• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Analisa Data

4.7 Analisa Kinerja Lalu Lintas

Analisa kinerja lalu lintas dihitung pada tahun 2012 yaitu ketika Mal Ciputra World Surabaya mulai beroperasi. Untuk mendapatkan volume lalu lintas pada tahun 2017 dilakukan peramalan volume lalu lintas. peramalan volume lalu lintas adalah peramalan yang hanya memperhitungkan pertumbuhan lalu lintas secara alami.

Perhitungan yang dilakukan untuk menentukan kinerja lalu lintas adalah menghitung derajat kejenuhan (DS) untuk ruas jalan Mayjend Sungkono di depan pintu masuk dan keluar parkir mobil akibat tarikan perjalanan yang terjadi pada saat mal beroperasi. Untuk keperluan perhitungan DS, diperlukan data keluar masuk parkir mobil yang didapatkan dari manajemen mal.

Tabel 4.25 Data Parkir Keluar Masuk Ciputra World Surabaya

no Jam Jumlah mobil Persentase

Masuk Keluar Akumulasi Masuk Keluar Akumulasi

1 09.30 - 10.30 137 49 88 4,63 1,67 2,96 2 10.31 - 11.30 230 164 184 7,77 4,56 6,17 3 11.31 - 12.30 290 192 282 9,79 ,6,53 9,43 4 12.31 - 13.30 232 191 323 7,84 ,6,50 10,77 5 13.31 - 14.30 238 175 386 8,04 ,5,95 12,86 6 14.31 - 15.30 207 238 355 6,99 8,10 11,75 7 15.31 - 16.30 198 276 277 6,69 9,39 9,05 8 16.31 - 17.30 231 294 214 7,80 10,00 6,85 9 17.31 - 18.30 241 210 245 8,14 7,14 7,85 10 18.31 - 19.30 396 259 382 13,37 8,81 12,41 11 19.31 - 20.30 378 354 406 12,77 12,04 13,14 12 20.31 - 21.30 183 568 21 6,18 19,32 0,00 2961 2940 100 100

Sumber : Manajemen Mal

4.7.1 Analisa Ruas Jalan Mayjend Sungkono Di Depan Pintu Masuk Parkir Mobil

Dengan melihat tabel 4.16 dapat diketahui besar pembebanan lalu lintas. Sehingga didapatkan kondisi kritis ruas Jalan Mayjend Sungkono di depan pintu masuk parkir mobil, yaitu:

Perhitungan kapasitas jalan : a. Kapasitas Dasar ( C0 )

Dari tabel 2.5 didapat nilai Co untuk arus lalu lintas satu arah per lajur sebesar 1650 smp/jam.

b. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Lebar Jalur Lalu Lintas (FCw) Dari tabel 2.10 didapat nilai FCw sebesar 1,00.

c. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Pemisahan Arah (FCsp)

Untuk jalan terbagi dan jalan satu arah, dari tabel 2.7 faktor penyesuaian kapasitas akibat pemisah adalah 1,00.

d. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Hambatan Samping (FCSF)

Karena Jalan Mayjend Sungkono 6 Lajur 2 arah dan memiliki kereb maka didapatkan dari tabel 2.9 nilai FCSF adalah :

FC6, SF = 1 – 0,8 (1 – FC4, SF)

= 1 – 0,8 (1 – 0,92) = 0,936

e. Faktor Penyesuaian Kapasitas FCcs Untuk Ukuran Kota

Menentukan FCcs untuk ukuran kota dengan menggunakan tabel 2.10 dan didapat nilai FCcs sebesar 1,04.

maka didapat nilai kapasitas untuk kondisi arus lalu lintas satu arah adalah sebesar :

C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCS Dimana :

CO = 1650 per lajur =1650 x 3

= 4950 Smp/jam . . (Tabel 2.5 Kapasitas dasar)

FCW = 1 . . (Tabel 2.6 Faktor penyesuaian lebar jalur) FCSP = 1 . . (Tabel 2.7 Penyesuaian arah lalu lintas) FCSF = 0,936 . . (Tabel 2.8 Penyesuaian kereb dan bahu jalan) FCCS = 1,04 . . (Tabel 2.9 Penyesuaian ukuran kota)

Berdasarkan dari hasil analisa data tabel 4.8, jumlah Sepeda motor (MC), kendaraan ringan (LV), dan kendaraan berat (HV) pada Jalan Mayjend Sungkono tahun 2012 didapatkan total arus sebagai berikut :

1. Volume lalu lintas pada saat jam puncak pagi 08:00 – 09:00 adalah :

MC = 699 Smp/jam

LV = 2411 Smp/jam

HV = 1 Smp/jam

Total (Q) = 3111 Smp/jam

Pembebanan lalu lintas akibat parkir mobil :

Pada pukul 08.00 – 09.00 mal belum beroperasi. Jadi tidak ada penambahan atau pengurangan lalu lintas.

Sehingga derajat kejenuhan Setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi sebagai berikut :

DSpagi =

=

= 0,65 < 0,85

2. Volume lalu lintas pada saat jam puncak siang 11:15 – 12:15 adalah :

MC = 724 Smp/jam

LV = 2263 Smp/jam

HV = 2 Smp/jam

Total (Q) = 2989 Smp/jam

Pembebanan lalu lintas yang terjadi :

Dari persentase parkir masuk parkir mobil dikalikan dengan jumlah tarikan yang terjadi adalah sebagai berikut:

9,79% x 3434 = 336 mobil = 336 smp/jam

Sehingga derajat kejenuhan setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi sebagai berikut : MC = 724 Smp/jam LV = 2263 – 336 = 1927 Smp/jam HV = 2 Smp/jam Total (Q) = 2721 Smp/jam DSsiang =

=

= 0,55 < 0,85

3. Volume lalu lintas pada saat jam puncak sore 17:00 – 18:00 adalah :

MC = 802 Smp/jam

LV = 2972 Smp/jam

HV = 0 Smp/jam

Total (Q) = 3774 Smp/jam

DSsore =

=

= 0,78 < 0,85

Pembebanan lalu lintas yang terjadi :

Dari persentase parkir masuk parkir mobil dikalikan dengan jumlah tarikan yang terjadi adalah sebagai berikut:

Sehingga derajat kejenuhan setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi sebagai berikut : MC = 802 Smp/jam LV = 2972 – 268 = 2704 Smp/jam HV = 0 Smp/jam Total (Q) = 3560 Smp/jam DSsore =

=

= 0,72 < 0,85

Hasil analisa di atas dapat dicantumkan dalam tabel 4.17 seperti di bawah ini : Tabel 4.26 Hasil Analisa DS Akibat Akses Masuk Parkir Setelah Pembebanan Lalu

Lintas Tahun 2012

Waktu puncak Q awal Q akhir Kapasitas (C) DS awal DS akhir

08:00 – 09:00 3483 3483 4819 0,65 0,65

11:15 – 12:15 2989 2558 4819 0,62 0,55

17:00 – 18:00 3774 3431 4819 0,78 0,72

Sumber : Hasil Analisa Data

4.7.2 Analisa Ruas Jalan Mayjend Sungkono di Depan Pintu Keluar Parkir Mobil

Dengan melihat tabel 4.16 dapat diketahui besar pembebanan lalu lintas. Sehingga didapatkan kondisi kritis ruas Jalan Mayjend Sungkono di depan pintu keluar parkir mobil, yaitu:

Perhitungan kapasitas jalan : a. Kapasitas Dasar ( C0 )

Dari tabel 2.5 didapat nilai Co untuk arus lalu lintas satu arah per lajur sebesar 1650 smp/jam.

b. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Lebar Jalur Lalu Lintas (FCw) Dari tabel 2.6 didapat nilai FCw sebesar 1,00.

c. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Pemisahan Arah (FCsp)

Untuk jalan terbagi dan jalan satu arah, dari tabel 2.7 faktor penyesuaian kapasitas akibat pemisah adalah 1,00.

d. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk Hambatan Samping (FCSF)

Karena Jalan Mayjend Sungkono 6 Lajur 2 arah dan memiliki kereb maka didapatkan dari tabel 2.9 nilai FCSF adalah :

FC6, SF = 1 – 0,8 (1 – FC4, SF)

= 1 – 0,8 (1 – 0,92) = 0,936

e. Faktor Penyesuaian Kapasitas FCcs Untuk Ukuran Kota

Menentukan FCcs untuk ukuran kota dengan menggunakan tabel 2.10 dan didapat nilai FCcs sebesar 1,04.

Maka didapat nilai kapasitas untuk kondisi arus lalu lintas satu arah adalah sebesar :

C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCS CO = 1650 per lajur =1650 x 3

= 4950 Smp/jam . . (Tabel 2.5 Kapasitas dasar)

FCW = 1 . . (Tabel 2.6 Faktor penyesuaian lebar jalur) FCSP = 1 . . (Tabel 2.7 Penyesuaian arah lalu lintas) FCSF = 0,936 . . (Tabel 2.8 Penyesuaian kereb dan bahu jalan) FCCS = 1,04 . . (Tabel 2.9 Penyesuaian ukuran kota)

Berdasarkan dari hasil analisa data tabel 4.8 lalu lintas, jumlah Sepeda motor (MC), kendaraan ringan (LV), dan kendaraan berat (HV) pada Jalan Mayjend Sungkono tahun 2012 didapatkan total arus sebagai berikut :

1. Volume lalu lintas pada saat jam puncak pagi 08:00 – 09:00 adalah :

MC = 699 Smp/jam

LV = 2411 Smp/jam

HV = 1 Smp/jam

Total (Q) = 3111 Smp/jam

DSpagi =

=

= 0,65 < 0,85

Pembebanan lalu lintas :

a) Akibat parkir mobil pada pukul 08.00 – 09.00 mal belum beroperasi. Jadi tidak ada penambahan atau pengurangan lalu lintas.

b) Berdasarkan tabel 4.9 volume lalu lintas kendaraan yang berputar arah dari timur ke barat pada pukul 08.00 – 09.00 :

MC = 26 Smp/jam

LV = 83 Smp/jam

HV = 0 Smp/jam

Total (Q) = 109 Smp/jam

Sehingga derajat kejenuhan setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi sebagai berikut :

MC = 699 + 26 = 725 Smp/jam

LV = 2411 + 83 = 2494 Smp/jam

Total (Q) = 3220 Smp/jam

DSpagi =

=

= 0,67 < 0,85

2. Volume lalu lintas pada saat jam puncak siang 11:15 – 12:15 adalah :

MC = 724 Smp/jam

LV = 2263 Smp/jam

HV = 2 Smp/jam

Total (Q) = 2989 Smp/jam

DSsiang =

=

= 0,62 < 0,85

Pembebanan lalu lintas :

a) Akibat parkir mobil pada pukul 11:30 – 12:30 : 6,53% x 3434 = 224 mobil = 224 smp/jam

b) Berdasarkan tabel 4.9 volume lalu lintas kendaraan yang berputar arah dari timur ke barat pada pukul 11:15 – 12:15 :

MC = 33 Smp/jam

LV = 108 Smp/jam

HV = 0 Smp/jam

Sehingga derajat kejenuhan setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi adalah sebagai berikut :

MC = 724 + 33 = 757 Smp/jam

LV = 2263 + 224 + 108 = 2595 Smp/jam

HV = 2 + 0 = 2 Smp/jam

DSsiang =

=

= 0,70 < 0,85

3. Volume lalu lintas pada saat jam puncak sore 17:00 – 18:00 adalah :

MC = 802 Smp/jam

LV = 2972 Smp/jam

HV = 0 Smp/jam

Total (Q) = 3774 Smp/jam

DSsiang =

=

= 0,78 < 0,85

Pembebanan lalu lintas :

a) Akibat parkir mobil pada pukul 16.30 – 17.30 : 10,00% x 3434 = 343 mobil = 343 smp/jam

b) Berdasarkan tabel 4.9 volume lalu lintas kendaraan yang berputar arah dari timur ke barat pada pukul 17.00 – 18.00 :

MC = 46 Smp/jam

LV = 95 Smp/jam

HV = 0 Smp/jam

Total (Q) = 141 Smp/jam

Sehingga derajat kejenuhan setelah pembebanan lalu lintas yang terjadi sebagai berikut :

MC = 802 + 46 = 848 Smp/jam

LV = 2972 + 343 + 95 = 3410 Smp/jam

HV = 0 + 0 = 0 Smp/jam

DSsore =

=

= 0,89 > 0,85

Hasil analisa di atas dapat dicantumkan dalam tabel 4.18 seperti di bawah ini : Tabel 4.27 Hasil Analisa DS Akibat Akses Keluar Parkir Setelah Pembebanan Lalu

Lintas Tahun 2012

Waktu puncak Q awal Q akhir Kapasitas (C) DS awal DS akhir

08:00 – 09:00 3111 3220 4819 0,65 0,67

11:15 – 12:15 2989 3418 4819 0,62 0,70

17:00 - 18:00 3774 4355 4819 0,78 0,89

Sumber : Hasil Analisa Data

Dokumen terkait