• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

5.1.8 Data Karakteristik Responde Panyuluhan

Penyuluhan yang dilaksanakan di desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dengan metode anjangsana dilakukan kepada 20 orang responden kelompok tani dewi ratih 3. Data karakteristik responden penyuluhan di sajikan pada uraian dibawah.

1. Responden Menurut Usia

Usia Responden Penyuluhan Menurut Depkes RI (2009) kategori umur seseorang adalam situs resminya yaitu depkes.go.id sebagai berikut:

Tabel 5.5 Usia Responden Penyuluhan

No Kategori Kisaran

Usia

Presentase Responden

% 1 Masa Dewasa Awal 26 – 35

2 Masa Dewasa Akhir 36 – 45 40 3 Masa Lansia Awal 46 – 55 4 Masa Lansia Akhir 56 – 65 60

Jumlah 100

(Sumber : Data Analisa Petani Responden, 2022)

Dari tabel 5.5 diatas disajikan umur responden penyuluh data yang diperoleh dengan jumlah presetase 40 % dimana responden berumur 26 – 45 tahun masuk di masa dewasa awal sampai akhir dengan perolehan jumlah frekuensi orang sebanyak 8 dan presentase terbesar di usia 46 – 65 tahun masuk pada masa lansia awal hingga akhir sebanyak 12 orang. Dapat disimpulkan bahwasannya jumlah responden penyuluhan sebanyak 20 orang memiliki umur dimasa usia dewasa dan masa lansia. Responden terbanyak pada masa lansia diketahui bahwa semakin tua umur petani menandakan kemampuan dan pengetahuan petani tentang budidaya tanaman lebih handal. Dan untuk petani yang umur muda menjadikan peluang bagi penyuluhan dikarenakan umur muda cenderung lebih mudah mengadopsi inovasi dan pemikiran yang lebih keingin tahu menjadikan petani usia muda responden yang efektif dalam penyuluhan.

2. Responden Penyuluhan Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Responden penyuluhan yang dimaksud adalah petani. Pada tabel 5.6 akan menyajikan tingkat pendidikan petani sebagai responden penyuluhan.

Tabel 5.6 Sasaran Responden Penyuluhan Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Pendidikan Frekuensi (orang) Presentase %

1 SD 10 50

2 SLTP 2 10

3 SLTA 7 35

4 Perguruan tinggi 1 5

Jumlah 20 100

(Sumber : Data Analisa Petani Responden, 2022)

Dari tabel 5.6 diatas disajikan tabel tingkat penidikan petani sebagai responden penyuluhan dengan berbagai macam tamatan sekolah mulai dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Presentase terbesar diperoleh dari tamatan SD dengan nilai 50 % hampir setengah persen dari jumlah responden sebanyak 10 orang. Sedanngkan tamatan perguruan tinggi hanya satu orang dengan presetase 5 %. Tingkat pendidikan rata – rata petani sebagai responden penyuluhan yang dilaksanakan di desa sukoanyar di dominasi tamatan SD dan SLTA. Kita ketahui bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi kemampuan tingkat pengetahuan petani. Hal ini dapat memudahkan proses adopsi inovasi saat penyuluhan berlangsung dan semakin mudah diterima oleh petani sebagai responden penyuluhan.

3. Responden Penyuluhan Berdasarkan Lama Berusaha Tani

Lama berusaha tani responden penyuluhan dapat menjadi tolak ukur sebuah keberhasilan penyuluhan lama berusaha tani petani sebagai responden penyuluhan. Dari hasi tabel tersebut dapat dilihat bahwa seluruh responden penyuluhan sebanyak 20 orang lama berusaha tani diatas 5 tahun dengan presentase 100 % dengan artian bahwa para petani sebagai responden penyuluhan sudah berpengalaman dibidang pertanian karena rata – rata diatas 5 tahun pengalaman berusaha tani. Semakin lama petani berusaha tani maka 70

semakin banyak pengalaman yang petani miliki sehingga memudahkan dalam proses penyuluhan berlangsung karena petani memiliki masalah yang terjadi di lapangan yang dapat diselesaikan melalui penyuluhan.

5.1.9 Lokasi dan Waktu Perancangan Penyuluhan

Lokasi rancangan penyuluhan adalah di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Lokasi ini dipilih karena Desa Sukoanyar dapat memberikan informasi mengenai data skunder untuk menyusun rancangan penyuluhan dan keberadaan dari sasaran penyuluhan bertempat di Desa Sukoanyar.

5.1.10 Tujuan Penyuluhan

Tujuan penyuluhan adalah meningkatkan pengetahuan petani tentang pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pestisida untuk pengendalian terhadap serangan ulat krop (Cricidolomia binotalis) pada tanaman kubis. Sasaran penyuluhan yaitu kelompok tani dewi ratih 3 dengan 20 orang anggota. Serta untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani.

5.1.11 Sasaran Penyuluhan

Sasaran pada kegiatan penyuluhan yang dilakukan melibatkan anggota kelompok tani Dewi Ratih 3 yang terletak di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Pertimbangan dalam memilih sasara tersebut adalah melihat kurangnya pemanfaatan pestisida nabati dan kelompok tani tersebut tengah mengembangkan asap cair sebagai pestisida dan pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai produk yang bermanfaat salah satunya daun serai wangi.

Sasaran penyuluhan di kelompok tani dewi ratih yang ditetapkan adalah 20 orang sebagai responden.

5.1.12 Materi Penyuluhan

Materi penyuluhan yang dipaparkan kepada kelompok tani dewi ratih yaitu tentang pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pestisida nabati untuk pengendalian terhadap serangan ulat krop pada tanaman kubis. Penetapan materi penyuluhan didapatkan berdasarkan identifikasi masalaha yang dialami petani sebelumnya, dimana petani belum mengetahui pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pestisida nabati dan materi diperkuat dengan hasil terbaik dari kajian yang dilakukan sebelumnya yaitu pemanfaatan pestisida asap cair dan esktrak serai wangi dalam mencegah kerusakan pada tanaman kubis akibat ulat krop dengan hasil yang signifikan.

5.1.13 Metode Penyuluhan

Penentuan metode penyuluhan yakni dengan berdasarkan karakterisitik sasaran penyuluhan. Karakterisitik penentuan metode meliputi umur produktif serta telah mengenyam pendidikan, sehingga metode yang digunakan berdasarkan karakterisitik tersebut adalah pendekatan secara perorangan atau anjangsana. Metode anjangsana dipilih bertujuan untuk melakukan interaksi yang lebih intensif dengan petani sehingga lebih mudah dalam penyerapan informasi, alasan lain yakni agar lebih terfokus pada petani kubis. Identifikasi berupa pendekatan secara langsung kepada petani dan pendekatan secara tidak langsung melalui data yang ada di balai penyuluhan pertanian (BPP) Pakis dengan tujuan lebih menggali informasi mengenai permasalahan petani. Sehingga menghasilkan metode penyuluhan yang tepat.

5.1.14 Media Penyuluhan

Media yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu leaflet dan benda sesungguhnya. Dalam penentuan media penyuluhan berdasarkan karkteristik sasaran yakni keseluruhan dapat membaca dan menulis, sehingga pemberian media berupa leflet dan benda sesungguhnya. Harapanya dalam pemeilihan

media penyuluhan ini dapat mempermudah dalam penyerapan informasi serta telah disediakan benda sesungguhnya agar dapat di terapkan di usahatani.

5.2 Implementasi 5.2.1 Lokasi dan Waktu

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Juni 2022 mulai pukul 09.00 WIB s/d selesai, pelaksanaan penyuluhan dilakukan di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sasaran penyuluhan yaitu Kelompok Tani Dewi Ratih 3.

5.2.2 Persiapan Penyuluhan

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan perlu adanya persiapan instrument maupun administrasi sebagai sarana pendukung untuk kegiatan penyuluhan, hal ini dilakukan agar penyampaian materi dapat diterima dengan baik oleh sasaran.

Adapun beberapa persiapan dalam penyuluhan sebagai beriut : a. Sinopsis

Penyusunan synopsis bertujuan agar memeberikan gambaran materi mengenai kegiatan penyuluhan yang akan disampaikan synopsis penyuluhan berisi materi mengenai pengerian asapa cair dan ekstrak serai wangi beserta fungsinya bagi hama ulat krop untuk tanaman kubis. Sinopsis digunakan sebagai barang bukti kegiatan penyuluhan terdapat pada lampiran 5.

b. LPM

Tujuan dari disusunya LPM (Lembar Persipan Menyuluh) adalah untuk menjadi acuan dalam diselengarakanya kegiatan penyuluhan agar sesuai rencana. Adapaun Lembar Persiapan Menyuluh (LPM) yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan terdapat pada lampiran 4.

5.2.3 Pelaksanaan Penyuluhan

Pelaksanaan penyuluhan dilakukan di Kelompok Tani Dewi Ratih 3. Materi yang disampaikan yaitu tentang pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pestisida nabati untuk pengendalian ulat krop (Cricidolomia binotalis) pada tanaman kubis. Dalam kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan metode anjangsana Adapun tahapan dalam kegiatan penyuluhan pada setiap sasaran yaitu sebagai berikut :

a. Tahap persiapan

Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan hal yang pertama dilakukan yaitu berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, ketua kelompok tani dan pihak – pihak terkait agar nantinya terselenggara dengan baik, kegiatan persiapan setidaknya telah dibertahukan sebelum kegiatan penyuluhan.

Adapun lampiran yang harus disiapkan yakni LPM (Lembar persipan menyuluh), Sinopsis, Daftar Hadir, Berita Acara) dan bahan untuk media penyuluhan.

b. Tahapan yang pertama yaitu setelah mengunjungi rumah responde yang telah ditentukan, maka diawali dengan salam dan memaparkan maksud dan tujuan untuk dilakukanya kegiatan penyuluhan

c. Pembagian kuisioner pre-test. Pembagian kuisioner ini dilakukan sebelum kegiatan penyuluha dan bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani sebelum kegiatan penyuluhan.

d. Penyampaian materi penyuluhan. Materi yang disampaikan yaitu pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pestsisda nabati untuk pengendalian ulat krop (Crocidolomia binotalis) pada tanaman kubis.

Di akhir penyampaian diberikan kesimpulan perlakuan terbaik yaitu konsentrasi asap cair 10% dan ekstrak serai wangi 80ml, perlakuan ini merupakan yang paling efektif untuk pengendalian C. binotalis.

e. Pada kegiatan penyuluhan ini menggunakan media folder dan benda sesungguhnya yaitu pestisida asap cair dan ekstrak serai wangi, guna petani dapat melihat secara langsung tanpa membayangkanya.

f. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan adalah metode anjangsama. Metode anjangsana dipilih agar berfokus kepada petani yang tengan membudidayakan tanaman kubis. Pelaksanaan penyuluhan diawali dengan penyampaian materi dan sesi diskusi,hal ini dilakukan agar sasaran aktif dalam menggali informasi terkait materi yang disampaikan.

g. Pembagian kuisioner post-test. Pembagian kuisioner ini dillakukan setelah kegiatan penyuluhan. Kuisioner post-test dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan petani setelah penyampaian materi penyuluhan.

h. Penutup pelaksanaan kegiatan penyuluhan ditutup dengan salam dan ucapan terimakasi, lalu berlanjut ke sasaran berikutnya hingga terkumpul 20 responden.

5.3 Tahapan Evaluasi

Kegiatan evaluasi penyuluhan dilaksanakan setelah kegiatan penyuluha dilakukan. Tujuan dari evaluasi adalah mengetahui seberapa besar materi penyuluhan dipahami dan dimengerti oleh sasaran. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi hasil untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi terhadap serangan ulat krop pada tanaman kubis.Instrumen yang digunakan untuk evaluasi adalah kuisioner dengan jumlah 20 pertanyaan. Untuk mengetahui kuisioner dapat digunakan untuk penyuluhan, maka dilakukan uji validitas dan reabilitas terlebih dahulu dengan memanfaatkan Statistical Product dan Service Solution (SPSS) 20. Dari jumlah 20 pertanyaan yang di uji, seluruhnya telah dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji validitas dan reliabilitas terdapat pada lampiran .

Dokumen terkait