HASIL PENELITIAN
4.2. Hasil Analisis
4.2.2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan terhadap variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap, umur, jenis kelamin, jenis spesialisasi dan lama kerja yang dianggap dapat mempengaruhi pola peresepan obat yang ditulis oleh dokter spesialis empat dasar.
Analisis ini merupakan Analisis tabel silang dengan menggunakan tabel 2x2.
Analisis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara masing-masing variabel independen terhadap pola peresepan obat. Apabila nilai p < 0,05 maka ada hubungan yang bermakna antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Hasil analisis bivariat dari variabel yang diteliti dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Pengaruh Pengetahuan Dokter Spesialis Empat Dasar Terhadap Pola Peresepan Obat
Hasil analisis bivariat antara pengetahuan dokter spesialis 4 dasar tentang konsep dasar standar terapi dan pemberian obat yang rasional dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.9. berikut ini.
Tabel 4.9. Distribusi Proporsi Berdasarkan Pengetahuan Dokter Spesialis Empat Dasar Terhadap Pola Peresepan Obat di Rumah Sakit Santa Elisabeth
Pengetahuan Pola peresepan Obat X2
(p value)
Baik Sedang Kurang TOTAL
n % n % n % n %
Baik 0 0 4 11,4 4 11,4 8 22,9 0,475
(1,845)
Cukup 2 5,7 6 17,1 10 28,6 18 51,4
Kurang 0 0 2 5,7 7 20 9 25,7
Jumlah 2 5,7 12 34,3 21 60 35 100
Pada Tabel 4.9., dapat dilihat bahwa berdasarkan penelitian, pola peresepan obat kategori baik paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 2 orang (5,7%). Sedang pola peresepan obat kategori sedang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 6 orang (17,1%) dan pola peresepan obat kategori kurang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 10 orang (28,6%).
Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden tentang konsep dasar formularium rumah sakit, standar terapi dan pemberian obat yang rasional dengan pola peresepan obat ( p = 0,475).
b. Pengaruh Sikap Dokter Spesialis Empat Dasar Terhadap Pola Peresepan Obat
Hasil analisis bivariat antara sikap responden dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.10. berikut ini.
Tabel 4.10. Distribusi Proporsi Berdasarkan Sikap Dokter Terhadap Pola Peresepan Obat di Rumah Sakit Santa Elisabeth
Sikap Pola peresepan Obat X2
(p value)
Baik Sedang Kurang TOTAL
n % n % n % n %
Baik 2 5,7 10 28,6 13 37,1 25 71,4 0,277
(2,567)
Cukup 0 0 2 5,7 8 22,9 10 28,6
Jumlah 2 5,7 12 34,3 21 60 35 100
Berdasarkan Tabel 4.10. dapat dilihat bahwa pola peresepan obat kategori baik paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang memiliki tingkat sikap baik yakni sebanyak 2 orang (5,7%) dan pola peresepan obat yang sedang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang memiliki tingkat sikap baik yaitu sebanyak 10 orang (28,6%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan tingkat sikap cukup yaitu sebanyak 2 orang (5,7%). Sementara pola peresepan obat yang kurang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang memiliki tingkat sikap baik yaitu sebanyak 13 orang (37,1%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan tingkat sikap cukup yaitu sebanyak 8 orang (22,9%).
Berdasarkan hasil uji statistik yang menggunakan Chi Square diperoleh nilai p = 0,277, artinya tidak ada hubungan antara sikap dokter spesialis empat dasar
tentang konsep dasar formularium rumah sakit, standar terapi dan pemberian obat yang rasional dengan pola peresepan obat.
c. Pengaruh Umur Dokter Spesialis Empat Dasar dengan Pola Peresepan Obat
Hasil Analisis bivariat antara umur responden dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.11., berikut ini.
Tabel 4.11. Distribusi Proporsi Berdasarkan Umur Dokter Terhadap Pola Peresepan Obat di Rumah Sakit Santa Elisabeth
Umur Pola peresepan Obat X2
(p value)
Baik Sedang Kurang TOTAL
n % n % n % n %
≤ 40 tahun 0 0,0 2 5,7 1 2,9 3 8,6 0,336
(6,837) 41–50 tahun 1 2,9 1 2,9 9 25,7 11 31,4
51 – 60 tahun 1 2,9 6 17,1 5 14,3 12 34,3 > 60 tahun 0 0,0 3 8,6 6 17,1 10 25,7 Jumlah 2 5,7 12 34,3 21 60 35 100
Berdasarkan Tabel 4.11., dapat dilihat bahwa pola peresepan obat kategori baik paling banyak ditulis oleh kelompok dokter spesialis berumur 41 – 50 tahun dan oleh kelompok dokter spesialis berumur 51 – 60 tahun yaitu masing-masing sebanyak 1 orang (2,9%). Pola peresepan obat yang sedang paling banyak ditulis oleh kelompok dokter spesialis berumur 51 - 60 tahun yaitu sebanyak 6 orang (17,1%) dan pola peresepan obat yang kurang paling banyak ditulis oleh kelompok dokter spesialis
Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara umur responden dengan pola peresepan obat ( p = 0,336).
d. Pengaruh Jenis Kelamin Dokter Spesialis Empat Dasar dengan Pola Peresepan Obat
Hasil Analisis bivariat antara jenis kelamin responden dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.12., berikut ini.
Tabel 4.12. Distribusi Proporsi Berdasarkan Jenis Kelamin Dokter Terhadap Pola Peresepan Obat di Rumah Sakit Santa Elisabeth
Jenis Kelamin
Pola peresepan Obat X2
(p value)
Baik Sedang Kurang TOTAL
n % n % n % n %
Laki-laki 2 5,7 9 25,7 19 54,3 30 85,7 0,397 (1,847)
Perempuan 0 0,0 3 8,6 2 5,7 5 14,3
Jumlah 2 5,7 12 34,3 21 60 35 100
Berdasarkan Tabel 4.12., dapat dilihat bahwa pola peresepan obat baik paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 2 orang (5,7%) dan pola peresepan obat yang sedang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 9 orang (25,7%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 3 orang (8,6%). Sedangkan pola peresepan obat yang kurang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang (54,3%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar yang berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 2 orang (5,7%).
Berdasarkan hasil uji statistik yang menggunakan Chi square diperoleh nilai p = 0,397, artinya tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dokter spesialis empat dasar dengan pola peresepan obat.
e. Pengaruh Jenis Spesialisasi Dokter dengan Pola Peresepan Obat
Hasil analisis bivariat antara jenis spesialisasi responden dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.13. berikut ini.
Tabel 4.13. Distribusi Proporsi Berdasarkan Jenis Spesialisasi Dokter Terhadap Pola Peresepan Obat di RS St. Elisabeth Tahun 2006 Jenis
Spesialisasi
Pola peresepan Obat X2
(p value)
Berdasarkan Tabel 4.13., dapat dilihat bahwa pola peresepan obat kategori baik paling banyak ditulis oleh dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yaitu masing-masing sebanyak 1 orang (2,9%). Pola peresepan obat kategori sedang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis penyakit dalam yaitu sebanyak 5 orang (14,3%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis
dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis penyakit dalam yaitu sebanyak 1 orang (2,9%).
Berdasarkan hasil uji statistik Chi square diperoleh bahwa ada pengaruh antara jenis spesialisasi responden dengan pola peresepan obat ( p = 0,016).
f. Pengaruh Lama Kerja Dokter Spesialis Empat Dasar dengan Pola Peresepan Obat
Hasil Analisis bivariat antara lama kerja responden dengan pola peresepan obat dapat dilihat pada Tabel 4.14., berikut ini.
Tabel 4.14. Distribusi Proporsi Berdasarkan Lama Kerja Dokter Terhadap Pola Peresepan Obat di Rumah Sakit Santa Elisabeth
Lama Kerja Pola peresepan Obat X2
(p value)
Baik Sedang Kurang TOTAL
n % n % n % n %
< 10 tahun 1 2,9 5 14,3 13 37,1 19 54,3 0,528 (1,276)
> 10 tahun 1 2,9 7 20,0 8 22,9 16 45,7 Jumlah 2 5,7 12 34,3 21 60 35 100
Berdasarkan Tabel 4.14., dapat dilihat bahwa pola peresepan obat kategori baik ditulis baik oleh dokter spesialis empat dasar dengan lama kerja lebih dari 10 tahun maupun oleh dokter spesialis empat dasar dengan lama kerja kurang dari 10 tahun yaitu masing-masing sebanyak 1 orang (2,9%). Pola peresepan obat sedang paling banyak ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan masa kerja lebih dari 10 tahun yakni sebanyak 7 orang (20%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan masa kerja kurang dari 10 tahun yakni sebanyak 5 orang (14,3%). Sementara pola peresepan obat ketegori kurang paling banyak ditulis oleh
dokter spesialis empat dasar dengan lama kerja kurang dari 10 tahun yakni sebanyak 13 orang (37,1%) dan paling sedikit ditulis oleh dokter spesialis empat dasar dengan lama kerja lebih dari 10 tahun yakni sebanyak 8 orang (22,9%).
Berdasarkan hasil uji statistik yang menggunakan Chi square diperoleh nilai p = 0,528, artinya tidak ada pengaruh antara lama kerja responden dengan pola peresepan obat.
BAB 5 PEMBAHASAN
5.1. Pengaruh Pengetahuan Dokter Spesialis Empat Dasar Terhadap Pola