• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Matriks SWOT

Dalam dokumen BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 29-37)

Langkah selanjutnya setelah mendapatkan nilai pada matriks External Factor Evaluation (EFE) dan Internal Factor Evaluation (IFE) adalah membuat perumusan strategi dengan menggunakan matriks Strengths – Weakness – Opportunities – Threats (SWOT Matrix) atau dikenal juga sebagai matriks Kekuatan – Kelemahan – Peluang – Ancaman. Data untuk membuat matriks ini menggunakan data pada analisa awal ( The Input Stage). Langkah pembuatan matriks SWOT adalah salah satu dari bagian Tahap kedua yaitu The Matching Stage dimana analisa yang dilakukan akan mendapatkan strategi alternatif untuk perusahaan.

Perumusan analisi matriks SWOT dapat dilihat pada bagan berikut : Kekuatan (Strengths)

- S -

1. Tingkat kapasitas sarana seperti komputer dan mesin yang dimiliki

2. kualitas produk dies yang dihasilkan

3. Kesesuaian Jumlah karyawan yang berhubungan langsung

dengan produksi dengan kapasitas produksi yang dibutuhkan

4. Skill Designer

5. Skill Operator CAD CAM sebagai pembuat data nc

6. Skill staff ahli pengecekan dan proses try out die

7. Tersedianya tenaga ahli yang bisa menjadi trainer

8. Kondisi komputer dan perangkat lunak untuk pembuatan rancangan dies

9. Kondisi komputer dan perangkat lunak untuk pembuatan data nc (CAD CAM) 10. Standard Operation Procedure (SOP) 11. Kegiatan Continuous Improvement (QCC) 12. adanya teknologi pengeukuran kualitas panel secara Kelemahan (Weakness) - W - 1. tingkat terjadinya kesalahan dalam melakukan pendisainan dies (Design) 2. tingkat terjadinya kesalahan dalam melakukan pembuatan data nc untuk permesinan (CAD CAM) 3. tingkat terjadinya kesalahan dalam melakukan proses permesinan dilapangan (Machining) 4. tingkat terjadinya kesalahan dalam melakukan proses finishing dan menyetingan akhir (Finishing & Try Out)

5. Kesesuaian antara kapasitas produksi saat ini dengan output ynag dihasilkan

6. Kesesuaian kapasitas produksi maksimal antar seksi yang ada

7. Tingkat produktifitas karyawan dalam bekerja

8. Skill operator mesin 9. Kondisi mesin yang

ada saat ini

10. Teknologi Mesin NC yang tersedia

komputerisasi

13. ketersediaan budget untuk investasi teknologi

14. ketersediaan budget untuk peningkatan skill karyawan mendapatkan

internal ataupun eksternal training

15. kondisi keuangan perusahaan yang sangat kuat untuk investasi

16. komitmen manajemen untuk peningkatan teknologi permesinan dan pengecekan dies

17. Komitmen manajemen untuk mempertahankan sertifikasi ISO 9001 18. Komitmen manajemen untuk mempertahakan sertifikasi ISO 14000 mengenai lingkungan 19. Komitmen manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan guna meningkatkan moral karyawan 11. Peningkatan efisiensi untuk meminimalisasi biaya produksi pembuatan die tanpa

mengurangi kualitas

Peluang (Opportunities) - O -

1. Semakin tingginya permintaan pembuatan press body die

2. Kebutuhan pasar akan teknologi permesinan secara komputerisasi

Strategi SO

- Memaksimalkan kapasitas produksi untuk pembuatan disain dies dan pembuatan nc data dengan

Strategi WO

- Lakukan investasi mesin nc untuk meratakan kapasitas produksi antar seksi. (W5,W6,W9,W10,

3. Banyaknya keluaran model mobil terbaru dari berbagai Negara

4. Tingginya tingkat ekspor mobil dari dalam negeri

5. Kebutuhan tenaga operator siap pakai

6. Faktor kepercayaan yang sudah terbentuk di TMC

7. Program AOTS dan ICT untuk peningkatan skill SDM

8. Terbukanya

kesempatan untuk mendapatkan order pekerjaan non Toyota 9. Terbukanya peluang

investasi

10. Tingginya kebutuhan akan jasa Pendisainan dan pembuatan NC Data

11. Pembuatan Pattern NC Data dari bahan styrofoam (Poly NC) 12. Tingginya permintaan

Pembuatan Chacking Fixture untuk pengecekan panel jadi 13. Kebutuhan system

komputersisasi pengecekan panel

14. Program transfer teknologi pembuatan die dari Toyota Motor Corp (TMC)

menerima order dari luar (selain toyota).

(S1,S4,S5,S8,S9, O1,O2,O8,O10) - Lakukan peningkatan kualitas dies dengan memaksimalkan teknologi komputer yang ada

(S8,S9,S12, O12, O13) - buat alternative bisnis baru untuk pembuatan checking fixture (S7,S12,S13,S19, O8,O9,O12,O13)

- Buat program pelatihan untuk transfer teknologi dari TMC

(S14,S15,S16,S19, O7,O14)

O9,O14)

- Buat program trining peningkatan skill kerja (W1,W2,W3,W4,W8, O7,O14)

Ancaman (Threats) - T -

1. Persaingan Harga pembuatan Dies dibandingkan dengan perusahaan lain sesame Toyota grup

2. Adanya

ketergantungan

maintenance mesin dan software dari luar negeri (Jepang dan Thailand)

3. Sistem Birokrasi eksport yang terlalu sulit di Indonesia

4. Persaingan waktu pembuatan Dies dengan perusahaan lain

5. Persaingan harga dengan perusahaan Die Maker lain

6. Pasokan bahan baku dari supplier internasional 7. Belum pulihnya perekonomian Negara 8. Persaingan tingkat efektifitas proses dengan Toyota Motor Thailand

Strategi ST

- Tingkatkan daya saing melalui efisiensi dan kualitas (S2,S4,S5,S10, T1,T4,T5,T8) - Buat program peningkatan aktifitas QCC (S11,S17,S17, T1,T4,T5,T8)

- Buat program training untuk administrator software (S13,S14,S15, T2)

Strategi WT

- Lakukan kerja sama pertukaran teknologi dengan sesama group Toyota di luar negeri (W1,W2,W3,W4, T1,T4,T5,T8)

- optimalkan kapasitas atau lakukan sub kontrak (W1,W2,W3,W4, T1,T4,T5,T8)

Pada kolom tiap strategi tabel diatas dapat dilihat terdapat keterangan dalam tanda kurung. Keterangan tersebut maksudnya adalah kesesuaian atara item yang ada pada kolom S, W, O, T. sebagai contoh keterangan (S1,O2), artinya strategi yang dikeluarkan dengan melihat factor kekuatan (S) nomor 1 yang sesuai dengan factor Peluang (O) nomor 2.

Berdasarkan analisa dengan menggunakan matriks SWOT , dapat disimpulkan beberapa strategi alternative. Strategi-strategi tersebut dibagi dalam 4 bagian, antara lain :

• Strategi SO ( Strengths – Opportunities )

- Memaksimalkan kapasitas produksi untuk pembuatan disain dies dan pembuatan nc data dengan menerima order dari luar (selain toyota). Dengan menjalankan strategi ini maka kapasitas produksi di tiap seksi bisa lebih maksimal, karena kondisi saat ini kapasitas produksi maksimal ada di proses disain dan pembuatan data nc (CAD CAM). Proses memaksimalkan kapasitas produksi ini bisa dengan cara menerima order dari luar tanpa mengganggu proyek internal Toyota yang ada.

- Lakukan peningkatan kualitas dies dengan memaksimalkan teknologi komputer yang ada. Poin ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi software yang dimiliki, mulai dari proses disain, pembuatan data nc (CAD CAM) sampai dengan pengecekan

dengan menggunakan teknologi komputer untuk proses pengukuran. Sehingga dengan strategi ini perusahaan dapat meningkatkan persaingan kualitas dies baik sesame die maker internal Toyota ataupun industri dalam negeri.

- buat alternative bisnis baru untuk pembuatan checking fixture. Strategi ini direkomendasikan karena tingkat kebutuhan akan pembuatan checking fixture (CF) panel mobil semakin tinggi dan perusahaan memiliki teknologi serta skill sdm yang tinggi yang belum dimiliki oleh perusahaan lain. Dan jua melihat kapasitas produksi CF yang masih memungkinkan

- Buat program pelatihan untuk transfer teknologi dari TMC. Program ini bertujuan agar SDM yang dimiliki perusahaan terus mengikuti perkembangan teknlogi yang ada di TMC dan juga dalam rangka memanfaatkan kesempatan yang diberikan leh TMC

• Strategi WO (Weakness – Opportunities )

- Lakukan investasi mesin nc untuk meratakan kapasitas produksi antar seksi. Dengan investasi mesin baru maka kapasitas produksi tiap seksi bisa lebih merata. Dan dengan investasi ini pula akan meningkatkan kualitas dan efisiensi waktu proses permesinan.

- Buat program trining peningkatan skill kerja. Program ini lebih mengarah pada peningkatan skill operator mesin untuk menyesuaikan teknologi saat ini

• Strategi ST (Strengths – Threats )

- Tingkatkan daya saing melalui efisiensi dan kualitas. Peningkatan daya saing dengan meningkatkan efisiensi kerja baik itu dari waktu proses, penggunaan bahan baku, dan menekan terjadinya banyak kesalahan pada proses produksi. Program ini dapat diintegrasikan dengan program cost reduction yang sedang dilakukan perusahaan saat ini.

- Buat program peningkatan aktifitas QCC. Buat program QCC yang berkelanjutan, sehingga aktifitas contiuous improvement tidak terhambat dan tiap karyawan dapat terus terasah skill serta meningkatkan sense of improve-nya

- Buat program training untuk administrator software. Dengan memiliki staff ahli untuk menjadi administrator khusus software maka baiya maintenance ke depannya dapat lebih diefisienkan. Serta jika terjadi masalah-masalah kecil yang bisa mengganggu jalannya produksi dapat langsung ditangani tanpa menunggu staff maintenance dari luar negeri.

- Lakukan kerja sama pertukaran teknologi dengan sesama group Toyota di luar negeri. Poin ini sangat berpengaruh untuk menekan angka kesalahan yang terjadi di tiap prosesnya. Karyawan akan mengenal budaya kerja di negar lain dan menerapkan budaya positifnya di perusahaan sehingga bisa menurunkan tingkat reject dan meningkatkan kualitas

- optimalkan kapasitas atau lakukan sub kontrak. Poin ini membutuhkan perhitungan yang lebih mendalam. Proses pengoptimalan kapasitas dengan melihat kapasitas maksimal di tiap seksi. Jika seksi selanjutnya tidak bisa menampung kapasitas maka dilakukan sub kontrak.

Dalam dokumen BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 29-37)

Dokumen terkait