HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Uji Glejser
4.2.2.2 Analisi Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Spirit Of Entreprener (X)
Perubahan Teknologi (X1.6), Perubahan Struktur Pemerintah dan Politik (X1.7), Intrapreneur (X1.8) terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Usaha (Y).
Model persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + b8X8 +e Penjelasan dari hasil pengolah SPSS akan ditunjukkan pada Tabel 4.17 berikut ini:
Tabel 4.17
Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4,099 4,980 ,823 ,414 SelfDirected ,363 ,113 ,296 3,218 ,002 SelfNurturing ,240 ,280 ,114 ,856 ,395 ActionOriented ,032 ,294 ,012 ,110 ,913 HighlyEnergic -,025 ,286 -,009 -,089 ,930 TolerantOfUncertainly ,331 ,249 ,130 1,329 ,189 PerubahaanTeknologi ,042 ,329 ,016 ,127 ,899 PerubahanStrukturPemerint ah ,263 ,231 ,108 1,137 ,260 Intrapreneurship 1,250 ,280 ,465 4,467 ,000 a. Dependent Variable: KinerjaUsaha
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2014)
Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditunjukkan dalam Tabel 4.17 maka diperoleh persamaan hasil regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 4,009 + 0,363 X1.1 + 0,240 X1.2 + 0,032 X1.3 + (-0,025 X1.4)+ 0,331 X1.5 +
Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
a. Konstanta (a) = 4,009, ini menunjukkan harga konstan, dimana jika variabel
Self-Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Higly-Energic, Tolerant of Uncertainty, Perubahan Teknologi, Perubahan Struktur Pemerintah dan Politik, Intrapreneur = 0, maka variabel Kinerja Usaha = 4,009.
b. Koefisien X1.1 (b1) = 0,363, ini berarti bahwa variabel Selft-Directed (X1.1)
berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Selft-Directed (X1.1) mengalami
kenaikan sebesar 0,363.
c. Koefisien X1.2 (b2) = 0,240, ini berarti bahwa variabel Selft-Nurturing (X1.2) berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Selft-Nurturing (X1.2) mengalami kenaikan sebesar 0,240.
d. Koefisien X1.3 (b3) = 0,032, ini berarti bahwa variabel Action-Oriented (X1.3)
berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Action-Oriented (X1.3)
mengalami kenaikan sebesar 0,032.
e. Koefisien X1.4 (b4) = -0,025, ini berarti bahwa variabel Highly-Energic (X1.4)
berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Highly-Energic (X1.4) tidak akan mengalami kenaikan sebesar -0,025.
variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Tolerant of Uncertanty
(X1.5) mengalami kenaikan sebesar 0,331.
g. Koefisien X1.6 (b6) = 0,042, ini berarti bahwa variabel Perubhaan Teknologi (X1.6) berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika
variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Perubahaan Teknologi (X1.6) mengalami kenaikan sebesar 0,042.
h. Koefisien X1.7 (b7) = 0,263, ini berarti bahwa variabel Perubahaan Stuktur Pemerintah dan Politik (X1.7) berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau
dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Perubahaan Struktur Pemerintah dan Politik (X1.7) mengalami kenaikan sebesar 0,263.
i. Koefisien X1.8 (b8) = 1,250, ini berarti bahwa variabel Intrapreneurship (X1.8)
berpengaruh positif terhadap kinerja usaha, atau dengan kata lain jika variabel independen lain nilainya tetap, maka variabel Intrapreneurship (X1.8)
mengalami kenaikan sebesar 1,250. 4.2.2.3 Uji Hipotesis
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabek terikat.
Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (penyebut) = n-k Keterangan :
n = Jumlah sampel
k = Jumlah variabel bebas dan terikat
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) 70 dan jumlah keseluruhan variabel adalah 9, sehinggan diperoleh :
1. df (pembilang) = 9-1 =8 2. df (penyebut) = 70-9= 61
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS 19.0 for windows, kemudian akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat α = 5%.
Tabel 4.18
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1362,126 8 170,266 13,163 ,000a
Residual 789,074 61 12,936
Total 2151,200 69
a. Predictors: (Constant), Intrapreneurship, PerubahanStrukturPemerintah, SelfDirected, HighlyEnergic, PerubahaanTeknologi, TolerantOfUncertainly, ActionOriented, SelfNurturing b. Dependent Variable: KinerjaUsaha
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2014)
Pada Tabel 4.18 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung kolom F yakni sebesar 13,163 dengan tingkat signifikansi = 0,000 lebih besar dari nilai Ftabel yakni 2,09, dengan tingkat kesalahan α = 5% atau dengan kata lain Fhitung
(Self-Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Highly-Energic, Tolerant of Uncertainty, Perubahaan Teknologi, Perubahaan Struktur Pemerintah dan Politik, dan Intrapreneurship) secara serempak adalah signifikan terhadap kinerja usha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU. b. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara parsial (individu) terhadap variasi variabel dependen.
Tabel 4.19
Hasil Uji Signfikansi Parsial (Uji-t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4,099 4,980 ,823 ,414 SelfDirected ,363 ,113 ,296 3,218 ,002 SelfNurturing ,240 ,280 ,114 ,856 ,395 ActionOriented ,032 ,294 ,012 ,110 ,913 HighlyEnergic -,025 ,286 -,009 -,089 ,930 TolerantOfUncertainly ,331 ,249 ,130 1,329 ,189 PerubahaanTeknologi ,042 ,329 ,016 ,127 ,899 PerubahanStrukturPemerint ah ,263 ,231 ,108 1,137 ,260 Intrapreneurship 1,250 ,280 ,465 4,467 ,000 a. Dependent Variable: KinerjaUsaha
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2014)
Berdasarkan Tabel 4.19 dapat dilihat bahwa : 1. Variabel Self-Directed (X1.1)
Nilai thitung variabel Self-Directed adalah 3,128 dan nilai ttabel 1,670 maka thitung > ttabel (3,128 > 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel Self-Directed berpengaruh positif dan signifikan (0,002 < 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, jika variabel Self-Directed ditingkatkan maka kinerja usaha akan meningkat.
2. Variabel Self-Nurturing (X1.2)
Nilai thitung variabel Self-Nurturing adalah 0,856 dan nilai ttabel
1,670 maka thitung < ttabel (0,856 < 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Self-Nurturing berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,395 > 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel Self-Nurturing ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
3. Variabel Action-Oriented (X1.3)
Nilai thitung variabel Action-Oriented adalah 0,110 dan nilai ttabel
1,670 maka thitung < ttabel (0,110 < 1,670) sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel Action-Oriented berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,913 > 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel Action-Oriented ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
4. Variabel Highly-Energic (X1.4)
Nilai thitung variabel Highly-Energic adalah -0,089 dan nilai ttabel 1,670 maka thitung < ttabel (-0,089 < 1,670) sehingga dapat disimpulkan
Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel Highly-Energic ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
5. Variabel Tolerant of Uncertainty (X1.5)
Nilai thitung variabel Tolerant of Uncertainty adalah 1,329 dan nilai
ttabel 1,670 maka thitung < ttabel (1,329 < 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Tolerant of Uncertainty berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,189 > 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel
Tolerant of Uncertainty ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
6. Variabel Perubahaan Teknologi(X1.6)
Nilai thitung variabel Perubhaan Teknologi adalah 0,127 dan nilai ttabel 1,670 maka thitung < ttabel (0,127 < 1,670) sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel Perubahaan Teknologi berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,899 > 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel Perubahaan Teknologi ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
7. Variabel Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik(X1.7)
Nilai thitung variabel Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik adalah 1,137 dan nilai ttabel 1,670 maka thitung < ttabel (1,137 < 1,670)
sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,260 >
0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, walaupun variabel Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik ditingkatkan maka kinerja usaha tidak akan meningkat.
8. Variabel Intrapreneurship (X1.8)
Nilai thitung variabel Intrapreneurship adalah 4,467 dan nilai ttabel
1,670 maka thitung > ttabel (4,467 > 1,670) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Intrepreneurship berpengaruh positif dan signifikan (0,000 < 0,05) secara parsial terhadap kinerja usaha para pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, jika variabel Intrapreneurship
ditingkatkan maka kinerja usaha akan meningkat. c. Pengujian Koefisien Determinan (R2)
Pengujian koefisien determinan (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau presentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinan berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2≥ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap terikat dan demikian sebaliknya.
Tabel 4.20
Pengujian Koefisien Determinan (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,796a ,633 ,585 3,59662
a. Predictors: (Constant), Intrapreneurship,
PerubahanStrukturPemerintah, SelfDirected, HighlyEnergic, PerubahaanTeknologi, TolerantOfUncertainly, ActionOriented, SelfNurturing
b. Dependent Variable: KinerjaUsaha
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Mei 2014)
Berdasarkan Tabel 4.20 dapat dilihat bahwa :
a. R = 0,796 berarti hubungan variabel Self-Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Highly-Energic, Tolerant of Uncertainty, Perubahan Teknologi, Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik, dan Intrapreneurship
terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Usaha (Y) sebesar 79,6%. Artinya hubungan variabel bebas dan terikat adalah erat.
b. R Square sebesar 0,633 berarti 63,3% variabel Kinerja Usaha dapat dijelaskan oleh variabel Self-Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Highly-Energic, Tolerant of Uncertainty, Perubahan Teknologi, Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik, dan Intrapreneurship.
Sedangkan sisanya 36,7% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.
c. Standard Error of the Estimate (standar deviasi) artinya menilai ukuran variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya
sebesar 3,59662. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.3 Pemabahasan
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan di atas, maka secara keseluruhan pembahasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spirit Of Entrepreneur secara uji simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha Para Pelaku UKM Tenant Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU. Hal ini, terlihat dari perbandingan perhitungan Fhitung yang berada di atas atau lebih besar dari Ftabel serta tingkat signifikansi yang berada di bawah atau lebih kecil dari 5%. Dari hasil penelitian diperoleh perbandingan fhitung > ftabel ( 13,163 > 2,09 ), dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Jadi, hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen secara serempak adalah signifikan terhadap Kinerja Usaha.
Perbandingan perhitungan thitung dan ttabel untuk variabel Selft-Directed
dapat di lihat bahwa nilai thitung > ttabel (3,128 > 1,670). Jadi, berdasarkan
perhitungan nilai thitung dan ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel Self-Directed
memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja usaha. Perbandingan perhitungan thitung dan ttabel untuk variabel Intrapreneurship dapat di
lihat bahwa nilai thitung > ttabel (4,467 > 1,670). Jadi, berdasarkan perhitungan nilai thitung dan ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel Intrapreneurship memiliki
Hasil penelitian diperoleh nilai pengujian koefiesien determinan (R2) dengan nilai R= 0,796. Yang berarti hubungan variabel Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Highly-Energic, Tolerant of Uncertainty, Perubahan Teknologi, Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik, dan Intrapreneurship
terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Usaha (Y) sebesar 79,6%. Artinya hubungan variabel bebas dan terikat adalah erat. Dan, R Square sebesar 0,633 berarti 63,3% variabel Kinerja Usaha dapat dijelaskan oleh variabel Self-Directed, Self-Nurturing, Action-Oriented, Highly-Energic, Tolerant of Uncertainty,
Perubahan Teknologi, Perubahaan Struktur Pemerintahan dan Politik, dan
Intrapreneurship. Sedangkan sisanya 36,7% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.
Hasil penelitian secara statistik menunjukkan bahwa variabel independen memiliki hubungan yang erat dengan variabel dependen dengan nilai sebesar 79,6%, dan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 63,3% dan sisanya dapat dijelaskan oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian yang secara simultan atau secara bersama menunjukkan hasil yang secara serempak adalah positif dan signifikan terhadap kinerja usaha.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan variabel Self-Directed dan
Intrapreneurship memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja usaha. Dan, variabel Self-Nurturing, Action-Oriented, Tolerant of Uncertainty,
memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap kinerja usaha. Serta, variabel Highly-Energic memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan. Dari, hasil inilah dapat dilihat peran dari Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU
terhadap Para Pelaku UKM Tenant. Karena, semua hal yang berkaitan dengan variabel ini tidak dimiliki oleh UKM atau mereka kurang memahami akan hal-hal yang berkaitan dengan variabel yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan tersebut. Oleh karena itu, dalam perkembangan usaha yang dimiliki oleh para pelaku UKM ini mereka tidak bisa lepas dari Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU. Sedangkan, variabel Perubahan Teknologi dan Perubahan Struktur Pemerentah dan Politik memang tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kinerja usaha yang dimiliki oleh para pelaku UKM.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN