• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Feasibility dan Bankability Galangan Kapal

Ada beberapa tahapan yang harush dilakukan oleh bank dalam menentukan apakah

sebuah permohonan kredit diterima atau tidak. Diantara tahapan-tahapan tersebut adalah

analisa feasibility dan analisa bankability. Analisisa feasibility atau disebut juga feasibility

study adalah analisa yang dilakukan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh

dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau sebuah proyek. Sedangkan analisa bankability

adalah analisa yang dilakukan untuk menilai kegiatan usaha atau proyek dapat memenuhi atau

tidak persyaratan-persyaratan bank dalam permohonan sebuah kredit. Berikut uraian tentang

analisa feasibility dan analisa bankability yang telah dilakukan.

Analisa Feasibility

Terdapat beberapa aspek yang dianalisa dalam melakukan analisa feasibility yaitu:

aspek hukum, aspek manajemen, aspek teknis, aspek sosial dan lingkungan, aspek pemasaran,

dan aspek keuangan. Untuk mengefisiensikan proses permohonan kredit, pada umumnya

tidak semua aspek akan dianalisa, sehingga analisa hanya dilakukan pada aspek-aspek yang

benar-benar dibutuhkan saja dalam proses penilaian permohonan kredit. Pada penelitian ini,

aspek yang dianalisa meliputi aspek legalitasm aspek teknis dan produksi, aspek pemasaran,

dan aspem keuangan. Berikut hasil analisa feasibility galangan kapal yang dilakukan pada

pembiayaan pembangunan kapal ikan 30 GT:

4.6.1.1. Aspek Legalitas

Hasil analisa menunjukkan bahwa galangan kapal sudah beberapa kali menjalankan

proyek pembangunan kapal milik instansi pemerintah sedangkan dalam menjalankan proyek

pemerintah aspek legalitas harus terpenuhi seperti SIUP dan NPWP. Selain itu proses

produksi yang dilakukan galangan kapal kayu juga tidak bertentangan dengan peraturan dan

norma yang berlaku. Maka dapat disimpulkan bahwa galangan kapal kayu memenuhi aspek

legalitas.

4.6.1.2. Aspek Teknis dan Produksi

Hasil analisa aspek teknis menunjukkan bahwa galangan kapal melakukan proses

produksi dengan baik dan lancar. Hal ini terbukti dengan banyaknya pesanan kapal yang

dibangun dan lancarnya proses produksi tanpa ada kapal yang terbengkalai atau gagal

dibangun. Maka dapat disimpulkan bahwa galangan kapal kayu memenuhi aspek teknis dan

produksi.

4.6.1.3. Aspek Pemasaran

Hasil analisa aspek pemasaran menunjukkan bahwa galangan kapal memiliki peluang

pasar yang cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesanan kapal baik dari instansi

pemerintah maupun swasta. Selian itu dengan adanya proyek pembangunan kapal ikan

pemerintah yang selama empat tahun kedepan membuktikan bahwa peluang pasar galangan

kapal cukup baik. Sedangkan untuk persaingan dalam pemasaran, sejauh ini

galangan-galangan kapal kayu sepanjang Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang terlihat ramai oleh

aktifitas produksi, artinya persaingan pasar pada pembangunan kapal kayu masih terbilang

longgar. Maka dapat disimpulkan bahwa galangan kapal kayu memenuhi aspek pemasaran.

4.6.1.4. Aspek Keuangan

Pada umumnya analisa aspek keuangan akan membahas tentang kelayakan investasi

dimana analisa tersebut dilakukan perhitungan net present value, payback periode, dan

macam-macam metode analisa kelayakan investasi lainnya. Namun pada kreditt modal kerja

konstruksi analisa keuangan lebih fokus pada kemampuan galangan kapal dalam melakukan

pembayaran kembali atau tidak. Hal ini dapat dianalisa melalui berbagai data keuangan

seperti biaya produksi, Rencana Anggaran Biaya (RAB), skema pembayaran proyek,

kebutuhan modal, proyeksi arus kas, dan lain-lain. Beberapa tahapan telah dilakukan seperti

pada simulasi penerapan kredit yang telah dilakukan pada bab sebelumnya dimana didapatkan

kesimpulan bahwa galangan kapal mendapatkan keuntungan pada proyek pembangunan kapal

ikan 30 GT sebesar 9,43% jika tanpa menggunakan kredit. Dalam analisa proyeksi arus kas

kredit menunjukkan bahwa galangan kapal dapat membayar tagihan baik pokok maupun

bunga kredit komersial dan masih menyisakan keuntungan sebesar 8,40%. Status kredit

tersebut adalah Lancar (L), artinya galangan kapal masih memenuhi aspek keuangan sehingga

dapat disimpulkan galangan kapal feasible pada aspek keuangan.

4.6.1.5. Kesimpulan Analisa Feasibility

Hasil dari analisa feasibiliy yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai

berikut:

Tabel 4.6-1: Hasil Analisa Feasibility

Aspek Hasil Analisa

Legalitas Feasible

Teknis dan Produksi Feasible

Pemasaran Feasible

Keuangan Feasible

Tabel 4.6-1 menunjukkan rangkuman hasil analisa feasibility galangan kapal dimana dari

keempat aspek penilaian yaitu: legalitas, teknis dan produksi, pemasaran, dan keuangan,

didapatkan hasil bahwa semua aspek tersebut feasible. Maka, dapat disimpulkan bahwa

pembangunan kapal ikan 30 pada galangan kapal kayu dinyatakan feasible.

Analisa Bankability

Analisa bankability adalah analisa yang digunakan bank untuk mengetahui calon

debitur apakah layak untuk mendapatkan kredit sesuai persyaratan yang ada atau tidak.

Analisa kredit dilakukan berdasarkan pada prinsip-prinsip pemberian kredit yaitu 5C;

character, capacity, capital, condition, dan colleeteral. Berikut uraian tentang analisa

bankability yang telah dilakukan:

4.6.1.6. Character

Analisa karakter adalah analisa yang dilakukan terkait dengan identitas dan reputasi

calon debitur. Hal-hal yang dianalisa antara lain adalah reputasi calon debitur pada

perkreditan, hal ini dapat dianalisa karena setiap debitur akan tercatat dalam Sistem Informasi

Debitur (SID), sehingga track rechord debitur dapat dilacak dengan mudah oleh bank. Dari

track rechord tersebut dapat diketahui karakter debitur apakah pernah mengambil sebuah

kredit atau tidak. Jika debitur pernah mengambil kredit juga dapat diketahui kualitas kredit

yang pernah diambil. Dalam SID juga terdapat daftar hitam atau black list debitur yang

melakukan kredit macet atau kabur dari tanggung jawab sebagai debitur. Selain berdasarkan

SID, bank juga akan menganalisa tentang pengalaman debitur menjalankan usahanya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, maka galangan kapal kayu memiliki karakter

yang baik karena belum pernah menggunakan kredit dan sudah menjalankan usaha turun

temurun.

4.6.1.7. Capacity

Analisa capacity adalah analisa galangan kapal terkait dengan kapasitas produksi dan

kemampuan produksi galangan kapal. Hasil observasi menunjukkan bahwa galangan kapal

kayu memiliki kapasitas pembangunan kapal mencapai lima buah kapal per tahun dengan

ukuran kapal mencapai 30 GT dengan keuntungan per pembangunan rata-rata mencapai 5%.

Maka dapat disimpulkan bahwa galangan kapal memiliki kapasitas yang baik.

4.6.1.8. Capital

Analisa capital adalah analisa kepemilikan modal galangan kapal. Analisa capital

dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan galangan kapal mulai dari neraca

keseimbangan galangan, laporan untung rugi galangan, alur kas galangan, dan perhitungan

repayment capacity atau kemampuan galangan kapal membayar kembali kredit apabila

galangan kapal diberi kredit sejumlah tertentu. Berdasarkan hasil observasi yang telah

dilakukan didaptkan kesimpulan bahwa galangan tidak memiliki modal yang cukup sehingga

dapat dapat disimpulkan bahwa galangan memiliki capital yang tidak memenuhi persyaratan

bank.

4.6.1.9. Condition

Analisa condition adalah analisa kondisi usaha galangan kapal. Analisa umumnya

berupa kondisi usaha saat ini, kondisi perekonomina setempat, dan hambatan usaha. Dari hasil

observasi didapatkan bahwa galangan kapal kayu tidak memilki permasalahan dengan kondisi

yang ada saat ini dibuktikan dengan proses produksi yang berjalan lancar tanpa ada kendala

yang berarti. Maka dapat disimpulkan bahwa galangan kapal memiliki kondisi yang baik.

4.6.1.10. Collateral

Analisa collateral adalah analisa pada aset yang akan dijadikan sebagai sebagai agunan

oleh galangan kapal. Mengingat galangan kapal tidak memiliki tanah dan bangunan yang

dapat dijadikan sebagai jaminan kredit, maka dapat disimpulkan bahwa galangan tidak

memiliki collateral yang cukup untuk memenuhi persyaratan kredit bank.

4.6.1.11. Kesimpulan Analisa Bankability

Tabel 4.6-2: Hasil Analisa Bankability

Prinsip Pemberian Hasil Analisa

Character Memenuhi

Capacity Memenuhi

Capital Tidak Memenuhi

Condition Memenuhi

Colleteral Tidak Memenuhi

Tabel 4.6-2 menunjukkan rangkuman hasil analisa bankability galangan kapal. Dari

hasil analisa diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan kapal ikan 30 GT pada

galangan kapal kayu unbankable atau tidak memenuhi persyaratan kredit bank.