• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Strategi Pemasaran Bagi Perusahaan

2. Lingkungan Mikro

4.3. Analisis Data

4.3.5. Alternatif Strategi Pemasaran Bagi Perusahaan

Berdasarkan Gambar 4.2. Diagram Cartesius Analisis SWOT, bahwa CV. Rejeki Jaya berada pada posisi kuadran I. Posisi pada kuadran I ini merupakan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), dimana CV. Rejeki Jaya memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi agresif yang dapat diterapkan antara lain, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk.

Strategi penetrasi pasar dapat dilakukan melalui usaha pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, seperti memberi potongan harga kepada pelanggan tetap atau pembelian dalam jumlah yang banyak. Strategi pengembangan pasar dapat dilakukan dengan memanfaatkan media-media promosi yang ada untuk mengenalkan lebih luas lagi produk yang dihasilkan. Strategi pengembangan produk dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk asli yang dihasilkan atau berinovasi dengan menciptakan lagi produk yang baru.

Berdasarkan Tabel 4.9. Matriks SWOT pada CV. Rejeki Jaya, strategi SO merupakan strategi yang dapat diterapkan. Strategi SO merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang-peluang yang ada dalam ruang lingkup lingkungan eksternal untuk mencapai tujuan serta memperoleh keuntungan bagi CV. Rejeki Jaya. Strategi SO yang dimaksud antara lain:

1. Meningkatkan kualitas produk asli yaitu beras jenis Siangkat

2. Meningkatkan volume produksi beras.

3. Pemanfaatan media periklanan/promosi, seperti spanduk dan brosur sebagai

sarana pendukung untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.

4. Menambah jumlah SDM dan meningkatkan pelatihan bagi karyawan.

4.4. Pembahasan

Berdasarkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang didapat dari hasil penelitian, hasil analisis pada Tabel 4.6 Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) CV. Rejeki Jaya menunjukkan faktor kekuatan (strength) dengan sub total 1,8, sedangkan faktor kelemahan (weakness) dengan sub total 0,8. Sementara hasil analisis Tabel 4.7 Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS) CV. Rejeki Jaya menunjukkan faktor peluang (opportunity) mempunyai sub total 1,9 sedangkan faktor ancaman (threat) mempunyai sub total 0,8. Dari sub total IFAS dan EFAS tersebut menunjukksn bahwa posisi CV. Rejeki Jaya pada diagram cartesius pada gambar 4.2 Diagram cartesius Analisis SWOT, CV. Rejeki Jaya berada pada kuadran I yang merupakan sebuah posisi yang menguntungkan, diamana setiap kekuatan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mencapai dan merealisasikan peluang yang ada.

Strategi yang dapat diterapkan dalam posisi ini adalah strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Strategi ini dapat dilakukan melalui:

1. Penetrasi pasar, yaitu meningkatkan usaha pemasaran sebagai upaya untuk memperluas pangsa pasar dari produk yang sudah ada dan beredar di

pasar. Contohnya, memberi potongan harga kepada pelanggan tetap atau pembelian dalam jumlah banyak sebagai usaha untuk menarik minat pelanggan agar membeli produk.

2. Pengembangan pasar, yaitu mempromosikan produk-produk ke wilayah lain yang belum mengenal produk yang dihasilkan dengan memanfaatkan media-media promosi yang ada, seperti brosur, spanduk, iklan surat kabar atau spanduk-spanduk.

3. Pengembangan produk, yaitu meningkatkan kualitas produk yang ada atau menciptakan produk-produk baru yang inovatif. Contohnya, pihak CV. Rejeki Jaya harus lebih meningkatkan lagi mutu dari produk beras jenis Siangkat sebagai produki asli hasil inovasinya atau menciptakan produk baru yang lebih inovatif.

Strategi SO sebagaimana pada tabel 4.9 Matriks SWOT CV. Rejeki Jaya, dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran alternatif bagi CV. Rejeki Jaya. Strategi ini antara lain:

1. Meningkatkan kualitas produk asli yaitu beras jenis Siangkat.

CV. Rejeki Jaya memiliki produk asli hasil inovasi yang dapat digunakan untuk memperluas wilayah distribusinya. Dengan lebih meningkatkan kualitas produk beras jenis Siangkat dan memperkenalkannya ke masyarakat luas sebagai ciri khas yang tidak dimiliki usaha lain merupakan kekuatan yang dimiliki oleh usaha ini untuk memanfaatkan peluang memperluas wilayah distribusinya.

2. Meningkatkan volume produksi beras.

Meningkatkan volume produksi merupakan suatu strategi yang harus dilakukan oleh CV. Rejeki Jaya untuk merespon peluang dimana semakin meningkatnya permintaan terhadap produknya.

3. Pemanfaatan media periklanan, seperti spanduk dan brosur sebagai sarana pendukung untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.

Pemanfaatan media periklanan sangat direkomendasikan sebagai uapaya pemanfaatan peluang untuk memperluas wilayah distribusi. Dengan media periklananan, maka produk CV. Rejeki Jaya akan dikenal lebih luas lagi khususnya di wilayah yang sebelumnya tidak mengenal produknya.

4. Menambah jumlah SDM dan meningkatkan pelatihan bagi karyawan. Strategi menambah jumlah SDM ini dilakuakn dengan tujuan memanfaatkan peluang tingginya permintaan terhadap produk CV. Rejeki Jaya yang berkualitas, karena semakin tinggi permintaan tentu akan menuntut pihak perusahaan untuk menambah tingkat volume produksinya. Selain itu peningkatan pelatihan bagi karyawan juga sangat penting untuk menjaga mutu dan kualitas produk beras yang dihasilkan tetap pada kualitas terbaik.

Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya adalah produknya yang berkualitas dan produk asli hasil inovasi yang dihasilkan, sehingga menuntut usaha ini untuk terus meningkatkan volume produksinya agar tingginya permintaan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dapat terpenuhi. Untuk itu, penambahan jumlah SDM merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh

CV. Rejeki Jaya untuk menambah volume produksinya. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi karyawan juga harus dilakukakan guna meningkatkan serta menjaga mutu dan kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh usaha ini.

Melihat potensi peluang yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya, yaitu memperluas cakupan wilayah distribusinya, usaha ini harus mempertimbangkan untuk menggunakan media periklanan sebagai bentuk promosi untuk mengenalkan produk dan memperkuat image produknya dengan cakupan wilayah yang lebih luas lagi. Promosi mouth to mouth yang diterapkan belum mencapai target dengan sempurna karena promosi ini masih bergantung kepada pelanggan untuk penerapannya. Media periklanan seperti spanduk, brosur dan iklan pada surat kabar (Koran) memiliki jangkauan promosi yang lebih luas daripada promosi mouth to mouth, sehingga media periklanan ini dapat menjangkau wilayah-wilayah baru yang belum mengenal produk CV. Rejeki Jaya dan memperkuat image produk hasil produksi usaha ini.

Bab V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini, antara lain:

1. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya meliputi: a. Produk

CV. Rejeki Jaya memproduksi sebagian besar jenis beras yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, antara lain IR64, Kuku Balam (KKB), Siudang, Simotong dan Siangkat. Beras hasil produksinya ini dipasarkan dengan merek Putri Kembar. Selain itu CV. Rejeki Jaya memiliki produk hasil inovasi sendiri yaitu beras Siangkat yang sekaligus menjadi ciri khas yang dimiliki oleh usaha ini dari pesaing-pesaingnya.

b. Harga

CV. Rejeki Jaya menetapkan harga berdasarkan pertimbangan harga bahan baku gabah dan mengikuti harga beras yang beredar di pasaran sebagai standar penentuan harga produknya.

c. Promosi

Promosi yang diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah pendekatan sistem promosi mouth to mouth (mulut ke mulut).

d. Distribusi

Distribusi yang diterapkan adalah distribusi langsung dan tidak langsung, dimana distribusi berpusat pada CV. Rejeki Jaya di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun. Selain itu usaha ini juga memanfaatkan pihak-pihak yang bekerjasama dalam memasarkan produknya.

2. Strategi yang tepat guna meningkatkan volume penjualan pada CV. Rejeki Jaya.

Berdasarkan hasil Analisis oleh peneliti, CV. Rejeki Jaya berada pada posisi kuadran I pada Diagram Cartesius. Maka penerapan strategi pemasaran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) merupakan strategi yang tepat untuk dilakukan. Strategi pemasaran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) dapat diterapkan melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar serta pengembangan produk.

Untuk penerapan Growth oriented strategy, dapat dilakukan dengan hasil analisis matriks dari tabel SWOT, yaitu strategi SO. Adapun strategi SO yang dimaksud, yaitu (1) Meningkatkan kualitas produk asli yaitu beras jenis Siangkat (2) Meningkatkan volume produksi beras (3) pemanfaatan media periklanan, seperti brosur, spanduk dan media cetak sebagai sarana pendukung untuk menjual

produk CV. Rejeki Jaya (4) Menambah jumlah SDM serta meningkatkan pelatihan bagi karyawan.

5.2. Saran

1. Untuk memperluas cakupan wilayah distribusinya, CV. Rejeki Jaya harus memanfaatkan media periklanan seperti spanduk, brosur, surat kabar (koran) dalam mempromosikan produknya. Dengan pemanfaatan media-media periklanan ini, produk beras Putri Kembar akan dikenal lebih luas lagi, terutama di wilayah-wilayah baru yang sebelumnya tidak mengenal produk ini. Selain itu, hal ini juga akan membantu CV. Rejeki Jaya untuk memperkuat image produknya, yaitu beras dengan merek Putri Kembar serta akan berdampak kepada tingkat volume penjualan.

2. CV. Rejeki Jaya harus lebih meningkatkan lagi kualitas dan mutu produknya, khususnya produk asli yang dihasilkan, yaitu beras Siangkat atau menciptakan produk-produk baru yang lebih inovatif. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan lagi pelatihan bagi karyawan agar standar kualitas yang ditetapkan juga semakin meningkat.

3. Seiring dengan tujuan memperluas cakupan wilayah distribusinya, CV. Rejeki Jaya harus mempertimbangkan untuk meningkatkan tingkat jumlah produksinya agar permintaan produk dari daerah lain tetap dapat terpenuhi sehingga memungkinkan usaha untuk tetap efektif dan efisien dalam mendistribusikan produknya.

4. Meningkatkan lagi kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk dapat mendistribusikan produk beras Putri Kembar, seperti toko-toko sembako dan pasar-pasar tradisional.

5. Menggunakan pinjaman dan dari lembaga keuangan seperti bank dan koperasi untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti biaya pemeliharaan dan perbaikan mesin produksi atau biaya untuk penggantian unit mesin produksi yang sudah tidak layak pakai serta untuk menambah armada pengangkutan dalam proses distribusi atau pengantaran kepada pelanggan di wilayah yang relatif jauh dari tempat produksi.

Dokumen terkait