BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Penulis memberikan saran sebagai berikut :
5.2.1 Untuk pencapaian hasil keperawatan yang diharapkan, diperlukan hubungan yang baik dan keterlibatan pasien dan keluarga.
5.2.2 Dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan yang profesional alangkah baiknya diadakan seminar atau suatu pertemuan yang membahas tentang masalah kesehatan yang ada pada pasien.
5.2.3 Pendidikan dan pengetahuan perawat secara berkelanjutan perlu ditingkatkan baik secara formal dan informal. Kembangkan dan tingkatkan pemahaman perawat terhadap konsep pasien secara komprehensif sehingga mampu menerapkan asuhan keperawatan dengan baik.
90
DAFTAR PUSTAKA
ADP, S. G. (2019). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: CV Trans Info Media.
Ardiansyah. (2019). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan pola tidur Pasien Penderita Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSU H.
Adam Malik. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Aspiani, Y. (2019). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Kardiovaskuler.
Jakarta: EGC.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur . Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Doengoes, M. E. (2019). Rencana Asuhan Keperawatan . Jakarta: EGC.
Hidayat, A. A. (2019).
Metodologi Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
Irianto, K. (2019). Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular.
Bandung: ALFABETHA
Julianti. (2009). Bebas Hipertensi Dengan Terapi. Jakarta: Puspa Swara. Lubis, M. (2019).
Pengaruh Dukungan Keluarga Gangguan Pola Tidur Terapi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Indrapura Kabupaten Batu Bara. 6.
Mahmudah, S.d. (2019). Hubungan Gaya Hidup dan Pola makan Dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok. 44.
Mubarak, A., & Iqbal, W. (2019). Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.
Muttaqin, A. (2019). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.
Novian, A. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diit Pasien Hipertensi. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Nugraha, A. (2019). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah : Diagnosis NANDA Intervensi NIC Hasil NOC. Jakarta: EGC.
93
Lampiran 3
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TENTANG HIPERTENSI
Pokok Bahasan : Hipertensi
Sasaran : Tn. S dan Keluarga Tempat : Kediaman Tn. S di Bades Hari/Tanggal : Senin/01 Februari 2021
Waktu : 1 x 30 menit
Penyuluh : Siti Aisyah
A. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan kesehatan selama 1x 30 menit diharapkan Ny. S dan keluarga mampu mengerti tentang hipertensi.
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan 1x pertemuan, diharapkan Ny. S dan keluarga mampu :
1. Menjelaskan pengertian hipertensi. dengan benar.
2. Menjelaskan penyebab hipertensi dengan benar.
3. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi. dengan benar.
4. Menjelaskan hal-hal yang meningkatkan hipertensi. dengan benar.
5. Menjelaskan diit pada hipertensi. dengan benar.
B. Materi Pembelajaran Pokok bahasan : Hipertensi.
C. Metode Pembelajaran a. Ceramah
b. Tanya jawab / Diskusi D. Sasaran
Tn. S dan Keluarga E. Media
Leaflet
94
F. Susunan Acara
Tabel 5.1 Susunan Acara
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 5 Menit Pembukaan :
a) Memberi salam b) Perkenalan
c) Menjelaskan tujuan penyuluhan hipertensi.
a) Menjawab salam b) Mendengarkan dan
memperhatikan.
2. 15 menit Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara beruntun dan teratur.
Materi :
a) Menjelaskan tentang pengertian hipertensi
b) Menjelaskan penyebab hipertensi c) Menjelaskan tanda dan gejala
hipertensi
d) Menjelaskan tentang diet hipertensi e) Menjelaskan pencegahan hipertensi
a) Mendengarkan dan menyimak
pembicara.
b) Bertanya pada penyuluh bila masih ada yang belum jelas.
3. 9 menit Evaluasi :
a) Meminta kepada peserta untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara.
b) Menyimpulkan.
Bertanya dan
menjawab pertanyaan.
4. 1 menit Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab salam
G. Evaluasi
Bentuk tes tanya jawab lisan di akhir penyuluhan yaitu : a. Menjelaskan tentang pengertian hipertensi
b. Menjelaskan tentang penyebab hipertensi c. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi d. Menjelaskan tentang komplikasi
e. Menjelaskan tentang pencegahan hipertensi f. Menjelaskan tentang penanggulangan hipertensi g.
95
H. Referensi
Saifudin, D. M. 2018. Asuhan Keperawatan Pada Tn. S yang mengalami Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Gangguan pola tidur Di puskesmas Lumajang KTI.
MATERI PENYULUHAN 1. Pengertian
Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan hipertensi. Menurut Departemen Kesehatan RI (1990) Hipertensi didefinisikan sebagai suatu peninggian yang menetap daripada tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg.
Peninggian tekanan darah yang terus menerus yang merupakan gejala klinis karena hal tersebut dapat menunjukkan keadaan seperti hypertensi heart disease arteriole nefrosclerosis. Jadi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg.
2. Penyebab Osteoarthritis 1. Asupan garam yang tinggi 2. Strees psikologis
3. Faktor genetik (keturunan) 4. Kurang olahraga
5. Pola hidup yang tidak baik seperti merokok dan alkohol
6. Pola Makan (kolesterol tinggi) menyebabkan penyempitan pembuluh darah
7. Faktor Usia 8. Kegemukan
3. Tanda-Tanda dan Gejala Hipertensi
Adapun tanda-tanda gejala pada hipertensi antara lain 1. Kepala pusing
2. Gemetar
96
3. Sering marah - marah 4. Jantung berdebar-debar
5. Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg 6. Keringat berlebihan
7. Gangguan penglihatan 8. Rasa berat ditekuk 9. Sukar tidur
4. Pencegahan Hipertensi
1. Periksakan tekanan darah secara teratur ke pelayanan kesehatan terdekat 2. Diet hipertensi
3. Menjaga keseimbangan berat badan
4. Hindari minum-minuman keras (alkohol) dan kurangi/hentikan merokok 5. Istirahat yang cukup
6. Hindari strees
7. Olahraga yang teratur 5. Komplikasi Hipertensi
a. Penyakit jantung koroner b. Gagal jantung
c. Stroke d. Gagal ginjal
6. Penatalaksanaan Hipertensi 1. Perubahan gaya hidup
2. Mengurangi konsumsi garam
3. Melakukan olahraga secara teratur dan dinamik ( jalan kaki, senam, jogging, bersepeda, maupun berkebun)
4. Menghentikan kebiasaan merokok 5. Mengurangi kebiasaan minum kopi 6. Menjaga kestabilan berat badan 7. Menghindari stres
8. Pengaturan diet
9. Makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertensi :
97
10. Sumber karbohidrat seperti biscuit, singkong, roti, tepung, mie, tapioca, nasi
11. Sumber protein nabati seperti tahu, temped an kacang-kacangan
12. Sumber vitamin (buah dan sayuran) seperti buah jeruk, pisang, melon, tomat
13. Makanan yang dibatasi 14. Garam dapur
15. Makanan yang diawetkan dengan garam seperti ikan asin, asinan 16. Makanan yang tinggi lemak dan kolesterol
98
Lampiran 4 Leaflet Hipertensi
APAKAH TEKANAN DARAH TINGGI ITU?
Adalah gangguan pada sistem pembuluh darah yang
ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Nilai yang
lebbih tinggi (sistolik) menunjukkan fase darah yang dipompa oleh jantung, nilai yang
lebih rendah (diastolik) menunjukkan fase darah kembali ke
jantung.
BAGAIMANA TANDA DAN GEJALA
• Sakit kepala
• Mudah marah
• Telinga berdengung
• Mata terasa berat atau pandangan kabur
Mudah lelah
• Susah tidur
• Terasa sakit di tengkuk
• Tekanan darah lebih dari normal
APA YANG MENYEBABKAN TEKANAN DARAH TINGGI
Gaya hidup tak sehat
o Konsumsi garam berlebih o Merokok
o Minum-minuman beralkohol o Kurang olahraga
Kegemukan
Stres / banyak pikiran
AKIBAT LANJUT DARI DARAH TINGGI?
1. Penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah
2. Penyakit jantung
3. Serangan otak /stroke
4. Pengelihatan menurun
5. Gangguan gerak dan keseimbangan
6. Kerusakan ginjal
7. Kematian
CARA MENCEGAH KOMPLIKASI DARAH TINGGI
1. Berat badan ideal
2. Makan makanan yang bergizi 3. Olahraga teratur
4. Mengubah kebiasaan hidup (kurangi merokok, minum kopi
5. Kurangi makan berlemak tinggi dan tinggi bergaram
6. Kontrol teratur ke puskesmas/ Fasilitas kesehatan
7. Hindari stress
8. Dekatkan diri pada Allah
99
DIET HIPERTENSI
Makanan yang harus dihindari :
• Otak, ginjal, paru, jantung, daging, kambing
• Makanan yang diolah menggunakan garam natrium
- Crackers, pastries, dan kue
- Krupuk, kripik dan makanan kering yang asin
• Makanan dan minuman dalam kaleng: sarden, sosis, kornet, sayuran dan buah-buahan dalam kaleng
• Makanan yang diawetkan: dendeng, abon, ikan asin, ikan pindang, udang kering, telur asin, telur pindang, selai kacang, acar, manisan buah
• Mentega dan keju
• Bumbu-bumbu: kecap asin, terasi, petis, garam, saus tomat, saus sambel, tauco dan bumbu penyedap lainnya
• Makanan yang mengandung alkohol misalnya: durian, tape
Dari penelitian diketahui bahwa diet natrium, dapat menurunkan rata-rata tekanan darah sistolik dan tekanan diastolik Pembatasan garam sekitar 2000 mg natrium/ hari dianjurkan untuk pengelolaan diet pada kebanyakan penderita hipertensi.
P
ERHATIAN!
“Periksalah tekanan darah Anda
secara teratur”
OLEH:
Siti Aisyah
Politeknik Kesehatan Kerta
Cendekia
100
Lampiran 5
FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA
1. Data Umum
1. Kepala Keluarga (KK) :
...
2. Alamat dan telepon :
...
...
3. Pekerjaan KK :
...
4. Pendidikan KK :
...
5. Komposisi keluarga :
No N
a m a
J K
Hub.
kelua rga denga n KK
Umur Pendi
k an
Status Imunisasi B C
G
Polio DPT Hepatitis C
a m p a k
K 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 et
Genogram
101
6. Tipe Keluarga :
...
7. Suku bangsa :
...
8. Agama :
...
9. Status social ekonomi keluarga
Jumlah pendapatan perbulan :
...
...
Sumber pendapatan perbulan :
...
...
Jumlah pengeluaran perbulan :
...
...
...
10. Aktivitas rekreasi keluarga
...
...
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
...
12. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
...
...
13. Riwayat kesehatan keluarga inti
...
...
102
14. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
...
...
...
3. Data lingkungan 15. Karakteristik rumah
...
...
...
...
...
16. Karakteristik tetangga dan komunitasnya
...
...
...
...
...
17. Mobilitas geografis keluarga
...
...
...
...
18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dalam masyarakat
...
...
...
...
103
19. System pendukung keluarga
...
...
4.
Struktur keluarga
20. Struktur peran
...
...
...
...
21. Nilai atau norma keluarga
...
...
...
...
22. Pola komunikasi keluarga
...
...
...
...
23. Struktur kekuatan keluarga
...
...
...
...
5.
Fungsi keluarga
24. Fungsi ekonomi
...
...
104
25. Fungsi mendapatkan status social
...
...
26. Fungsi pendidikan
...
...
...
...
27. Fungsi sosialisasi
...
...
...
...
28. Fungsi pemenuhan kesehatan
...
...
29. Fungsi religious
...
...
30. Fungsi rekreasi
...
...
31. Fungsi reproduksi
...
...
32. Fungsi afeksi
...
...
105
6.
Stress dan koping keluarga
33. Stressor jangka pendek dan panjang
...
...
...
34. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
...
...
35. Strategi koping yang dugunakan
...
...
36. Strategi adaptasi disfungsional
...
...
7. Pemeriksaan tiap individu
...
...
...
...
...
8. Harapan keluarga
...
...
...
...
...