NOVEL CINTAKU DI KAMPUS BIRU KARYA ASHADI SIREGAR
2.3 Analisis Struktur Novel Cintaku di Kampus Biru
2.3.1 Analisis Alur Novel Cintaku di Kampus Biru
Novel CKB secara keseluruhan menceritakan bagaimana lika-liku kehidupan mahasiswa diperantauan. Sisi keseharian yang kemudian bercampur dengan sisi akademik. Novel ini terdiri dari 127 halaman. Berikut uraian alur yang dibagi menjadi lima tahapan sesuai dengan urutan dan motif cerita yang ada.
49 2.3.1.1Pemaparan atau Pengenalan Situasi
Bagian ini merupakan awal yang berisi keterangan mengenai pengenalan tokoh serta latar bagian ini berfungsi mengantar pembaca ke dalam persoalan utama yang menjadi isi cerita. Pada bagian awal novel CKB menjelaskan bagaimana tokoh Anton mahasiswa Antropologi, mahasiswa yang sangat menonjol di kalangan mahasiswa, aktivis yang cerdas, kritis, dan tampan. Kebiasaan serta sifat-sifat yang sudah menjadi hal wajar di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa yang hidup di kota-kota besar. Kampus Gajah Mada yang bertempat di Yogyakarta menjadi wadah bagaimana kerasnya kehidupan mahasiswa yang mengejar cinta dan cita-cita dalam novel ini. Bagaimana kisah percintaan Anton dengan Marini yang semula berjalan lancar akhirnya menjadi sesuatu yang membebani Anton. Sementara itu, Anton yang juga sibuk dalam organisasi kampus melahirkan pribadi yang kritis, dikenali dan disegani oleh mahasiswa maupun dosen. Pak Gunawan, seorang dekan Fakultas Antropologi, selalu menjadi panutan Anton. Di saat Anton mendapatkan masalah baik secara akademik maupun pribadi, Pak Gunawan selalu membantu Anton, menasihati bila Anton melakukan keteledoran dan kesalahan.
2.3.1.2Penggawatan atau Timbulnya Konflik
Permasalahan yang muncul dalam novel ini cukup banyak, berawal dari keharusan untuk segera menyelesaikan studi mengingat orang tua Anton sudah tidak sanggup membiayai kuliahnya. Dilanjutkan dengan hubungan percintaan Anton dengan Marini, perdebatan sering terjadi di antara mereka apabila Marini
50
mulai cerewet dan merengek supaya Anton segera melamarnya. Kejenuhan Anton sedikit berkurang saat ia bertemu dengan seorang gadis bernama Erika. Diam-diam Anton dan Erika memiliki ketertertarikan satu sama lain. Namun, pertemuan itu sesungguhnya bukanlah sesuatu yang berdampak baik, tapi menimbulkan penambahan konflik batin pada diri Anton. Anton yang seringkali mengunjungi rumah Erika ternyata mendapat tanggapan negatif dari ibu Erika. Beliau menganggap Anton tidak seharusnya mendekati Erika, mengingat Erika sudah memiliki tunangan. Namun, ternyata perasaan Erika dan Anton malah semakin kuat. Hubungan mereka semakin terjalin baik dan mesra.
2.3.1.3Peningkatan Konflik
Anton dihadapkan pada permasalahan dengan Bu Yusnita, dosen berparas cantik, tetapi terkesan galak. Permasalahn dengan Bu Yusnita berawal saat Anton kurang bisa menerima pemberian nilai mata kuliah yang diberikan oleh Bu Yusnita. Anton melakukan protes, dan tuntutan Anton ternyata berakibat buruk. Bu Yusnita menuntut agar para dosen melakukan sidang akibat ulah Anton yang memrotes dan meremehkan keputusan Bu Yusnita sebagai dosen. Mengetahui hal tersebut, Pak Gunawan memanggil Anton secara pribadi dan ingin mendengar peristiwa yang sesungguhnya dari Anton. Beliau mengusahakan mempertahankan Anton yang mendapat ancaman DO. Pak Gunawan cenderung sebagai penengah dalam masalah itu, tanpa memihak siapa pun beliau berusaha menetralkan situasi antara Anton dan Bu Yusnita yang saat itu memanas.
51 2.3.1.4Klimaks
Tahapan ini merupakan puncak konflik yang diikuti oleh krisis atau titik balik. Pada novel CKB, klimaks bagian pertama yaitu Anton memutuskan untuk tidak meneruskan perasaannya terhadap Erika, mengetahui ibu Erika yang tidak suka terhadap Anton. Meski hati Anton bergejolak dan sakit hati, akhirnya Anton memutuskan tidak menemui Erika lagi. Berbeda dengan Erika, semenjak Anton jarang datang ke rumahnya, ia menjadi gadis yang pendiam dan murung. Erika merasa keputusan ibunya sangatlah subjektif dan tidak adil.
Selanjutnya, konflik terjadi pada saat hubungan Anton dengan Bu Yusnita semakin membaik. Bermula dari penelitian yang dilakukan di daerah Dieng, Anton berusaha mendekati Bu Yusnita sebagaimana saran dari Pak Gunawan. Anton bahkan mengabaikan Marini yang juga ikut dalam penelitian itu. Sebelumnya Anton meminta tolong kepada Kusno, sahabat baik Anton, untuk menjaga Marini selama penelitian berlangsung. Tak disangka perilaku Bu Yusnita yang selama ini sinis dan telihat membenci Anton disebabkan oleh perasaan suka terhadap Anton. Bu Yusnita mulai terbuka dan mengutarakan perasaanya terhadap Anton. Meski Bu Yusnita adalah wanita yang sudah berumur, tetapi kecantikan Bu Yusnita sesungguhnya dikagumi oleh Anton. Anton yang memang terkenal playboy dan sebelumnya memang mengagumi kecantikan Bu Yusnita, mulai menunjukkan respon positif. Ke mana pun Bu Yusnita pergi Anton selalu menemani. Mereka menjadi semakin akrab dan terjalinlah hubungan khusus antara Anton dan Bu Yusnita. Di tempat yang sama, Kusno, sahabat Anton, yang saat itu mendapat mandat dari Anton untuk menjaga Marini, masih tetap
52
menjalankannya, menemani Marini dan memenuhi kebutuhan Marini selama penelitian berlangsung. Ketika Anton dan Bu Yusnita berjalan-jalan di perbukitan Dieng, Anton melihat Kusno dan Marini berciuman. Anton sangat terkejut melihat kejadian itu. Perasaan dikhianati oleh sahabatnya sendiri muncul hanya karena alasan selama ini Anton selalu mengabaikan Marini. Meskipun sering mengabaikan Marini, Anton tetap cinta pada Marini. Perlahan Anton mulai berpikir dan terus merenungi kejadian yang baru saja disaksikannya. Akhirnya Anton menyadari hubungannya dengan Marini cepat atau lambat memang tak akan berhasil dan pasti akan berakhir. Romansa cinta antara Kusno dan Marini sebetulnya tak disangka, perasaan saling suka tanpa disadari tumbuh di antara mereka.
2.3.1.5Penyelesaian
Tahap penyelesaian pada novel CKB diceritakan saat Anton yang menyadari kesalahannya terhadap Marini karena telah mengabaikannya selama ini. Anton berusaha menerima keadaan dan memaklumi hubungan yang terjalin antara Kusno dan Marini. Kusno yang semula takut kepada Anton akhirnya dapat meneruskan hubungannya dengan Marini, mengetahui Anton menerima dan menyetujui hubungan Kusno dan Marini. Anton berpesan kepada Kusno agar senantiasa menjaga dan mencintai Marini, sebab Marini kini telah ia anggap sebagai adiknya.
Beralih dari penyelesian konflik antara Marini, Kusno, dan Anton, kini Anton merasa semakin mencintai Bu Yusnita. Seusai penelitian di Dieng, Anton
53
dan Bu Yusnita semakin mengeratkan perasaan cinta, mereka menjadi sering terlihat bersama. Anton sering mengunjungi rumah Bu Yusnita. Awalnya gejolak muda pada diri Anton dapat sejalan dengan Bu Yusnita yang usianya memang terpaut jauh. Namun, perlahan Bu Yusnita menyadari bahwa hubungannya dengan Anton bukan hal yang semestinya. Bu Yusnita memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu, karena Bu Yusnita merasa perbedaan usia dapat menjadi halangan besar bagi cinta mereka. Selain itu, status sosial dapat menimbulkan gosip yang tidak baik, terlebih di lingkungan kampus.
Di tempat lain, keseharian Erika yang selalu murung dan tidak memiliki semangat hidup membuat ibu Erika merasa iba dan berubah pikiran. Beliau mendatangi Anton dengan tujuan agar mau memaafkan sikapnya yang negatif selama ini. Anton diharapkan mau kembali meneruskan hubungan dengan Erika. Tak seperti yang diharapkan, kedatangan dan perkataan ibu Erika membuat Anton merasa terhina. Namun, dengan dukungan Kusno yang mencoba memberi pengertian pada Anton, akhirnya Anton dapat mengerti dan mau mendatangi Erika. Anton datang untuk melihat keadaan Erika dan kedatangan tersebut menjadi obat yang tak tergantikan bagi Erika.
2.3.1.6Pembahasan Alur
Susunan alur novel CKB secara keseluruhan beralur maju. Dari awal cerita, di paparkan bagaimana pertemuan Anton dan Erika di perpustakaan. Anton yang dihadapkan permasalahan-permasalahan antara lain, jangka waktu studinya yang sudah mepet karena orangtuanya sudah tak sanggup membiayai kuliahnya,
54
Marini yang bersikeras meminta untuk segera dinikahi, permasalahan dalam perkuliahan dengan Ibu Yusnita yang sempat menimbulkan ancaman DO, dan urusan percintaannya dengan Erika yang cukup membuatnya bimbang.
Anton mencoba menyelesaikan masalah dalam hidupnya satu-persatu. Masalah dengan Bu Yusnita dapat diselesaikan ketika diadakan riset di Dieng. Melalui segala perhatian, dan kebaikan Anton akhirnya Bu Yusnita mampu meluluhkan hatinya, bahkan Bu Yusnita dan Anton memiliki hubungan khusus. Kisah cinta Anton dengan Marini harus berakhir. Akhirnya Anton tersadar bahwa saat ini Erikalah yang benar-benar membutuhkan dirinya dan cerita ditutup dengan bersatunya cinta Anton dan Erika. Bagian ini merupakan jawaban atas teka-teki siapa sebenarnya yang menjadi jodoh Anton.
Dari segi cerita, novel CKB beralur maju tertutup. Di akhir cerita pengarang memberi kesimpulan kepada pembaca. Pembaca tidak diberikan kesempatan untuk menafsirkan sesuatu yang mungkin terjadi pada tokoh-tokohnya. Semua persoalan yang dihadapi para tokoh dapat teratasi.
2.3.2 Analisis Tokoh dan Penokohan Novel Cintaku di Kampus Biru