• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ANION

Dalam dokumen PENUNTUN PRAKTIKUM (Halaman 31-37)

Identifikasi anion : Cl-, Br-, I-, NO2-, NO3-, PO43-, ClO- ,SO4-2 1. Anion Cl- (klorida)

Uji kering : test Beilstein : memberikan warna nyala hijau.

Digunakan larutan NaCl 0,1 M

a. Larutan klorida dengan penambahan AgNO3 menghasilkan endapan putih AgCl.

Endapan larut dalam NH4OH encer, dalam larutan KCN dan larutan S2O3-2. Jika diasamkan dengan HNO3 akan mengendap kembali.

b. Dengan penambahan larutan Pb asetat menghasilkan endapan putih PbCl2. Endapan larut dalam air panas, setelah dingin akan mengendap kembali.

c. Dipanaskan dengan KMnO4 menghasilkan gas Cl2 (berwarna hijau pucat), yang dapat membirukan kertas kanji-Kl.

Cara : 2 tetes larutan zat dalam tabung ditambahkan 1 tetes KMnO4 dan 2 tetes H2SO4. Tutup mulut tabung dengan kertas saring yang sudah ditetesi larutan KI-kanji.

Panaskan tabung diatas api kecil, kertas akan berwarna biru

2. Anion Br-(bromida)

Digunakan larutan KBr 0,1 M

a. Dengan penambahan AgNO3 kedalam larutan KBr menghasilkan endapan kuning pucat. Endapan tidak larut dalam NH4OH encer, tapi larut dalam NH4OH pekat, dalam larutan KCN dan larutan Na2S2O3.

b. Dengan penambahan Pb asetat menghasilkan endapan kristal putih, endapan larut dalam air mendidih.

c. Dengan penambahan oksidator asam akan menghasilkan Br2 (merah coklat), oksidator yang dapat dipakai antara lain : NaOCl + HCl encer

KMnO4 + H2SO4 p K2Cr2O7 + H2SO4 p

Cara : dalam tabung letakkan beberapa tetes larutan zat, lalu tambahkan 2 atau 3 tetes HCl encer dan 3 tetes NaOCl, lalu tambahkan beberapa tetes CHCl3, lapisan CHCl3

coklat.

d. Dengan penambahan larutan KMnO4 dan H2SO4 pekat.

Cara : sedikit sampel padat dalam tabung ditambahkan larutan KMnO4 + 2 atau 3 tetes H2SO4 pekat. Panaskan pada api kecil, dan mulut tabung ditutup dengan kertas kanji, maka warna kertas menjadi merah jingga.

e. Dengan penambahan larutan K2Cr2O7 dan H2SO4 pekat akan menghasilkan gas Br2. Sediakan kertas saring yang dibasahi dengan larutan fuchsin 0,1 % yang tepat dihilangkan warnanya dengan NaHSO3.

Cara : sedikit sampel padat atau larutan bromida dimasukkan dalam tabung, tambahkan K2Cr2O7 beberapa tetes dan 2 atau 3 tetes H2SO4 pekat, tutup mulut tabung dengan

2

6

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM kertas saring tersebut diatas; dan tabung dipanaskan pada api kecil. Gas yang terbentuk menyebabkan kertas menjadi ungu atau biru.\

Anion I- (Iodida) Digunakan larutan KI 0,1 M

a. Dengan penambahan larutan AgNO3 menghasilkan endapan kuning seperti dadih AgI. Endapan sedikit larut dalam NH4OH pekat dan tidak larut dalam HNO3 encer.

Tetapi larut dalam larutan KCN dan Na2S2O3.

b. Dengan penambahan larutan Pb asetat menghasilkan endapan kuning. Endapan larut dalam air panas yang banyak, dan setelah dingin mengendap kembali berupa kristal kuning keemasan (amati di mikroskop).

c. Dengan penambahan oksidator dan asam akan menghasilkan I2 (ungu). Oksidator yang dipakai antara lain : NaOCI + HCl encer, terbentuk gas I2, jika dikocok dengan CHCl3, lapisan CHCl3 berwarna ungu.

d. Dengan penambahan larutan K2Cr2O7 dan H2SO4 pekat menghasilkan I2 yang dapat ditest dengan larutan kanji menghasilkan warna biru.

Cara : sampel dimasukkan dalamn tabung, lalu ditambahkan K2Cr2O7 dan H2SO4 serta beberapa tetes larutan kanji. Panaskan pada api kecil, larutan menjadi biru.

Anion NO2-(nitrit)

Digunakan larutan NaNO2 atau KNO2 0,1 N yang baru dibuat.

a. Jika dalam larutan nitrit ditambahkan 2 tetes H2SO4 pekat dan 1 tetes larutan KMnO4, warna ungu dari KMnO4 akan hilang. (sifat reduktor dan nitrit).

b. Jika ke dalam larutan KI yang diasamkan (dengan beberapa tetes asam asetat encer atau asam asetat encer) ditambahkan larutan nitrit, larutan menjadi berwarna kuning sampai coklat, karena terbentuk iodium. Iodium yang dapat di test dengan cara :

- Menambahkan larutan kanji kedalam larutan, akan terbentuk warna biru.

- Pada larutan ditambahkan kloroform, maka lapisan kloroform berwarna ungu.

c. Dalam tabung reaksi dimasukkan beberapa tetes larutan FeSO4 (25%) dan beberapa tetes H2SO4 encer atau asam asetat encer. Kedalamnya diteteskan hatihati larutan nitrit melalui dinding tabung. Terbentuk cincin coklat pada batas kedua larutan. Jika penambahan tidak hati-hati, terbentuk larutan yang berwarna coklat.

d. Dengan penambahan larutan Antipirin dan HCl encer akan terbentuk warna hijau.

Anion NO3-(nitrat)

Digunakan larutan KNO3 atau NaNO3 0,1 N

a. Dengan penambahan larutan difenil amin dalam H2SO4 pekat kedalam larutan nitrit, akan terbentuk warna biru, reaksi ini juga diberikan oleh zat-zat oksidator yang lain.

b. Reaksi cincin coklat

2

7

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Letakkan sedikit larutan garam NO3- dalam tabung reaksi, tambahkan beberapa tetes larutan FeSO4 yang baru dibuat. Kedalamnya diteteskan H2SO4 pekat hatihati melalui dinding tabung, pada batas kedua larutan akan terbentuk cincin coklat. Bedakan dengan nitrit : nitrit memberikan hasil positif dengan cara ini dengan menggunakan H2SO4 encer, sedangkan nitrat tidak bereaksi.

Nitrat tidak bereaksi dengan antipirin dan HCl, tetapi jika direduksi dengan serbuk Zn dan HCl atau asam asetat, nitrat akan tereduksi menjadi NO2- yang dapat ditest dengan antipirin HCl.

c. Nitrat juga dapat mengoksidasi larutan KI yang diasamkan dengan asam asetat atau asam sulfat encer (sama dengan reaksi 2 pada nitrit).

Anion PO4-3(Ortofosfat)

Digunakan larutan Dinatrium hidrogan fosfat. Na2HPO4

a. Dengan penambahan larutan AgNO3 menghasilkan endapan kuning Ag3PO4, endapan larut dalam NH4OH encer dan HNO3 encer.

b. Jika pada larutan yang sudah diasamkan dengan HNO3, ditambahkan reagensia ammonium molibdat (NH4)3(PMo12O40) berlebih, kemudian dipanaskan diatas water bath 40o C; akan terbentuk endapan kristal kuning. Endapan larut dalam NH4OH dan alkali hidroksida.

c. Dengan penambahan FeCl3 menghasilkan endapan putih kekuningan. Endapan larut dalam asam mineral encer tetapi tidak larut dalam asam asetat encer.

d. Dengan pnambahan larutan BaCl2 dari larutan netral menghasilkan endapan putih (amorf) Ba3(PO4)2, endapan larut dalam HCl encer dan asam asetat encer

Anion SO4-2(sulfat)

Digunakan larutan Na2SO4 0,1 M

a. Dengan penambahan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih BaSO4 yang tidak larut dalam HCl dan HNO3 encer, tapi dapat larut dalam HCl pekat mendidih.

b. Dengan penambahan larutan Hg(NO3)2 menghasilkan endapan kuning (reaksi ini sangat pekat, hasil positif untuk jumlah ion SO4-2 yang sedikit.

c. Dengan penambahan larutan Pb asetat menghasilkan endapan putih PbSO4, yang larut dalam H2SO4 panas.

2

8

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM LAPORAN PERCOBAAN ANALISIS ANION

Tanggal : - Sampel : NaCl

Tanggal : - Sampel : KBr

2

9

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Tanggal : -

Sampel : Na2SO4

Tanggal : Sampel : KI

Tanggal : -

Sampel : NaNO2

Tanggal :

Sampel : KNO3

3

0

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV)

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

Tanggal :

Sampel : Na2HPO4

Dalam dokumen PENUNTUN PRAKTIKUM (Halaman 31-37)

Dokumen terkait