• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS BAURAN PEMASARAN RUMAH TEMPE INDONESIA

Identifikasi Faktor-Faktor Penyusun Bauran Pemasaran

Pada metode PHA, tahap yang dilakukan setelah mendefinisikan masalah adalah membuat struktur hirarki secara menyeluruh. Berdasarkan hasil analisis permasalah, maka diperoleh elemen-elemen yang digunakan untuk menyelesaikan masalah melalui bauran pemasaran. Hirarki ini tersusun dari empat tingkat, yaitu fokus, tujuan, bauran, dan sub-bauran. Tingkat satu adalah fokus utama yang akan dicapai, yaitu strategi pemasaran. Elemen yang menjadi perhatian atau berpengaruh terhadap masalah diletakkan pada tingkat lebih bawah agar lebih mendalam dsn spesifik.

Tujuan

Tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai dan pedoman pengelolaan usaha suatu organisasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Rumah Tempe Indonesia dan observasi lapang, terdapat tiga tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pemasaran yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan penjualan. Salah satu tujuan yang diharapkan mampu dicapai Rumah Tempe Indonesia dalam memasarkan Tempe Kita adalah meningkatkan penjualan. Peningkatan penjualan dapat mengarah kepada keberhasilan dalam memasyarakatkan produk tempe higienis yang

diproduksi menggunakan peralatan yang bersih dan aman baik bagi konsumen maupun bagi lingkungan. Dengan semakin tingginya penjualan yang dilakukan makan semakin banyak masyarakat yang sadar akan kesehatan sehingga produsen tempe lokal menjadi tertarik untuk menggunakan peralatan dan tata cara pengolahan tempe yang baik, higienis dan benar.

2. Menghadapi persaingan pada era globalisasi. Pesaing merupakan hal yang paling nyata untuk dihadapi dalam melakukan pemasaran. Masih sedikitnya pesaing pada produk tempe yang bernilai tambah dan memiliki keunggulan tersendiri menjadikan keuntungan tersendiri bagi Rumah Tempe Indonesia untuk menarik minat konsumen tempe higienis dan memiliki nilai tambah lainnya. Dan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 nanti, RTI akan lebih siap dengan perdagangan bebas dan persaingan yang lebih besar lagi.

3. Memperluas pangsa pasar. Pangsa pasar menurut Assauri 2004 adalah besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang umumnya dinyatakan dengan presentase. Pangsa pasar Tempe Kita dari Rumah Tempe Indonesia selama ini hanya fokus di daerah Jabodetabek khususnya di Kota Bogor. Dengan semakin luasnya pangsa pasar produk Tempe Kita ini, semakin banyak pula masyarakat yang mengonsumsi tempe yang higienis dan akan berimplikasi kepada peningkatan penggunaan alat-alat yang bersih dan berstandar baik oleh para produsen tempe lokal.

Setelah tujuan dari strategi bauran pemasaran dirumuskan, Rumah Tempe Indonesia perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan strategi pemasaran. Faktor dan sub faktor yang mempengaruhi penyusunan strategi pemasaran Rumah Tempe Indonesia dapat dilihat pada.

Prioritas Tujuan Pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Pengolahan pertama dilakukan untuk mengetahui tujuan yang diprioritaskan dalam strategi pemasaran. Hasil pengolahan horizontal elemen tujuan pemasaran Rumah Tempe Indonesia dengan menggunakan perangkat Expert Choice v.11

disajikan dalam Tabel 14. Tujuan yang menjadi prioritas utama Rumah Tempe Indonesia adalah meningkatkan penjualan. Tujuan meningkatkan penjualan menjadi tujuan yang diprioritaskan secara keseluruhan dalam kegiatan pemasaran dengan bobot 0. 635.

Tabel 14 Bobot dan prioritas tujuan pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Tujuan Bobot Prioritas RI

Meningkatkan penjualan 0.635 1 0.02

Menghadapi persaingan 0.135 3

Memperluas pangsa pasar 0.230 2

Tujuan meningkatkan penjualan lebih diprioritaskan oleh Rumah Tempe Indonesia karena dengan meningkatkan penjualan dapat mengarah kepada keberhasilan dalam memasyarakatkan produk tempe higienis yang diproduksi menggunakan peralatan yang bersih dan aman baik bagi konsumen maupun bagi

lingkungan. Dengan semakin tingginya penjualan yang dilakukan makan semakin banyak masyarakat yang sadar akan kesehatan sehingga produsen tempe lokal menjadi tertarik untuk menggunakan peralatan dan tata cara pengolahan tempe yang baik, higienis dan benar. Memperluas pangsa pasar menjadi prioritas kedua dan menghadapi persaingan mendapatkan prioritas ketiga. Tujuan memperluas pangsa pasar mendapatkan bobot sebesar 0.230, dan tujuan menghadapi persaingan diprioritaskan ketiga dengan bobot 0.135. Hal ini secara langsung akan dirasakan oleh perusahaan jika penjualan Tempe Kita di RTI juga meningkat. Dengan pangsa pasar yang luas dan produk yang bersaing, Rumah Tempe Indonesia telah memasyarakatkan produk tempe yang higienis dan bernilai tambah sehingga berimplikasi kepada ketertarikan produsen tempe lokal dalam penggunaan peralatan dan tata cara pengolahan yang baik dan benar.

Prioritas Bauran Berdasarkan Tujuan Pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Hasil pengolahan ini merupakan pengolahan hirarki pada tingkat tiga untuk mengetahui faktor yang diprioritaskan dalam bauran pemasaran terhadap masing-masing tujuan. Hal ini sama dengan penentuan prioritas sub-bauran berdasarkan tujuan pemasaran diperoleh dari hasil pengolahan horizontal.

Tabel 15 menunjukan hasil pengolahan berupa bobot beserta rasio inkonsistensi dari masing-masing perhitungan. Pengolahan secara horizontal ini secara keseluruhan telah memenuhi rasio inkonsistensi yaitu dibawah 10 persen. Bauran produk merupakan bauran yang dianggap paling berpengaruh terhadap ketiga tujuan yang ingin dicapai. Bobot bauran produk dalam meningkatkan penjualan, mengadapi persaingan dan memperluas pangsa pasar secara berurutan adalah 0.490, 0.356 dan 0.399. Hasil ini menunjukan bahwa RTI sepakat bahwa bauran produk yang paling mempengaruhi tujuan pemasaran yang ingin dicapai, yaitu meningkatkan penjualan, menghadapi persaingan dan memperluas pangsa pasar.

Tabel 15 Bobot dan prioritas bauran berdasarkan tujuan pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Tujuan Bauran Pemasaran RI

Produk Harga Distribusi Promosi

Meningkatkan penjualan 0.490 0.102 0.173 0.235 0.06 Menghadapi persaingan 0.356 0.230 0.159 0.255 0.05 Memperluas pangsa pasar 0.399 0.164 0.161 0. 277 0.04

Bauran promosi pada setiap tujuan menjadi prioritas kedua karena bobot yang dimiliki kedua terbesar setelah bauran produk, yaitu 0.235, 0.255, dan 0.277 secara berturut-turut dengan tujuan meningkatkan penjualan, menghadapi persaingan dan memperluas pengsa pasar. Pihak RTI menilai bahwa promosi juga sangat mempengaruhi tujuan pemasaran yang ingin dicapai. Namun pada kenyataannya, selama ini promosi yang dilakukan organisasi belum gencar dan RTI juga lebih banyak fokus pada produk. Bauran harga menjadi prioritas ketiga pada dua tujuan pemasaran yang ingin dicapai RTI yaitu 0.230 dan 0.164 pada tujuan menghadapi persaingan dan memperluas pangsa pasar secara berturut-turut. Sedangkan bauran distribusi pada tujuan meningkatkan penjualan menjadi

prioritas ketiga dalam mencapai strategi pemasaran RTI yaitu sebesar 0.173. Hal ini berarti dalam menghadapi persaingan dan memperluas pangsa pasar, pihak RTI berpendapat bahwa harga mempengaruhi setelah produk dan promosi. Namun dalam meningkatkan penjualan, faktor distribusi langsung dan pengecer menunjang pembelian produk Tempe Kita.

Prioritas Sub-bauran Berdasarkan Tujuan Pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Dalam mencapai tujuan meningkatkan penjualan, masing-masing bauran memiliki sub-bauran dengan bobot dan prioritas yang berbeda. Hasil pengolahan horizontal ini menunjukan bahwa bauran produk dengan sub-bauran kualitas memperoleh prioritas pertama dengan bobot 0.356. Hal ini disebabkan oleh kualitas produk Tempe Kita yang ditawarkan oleh RTI sangat dikedepankan dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk Tempe Kita, baik dari segi proses produksi yang sesuai dengan standard pengolahan tempe yang baik maupun higienitas bagi lingkungan dan konsumen, sehingga RTI lebih memperhatikan segi kualitas produk tempe yang ditawarkan. Kemasan, pelayanan dan ukuran menempati urutan kedua, ketiga dan keempat. Prioritas kelima dalam bauran produk adalah keragaman dengan bobot 0.148. Nilai inkonsistensi dari sub-bauran produk sudah memenuhi syarat inkonsistensi sebesar 0.06. Sub-bauran penjualan personal pada bauran promosi menjadi prioritas utama yaitu sebesar 0.659. Promosi penjualan dan publisitas menempati prioritas kedua dan ketiga pada bauran promosi dengan bobot 0.224 dan 0.117 secara berturut-turut.sub- bauran promosi telah memenuhi syarat inkonsistensi dengan nilai inkosistensi 0.02.

Tabel 16 Bobot dan prioritas sub-bauran berdasarkan tujuan pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Tujuan Bauran Sub-bauran RI

Meningkatkan Penjualan (0.635) Produk (0.490) Kualitas (0.356) 0.06 Kemasan (0.208) Pelayanan (0.175) Ukuran (0.146) Keragaman (0.115)

Promosi (0.235) Penjualan personal (0.659) 0.02 Promosi penjualan (0.224)

Publisitas (0.117)

Distribusi (0.173) Distribusi langsung (0.346) 0.01 Lokasi penjualan (0.297)

Pengecer (0.192) Persediaan (0.165)

Harga (0.102) Above-market pricing (0.841) 0.00 Diskon kuantitas (0.159)

Bauran distribusi berada pada prioritas ketiga dengan sub-bauran distribusi langsung sebagai prioritas utama dengan bobot 0.346. Distribusi langsung sangat diprioritaskan oleh RTI untuk meminimalisasi margin dan kerusakan pada produk tempe yang diangkut. Lokasi penjualan yang strategis menjadi prioritas kedua

pada bauran distribusi dengan bobot 0.297. Hal ini disebabkan RTI lebih banyak menjual produk dengan jumlah banyak dan langsung diantar kepada konsumen dibandingkan dengan menyediakan produk tempe berlebih di pabrik untuk konsumen membeli langsung produk Tempe Kita. Pengecer dan persediaan pada bauran distribusi menempati urutan ketiga dan keempat. Bauran disitribusi ini telah memenuhi syarat inkonsistensi sebesar 0.01. Above-market pricing menjadi prioritas utama dalam bauran harga dengan boboy 0.841. Harga yang berada diatas harga pasar atau pesaing ini diprioritaskan oleh RTI agar produsen tempe lokal tidak terganggu dengan RTI sebagai pesaing baru dan juga agar tidak merusak dan mengganggu harga keseimbangan tempe dipasar setempat. Diskon kuantitas menjadi prioritas kedua pada bauran harga dengan bobot 0.159. Bauran harga telah memenuhi syarat inkonsistensi dengan nilai inkonsistensi sebesar 0.00.

Prioritas Sub-bauran Berdasarkan Tujuan Menghadapi Persaingan

Pengolahan untuk menghadapi persaingan menghasilkan prioritas bauran dengan urutan produk, promosi, harga, dan distribusi. Kualitas menempati prioritas utama pada bauran produk dengan bobot 0.436. RTI adalah unit bisnis yang bertujuan untuk menjadi usaha percontohan para produsen tempe lain dalam memproduksi tempe yang baik dan benar. Proses produksi yang baik dan benar akan tercermin pula dari kualitas produk yang dihasilkan. Pelayanan menempati urutan kedua dalam bauran produk dengan bobot 0.175. Rasio inkonsistensi yang dimiliki oleh bauran produk adalah 0.05, yang artinya bauran produk ini telah sesuai dengan syarat inkonsistensi yaitu dibawah 10 persen. Pelayanan akan mendukung RTI dalam persaingan yang akan terjadi di era globalisasi dan menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN. Ukuran, kemasan dan keragaman produk menempati prioritas ketiga, keempat dan kelima pada bauran produk dengan bobot 0.140, 0.139 dan 0.110 secara berurutan. Penjualan personal pada bauran promosi menjadi prioritas utama dengan bobot 0.673.

Tabel 17 Bobot dan prioritas sub-bauran berdasarkan tujuan menghadapi persaingan

Tujuan Bauran Sub-bauran RI

Menghadapi persaingan (0.135) Produk (0.356) Kualitas (0.436) 0.05 Pelayanan (0.175) Ukuran (0.140) Kemasan (0.139) Keragaman (0.110)

Promosi (0.255) Penjualan personal (0.673) 0.01 Promosi penjualan (0.231)

Publisitas (0.096)

Harga (0.230) Above-market pricing (0.723) 0.00 Diskon kuantitas (0.277)

Distribusi (0.173) Distribusi langsung (0.447) 0.07 Pengecer (0.280)

Lokasi penjualan (0.156) Persediaan (0.117)

Penjualan dengan sistem mendatangi konsumen dan langung menawarkan produknya akan mendukung persaingan yang akan dihadapi oleh RTI dimasa mendatang. Promosi penjualan dan publisitas menempati urutan kedua dan ketiga dengan bobot 0.231 dan 0.096 secara berurutan. Promosi penjualan dan publisitas ini akan mendukung penjualan personal sehingga konsumen akan lebih mengenal produk Tempe Kita yang ditawarkan oleh RTI. Nilai inkonsistensi bauran promosi pada tujuan menghadapi persaingan adalah 0.01, sehingga syarat inkonsistensi telah sesuai. Dalam menghadapi persaingan, bauran harga dengan sub-bauran harga diatas pesaing, dalam hal ini adalah produsen tempe lokal, menempati urutan pertama dengan bobot 0.723. Diskon kuantitas pada bauran harga menempati prioritas kedua dengan bobot 0.277. Perhitungan sub-bauran harga telah memenuhi syarat inkonsistensi dibawah 10 persen. Bauran distribusi menempati urutan keempat pada tujuan menghadapi persaingan. Sub-bauran pada bauran distribusi yang menjadi prioritas utama adalah distribusi langsung dengan bobot 0.447. Sama halnya dengan tujuan meningkatkan penjualan, distribusi langsung dianggap paling ideal dan efektif dalam pendistribusian produk Tempe Kita. Pengecer, lokasi penjualan dan persediaan menempati prioritas kedua, ketiga dan keempat dengan bobot 0.280, 0.156 dan 0.117 secara berurutan. Dari perhitungan sub-bauran distribusi diperoleh nilai rasio inkonsistensi 0.07 yang telah memenuhi syarat inkonsistensi.

Prioritas Sub-bauran Berdasarkan Tujuan Memperluas Pangsa Pasar

Pengolahan dilakukan dengan membandingkan sub-bauran dengan bauran pemasaran dengan tujuan memperluas pangsa pasar. Secara keseluruhan pengolahan sub-bauran telah memenuhi syarat inkonsistensi dibawah 10 persen. Bauran produk tetap menjadi prioritas utama pada setiap tujuan. Bauran produk dengan sub-bauran kualitas kembali menjadi prioritas dengan bobot 0.429. Terjaminnya kualitas akan membuat konsumen puas dan akan mengarah kepada pembelian berulang. Pembelian berulang para konsumen berimplikasi kepada meningkatnya penjualan dan akan membuat pangsa pasar dari RTI juga meluas. Tabel 18 Bobot dan prioritas sub-bauran berdasarkan tujuan memperluas pangsa

pasar

Tujuan Bauran Sub-bauran RI

Memperluas pangsa pasar (0.230) Produk (0.399) Kualitas (0.429) 0.08 Pelayanan (0.164) Keragaman (0.149) Kemasan (0.146) Ukuran (0.113)

Promosi (0.277) Penjualan personal (0.706) 0.00 Promosi penjualan (0.186)

Publisitas (0.108)

Harga (0.164) Above-market pricing (0.729) 0.00 Diskon kuantitas (0.271)

Distribusi (0.161) Distribusi langsung (0.421) 0.07 Pengecer (0.252)

Lokasi penjualan (0.182) Persediaan (0.144)

Pelayanan menjadi prioritas kedua dengan bobot 0.164 dan keragaman produk diurutan ketiga dengan bobot 0.149. Sedangkan kemasan menempati prioritas keempat dengan bobot 0.14. Ukuran produk pada bauran pemasaran terhadap tujuan memperluas pangsa pasar menempati urutan kelima dengan bobot 0.113. Sementara pada bauran promosi, penjualan personal menjadi prioritas utama dengan bobot 0.706. Hal ini menunjukan bahwa penjualan personal RTI kepada perusahaan-perusahaan akan memperluas pangsa pasar RTI sendiri. Promosi perjualan dan publisitas menempati urutan kedua dan ketiga dengan bobot 0.186 dan 0.108 secara berturut-turut.

Penetapan harga yang dilakukan RTI adalah harga diatas harga yang berlaku dipasar lokal. Hal ini dinilai oleh manajemen RTI sebuah kelebihan sehingga memiliki bobot 0.729 dan menempati prioritas utama pada bauran harga. Diskon kuantitas menjdai prioritas selanjutnya pada bauran harga dengan bobot 0.271. Pada bauran distribusi, distribusi langsung menempati urutan pertama dengan bobot 0.421. Hal ini menunjukan bahwa distribusi langsung tetap diprioritaskan oleh manajemen RTI untuk mendapatkan perluasan panga pasar. Pengecer menjadi prioritas kedua setelah distribusi langsung pada bauran distribusi dengan bobot 0.252. Pengecer pada dasarnya adalah saluran distribusi yang dapat membantu RTI dalam memperluas pangsa pasarnya. Namun, sampai saat ini RTI tidak memiliki pengecer tetap atau agen resmi penjualan Tempe Kita. Lokasi penjualan dan persediaan produk menjadi prioritas ketiga dan keempat pada bauran distribusi dengan bobot 0.182 dan 0.144 dengan berurutan.

Prioritas Bauran Pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Setelah hasil pengolahan horizontal berupa prioritas masing-masing elemen terhadap elemen lain pada tingkat yang lebih tinggi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan vertikal yang menghasilkan prioritas setiap elemen terhadap fokus strategi pemasaran.

Tabel 19 Bobot dan prioritas bauran pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Bauran Pemasaran Bobot Prioritas

Produk 0.451 1

Harga 0.134 4

Promosi 0.247 2

Distribusi 0.182 3

Dari hasil pengolahan vertikal, untuk mencapai fokus utama maka bauran produk menjadi bauran paling diutamakan dengan bobot 0.451. Bauran produk memiliki banyak faktor yang mempengaruhi, yaitu kualitas, kemasan, pelayan, keragaman, dan ukuran. Rumah Tempe Indonesia menilai bahwa produk Tempe Kita adalah hal yang diunggulkan dan diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, Rumah Tempe Indonesia mengupayakan sebaik mungkin agar segala bentuk sub- bauran pada bauran produk yang dilakukan mampu memberikan kepuasan bagi konsumen.

Bauran promosi pada Rumah Tempe Indonesia menjadi prioritas kedua yang berpengaruh dengan bobot 0.247. Kegiatan promosi merupakan kegiatan yang dapat membantu penjual untuk berkomunikasi dengan pembeli dan membujuk konsumen untuk membeli. RTI beranggapan bahwa promosi adalah jembatan yang menghubungkan antara masyarakat dengan perusahaan. Bauran distribusi menempati prioritas ketiga dengan bobot 0.182 pada Rumah Tempe Indonesia. Bauran harga menjadi prioritas keempat dengan bobot 0.134. Walaupun tidak menjadi prioritas utama, namun Rumah Tempe Indonesia tetap menjaga fluktuasi harga tempe yang ditawarkannya.

Prioritas Sub-bauran Pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Berdasarkan hasil pengolahan vertikal, dapat dilihat prioritas sub-bauran dari masing-masing bauran pemasaran terhadap fokus. Kualitas menjadi prioritas paling utam yang paling mempengaruhi fokus bauran pemasaran dengan bobot 0.384. Kualitas produk menjadi hal yang paling diutamakan karena erat kaitannya dengan pemenuhan kepuasan konsumen. Kualitas produk terbaik akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan konsumen baik bagi pembeli baru maupun pelanggan. Selain itu, kualitas menjadi misi yang ingin dicapai dan dipertahankan oleh Rumah Tempe Indonesia. Tujuan tersebut adalah menjadi salah satu pusat produksi tempe yang higienis dan ramah lingkungan serta mampu menyediakan produk tempe berkualitas kepada konsumen. Jika dilihat dari penilaian pembeli terhadap kualitas, Rumah Tempe Indonesia sudah mampu memberikan kualitas produk tempe yang terjamin. Rumah Tempe Indonesia telah tersertifikasi SNI No. 3144 tahun 2009 yang merupakan standar nasional kualitas tempe. Walaupun SNI No 3144 tahun 2009 bukan merupakan standard produk, namun produk yang dihasilkan dari memiliki kualitas yang baik.

Tabel 20 Bobot dan prioritas sub-bauran pemasaran Rumah Tempe Indonesia

Bauran Pemasaran Sub-bauran Bobot Prioritas

Produk (0.451) Kualitas 0.384 1

Kemasan 0.184 2

Pelayanan 0.175 3

Keragaman 0.122 5

Ukuran 0.138 4

Harga (0.134) Above-market pricing 0.799 1

Diskon kuantitas 0.201 2

Distribusi (0.182) Distribusi langsung 0.377 1

Pengecer 0.218 3 Lokasi penjualan 0.252 2 Persediaan 0.154 4 Promosi (0.247) Publisitas 0.112 3 Promosi penjualan 0.216 2 Penjualan personal 0.672 1

Kemasan menjadi prioritas kedua dengan bobot 0.184. Kemasan menjadi perhatian karena kelengkapan informasi yang terdapat didalamnya. Kemasan dapat meningkatkan nilai produk dan persepsi pembeli terhadap kualitas produk (Singh 2012). Kemasan dinilai relatif mempengaruhi minat pembeli khususnya

bagi pembeli yang melihat dari label kemasan produk Tempe Kita. Hal ini dapat dibuktikan oleh mayoritas konsumen mengatakan bahwa kemasan tempe yang ditawarkan menarik. Pelayanan menjadi prioritas ketiga yang berpengaruh terhaddap fokus utama dengan bobot 0.175. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pembeli. Hal ini terbukti bahwa konsumen menyatakan pelayanan yang dilakukan oleh RTI baik, sehingga konsumen puas dan akan tetap membeli produk yang ditawarkan oleh RTI.

Sub-bauran yang menjadi prioritas utama dalam bauran promosi yaitu penjualan personal dengan bobot 0.672. Dengan segmentasi masyarakat menengah keatas yang dituju oleh RTI, penjualan personal dinilai lebih efektif dilakukan oleh manajemen. Mendatangi langsung para calon pembeli potensial menjadi prioritas promosi yang dilakukan oleh RTI. Promosi penjualan menjadi sub-bauran prioritas kedua dalam promosi dengan bobot 0.216. Tidak jarang RTI menjadi objek kunjungan para calon pembeli baru untuk mengetahui seluk beluk RTI dan menjadi peserta pameran atau bazaar untuk mempromosikan produknya dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Bogor. Namun, intensitas kunjungan dan pameran yang bergantung pada pihak lain sehingga tidak dapat memjangkau masyarakat luas.

Sub-bauran distribusi langsung menjadi prioritas utama pada bauran distribusi dengan bobot 0.377. RTI mengantarkan langsung produk pesanan konsumen yang berada di daerah Bogor. Karena ruang lingkup distribusi RTI masih sempit yaitu daerah sekitar Bogor, maka pendistribusian produk yang dibeli konsumen diantarkan langsung oleh pihak RTI. Lokasi penjualan yang strategis menjadi prioritas kedua RTI dalam mencapai fokusnya dengan bobot 0.252. Bogor yang notabene kawasan wisata dan kuliner membuat lokasi pembelian yang strategis dapat meningkatkan penjualan produk.

Dokumen terkait