• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengaruh Program Simpan Mudharabah terhadap peningkatan ekonomi masyarakat

EKONOMI MASYARAKAT

B. Analisa Pengaruh Program Simpan Mudharabah terhadap peningkatan ekonomi masyarakat

Adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah yang selama ini dijalankan oleh BMT Ar-Ridho ternyata dirasakan manfaatnya oleh beberapa nasabah Program Simpan Pinjam Mudharabah tersebut yang kebanyakan adalah pedagang yang berskala mikro, seperti pedagang kue, sayur dan kios di Kelurahan Pisangan-Ciputat, khususnya yang kesulitan mengenai masalah permodalan. Program Simpan Pinjam Mudharabah ini memiliki peran dalam peningkatan ekonomi para nasabahnya. Maka untuk melihat apakah program ini mempunyai pengaruh pada peningkatan ekonomi para nasabahnya, penulis akan menganalisis penghasilan nasabah sebelum dan sesudah mengikuti program ini. Karena peningkatan pendapatan ini bisa menjadi tolak ukur dari pengaruh Program Simpan Pinjam Mudharabah.

Ibu Siti Wahyu dalam wawancara mengemukakan mengenai perubahan penghasilan yang ia alami dalam berdagang cilok setelah mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah, sebagai berikut :

“kalo sebelum usaha, sekitar duaan, kalo sesudah punya usaha ini yaa.. bisa jadi tiga (tiga juta).”63

Senada dengan yang dikatakan oleh Ibu Siti Wahyu, Bapak Jaini pun mengalami perubahan ekonomi sebagai berikut :

63

yaa..kalo sebelum jadi nasabah mah perhari ya..bisa 100 Ribu lah.”, “ya kalo sesudah mah ada kali 150an.”64

Ibu Misyati yang tidak menyebutkan jumlah penghasilannya, tetapi mengalami hal yang serupa dengan Bapak Jaini dan Ibu Siti wahyu mengungkapkan dalam wawancara sebagai berikut :

“kalo bersihnya itu, kalo..saya yang penting punya pinjeman-pinjeman gitu ya, jadinya kan yaa Cuma bisa modal kembali, ama pinjeman-pinjeman kebayar, ma untung anak sekolah, keisi transpot gitu..”, “iya. Alhamdulillah semakin meningkat. Kalo dulu kan SMP masih gratis, jadi kan belum keliatannya belum keberatan gitu ya, sekarang selama SMK udah mau tiga taun ini, ya Alhamdulillah bisa dapet, tercukupi lah gitu. Sehari-hari gitu..”65

Peningkatan pendapatan yang dialami oleh Ibu Siti Wahyu, Bapak Jaini, Ibu Misyati pun dialami oleh Ibu Yayuk. Menurut Ibu Yayuk, peningkatan pendapatan yang ia dapati adalah berawal dari pinjaman yang ia pinjam ia pakai untuk memperbanyak barang dagangannya pada kios yang ia miliki. Karena dengan ia memiliki modal yang banyak, ia dapat membeli barang-barang dagangannya kepada distributor besar. Maka ia akan mendapatkan harga yang lebih murah dan laba yang lebih banyak. Seperti yang dikemukakan olehnya dalam wawancara sebagai berikut :

“yaa soalnya kan ekonomi pedagang beli partai. Kalo kita semakin banyak beli partai besar itu, keuntungan kita lebih banyak. Contoh nih, terigu kita beli ngeteng satu-satu kilo, itu tujuh setengah. Tapi kalo beli satu karung, itu jatohnya akan lebih murah..jadi barang-barang seperti itu. Mangkannya modal harus banyak. Otomatis kita bisa jualan banyak, keuntungan juga akan lebih banyak.”66

Diakui oleh Bapak Jaini bahwasanya dalam melakukan sebuah usaha tidaklah selamanya meningkat dan menguntungkan. Adakalanya usaha yang Bapak Jaini keluti itu mengalami penurunan pendapatan atau kerugian. Dalam hal ini, BMT Ar-Ridho sebagai pemberi pinjaman bukan hanya tidak memberikan bunga pada pinjaman saja, tapi BMT Ar-Ridho pun memberikan keringanan pada para nasabah

64

Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari 2010

65

Ibu Misyati, Nasabah Pedagang Sayur, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari 2010

66 Ibu Yayuk, Nasabah Pedagang kios makanan dan kebutuhan rumah tangga, Wawancara Pribadi,

yang usahanya sedang tidak lancar, maka cicilan dapat ditangguhkan. Sebagaimana pernyataan dalam wawancara, Bapak Jaini mengungkapkan sebagai berikut :

“itu pun kadang-kadang pere (libur) juga..ada kebijakan dari sonoh! Kalo lagi sepi boleh ga setor dulu..itulah bijaksananya kan disitu, ukhuwahnya berjalan, di BMT itu mengertilah..”67

Untuk melihat perkembangan tingkat pengahasilan para nasabah, penulis membuat sebuah tabel rekaputilasi pendapatan para nasabah sebelum dan sesudah mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah BMT Ar-Ridho, sebagai berikut :

NAMA NASABAH JENIS USAHA LAMANYA MENJADI ANGGOTA JUMLAH PEMINJAMAN PENGHASILAN SEBELUM MENJADI NASABAH PENGHASILAN SESUDAH MENJADI NASABAH Jaini Hasil LautPedagang Tiga Tahun 10 kali

peminjaman Rp. 100.000/hari 150.000/hari

Tuminem Pedagang makanan dan Kue-Kue Empat Tahun 10 kali peminjaman tidak menyebutkan. Tapi cukup membiayai kebutuhan sehari-hari tidak menyebutkan. Tapi dapat membiayai sekolah kedua anaknya Yayuk Pedagang Kios Kebutuhan Rumah Tangga

Tiga Tahun 7 kali

peminjaman

Rp. 2.000.000/bulan

Rp. 3.000.000/bulan

Siti Wahyu Pedagang Cilok Tiga-Empat Tahun 2 kali peminjaman Rp. 1.500.000/bulan Rp. 2.500.000/bulan Misyati Pedagang

Sayur Tiga Tahun

10 kali peminjaman

Rp. 25.000-

50.000/hari Rp. 100.000/hari

Jika melihat pemaparan diatas, maka dapat dikatakan bahwa Program Simpan Pinjam Mudharabah ini memiliki pengaruh kepada para nasabahnya. Dengan adanya Program Simpan Pinjam Mudharabah ini, para nasabah mengalami peningkatan penghasilan setelah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah. Maka penulis dapat menganalisis dan menyimpulkan bahwasanya Program Simpan

67 Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22

Pinjam Mudharabah ini berpengaruh positif bagi perkembangan dan peningkatan ekonomi para nasabahnya.

C. Analisa Kebutuhan Individu Yang Telah Terpenuhi Sebagai Akibat Dari Program Simpan Mudharabah Bmt Ar-Ridho dan Masyarakat Di Wilayah Ciputat

Setelah melihat adanya perubahan peningkatan dalam pendapatan, maka secara otomatis kebutuhan individu para nasabah pun tentunya akan berubah. Dari hasil wawancara penulis dengan para nasabah, diketehui ada beberapa kebutuhan individu yang terpenuhi setelah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah.

Bapak Anggun Setiawan dalam wawancara menyampaikan bahwasanya, dengan adanya program Simpan Pinjam Mudharabah ini ternyata selain membawa dampak positif bagi BMT, para nasabahnya pun mengalami perkembangan dalam usahanya, berikut pemaparannya :

“ya bisa untuk modal usaha, terus membangun, misalkan untuk membeli peralatan untuk usaha dia.”68

Hal tersebut pun dikatakan oleh Muhammad sebagai pengurus BMT bagian lapangan khususnya dalam program Simpan Pinjam Mudharabah yang menyatakan bahwa selama ia berinteraksi dengan para nasabah, ia melihat perkembangan yang dialami oleh para nasabahnya. Berikut pemaparannya dalam wawancara :

“ya..mungkin. tapi kalo untuk keseharian sepertinya sudah terpenuhi. Seperti untuk kebutuhan sehari-hari…euuumm…untuk modal usahanya, buat anaknya sekolah..ya cukuplah.”69

Setelah melihat pemaparan para pengurus BMT, penulis akan menganalisis dan membandingkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. Siti Wahyu dalam

68 Bapak Anggun Setiawam, Pengurus BMT Ar-Ridho Bagian Administrasi, Wawancara Pribadi,

Pisangan-Ciputat 12 Februari 2010

69 Bapak Muhammad, Pengurus BMT Ar-Ridho Bagian Lapangan, Wawancara Pribadi, Pisangan-

wawancara mengungkapkan bahwasanya dengan ia mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah, ia dapat memenuhi kebutuhan individu khususnya terhadap permodalan. Siti Wahyu adalah seorang nasabah yang membuka usaha pada saat setelah ia meminjam kepada BMT Ar-Ridho. Seperti dalam pernyataannya dalam wawancara, sebagai berikut :

ooh kalo minjem ini yaa..saya kebantu banget soal modal. Kan saya baru punya usaha pas abis minjem. Kalo soal usaha..baru sebentar sih dagangnya, jadi kebutuhan sehari-hari. Apa lahi kan sekarang mahasiswa lagi lIbur, jadi mungkin aga redup. Tar mungkin kalo udah mulai masuk lagi mungkin.”70

Siti Wahyu mengalami terpenuhnya kebutuhan individu terhadap modal usaha karena sebelum ia membuka usaha cilok tersebut, dia mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah BMT Ar-Ridho. Oleh karena itu kebutuhan individu yang paling terasa olehnya adalah mengenai terpenuhinya modal untuk usaha.

Terpenuhinya kebutuhan individu atas modal usaha dirasakan pula oleh Bapak Jaini. Bapak Jaini adalah pedagang ikan dan hasil laut lainnya yang sudah membuka usahanya sebelum mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah. Usaha yang sudah digelutinya selama dua puluh tahun, ternyata tidaklah selalu lancar dan menguntungkan, ada kalanya dimana usaha yang ia geluti mengalami kerugian yang mengakibatkan modal tidak kembali yang akhirnya membuat usahanya Dalam wawancara, Bapak Jaini mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

“euu..terbantu sih, ketika kita butuh duit yang instan, yang mendadak, bisa di bantu di pinjemin gitu..bisa..ketika perlu modal yaa di kasih kreditan, di kasih pinjaman. Bisa buat modal. Apalagi pas omsetnya lagi turun, itu ngebantu banget.”71

Hal serupa pun dialami oleh Ibu Tuminem, sebelum ia mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah ini, ia adalah pedagang kue dan gorengan yang berdagang dengan kursi dan meja selama tigabelas tahun, tetapi setelah ia mengikuti

70 Ibu Siti Wahyu, Nasabah Pedagang Cilok, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari 2010 71 Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22

Program Simpan Pinjam selama empat tahun saja, kini usahanya sudah semakin berkembang. Sekarang ia telah memiliki dua kios dengan usaha yang berbeda. Ia berjualan kue-kue, bakso dan makanan untuk sarapan pagi seperti nasi uduk dan lontong sayur. Berikut pemaparannya :

“iya, Alhamdulillah..setelah 13 taun saya dagang Cuma di kursi-kursi gitu doang, sekarang udah bisa buka kios sendiri. Usahanya juga makin banyak.”72

Melihat pemaparan diatas, terlihat bahwa dengan mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah, kebutuhan individu akan tercukupinya modal untuk usaha yang Ibu Siti Wahyu, Bapak Jaini, dan Ibu Tuminem geluti sudah terpenuhi setelah mengikuti program ini selaras dengan apa yang telah pengurus BMT paparkan. Maka dapat disimpulkan bahwa program Simpan Pinjam Mudharabah ini dapat memberi dampak yang positif, yaitu terpenuhinya kebutuhan individu akan modal untuk usaha yang digeluti oleh para nasabah.

Seperti yang telah Bapak Muahammad dan Bapak Anggun Setiawan telah paparkan, bahwasanya program ini selain memberi dampak akan terpenuhinya kebutuhan individu atas modal usaha, Program Simpan Pinjam Mudharabah pun memberikan dampak positif lainnya, yaitu terpenuhinya kebutuhan individu atas kebutuhan sehari-hari. Jika nasabah dapat mengatasi permodalan usahanya, maka otomatis kebutuhan akan terpenuhinya kebutuhan pokok rumah tangga akan terpenuhi pula. Seperti yang diakatan oleh Ibu Misyati dalam wawancara, sebagi berikut :

“iya. Alhamdulillah semakin meningkat. Kalo dulu kan SMP masih gratis, jadi kan belum keliatannya belum keberatan gitu ya, sekarang selama SMK udah mau tiga taun ini, ya Alhamdulillah bisa dapet, tercukupi lah gitu. Sehari-hari gitu..”73

2010

72

Ibu Tuminem, Nasabah Pedagang makanan, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22 februari

Terlihat dari pemaparan Ibu Misyati, bahwasanya setelah ia mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah ini, ia dapat memenuhi kebutuhan individu dalam kebutuhan pokok rumah tangga. Bahkan ia dapat membiayai kedua anaknya yang masih bersekolah. Hal serupa pun dialami oleh Bapak Jaini, ia dapat membiayai kedua anaknya yang berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah, dalam pemaparannya dalam wawancara oleh penulis ketika di tanya mengenai kebutuhan individu apa yang sudah ia alami, sebagai berikut :

“yaa..ada!! untuk anak-anak kuliaah. Hahaha.”74

Jika melihat perbandingan antara pendapat pengurus BMT dengan para nasabah, maka dapat disimpulkan bahwasanya program Simpan Pinjam Mudharabah pun dapat memberikan dampak yang baik bagi para nasabahnya, mereka dapat memenuhi kebutuhan kesehariannya, seperti yang telah dipaparkan oleh Bapak Muhammad dan Anggun Setiawan selaku pengurus bagian lapangan dan administrasi Program Simpan Pinjam Mudharabah BMT Ar-Ridho.

Selain dapat memenuhi kebutuhan individu akan terpenuhinya modal usaha dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, Program Simpan Pinjam Mudharabah BMT Ar-Ridho ini pun dapat memberi dampak yang besar dalam kehidupan para nasabahnya. Bukan hanya kebutuhan pokok yang dapat terpenuhi, tetapi kebutuhan sekunder pun dapat mereka raih, seperti yang dipaparkan oleh Bapak Indra dalam wawancara, sebagai berikut :

“kalo kebutuhan dasar, terpenuhi ya. kalo kebutuhan yang mungkin lebih pada sekunder, itu relatif. Ada yang sudah terpenuhi, ada yang penghsilannya lebih dari empat juta sebulan, itu kan sudah lumayan ya?”75

Setelah melihat pemaparan para pengurus BMT, penulis akan menganalisis dan membandingkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. Hal ini dilakukan

74 Bapak Jaini, Nasabah Pedagang ikan dan hasil laut, Wawancara Pribadi, Pisangan-Ciputat 22

februari 2010

75

agar penulis akan menemukan kesimpulan dalam evaluasi program output ini. Oleh karena itu penulis akan membendingkan dengan pemaparan para nasabah.

Ibu Yayuk dalam wawancara mengatakan bahwa semenjak ia mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah, ia mengalami keuntungan yang besar. Ia dapat memperlebar sawah yang ia miliki sebelum ia mengikuti prorgam ini. Ia sudah mempunyai sawah tetapi tidak luas, sekarang setelah ia mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah, kios yang ia buka pun semakin berkembang, dan sawah di kampunya pun semakin lebar. Bahkan sekarang ia dapat membeli mesin bajak sendiri untuk sawahnya dari keuntungan kios yang ia dapatkan dalam kurun waktu tiga tahun setelah ia mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah ini. Berikut pemaparannya :

“pasti..ya buat anak, jelas ya. Nambah yaa, mungkin tadinya sawah satu petak jadi nambah dua atau tiga petak. Kaya gitu.. yang dulu aku belum kebeli alat bajak, sekarang beli. Ya insya Allah kan bisa nambah lagi.”76

Hal serupa pun dialami Ibu Misyati, setelah mengalami turun naiknya sebuah usaha, setelah ia berjualan sayur selama tiga belas tahun dan mengikuti program Simpan Pinjam Mudharabah di BMT Ar-Ridho, ia telah memetik hasil yang positif khususnya setelah ia mengikuti program ini. kini setelah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah, usahanya pun semakin berkembang, keuntungan yang ia dapat memperindah rumahnya, sebelumnya ia memiliki rumah tanpa lantai keramik, kini rumahnya berubah menjadi lebih indah, seperti pemaparannya dalam wawancara sebagai berikut :

“ya Alhamdulillah..yang tadinya ga punya kaya gini (menunjuk ke lemari dan TV), rumah juga belum di keramik, Alhamdulillah bisa dikeramik. Bisa punya dinding kamar mandi gitu..semenjak minjem ke BMT”77

Jika melihat pemaparan kedua nasabah diatas, ini terlihat jelas bahwa setelah mengikuti Program Simpan Pinjam Mudharabah, para nasabah mengalami

76 Ibu Yayuk, Nasabah Pedagang kios makanan dan kebutuhan rumah tangga, Wawancara Pribadi,

Pisangan-Ciputat 22 februari 2010

peningkatan ekonomi secara signifikan. Bukan hanya kebutuhan individu yang pokok saja yang dapat para nasabah penuhi, tapi kebutuhan individu yang sekunder pun dapat mereka raih. Pemaparan Ibu Yayuk dan Ibu Misyati selaras akan yang telah dikatakan oleh Bapak Indra. Artinya program ini memang telah memberi dampak yang sangat baik kepada para nasabahnya.

Dari hasil temuan dan analisis yang telah penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwasanya ada tiga indikator keberhasilan Program Simpan Pinjam