BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN
STRATEGI W-T Strategi yang
5. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara berbentuk Republik Federal. Amerika Serikat meliputi kawasan seluas 9.826.630 km2. Pada tahun 2006, pendapatan per kapita negara Amerika Serikat adalah US$ 43.500. Jumlah penduduk negara ini adalah 301,13 juta jiwa. Mata uang negara Amerika Serikat adalah US Dollar. Produk kertas utama yang diekspor tahun 2006 berdasarkan BPS (2006) yaitu tissue paper (913.497 kg) dan writing printing paper (3.473.419 kg).
Tabel 10. GDP Per Kapita, Populasi, Nilai Tukar serta Volume dan Nilai Ekspor Kertas Indonesia ke Amerika Serikat Tahun 1997-2006 Tahun GDP Per Kapita (US$) Populasi (Jiwa) Nilai Tukar (US$) Volume (Ton) Nilai (000 US$) 1997 22.304 275,43 1,00 31.650 18.474 1998 23.816 278,36 1,00 168.965 105.864 1999 25.406 281,27 1,00 281.015 183.850 2000 26.960 284,15 1,00 142.965 120.227 2001 28.455 287,00 1,00 164.176 121.598 2002 31.062 289,82 1,00 97.259 78.141 2003 36.030 292,62 1,00 90.500 74.383 2004 40.100 295,41 1,00 85.184 77.197 2005 42.444 298,21 1,00 116.021 95.179 2006 43.500 301,13 1,00 292.006 227.382 Sumber :Bank Indonesia, 2007 ; BPS, 2007
Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa perkembangan pendapatan per kapita dan populasi negara Amerika Serikat cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Amerika Serikat adalah negara super power dunia. Sejak awal sistem perekonomian yang dijalankannya adalah sistem perekonomian kapitalis dan kokoh di permukaan. Indikator utamanya, yaitu pengangguran dan inflasi. Namun, di sisi lain negara ini memiliki defisit perdagangan yang rendah, sehingga secara tidak langsung menggambarkan bahwa negara ini lebih banyak membeli dari negara lain daripada menjualnya.
Perekonomian negara Amerika Serikat adalah salah satu yang terpenting di dunia. Dalam hal nilai tukar, banyak negara-negara di dunia yang telah menjadikannya tolak ukur mata uangnya. Hal ini berarti bahwa berharga atau
tidaknya mata uang negara-negara tersebut ditentukan oleh Dollar Amerika, sehingga bursa saham Amerika Serikat dipandang sebagai indikator ekonomi dunia17.
Amerika Serikat adalah salah satu negara pengimpor kertas Indonesia yang volumenya terbesar setelah Malaysia. Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa volume ekspor kertas Indonesia ke Amerika Serikat berfluktuatif. Ekspor kertas Indonesia di negara tersebut bersaing ketat dengan pesaing industri sejenis dari negara Amerika Selatan. Indonesia menguasai sekitar 3,9 persen pasar ekspor kertas di negara tersebut. Walaupun produk kertas Indonesia dikenakan tuduhan dumping oleh negara Amerika Serikat, namun volume ekspor kertas Indonesia ke negara Amerika Serikat cenderung meningkat. Tuduhan ini sangat merugikan citra Indonesia di pasar internasional. Tuduhan ini dilakukan sebagai upaya persaingan serta semakin berkurangnya bahan baku yang dapat diproduksi di negara tersebut sehingga menyebabkan menutupnya perusahaan kertas di negara tersebut. Dengan demikian, Indonesia berpeluang untuk meningkatkan ekspor kertas ke negara tersebut.
5.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aliran Perdagangan Kertas Indonesia ke Negara-negara Tujuan Ekspor
5.2.1 Pengujian Asumsi
Pengujian asumsi dalam analisis regresi berganda dilakukan karena didasarkan pada beberapa asumsi yang harus dipenuhi yaitu uji normalitas, uji homoskedastisitas dan uji multikolinieritas. Jika ada (paling tidak satu) asumsi dalam model regresi yang tidak dapat terpenuhi oleh fungsi regresi yang diperoleh, maka kebenaran pendugaan model tersebut diragukan. Namun
17
sebaliknya, jika semua asumsi yang mendasari model tersebut terpenuhi , maka suatu fungsi regresi yang diperoleh dari hasil perhitungan penduga dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dari koefisien regresi adalah penduga tak bias linier terbaik (BLUE).
1. Normalitas
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov (Lampiran 6). Hasil pengujian pada taraf lima persen diperoleh nilai KShitung
sebesar 0,059. Hasil yang diperoleh ini lebih kecil jika dibandingkan dengan KStabel yaitu sebesar 0,198. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas sudah terpenuhi.
2. Homoskedastisitas
Berdasarkan gambar plot residual (Lampiran 6) terlihat bahwa data tersebar, artinya data tersebut berada di posisi dibawah nol maupun diatas nol. Data tersebut juga tidak menggambarkan suatu pola tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian menunjukkan asumsi homoskedastisitas sudah terpenuhi.
3. Multikolinieritas
Multikolinieritas merupakan hubungan linier yang sama kuat antara peubah-peubah bebas dalam persamaan regresi berganda. Kekuatan suatu multikolinieritas pada suatu regresi, dapat dilihat melalui nilai VIF (Variance Inflation Factors). Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa nilai VIF (Lampiran 5) pada masing-masing variabel bebas adalah kurang dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas. Dengan demikian, hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa asumsi multikolinieritas sudah terpenuhi.
5.2.2 Pendugaan Model Aliran Perdagangan Kertas Indonesia ke Negara-negara Tujuan Ekspor
Aliran perdagangan kertas pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan model analisis regresi berganda. Model ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ekspor kertas Indonesia ke negara-negara tujuan. Volume ekspor kertas Indonesia ke masing-masing negara tujuan (Xij) sebagai variabel tidak bebas. Variabel bebas meliputi GDP per kapita negara tujuan (Yj), populasi negara tujuan (Nj), jarak antara negara Indonesia dengan negara tujuan (Dij), harga kertas Indonesia di negara tujuan (Pj), nilai tukar mata uang negara tujuan terhadap Dollar Amerika (ERj) dan tuduhan dumping (DM).
Ketepatan model yang digunakan diuji dengan menggunakan uji statistik, yaitu uji t-hitung, uji f-hitung dan koefisien determiasi yang disesuaikan R-Sq (adj). Uji ini dilakukan pada masing-masing parameter agar diperoleh model yang terbaik. Hal ini dikarenakan parameter-parameter yang digunakan masih merupakan penduga. Dengan demikian, model tersebut diharapkan dapat menjelaskan dengan baik hubungan antara faktor-faktor gravity sebagai variabel bebas dengan volume ekspor kertas Indonesia sebagai variabel tidak bebas dalam aliran perdagangannya.
Berdasarkan hasil analisis regresi gravity model dengan metode Ordinary Least Square (OLS), model aliran perdagangan kertas Indonesia diperoleh persamaan sebagai berikut :
Log Xij = 4,27 + 0,727 Log Yj + 0,388 Log Nj – 0,915 Log Dij – 2,68 Log Pj + 0,0093 Log ERj – 0,105 DM
Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aliran Perdagangan Kertas Indonesia, Tahun 2006
Variabel Koefisien t-hitung P-value VIF
GDP per kapita negara tujuan 0,7268 5,52 0,000 1,5 Populasi negara tujuan 0,38753 4,62 0,000 1,2 Jarak antar negara -0,9155 -5,21 0,000 1,1 Harga kertas di negara tujuan -2,6789 -6,02 0,000 1,1 Nilai tukar mata uang negara tujuan 0,00932 0,19 0,852 1,4 Tuduhan dumping (dummy) -0,1048 -0,57 0,574 1,2 R-Sq = 74,3%
R-Sq (adj) = 70,4% Fhitung = 19,23 Ftabel = 2,34 ttabel = 1,645
Hasil analisis regresi faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan kertas Indonesia (Tabel 11), diperoleh koefisien determinasi disesuaikan R-Sq (adj) sebesar 70,4 persen. Hal ini berarti bahwa 70,4 persen perubahan volume ekspor kertas Indonesia dapat diterangkan oleh variasi peubah-peubah dalam model. Sedangkan sisanya sebesar 29,6 persen diterangkan oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam model.
Berdasarkan uji F yang digunakan, diperoleh nilai Fhitung sebesar 19,23 pada taraf nyata lima persen. Nilai tersebut jika dibandingkan dengan nilai Ftabel, maka Fhitung tersebut lebih besar nilainya dari Ftabel. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel-variabel bebas seperti GDP per kapita, populasi negara tujuan, jarak antar negara, nilai tukar terhadap Dollar Amerika dan dummy dalam model berpengaruh nyata terhadap variabel tidak bebas. Dengan demikian, berarti pula bahwa seluruh variabel bebas dapat menjelaskan dengan baik variasi perubahan volume ekspor kertas Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor.
Uji-t pada hasil analisis regresi faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan kertas Indonesia, diperoleh variabel-variabel yang berpengaruh nyata pada taraf lima persen (signifikan pada tingkat kepercayaan 95 persen)
terhadap aliran perdagangan kertas Indonesia. Variabel-variabel yang berpengaruh nyata tersebut adalah GDP per kapita negara tujuan, populasi negara tujuan, jarak antar negara Indonesia sebagai pengekspor dengan negara tujuan ekspor dan harga kertas Indonesia di negara tujuan. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah nilai tukar mata uang negara tujuan terhadap Dollar Amerika dan tuduhan dumping terhadap produk kertas Indonesia. Analisis pengaruh variabel bebas pada hasil regresi gravity model faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan kertas Indonesia, dijelaskan sebagai berikut :