• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

B. Anak Didik Lapas Kutoarjo

1. Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo

Lembaga Permasyarakatan Anak Kutoarjo merupakan Lapas khusus

yang membina pelaku tindak pidana anak daerah Daerah Istimewa

Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sejarahnya, dahulu lapas anak ini merupakan

lapas umum, namun setelah 8 Juni 1979 dialihkan fungsi sebagai Lapas Anak

khusus Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Keputusan Menteri

Kehakiman Republik Indonesia No. J.S.4/5/16/ Tahun 1979). Lapas Anak

Kutoarjo memiliki kapasitas tampung kurang lebih sebanyak 135 anak,

dengan pembagian atas 3 blok yaitu blok A, B, dan C.

Anak didik di Lapas Anak Kutoarjo dibedakan dalam 3 golongan,

yaitu:

a. Anak Pidana

Warga binaan dikatakan sebagai Anak Pidana berdasarkan dari

keputusan pengadilan untuk menjalani hukuman pidana di Lapas anak

maksimal berumur 18 Tahun. Di Lapas Anak, anak pidana dibagi dalam

beberapa kategori, antara lain:

1) Anak Pidana B I, adalah anak binaan permasyarakatan yang menjalani

masa pidana primer selama lebih dari setahun.

2) Anak Pidana B IIa, adalah anak binaan permasyarakatan yang

menjalani masa pidana primer antara 4 bulan hingga 1 tahun.

3) Anak Pidana B IIb, adalah anak binaan permasyarakatan yang

12

4) Anak Pidana B III adalah anak binaan pemasyarakatan yang menjalani

masa pidana pengganti denda/subsider.

b. Anak Negara

Anak Negara ditentukan berdasarkan keputusan pengadilan

diserahkan pada negara untuk dididik dan ditempatkan di Lapas anak

paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.

1) Anak Sipil, yaitu anak yang atas permintaan orangtua atau walinya

memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di Lapas anak paling

lama sampai berumur 18 tahun (UU No. 12 Tahun 1995 tentang

Pemasyarakatan).

2) Selain itu ada pula Anak Tahanan, yaitu anak yang masih dalam proses

persidangan dan menunggu keputusan hakim mengenai vonis

hukuman yang diberikan.

2. Golongan dan Batasan Pidana

Sebaran statistik anak didik dapat dilihat berdasarkan golangan

13

Tabel 1

Golongan Pidana Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan

Anak Kutoarjo

Kategori Anak Pidana Anak

Negara Anak Tahanan Total B I B IIa B IIb B III Jenis Kelamin Laki- laki 75 11 2 0 20 4 114 Perempuan 1 1

Dikutip dari: Data Golongan Pidana Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga

Pemasyarakatan Anak Kutoarjo per bulan Juli 2011

Batasan tindak pidana yang dilakukan oleh anak didik berdasarkan

Undang-Undang yang berlaku antara lain :

a. Pelanggaran terhadap ketertiban umum dikenakan pasal 158-181 KUHP

b. Kesusilaan dikenakan Pasal 281-297 KUHP

c. Perlindungan Anak dikenakan Pasal 81-82 UU no. 23 Tahun 2002

d. Pembunuhan dikenakan Pasal 338-340 KUHP

e. Penganiayaan dikenakan Pasal 351-356 KUHP

f. Pencurian dikenakan Pasal 362-364 KUHP

g. Perampokan dikenakan Pasal 365 KUHP

h. Penggelapan dikenakan Pasal 372 KUHP

14

3. Kegiatan Sehari-hari Anak Didik

Anak didik pemasyarakatan memiliki kegiatan yang bersifat

harian, dan bersifat mingguan. Kegiatan harian mereka dapat dilihat pada

tabel dibawah ini:

Tabel 2

Kegiatan Sehari-hari anak Didik

Lapas Anak Kutoarjo

No. Waktu Kegiatan Harian Keterangan

1. …. – 05.30 Bangun Tidur dan Bersih Kamar

(buka kamar) Kerja di dapur mulai dari jam 4.30 sampai selesai Pelayanan makan bagi penghuni: - pagi : 07.00 - siang : 11.30 - sore: 16.30 2. 05.30-06.00 Senam pagi 3. 06.00-06.30 Mandi pagi 4. 06.30-07.00 Makan Pagi 5. 07.00-07.30 Persiapan Kerja 6. 07.30-11.00 Kerja dapur Kerja luar Kerja kebun

Kerja keterampilan Kejar paket A/B/

C

Kerja halaman dalam

Asimilasi

15

7. 11.00-11.30 Istirahat

8. 11.30-12.00 Makan siang

9. 12.00-12.30 Sholat dzuhur

10. 12.30-15.00 Istirahat (masuk kamar)

11. 15.00-16.00 Angin-angin/ permainan (buka

kamar)

12. 16.00-16.30 Mandi sore

13. 16.30-17.00 Makan Sore

14. 17.00 - Masuk kamar

15. 21.00 - Wajib tidur

4. Program di Lapas Anak Kutoarjo

a. Tamping

Lapas Anak Kutoarjo memiliki program yang disebut

Tamping. Tamping adalah anak didik yang mendapatkan kepercayaan

dan dipilih oleh petugas yang kemudian bertugas membantu petugas

untuk mengurusi beberapa hal yang sesuai dengan status Tamping

yang dimilikinya. Semua kegiatan, seperti kerja di dapur, sampai kerja

di halaman dalam dilakukan oleh Tamping. Pemilihan dan

pengangkatan Tamping dilakukan dengan cara yang resmi dan

mendapat rekomendasi serta persetujuan dari Kepala Lembaga

Permasyarakatan. Adapun syarat untuk menjadi seorang Tamping

16

selama penahanan, dan dapat dipercaya oleh petugas yang berwenang.

Selain itu pengangkatan Tamping diupayakan oleh Lapas berdasarkan

potensi dan minat yang dimiliki masing-masing anak didik. Kegiatan

lain yang dilakukan oleh sebagian besar anak yang tidak menjadi

Tamping dan tidak terdaftar dalam Pendidikan Kejar Paket maupun

kursus keterampilan biasanya hanya berupa nongkrong, merokok,

nonton televisi ataupun bermain dengan temannya.

b. Asimilasi

Selain bekerja menjadi seorang Tamping, ada juga program

asimilasi yang diadakan oleh Lapas. Program bertujuan untuk

mendekatkan para anak didik dengan masyarakat sekitar, salah satunya

dengan cara bekerja di tempat pencucian kendaraan yang dimiliki

Lapas. Tempat pencucian kendaraan tersebut saat ini bernama Q-Lab.

Maksud dari asimilasi ini adalah supaya anak didik dapat belajar

berkomunikasi dengan masyarakat sekitar.

c. Kejar Paket

Lapas Kutoarjo memiliki program kejar paket yang

diperuntukkan pada anak didik yang berminat untuk melanjutkan

jenjang pendidikan. Kejar paket yang disediakan oleh Lapas adalah

Kejar Paket A, B dan C. Pelaksanaan kejar paket ini merupakan hasil

kerja sama antara Lapas dengan pemerintah dan yayasan pendidikan

setempat. Pengadaan guru pengajar dan alat tulis juga merupakan

17

pada program kejar paket ini adalah sistem rolling, dimana tenaga

pengajar yang bertugas bergantian secara rutin untuk mengurangi rasa

jenuh belajar pada anak didik. Program kejar paket ini bukanlah

merupakan program wajib yang diikuti oleh anak didik, namun anak

didik memiliki kebebasan untuk mengikuti kejar paket atau tidak.

d. Motivasi dan pendampingan

Lapas Anak Kutoarjo secara terjadwal memiliki program

memberikan motivasi maupun pendampingan secara spiritual kepada

anak didik. Tujuan dari diadakannya program ini supaya anak didik

memiliki motivasi yang lebih baik setelah selesai menjalani masa

hukuman dan dapat memaknai masa hukuman dengan lebih positif.

Motivator yang biasa dipanggil oleh Lapas berasal dari mantan pelaku

tindak pidana dan tokoh agama.

5. Fasilitas

a. Besuk

Lapas Anak Kutoarjo menetapkan hari besuk yaitu pada hari

Senin dan Kamis. Pada hari tersebut, anak didik diberikan kesempatan

untuk bertemu dengan keluarga maupun saudara mulai pukul 09.00

hingga pukul 14.00. Bagi anak didik yang mendapat besukan dari

orang tua maupun saudara mendapatkan bebas tugas maupun kegiatan

18

b. Blok

Anak didik yang tinggal di Lapas Anak dibagi dalam beberapa

blok. Pembagian blok tersebut berdasarkan urutan kedatangan dan

ketersediaan blok yang kosong. Lapas Kutoarjo memiliki blok yang

berukuran besar dan kecil serta blok untuk anak didik putri. Blok besar

dapat menampung hingga 8 orang, sedangkan blok yang kecil hanya

dapat menampung maksimal 6 orang. Selain itu terdapat blok tikus,

blok ini digunakan untuk memberikan efek jera pada anak yang

melanggar peraturan Lapas. Blok Tikus ini hanya untuk 1 orang, dan

didalamnya hanya ada lantai tanpa ada kamar mandi ataupun lampu.

Menurut penuturan beberapa anak didik, Blok Tikus tersebut kadang

digunakan untuk menghukum anak didik yang melanggar peraturan

dengan jangka waktu maksimal 1 minggu.

Dokumen terkait