkapkan itu.

8. Meminta peserta (beberapa orang) memberikan komentar umum terhadap hal-hal yang diungkapkan peserta lain.

9. Secara khusus meminta seorang peserta (dengan

sukrela) mengungkapkan Apa Yang Saya Ingin Bisa bagi dirinya sendiri serta menguraikan apa yang terjadi dengan Apa Yang Saya Ingin Bisa itu, berkenaan dengan acuan (A) yang ada, kompetensi (K) yang ia miliki, usaha (U) yang akan dan telah dilakukan, perasaan (R) yang tumbuh pada dirinya, dan kesanggupan (S) untuk melakukannya.

10.Peserta lain membahas (mengomentari, dan jika perlu mengkritik, menyarankan) demi keberhasilan Apa Yang Saya Ingin Bisa, yang dikemukakan oleh kawan peserta tadi sambil membandingkan dengan kondisi yang ada pada diri si pembicara. Sebanyak – banyaknya peserta diminta untuk tampil seperti itu, sesuai dengan waktu yang tersedia. Jika waktu itu masih memungkinkan, bias diminta peserta lain mengemukakan tentang bahaya bullying dirinya. Seperti peserta yang pertama tadi, dan selanjutnya hal itu dibahas oleh semua peserta lainnya.

11.Jika dinginkan dapat dilakukan kegiatan selingan atau ice breaking.

12.Selama tahap kegiatan pemimpin kelompok (APK) memberikan penguatan untuk membangun semangat berdinamika kelompok di antara para peserta, sambil meluruskan dan menambahkan hal – hal yang perlu sehingga

para peserta memperoleh wawasan dengan makna yang lengkap dan benar.

D KESIMPULAN

Puncak kegiatan adalah mengambil kesimpulan tentanghasil yang diperoleh para peserta berkenaan dengan materi yang dibahas, terutama dengan spesifikasi kegiatan belajar, membantu orang tua dan kegiatan lain yang perlu dilakukan peserta didik secara konsisten dan berkelanjutan, demi kehidupan keseharian secara efektif. Satu – dua orang peserta didik diminta menuliskan kondisi BMB3 yang terjadi pada diri mereka masing – masing, berkenaan dengan tanggung jawab mereka mewujudkan Pentingnya Bersosialisasi itu.

6 Menit

E PENUTUPAN

Akhir kegiatan adalah penutupan PK menyampaikan terimakasih atas berlangsungnya kegiatan dengan baik, menyampaikan kegiatan tindak lanjut ; setelah itu diakhiri dengan salam perpisahan.

Inderalaya Utara, September 2015 Konselor

Materi layanan BULLYING

Pengertian Bullying

Bullying merupakan perilaku yang tidak sopan ,dapat berupa pelecehan verbal , fisik atupun mentalyang dilakukan kepada orang orang lain yang dianggap lemah , rendah, tidak berharga, dan tidak layak untuk mendapatkan rasa hormat.Sehingga pelaku bullying merasa memiliki hak untuk menyakiti, menghina, atau mengendalikan orang lain atau perilaku bullying juga dapat dilakukan karena atas dasar perbedaan ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.Perilaku bullying merupakan tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain.Seseorang yang menjadi korban bullying akan merasa tidak tenang dan kehidupan psikologinya pun akan merasa terancam dan terganggu.

Bullying terbagi kedalam 3 kategori yaitu :

4. Bullying Verbal yaitu perilaku memaki, mengejek, menggosip, membodohkan dan mengkerdilkan orang lain.Contohnya adalah mengeluarkan kata-kata kasar ataupun menggosipkan salah satu teman satu kelas.

5. Bullying Physical yaitu perilaku memukul, menampar, memalak atau meminta paksa yang bukan miliknya dan juga pengeroyokan. Contohnya adalah terjadi ketika pemimpin genk nakal dalam suatu kelompok mengajak teman-teman genknya atau bahkan teman – teman yang ada disekitarnya untuk memalak, merebut sesuatu yang bukan hak miliknya,memukuli teman sekolah yang dianggap sangat menyebalkan.

6. Bullying Emotional yaitu perilaku mengintimidasi, mengecilkan, mengabaikan, mendiskriminasikan.Contoh perbuatannya adalah anak – anak anggota genk nakal yang mengintimidasi salah seorang teman di sekolahnya yang dianggap lemah atau mengintimidasi teman yang mereka tidak sukai karena lebih pintar dari mereka

Faktor penyebab Bullying 6. Faktor keluarga :

Pelaku bullying cenderung berasal dari keluarga yang bermasalah atau sering menggunakan kekerasan.Perilaku orang tua yang memberikan hukuman berlebihan ketika anaknya melakukan kesalahan,misalnya orang tua yang selalu memberikan hukuman berupa pukulan saat anaknya nakal atau tidak mau menuruti perintah orang tuanya.Dan ketika anak tersebut tidak berani melawan orang tua, maka “perlawanan” ini ditujukan pada teman-temannya. 7. Faktor latar belakang dari keluarga yang memengaruhi perilaku bullying pada

individu, yaitu :

f. Lingkungan emosional yang beku dan kaku dengan tidak adanya saling memperhatikan dan memberikan kasih sayang yang hangat di dalam suatu keluarga.

g. Pola asuh yang asuh serba membolehkan, sedikit sekali memberikan aturan di dalam keluarga ataupun bertingkah laku.

h. Keluarga yang bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. i. Konflik yang terjadi antara orangtua, dan terjadinya

ketidakharmonisan di dalam keluarga.

j. Pola asuh orang tua yang otoriter dengan menggunakan kontrol dan hukuman sebagai bentuk disiplin yang tinggi

8. Teman Sebaya :

Pada masa remaja anak cenderung memiliki keinginan untuk tidak lagi tergantung kepada orang tuanya.Mereka akan lebih bergantung kepada teman sebayanya untuk if mencari rasa aman,dan dukungan.Teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang positif atau bahkan negatif.Maka dari itu,bullying dapat terjadi karena pengaruh teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif dengan cara memberikan ide baik secara aktif maupun pasif bahwa bullying tidak akan berdampak apa-apa dan merupakan suatu hal yang wajar dilakukan

9. Faktor lingkungan:

Lingkungan sekitar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku bullying, misalnya anak hidup pada lingkungan orang yang sering berkelahi atau bermusuhan, berlaku tidak sesuai dengan norma yang ada, maka anak akan mudah meniru perilaku lingkungan itu dan merasa tidak bersalah, atau menganggapnya sebagai hal yang biasa yang tidak melanggar norma.Dan hal tersebut juga dapat ia lakukan kepada sipa saja terutama kepada orang yang mereka anggap lemah.

10.Pengaruh Media :

Bullying dapat terjadi dari pengaruh media telivisi ataupun media yang lain. Pada media telivisi terkadang ada programyang menyajikan tayangan yang mengandung unsur kekerasan, dan tayangan tersebut dapat dilihat langsung oleh anak maka kemungkinan besar akan tumbuh perilaku agresi pada anak tersebut dan menggunakan agresi untuk menyelesaikan masalah.Dan hal tersebut akan dia bawa pada lingungkan sebayanya,dimana ia akan cenderung menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah dengan temannya atau memukul atau menganiaya temannya yang dianggap menyebalkan atau membuatnya merasa tidak nyaman.

Dampak dari Bullying d. Dampak bagi korban

Konsekuensi bullying bagi para korban, yaitu ,bullying dapat membuat remaja merasa cemas, ketakutan, dan mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan membuat mereka menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang berulang atau waktu yang lama, dapat mempengaruhi percaya diri siswa,memunculkan perilaku menarik diri dari lingkungannya, menjadikan remaja cenderung menjadi stress dan depreasi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih parah , bullying bahkan dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri. Hal tersebut kemudian mulai mempengaruhi prestasi akademiknya.Dan perilaku

bullying berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kehadiran, rendahnya prestasi akademik siswa, rendahnya self-esteem, tingginya depresi, tingginya kenakalan remaja dan kejahatan orang dewasa.Dampak negatif bullying juga tampak pada penurunan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa.

e. Dampak bagi pelaku Bullying

Para pelaku bullying ini memiliki kebutuhan kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang berempati terhadap targetnya.Para pelaku bullying pada umumnya memiliki percaya diri yang tinggi, cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi.Dengan melakukan bullying, pelaku akan beranggapan bahwa mereka memiliki kekuasaan terhadap keadaan. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap anak dan perilaku kriminal lainnya.

f. Dampak bagi siswa lain yang menyaksikan bullying

Jika bullying dibiarkan tanpa tindak lanjut yang tepat , maka para siswa lain yang menjadi penonton kejadian bullying akan berasumsi bahwa bullying adalah perilaku yang bisa diterima secara sosial dan merupakan hal yang wajar untuk dilakukan,dan tidak melanggar norma sosial.Dalam kondisi ini, beberapa siswa mungkin akan bergabung dengan pelaku bullying karena mereka takut menjadi sasaran berikutnya dan beberapa lainnya mungkin hanya akan diam saja tanpa melakukan apapun karena mereka juga merasa takut untuk melaporkannya kepada guru, atau orang tua mereka, dan yang paling parah mereka merasa tidak perlu menghentikannya

Cara Mengatasi Bullying

Bully terjadi ketika terdapat perbedaan kekuatan, yang bisa berwujud perbedaan jumlah (mayoritas vs minoritas) atau perbedaan kekuatan lain seperti atasan vs bawahan, dewasa vs anak-anak, cerdas vs bodoh, kaya vs miskin, rupawan vs tidak rupawan.Ini artinya, kita dapat mencegah terjadinya bullying dengan menyeimbangkan kekuatan yang ada.

Lalu, bagaimana cara menyeimbangkan kekuatan?.Dalam kasus di mana bullying terjadi karena perbedaan jumlah (mayoritas vs minoritas), di mana mayoritas mem-bully minoritas, mem-bullying dapat diatasi dengan cara menyeimbangkan jumlah sedemikian sehingga tidak ada lagi mayoritas dan minoritas.Jika Anda diposisikan sebagai minoritas ( kelompokyang lemah), yang dengan demikian orang lain berani mem-bully Anda secara beramai-ramai, carilah teman untuk menyeimbangkan kekuatan Anda. Mereka tidak akan berani mem-bully Anda , saat Anda memiliki banyak teman yang dapat membantu Anda melawan mereka.

Jika bullying terjadi antara atasan dan bawahan, maka Anda dapat melawan bullying yang dilakukan atasan Anda dengan cara mengemukakan hak-hak Anda (yang diakui oleh undang-undang) yang dilanggar oleh atasan Anda. Untuk itu, Anda perlu mempelajari undang-undang yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.Intinya, untuk melenyapkan bullying, yang perlu Anda lakukan adalah :

4) Bullying menyebabkan sang korban kehilangan kepercayaan diri. Bullying membuat sang korban berpikir bahwa dirinya tidak layak dihargai, di mana dengan perasaan seperti itu, Melawan tindakan bullying itu, bukan menerimanya secara pasif. Anda dapat melawannya dengan memperbanyak teman, meminta pertolongan dari lembaga-lembaga yang berkonsentrasi dalam kasus bullying.

5) Para pelaku bullying akan membuat sang korban semakin tidak berdaya melawan bullying.Maka Jika Anda menjadi korban bullying,yang perlu anda ingat adalah jangan menyalahkan diri Anda sendiri agar anda merasa tetap layak untuk dihargai dan bisa melawan bullying.

6) Untuk menghilangkanbullying, Anda juga perlu mengingat kembali kelebihan dan kebaikan Anda. Anda perlu membangun image diri yang positif. Semakin Anda percaya bahwa Anda layak dihargai karena kualitas-kualitas Anda, Anda akan semakin merasa kuat. Dan, semakin Anda merasa kuat, maka Anda berani melawan tindakan bullying yang menimpa Anda.

Layanan yang digunakan untuk Bullying

Informasi yang diberikan adalah bermaksud untuk mengenalkan siswa pada hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, termasuk di dalamnya mengenai bullying.Layanan informasi yang diberikan diupayakan dapat menumbuhkan pemahaman siswa mengenai bahaya dari perilaku bullying,karena siswa yang tidak memahami perilaku bullying akan beranggapan bahawa perilaku bullying adalah kenakalan yang masih wajar untuk dilakukan oleh siswa. Dan lama-kelamaan persepsi ini akan membuat siswa merasa aman dannyaman untuk melakukan kepada tingkat berikutnya. Hal tersebut dapatberakibat pada terus berkembangnya perilaku bullying, bahkan tidak menutup kemungkinan bullying akan menjadi suatu tradisi turun temurundi sekolah tersebut

Salah satu informasi yang dapat diberikan dalam layanan informasi yaitu informasi

“mengenai sosial-budaya ’’, khusunya pada bahasan “antarbudaya” bahwa manusia

ditakdirkanbersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Mereka dijadikan seperti itu bukanuntuk saling bersaing dan bermusuhan karena perbedaan budaya yang ada, tapi seharusnya mereka saling mengenal dan menerima sehingga tercipta kondisi dinamis yangmendorong ke pada perubahan yang semakin baik. Hal tersebut perludiinformasikan pada siswa karena salah satu penyebab bullying yaitu perbedaan etnis/ras,dan juga agama.Melalui pemberian informasi mengenai sosial budaya,atau agama maka diharapkansiswa mampu memahami perbedaan tersebut sebagai suatu kekuatan untuk dapat saling memberi dan berbagi bukan menjadi alasan untuk salingbermusuhan.Dan memberikan informasi kepadasiswa tentang konsekuensi yang

akan diterima siswa dari sekolah(hukuman) apabila dia terbukti melakukan tindakan bullying.

RPL BIMBINGAN DAN KONSELING BIMBINGAN KELOMPOK

Oleh : Nani Suryani I. IDENTITAS

A. Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Inderalaya Utara B. Tahun Pelajaran : 2015 – 2016 , Semester I

C. Sasaran Pelayanan : siswa kelas VIII SMP N 2 Indralaya Utara D. Pelaksana : Nani Suryani

E. Pihak Terkait : Teman sebaya sasaran layanan II. WAKTU DAN TEMPAT

A. Tanggal : 25 September 2015

B. Jam Pelayanan : Diselenggarakan di luar waktu jam pembelajaran sesuai kesepakatan Guru BK atau Konselor dengan setiap kelompok sasaran pelayanan.

C. Volume Waktu (JP) : Masing-masing kelompok dialokasikan waktu minimal 60 menit

D. Spesifikasi Tempat Belajar : Di ruang kelas masing-masing III. MATERI PEMBELAJARAN

A. Tema/Subtema : a. Tema : (5) Pribadi

b. Subtema : (3) Perilaku merokok B. Sumber Materi Layanan : dari pendapat para siswa

IV. TUJUAN ARAH PENGEMBANGAN

Memantapkan kemampuan peserta didik berkenaan dengan pentingnya bersosialisasi beserta unsur-unsur AKURS-nya.

V. METODE DAN TEKNIK

A. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok B. Kegiatan Pendukung : ---

VI. SARANA

Tidak digunakan sarana khusus

VII. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

E. Kemampuan pemahaman peserta didik berkenaan dengan perilaku merokok (dengan spesifikasi: pengertian merokok, bahaya merokok, dampak negatif perokok) beserta AKURS-nya.

F. Kemantapan prospek keterlaksanaan Perilaku merokok dalam kehidupan peserta didik sehari-hari.

L. LANGKAH KEGIATAN LAYANAN :

NO KEGIATAN LAYANAN ALOKASI WAKTU

A TAHAP PEMBENTUKAN

9. Mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk memulai kegiatan pembelajaran dengan penuh perhatian, semangat, dan penampilan mereka dengan melakukan kegiatan berpikir, merasa, menyikapi, melakukan dan bertanggung jawab berkenaan dengan materi yang dibahas

10.Menjelaskan pengertian, tujuan dan proses kegiatan layanan Bimbingan Kelompok yang sedang diselenggarakan. Di sini ditekankan aktifitas dinamika kelompok yang diharapkan dilakukan oleh seluruh peserta didik/anggota kelompok.

11.Menjelaskan bahwa kegiatan Bimbingan Kelompok yang sedang dilaksanakan merupakan kelanjutan dari layanan klasikal dengan tema kenakalan remaja dengan pokok bahasan tentang Perilaku merokok, tujuan dan hasil yang diharapkan.

12.Membangun suasana keakraban, kebersamaan untuk terbangunnya dinamika kelompok yang terbuka dengan penuh semangat.

15 Menit

B TAHAP PERALIHAN

7. Mengarahkan perhatian peserta / anggota kelompok dari suasana pembukaan ke suasana

kegiatan kelompok, yaitu membahas permasalahan yang hendak dikemukakan oleh pemimpin kelompok (PK) dalam hal ini guru BK atau Konselor

8. Menanyakan keadaan para peserta apakah telah membicarakan dengan orang tua/keluarga, apa yang dibicarakan secara klasikal minggu sebelumnya tentang perilaku merokok dan bagaimana hasilnya?

9. Dengan berbagai kegiatan tersebut (kenyataan yang terungkap pada butir no.2 di atas) menanyakan kepada peserta apakah mereka telah siap untuk membahas topik utama dalam kegiatan kelompok? Jika semuanya oke, kegiatan kelompok memasuki tahap ke-tiga. C TAHAP KEGIATAN

13.Memintamasing-masing peserta mengemukakan apa yang ditetapkan dalam materi Bahaya merokok dalam tiga spesifikasi: pengertian, penyebab dan dampak merokok bagi kesehatan. Para peserta diminta benar-benar memperhatikan dan memahami apa yang dikemukakan peserta lain, memikirkan, merasakan dan menanggapi apa yang diungkapkan itu.

14.Meminta peserta (beberapa orang) memberikan komentar umum terhadap hal-hal yang diungkapkan peserta lain.

15.Secara khusus meminta seorang peserta (dengan sukrela) mengungkapkan Apa Yang Saya Ingin Bisa bagi dirinya sendiri serta menguraikan apa yang terjadi dengan Apa Yang Saya Ingin Bisa itu, berkenaan dengan acuan (A) yang ada, kompetensi (K) yang ia miliki, usaha (U) yang akan dan telah dilakukan, perasaan (R) yang tumbuh pada dirinya, dan kesanggupan (S) untuk melakukannya.

16.Peserta lain membahas (mengomentari, dan jika perlu mengkritik, menyarankan) demi keberhasilan Apa Yang Saya Ingin Bisa, yang dikemukakan oleh kawan peserta tadi sambil membandingkan dengan kondisi yang ada pada diri si pembicara. Sebanyak – banyaknya peserta diminta untuk tampil seperti itu, sesuai dengan waktu yang tersedia. Jika waktu itu masih memungkinkan, bias diminta peserta lain mengemukakan Bahaya merokok bagi dirinya dirinya. Seperti peserta yang pertama tadi, dan selanjutnya hal itu dibahas oleh semua peserta lainnya.

17.Jika dinginkan dapat dilakukan kegiatan selingan atau ice breaking.

18.Selama tahap kegiatan pemimpin kelompok (APK) memberikan penguatan untuk membangun semangat berdinamika kelompok di antara para peserta, sambil meluruskan dan

menambahkan hal – hal yang perlu sehingga para peserta memperoleh wawasan dengan makna yang lengkap dan benar.

D KESIMPULAN

Puncak kegiatan adalah mengambil kesimpulan tentanghasil yang diperoleh para peserta berkenaan dengan materi yang dibahas, terutama dengan spesifikasi kegiatan belajar, membantu orang tua dan kegiatan lain yang perlu dilakukan peserta didik secara konsisten dan berkelanjutan, demi kehidupan keseharian secara efektif. Satu – dua orang peserta didik diminta menuliskan kondisi BMB3 yang terjadi pada diri mereka masing – masing, berkenaan dengan tanggung jawab mereka mewujudkan Pentingnya Bersosialisasi itu.

7 Menit

E PENUTUPAN

Akhir kegiatan adalah penutupan PK menyampaikan terimakasih atas berlangsungnya kegiatan dengan baik, menyampaikan kegiatan tindak lanjut ; setelah itu diakhiri dengan salam perpisahan.

Inderalaya Utara, September 2015 Konselor

Materi layanan

Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung / dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker. Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif). Alasan Orang Merokok

Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain :

Coba-coba, Ikut-ikutan, Sekedar ingin merasakan, Kesepian, Agar terlihat gaya (gengsi), Meniru orang tua, Iseng, Menghilangkan ketegangan, Biar tidak dikatakan banci, Lambang kedewasaan, Mencari inspirasi, Sebagai penghilang stres, Penghilang jenuh. Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang.

Pengertian Perokok aktif

Perokok Aktif adalah seseorang yang dengan sengaja menghisap lintingan atau gulungan tembakau yang dibungkus biasanya dengan kertas, daun, dan kulit jagung. Secara langsung mereka juga menghirup asap rokok yang mereka hembuskan dari mulut mereka. Tujuan mereka merokok pada umumnya adalah untuk menghangatkan badan mereka dari suhu yang dingin. Tapi seiring perjalanan waktu pemanfaatan rokok disalah artikan, sekarang rokok dianggap sebagai suatu sarana untuk pembuktian jati diri bahwa mereka yang merokok adalah ”keren”.

Ciri-ciri fisik seorang perokok :

Gigi kuning karena nikotin. Kuku kotor karena nikotin. Mata pedih. Sering batuk – batuk. Mulut dan nafas bau rokok.

Pengertian Perokok Pasif

Perokok Pasif adalah seseorang atau sekelompok orang yang menghirup asap rokok orang lain. Telah terbukti bahwa perokok pasif mengalami risiko gangguan kesehatan yang sama seperti perokok aktif, yaitu orang yang menghirup asap rokoknya sendiri. Adapun gejala awal yang dapat timbul pada perokok pasif :

Mata pedih, Hidung beringus, Tekak yang serak, Pening / pusing kepala Apabila perokok pasif terus-menerus ”menekuni” kebiasaanya, maka akan mempertinggi risiko gangguan kesehatan, seperti :

Kanker paru-paru,, Serangan jantung dan mati mendadak,, Bronchitis akut maupun kronis, Emfisema, Flu dan alergi, serta berbagai penyakit pada organ tubuh seperti yang disebutkan di atas.

Dalam dokumen Laporan PPL DI SMP NEGERI 2 INDRALAYA UT (Halaman 150-173)

Dokumen terkait