• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA DAN PEMBAHASAN

F. Analisa pemahaman dari hasil wawancara

Pembahasan hasil wawancara akan dimulai dari soal-soal level I yaitu pada soal-soal dimana partisipan sebagian besar memberikan kesalahan dalam menjawab soal pilihan ganda nomor 1 dan 2 serta soal uraian nomor 3b.

Soal ini memulai pembahasan untuk soal-soal yang termasuk soal level I. Soal ini menguji pemahaman partisipan mengenai tekanan. Dalam soal disajikan keadaan akhir dari empat balon yang pada keadaan awalnya sama bentuk dan jenis bahannya dan kemudian diisi dengan jumlah gas yang berbeda tetapi jenis gasnya sama. Partisipan diminta memilih balon manakah yang memiliki tekanan paling besar. Dari hasil tes tertulis, persentase pemahaman hanya mencapai 22,22%. Dari wawancara terungkap bahwa pemahaman partisipan tidak tepat mengenai tekanan sehingga konsep mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Partisipan mengetahui besarnya tekanan ditentukan oleh besarnya gaya dan luas permukaaan. Ini menjadi pengetahuan awal partisipan karena pernah mempelajari tekanan sebelumnya seperti itu. Pemikiran ini muncul sebagai pemahaman yang menurut partisipan bisa di aplikasikan untuk menyelesaikan soal mengenai tekanan udara. Sebab luas permukaan balon berbentuk luas permukaan ruangan sehingga menurut partisipan terkait dengan volumenya. Tetapi partisipan tidak memahami bahwa gas atau udara dalam ruang tertutup melakukan tekanan ke segala arah. Dalam hal ini menekan dinding balon, sehingga balon membesar. Berikut ini pernyataan partisipan nomor 8 mengenai hal tersebut:

1. Analogi yang akan saya gunakan adalah memompa ban kempes. Bila pompa didesakkan sedikit ke bawah, menggelembungnya akan besar atau kecil ?

2. Sedikit…jadi kecil. 3. Kalau sampai mentok ? 4. Besar

5. Apa istilah desakan itu ? 6. Tekanan

7. Apa jawabanmu di soal nomor 1? 8. A

10. Ya

11. Bisa dijelaskan bagaimana itu terjadi ?

12. Bila semakin kecil permukaan maka tekanan semakin besar 13. Yakin ?

14. Ya, yakin

15. Maksudnya kecil permukaan itu bagaimana ? 16. Permukaan keseluruhan dari balon itu. 17. Jadi yang kamu maksud ruangannya ?

18. Ya, kan ruangannya lebih sempit dibandingkan lainnya 19. Kapan kita tadi memberikan tekanan besar ?

20. Ketika mendesakkan pompa mentok ke bawah 21. Menggelembungnya ban besar atau kecil ? 22. Besar

Pernyataan yang serupa juga diungkapkan oleh partisipan nomor 18, berikut ini hasil wawancaranya:

1. Balon yang mana yang menurutmu memiliki tekanan paling besar ? 2. Yang A

3. Balon yang paling kecil ya ? 4. Ya

5. Bagaimana bisa ?

6. Karena semakin kecil balon menandakan bahwa tekanan udaranya semakin besar

7. Saya akan mencontohkan peristiwa memompa ban kempes dan pandanglah ban kempes itu sebagai sebuah balon. Kalau pompa didesakkan sedikit, menggelembung ban akan besar atau kecil ?

8. Besar

9. Langsung besar ? 10. Tidak…

Selanjutnya, partisipan nomor 28 dalam wawancaranya mengungkapkan pernyataan sebagai berikut:

19. Tetap milih balon yang kecil yang memiliki tekanan paling besar ? 20. Ya

21. Mengapa ?

22. Menurut saya kalau ruangan semakin sempit akan memiliki tekanan udara yang besar 23. Kok bisa ?

24. Ruangannya kan sempit sementara partikelnya banyak jadi ya banyak tumbukan sehingga tekanannya akan menjadi besar.

25. Kalau dimasukkan gas ke dalam balon, volume gasnya bagaimana ? 26. Volume gasnya bertambah, makanya tekanannya kecil

27. Yakin ? 28. Ya, yakin.

29. Apakah karena pernyataan bahwa P berbanding terbalik dengan V ? 30. Ya

32. Bertambah

33. Oke. Kita cukupkan pembahasan kita untuk nomor satu ini.

Wawancara dengan partisipan nomor 33 tentang hal ini, hasilnya sebagai berikut:

1. Balon manakah yang menurutmu memiliki tekanan paling besar ? 2. Balon yang paling kecil

3. Bagaimana bisa ?

4. Karena volume balon nomor 1 paling kecil sehingga tekanan udara paling besar 5. Apakah volume selalu berbanding terbalik dengan tekanan ?

6. Ya

7. Pernahkah meniup balon ? 8. Pernah

9. Apa yang kita masukkan ke dalam balon ? 10. Udara

11. Bagaimana udara yang sudah ada di dalam balon, mendesak dinding balon tidak ? 12. Ya

13. Volumenya akan menjadi besar atau kecil setelah sejumlah udara mengisi balon ? 14. Semakin besar

15. Kalau jumlah udaranya ditambah, desakan tadi semakin kuat atau tidak ? 16. Semakin kuat

17. Apa istilah desakan itu ? 18. Tekanan

19. Kalau udara terus menerus ditambahkan ke dalam balon, apa yang akan terjadi ? 20. Balon meletus

21. Kenapa bisa meletus ?

22. Permukaan balon tidak kuat menahan desakan udara di dalam balon 23. Apakah dalam hal ini, volume berbanding terbalik dengan tekanan ? 24. Tidak

25. Kalau begitu mana yang seharusnya memiliki tekanan paling besar ? 26. Balon nomor 4

Keempat partisipan itu mengungkapkan bahwa indikasi besarnya tekanan dapat dipandang dari ruangan balon sempit ataukah luas. Ini artinya tekanan terkait dengan volume yang selalu memiliki hubungan berbanding terbalik. Sementara hubungan P berbanding terbalik dengan V tidak sesuai diterapkan dalam peristiwa yang dijelaskan di soal ini. Volume itu sendiri menurut partisipan terkait dengan luas permukaan balon. Ini berawal dari pemahaman partisipan bahwa besarnya tekanan ditentukan oleh gaya dan luas permukaan. Oleh partisipan, pemahaman P berbanding

terbalik oleh V menurut mereka bisa diterapkan, sehingga mereka memilih balon kecillah yang memiliki tekanan besar.

Dari hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa partisipan tidak memiliki pemahaman yang tepat untuk penyelesaian soal yang menyangkut tekanan padahal soal yang dihadapi begitu dekat dengan kejadian yang sering mereka temui. Setelah lebih lanjut partisipan menerima pengertian baru mengenai hubungan antara P dan V yang berbanding terbalik, maka pengertian ini mereka terapkan pada semua kejadian yang berkaitan dengan tekanan.

F.2. Soal pilihan ganda nomor 2

Soal ini berhubungan dengan konsep gas secara mikroskopik. Soal disajikan dalam bentuk peristiwa ketika Rina memperhatikan sel asap melalui sebuah mikroskop. Ia melihat bintang yang menyerupai titik-titik cahaya yang tampil bergerak secara acak. Partisipan mengetahui bahwa yang bergerak adalah partikel. Dari gambaran peristiwa tersebut, partisipan diukur kemampuannya apakah memahami dengan baik dan benar penyebab gerakan acak dari partikel. Dari hasil tes tertulis, persentase menjawab benar hanya 22,22%. Lima partisipan yang diwawancarai tidak berhasil menjawab benar soal ini termasuk partisipan yang pandai. Dari hasil wawancara terungkap dua hal yang menyebabkan partisipan tidak mampu menjawab. Pertama, pemahaman partisipan masih rancu mengenai antara istilah molekul dan istilah partikel. Kedua, partisipan belum pernah mengalami

langsung peristiwa mengamati sel asap di bawah mikroskop sehingga kesulitan bagi mereka untuk membayangkannya.

Hasil wawancara dengan partisipan nomor 1, 8 dan 12 menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang konsep partikel dan konsep molekul sudah cukup baik. Hanya saja untuk menjelaskan mengapa partikel bergerak acak, partisipan nomor 1 mengungkapkan bahwa gerakan acak tersebut disebabkan oleh tumbukan antara molekul-molekul udara dengan partikel-partikel asap. Berikut ini hasil wawancara dengan partisipan nomor 1:

31. Kamu menjawab apa no 2 ini ? 32. C.

33. Apa pernyataannya ?

34. Molekul-molekul udara bertumbukan dengan partikel asap

35. Pengamatan dengan mikroskop elektron tersebut, pastinya obyek yang kita amati adalah sel asap. Apakah jawabanmu tidak akan berubah ?

36. Berarti itu asap dalam sel ya ?

37. Ya. Apakah ada interaksi dengan molekul udara ? 38. Belum tahu…sepertinya tidak

39. Lalu tumbukan dengan siapa partikel asapnya ? 40. Dengan dinding sel asap

Pernyataan serupa bahwa gerakan acak partikel disebabkan adanya tumbukan antara molekul-molekul udara dengan partikel-partikel asap diberikan oleh partisipan nomor 8, berikut ini hasil wawancaranya:

29. Lihat jawabanmu untuk soal nomor 2 ini kamu menjawab apa ? 30. Molekul-molekul udara bertumbukan dengan partikel – partikel asap 31. Bagaimana itu bisa terjadi ?

32. Partikel-partikel asap itu menyatu dan berbaur dengan udara

33. Pernah melakukan pengamatan sel asap di bawah mikroskop elektron? 34. Belum

35. Yang diamati adalah sel asap, mungkinkah partikel-partikel asap berbaur dengan udara ? 36. Tidak tahu…tapi sepertinya tidak berbaur dengan udara

Sedangkan partisipan nomor 12 menyatakan bahwa gerakan acak dari partikel disebabkan oleh terjadinya tumbukan antara partikel asap yang satu dengan partikel asap yang lain. Seperti dalam wawancara berikut ini:

13. Mungkin gak di dalam sel asap terjadi tumbukan ? 14. Mungkin

15. Antara apa dengan apa ? 16. Antar sesama partikel 17. Begitukah ?

18. Ehmm…

19. Tadi yang diamati sel asap kan ? 20. Dengan pembatas ruangan

21. Pembatas itu dinamakan apa, coba baca lagi soalnya ? 22. Dinding sel asap

Sedikit berbeda pemahaman dari partisipan nomor 18 mengenai molekul. Menurutnya, baik molekul dan partikel bukanlah bagian dari zat tetapi benar menurutnya bahwa molekul merupakan kumpulan dari partikel. Berikut ini hasil wawancara pada partisipan nomor 18:

1. Nomor 2 kamu menjawab apa ? 2. C

3. Bisa kamu jelaskan kepadaku mengenai partikel ? 4. Partikel itu suatu zat yang dapat berdiri sendiri 5. Partikel itu merupakan bagian dari suatu zat kan ? 6. Bukan

7. Kalau molekul ?

8. Molekul kumpulan dari partikel 9. Molekul juga bukan bagian dari zat 10. Bukan

11. Partikel bisa bergerak ? 12. Bisa

13. Bagaimana geraknya ? 14. Acak

15. Kenapa ?

16. Jarak antar partikel jauh, jadi leluasa bergerak 17. Apa sebab geraknya acak ?

18. Partikel-partikel asap bertumbukan dengan molekul-molekul udara 19. Bagaimana itu bisa terjadi ?

20. Jarak antar molekul udara juga renggang jadi memungkinkan partikel asap bercampur dengan molekul udara.

21. Pernah mengamati sel asap di bawah mikroskop ? 22. Belum

23. Berarti kamu membayangkan peristiwa mengamati sel asap di bawah mikroskop seperti itu ? 24. Ya

Berbeda lagi dengan pemahaman yang diungkapkan oleh partisipan nomor 28 mengenai molekul dan partikel. Menurutnya, molekul merupakan penyusun dari partikel. Tetapi ketika diminta mendefinisikan arti partikel, partisipan bisa mengatakan bahwa partikel adalah bagian terkecil dari suatu zat. Berikut ini hasil wawancara dengan partisipan nomor 28:

19. Bagaimana dengan molekul, apakah molekul itu bisa dikatakan sama dengan partikel 20. Tidak

21. Kenapa ?

22. Molekul lebih kecil dari partikel

23. Jadi molekul itu yang menyusun partikel ? 24. Ehm..ya

25. Baik, kita kembali membahas partikel yang bisa bergerak tadi. Partikel dengan geraknya yang acak tadi, bisakah terjadi tumbukan ?

26. Kalau dengan sesama partikel tidak mungkin tumbukan 27. Lho…kenapa tidak mungkin

28. Karena dalam suatu ruangan itu kan partikel-partikel saling bergerak acak, yang satu ke sini, yang satu kesana, ada yang bergerak ke atas, ada yang bergerak ke bawah, jadi mereka tidak akan saling bertumbukan.

29. Wah, partikelnya pandai ya seperti manusia yang banyak terkumpul dalam satu ruangan bergerak bebas bahkan berlari tapi tidak akan saling bertumbukan karena kalau melihat akan bertumbukan lalu menghindar.. ? tetap tidak ada peluang bertumbukan ya ?

30. Eh…tetapi kalau banyak ya mungkin terjadi tumbukan ya ?

31. Zat itu mengandung partikel yang banyak atau sedikit atau banyak sekali ? 32. Banyak sekali

33. Oke. Kamu menjawab apa ?

34. C, molekul-molekul udara bertumbukan dengan partikel-partikel asap 35. Yang diamati di bawah mikroskop elektron itu apa to ?

36. Sel asap

37. Sudah pernah mencoba ? 38. Belum

39. Bayanganmu kalau mengamati sel asap di bawah mikroskop itu bagaimana ?

40. Partikelnya asapnya berbaur dengan udara jadi bertumbukan dengan molekul udara. Tapi kalau partikelnya berada di ruangan misalnya akan bertumbukan dengan ruangan itu atau apa..?

41. Dengan dinding maksudnya ? 42. Ya dengan dinding

43. Kalau dalam sel asap, lalu partikelnya bertumbukan dengan dinding siapa ? 44. Dinding sel asap

Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang dimunculkan oleh partisipan nomor 18 dan 28, tersirat bahwa mereka tidak memahami dengan baik tentang konsep molekul dan partikel. Sementara secara keseluruhan, semua partisipan juga baru memiliki pemahaman mengenai konsep gas secara mikroskopik yang sederhana. Mereka hanya sampai pada pemahaman bahwa antara partikel-partikel gas ada jarak cukup renggang, partikel bisa bergerak secara acak dan partikel bisa diamati. Tetapi tidak memahami adanya tumbukan antara partikel asap dengan dinding sel yang menyebabkan gerak partikel tersebut menjadi acak. Bahkan mereka mengatakan partikel-partikel asap tersebut berbaur dan menyatu dengan molekul-molekul udara. Ini merupakan hasil pemikiran dimana mereka membayangkan melakukan pengamatan. Dalam kenyataan, belum ada satupun dari partisipan yang pernah mengamati sel asap di bawah mikroskop. Sehingga pemahaman yang terbentuk dari partisipan bukanlah gambaran mental dari aktivitas fisik yang melibatkan indera penglihatan secara langsung. Akibatnya, konsep tidak terbentuk seperti yang diharapkan.

Dari hasil wawancara tersebut ditarik kesimpulan bahwa pemahaman partisipan terhadap konsep gas secara mikroskopik masih rendah.

F.3. Soal uraian nomor 3b

Soal ini menanyakan kepada partisipan tentang makna 1 mol. Dari hasil tes tertulis, tidak terdapat satupun yang menjawab benar mengenai makna satu mol. Sebenarnya, istilah mole bagi partisipan bukanlah sesuatu yang asing. Partisipan

sering mendengar, diajari dan bahkan melakukan perhitungan-perhitungan dengan konsep mole. Dari partisipan yang terpilih untuk diwawancarai, partisipan nomor 28 dan 33 tidak menjawab soal ini. Dari wawancara terungkap bahwa partisipan benar-benar tidak memahami tentang mole suatu gas. Hal ini terlihat dari masing-masing partisipan memunculkan makna 1 mol yang berbeda satu dengan lainnya, berdasarkan pemikiran mereka sendiri-sendiri.

Partisipan nomor 1 mendefinisikan makna 1 mol sebagai jumlah molekul sebesar 1 molekul. Ketika diminta menjelaskan istilah mole dengan bahasanya sendiri, partisipan diam tampak kebingungan. Setelah dipancing dengan pertanyaan baru terungkap bahwa ternyata partisipan tidak tahu 1 mol itu sejumlah zat yang mengandung berapa banyak partikel sehingga ia mengatakan jumlah molekul sebesar 1 molekul. Ketika akhirnya diberitahu banyaknya partikel adalah 6,022 x 1023 partikel zat itu, partisipan tahu bahwa yang dimaksud adalah bilangan Avogadro. Ini membuktikan juga bahwa pemahaman partisipan mengenai Bilangan Avogadro juga masih rendah. Untuk sampai pada inipun, partisipan kembali diingatkan bahwa molekul dan partikel merupakan bagian dari zat. Berikut ini hasil wawancara pada partisipan nomor 1:

1. 1 mol gas H2 dan 1 mol gas O2 pada STP memiliki volume yang sama, lalu ditanyakan makna dari 1 mol dan jawabanmu adalah jumlah molekul sebesar 1 molekul. Apa yang ada di pikiranmu ketika itu ?

2. Partisipan diam

3. Tidak ada bayangan pemikiran yang lain tentang konsep-konsep yang terkait dengan makna 1 mol itu ?

4. Tidak

5. Yang kamu tahu mol itu apa ?

6. Partisipan diam nampak kebingungan…

8. Sebagai satuan

9. Satuan ukuran dari apa ?

10. Dari…jumlah molekul atau partikel

11. Molekul atau partikel tadi merupakan bagian dari apa ? 12. Zat

13. Berarti mol atau yang dikenal dengan istilah “mole” adalah satuan ukuran banyaknya zat. Lalu makna 1 mol kira-kira apa terkait dengan partikel ?

14. 1 mol adalah sejumlah zat yang mengandung sejumlah partikel tertentu 15. Sejumlah partikel tertentu itu berapa jumlahnya atau dinyatakan sebagai apa ? 16. Tidak tahu

17. Apa kesulitanmu ?

18. Tidak tahu 1 mol itu zatnya mengandung berapa partikel 19. Kira-kira banyak atau sedikit ?

20. Partikel pada zat….banyak 21. Tidak ingat ?

22. Partisipan menganggukkan kepala 23. Mengandung 6,022×1023 partikel 24. Ya..ya..

25. Dikenal dengan istilahnya apa ? 26. Bilangan Avogadro

27. Di luar kepala kan ?

28. Bilangan Avogadro saya tahu tapi tidak tahu kalau yang dimaksud itu.

Sementara itu, partisipan nomor 8 mengungkapkan pernyataan lain mengenai makna 1 mol. Menurutnya, 1 mol gas adalah jumlah molekul gas pada suhu 2730C dan pada tekanan 1 atm. Berikut ini hasil wawancaranya:

1. Soal nomor 3b menanyakan apa ? 2. Makna 1 mol

3. Kamu menjawab apa tentang itu ?

4. 1 mol gas adalah jumlah molekul gas pada suhu 2730C dan pada tekanan 1 atm 5. Bisa dijelaskan alur pemikiranmu tentang jawaban itu ?

6. Dari pernyataan pada soal bahwa 1 mol gas H2 dan 1 mol gas O2 yang berada pada tekanan dan temperatur standar berarti kan pada suhu 2730C dan bertekanan 1 atm.

7. Berarti hanya membalikkan kalimat di dalam soal ? 8. Ya

9. Padahal keterangan yang mengikuti 1 mol di sana hanya menjelaskan satu situasi saja. Dan apakah benar temperatur standar itu suhunya 2730C ?

10. Ya

11. Tidak dalam satuan derajat Kelvin ? 12. Oh, iya lupa

Berikutnya, hasil wawancara lainnya yaitu dengan partisipan nomor 12 juga memunculkan pemahaman yang berbeda. Mole bagi partisipan ini menyatakan

jumlah massa dengan satuan gram. Padahal mole bukanlah massa tetapi ukuran banyaknya partikel suatu zat. Berikut ini wawancaranya:

1. Di soal ini kamu diminta untuk apa ? 2. Menjelaskan makna dari 1 mol 3. Menurutmu apa makna dari 1 mol ?

4. 1 mol adalah sejumlah gas yang mengandung 1 molekul 5. Bisa dijelaskan pemahamanmu tentang itu ?

6. Ehm…maksudnya, massanya sejumlah 22,4 gram 7. Menurutmu mol itu menyatakan massa ?

8. Iya, karena satuannya gram

9. Lho…bukankah mol itu merupakan satuan yang mengikuti angka 1 dalam soal ini? 10. Eh, iya mbak…ga tahulah, bingung aku !

11. Mol itu bukanlah massa, tetapi ukuran banyaknya partikel. Dan satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung N0 partikel. N0 adalah bilangan Avogadro. Zat di sini adalah gas.

Partisipan terakhir yang diwawancarai juga memunculkan pemahaman yang berbeda dari tiga macam pemahaman mengenai makna 1 mol yang sudah muncul sebelum ini. Partisipan nomor 18 mengatakan 1 mol artinya memiliki jumlah atom satu. Berikut ini hasil wawancara pada partisipan nomor 18:

1. Perhatikan kalimat soal nomor 3b. di situ jelas dikatakan bahwa 1 mol gas H2 dan 1 mol gas O2 pada keadaan STP memiliki volume sama, iya kan ?

2. Iya

3. Itu memperjelas soal nomor 3a. Tapi yang ditanyakan dalam soal nomor 3b adalah tentang makna 1 mol. Menurutmu apakah makna satu 1 mol ?

4. Jumlah atomnya satu

5. Gas H2, jumlah atom H nya berapa? 6. Dua

7. Pengertianmu bahwa 1 mol artinya jumlah atomnya satu, tepat atau tidak ? 8. Tidak

Dari wawancara terhadap partisipan terpilih pada soal uraian nomor 3b, bermacam pemahaman muncul. Tidak ada kesamaan pemahaman mengenai makna 1 mol antara partisipan satu dengan partisipan lainnya. Ini menandakan bahwa pengetahuan yang mereka miliki adalah hasil konstruksi mereka sendiri sehingga antara satu partisipan dengan partisipan lain menjadi berbeda pamahamannya. Ada yang meyakini 1 mol artinya jumlah atomnya satu, ada yang mengartikan 1 mol

sebagai jumlah molekul sebesar 1 molekul, dan ada yang meyakini 1 mol adalah jumlah molekul gas pada suhu 2730C dan pada tekanan 1 atm. Tentang istilah mole sendiri, ada yang mengatakan mole adalah massa, padahal mole bukanlah massa, tetapi merupakan ukuran banyaknya partikel. Ditemukan pula bahwa partisipan bingung antara istilah mole dan molekul. Menurut partisipan, mole sama artinya dengan molekul. Memang ada kaitan antara mole dan molekul, tetapi pengertiannya berbeda karena molekul merupakan kumpulan dari partikel yang merupakan bagian dari zat sedangkan mole adalah satuan ukuran untuk banyaknya partikel.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari pembahasan nomor ini adalah partisipan tidak memahami dengan baik tentang mole gas, walaupun konsep ini sudah bukan sesuatu yang asing bagi mereka. Pemahaman partisipan terkait dengan bilangan Avogadro juga kurang lengkap. Mereka mengerti besarnya tetapi tidak paham kaitan Bilangan Avogadro dengan konsep mole. Karena tidak memahami dengan baik tentang kedua hal ini, menyebabkan kesulitan bagi mereka untuk mendefinisikan makna 1 mol.

F.4. Soal pilihan ganda nomor 4

Pembahasan berikutnya dimulai dari soal ini merupakan pembahasan wawancara soal-soal yang termasuk level II. Soal ini berhubungan dengan massa udara. Dari soal ini, partisipan diminta untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada massa udara, apakah massa udara akan mengalami perubahan ataukah tetap sama setelah penghisap bekerja.

penekan ke bawah

penghisap

udara udara

Gambar A. Gambar B.

Dari hasil tes tertulis, persentase menjawab benar untuk soal ini mencapai 55,55%. Hasil ini kurang memuaskan karena pemahaman keseluruhan partisipan tersebut belum bisa dikatakan menguasai. Dari wawancara terungkap bahwa partisipan kurang memahami mengenai konsep massa udara. Mereka mengatakan bahwa massa udara mengalami perubahan setelah penghisapnya ditekan. Hubungan antara massa udara dengan tekanan udara sendiri merupakan hubungan berbanding terbalik menurut mereka. Berikut ini hasil wawancara pada partisipan nomor 8 tentang hal itu:

1. Soal nomor 4 menanyakan tentang apa ? 2. Bagaimana massa udaranya bila ditekan 3. Kamu menjawab apa ?

4. B

5. Apa pernyataan B ?

6. Massa udara dalam tabung tertutup A lebih kecil dibandingkan massa udara dalam tabung tertutup B.

7. Kok bisa ?

8. Karena menurut saya, semakin kecil tekanan maka massanya akan semakin besar.

Setelah peneliti memancing pertanyaan kepadanya dengan sedikit cerita mengenai kerupuk di dalam tabung tertutup yang dianalogikan sebagai molekul-molekul udara, akhirnya partisipan ini mengerti kekeliruannya. Berikut ini lanjutan wawancara partisipan nomor 8:

9. Saya akan bercerita sedikit. Andaikan molekul-molekul udara sebagai kerupuk. Kerupuk punya massa tidak ?

10. Punya

11. Bagaimana kita tahu massanya berapa ? 12. Dengan menimbangnya

13. Oke. Kita yakin kerupuk punya massa dan dimasukkan ke dalam tabung tertutup. Lalu setelah itu, tutupnya ditekan ke bawah mendorong kerupuk-kerupuk tadi. Tabungnya bocor atau tidak ?

14. Tidak

15. Ketika ditekan, kerupuk ada yang keluar dari tabung atau tidak ? 16. Tidak

17. Apakah massanya berubah ? 18. Tidak

19. Tadi diandaikan kerupuk adalah molekul-molekul udara, apakah massa udara bertambah setelah ditekan ?

20. Tidak

21. Berkurangkah massa udaranya ? 22. Tidak

23. Jadi bagaimana ?

24. Tetap, sama antara tabung A dan tabung B

Hasil wawancara serupa juga terjadi pada partisipan nomor 33. Berikut ini hasil wawancaranya:

1. Setelah mengamati gambar, apakah yang akan terjadi pada massa udara ?

2. Menurut saya, massa udara dalam tabung tertutup A lebih besar dibandingkan massa udara dalam tabung tertutup B

3. Apa alasanmu ?

4. Karena antara volume dan massa udara berbanding lurus 5. Maksudnya ?

6. Bertambahnya massa udara seiring dengan bertambahnya volume udara 7. Walaupun mendapat tekanan ?

8. Ya

9. Bayangkan molekul-molekul udara dalam tabung tertutup sebagai kerupuk-kerupuk yang