III. Akuntabilitas Kinerja
3.2. Analisis Capaian Kinerja
Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2014 Pulitbang Tanaman Pangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sasaran 1 : Terciptanya varietas unggul, galur/klon dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas mendukung pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan Sasaran strategis ini dicapai menggunakan 2 (dua) indikator kinerja, yaitu (a) Jumlah varietas unggul baru padi, jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya, dan (b) Jumlah benih sumber padi, jagung, dan kedelai dengan SMM ISO 9001-2008. Analisis capaian kinerja diuraikan sebagai berikut:
(a) Indikator kinerja varietas unggul baru (VUB) padi, jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya yang dilepas dapat dicapai melalui kegiatan penelitian pemuliaan dan perakitan varietas unggul baru tanaman pangan. Adapun target yang telah ditetapkan yaitu dilepasnya 20 varietas unggul baru tanaman pangan, sedangkan realisasi capaiannya 105%, yaitu telah dilepas 21 varietas unggul baru padi dan palawija antara lain 5 VUB padi, 9 VUB aneka kacang dan umbi, dan 7 VUB serealia (Tabel 5).
Tabel 5. Indikator tingkat capaian kinerja kegiatan tahun 2014.
Indikator Kinerja Target Realisasi %
Varietas unggul baru padi 5 5 100,00
Varietas unggul baru aneka kacang dan umbi 8 9 112,50
Varietas unggul baru serealia 7 7 100,00
Secara umum, kinerja Puslitbang Tanaman Pangan dalam perakitan varietas unggul baru dapat tercapai sesuai target. Berdasarkan perbandingan selama 2010-2014 (Tabel 6) sesuai dengan Renstra yang telah ditetapkan, VUB yang dilepas sangat bervariasi. Hal ini karena perakitan VUB memerlukan proses dan waktu yang cukup lama karena dipersyaratkan harus dilakukan uji multilokasi di 16 lokasi yang berbeda, serta proses pengujian oleh evaluator ahli yang ditetapkan oleh Badan Benih Nasional (BBN).
Tabel 6. Perbandingan capaian kinerja tahun 2010 - 2014.
Indikator Kinerja 2010 2011 2012 2013 2014
Varietas unggul baru padi Target 4 4 6 7 5 Realisasi 10 (250%) 17 (400%) 12 (200%) 7 (100%) 5 (100%) Varietas unggul baru
aneka kacang dan umbi
Target 2 4 4 6 8 Realisasi 2 (100%) 4 (100%) 6 (150%) 6 (100%) 9 (112%) Varietas unggul baru
serealia Target 5 3 7 7 7 Realisasi 5 (100%) 7 (233%) 7 (100%) 9 (128%) 7 (100%) Keluaran (output) dan outcome yang telah dicapai dari VUB yang dilepas 2014 diuraikan sebagai berikut:
Padi
Tahun 2014 telah dilepas sebanyak 5 VUB padi yang sesuai untuk lahan salin, dan lahan rawa, antara lain 1) varietas Inpari 34 Salin Agritan (SK Mentan No.1252/Kpts/SR.120/12/2014), 2) varietas Inpari 35 Salin Agritan (SK Mentan No.1250/Kpts/SR.120/ 12/2014), 3) varietas Inpari Unsoed 79 Agritan (SK Mentan No.1251/Kpts/SR.120/12/2014), 4) varietas Inpara 8 Agritan (SK Mentan No.1244/Kpts/SR.120/12/2014), dan 5) varietas Inpara 9 Agritan (SK Mentan No.1245/Kpts/SR.120/12/2014).
Varietas Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan toleran salin dan berpotensi hasil tinggi dalam rangka menyediakan varietas toleran salinitas yang beradaptasi pada daerah pesisir pantai Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Kedua varietas ini memiliki toleransi terhadap salinitas pada fase bibit dan pada cekaman 12 dSm-1. Potensi hasil Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan masing-masing 8,1 t/ha dan 8,3 t/ha yang setara dengan varietas Siak Raya, lebih tinggi daripada varietas Dendang (keduanya telah dilepas beberapa tahun lalu). Keunggulan lain, lebih tahan hama wereng batang coklat biotipe 1 dan 3, dan mutu giling setara dengan Siak Raya dan lebih baik daripada Dendang. Sedangkan Inpari Unsoed 79 Agritan mempunyai keunggulan umur 109 hari setelah sebar, potensi produksi 8,2 ton/ha, rata-rata hasil 4,9 ton/ha, tahan blas dan agak tahan HDB III, rasa nasi cukup pulen, serta toleransi terhadap salinitas pada fase bibit dan pada cekaman 12 dSm-1.
Keragaan varietas Inpari 34 Salin Agritan (Kiri) dan varietas Inpari 35 Salin Agritan (kanan)
Varietas Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan sesuai untuk dikembangkan di lahan rawa yang tersedia cukup luas di Indonesia. Inpara 8 Agritan memiliki potensi hasil 6,0 t/ha dan rata-rata hasil 4,77 t/ha, berumur genjah, toleran keracunan Fe, agak tahan penyakit blas ras 133, tahan HDB strain IV dan VIII, dan bermutu beras baik dengan kadar amilosa 25,8% dan tekstur nasi pera. Inpara 9 Agritan memiliki potensi hasil 5,6 t/ha dan rata-rata hasil 4,2 t/ha, berumur 114 HSS, toleran keracunan Fe, bermutu beras baik dengan kadar amilosa 25,7% dan tekstur nasi pera sesuai dengan selera masyarakat di daerah Kalimantan dan Sumatera.
Pertanaman di lapang Inpara 8 Agritan (Kiri) dan Inpara 9 Agritan (kanan) serta kualitas gabah dan berasnya.
Kedelai
Kedelai berpeluang ditingkatkan luas areal tanamnya terutama di lahan kering masam luasnya 102,82 juta ha yang tersedia di luar Pulau Jawa. Namun, pengembangannya terkendala keracunan Al dan Mn, serta defisiensi hara makro.. Salah satu alternatif meningkatkan produktivitas lahan kering dengan menggunakan varietas unggul toleran lahan masam.
Telah dilepas 3 VUB kedelai antara lain varietas Demas 1, Dena 1, dan Dena 2. Kedelai varietas Demas 1, memiliki keunggulan adaptif ditanam di lahan masam. Varietas ini memiliki potensi hasil 2,5 t/ha, ukuran biji 12,88g/100 biji, rata-rata produksi 1,5 t/ha, memiliki ketahanan terhadap penggerek polong dan karat daun. Varietas Dena 1 dan Dena 2 merupakan kedelai berumur genjah masing-masing 78 dan 81 hari, toleran naungan sampai 50% dengan potensi produksi 2,9 ton/ha dan 2,8 ton/ha.
VUB kedelai varietas Demas 1 untuk lahan masam, potensi hasil 2,5 t/ha.
Kacang tanah
Telah dilepas 2 VUB kacang tanah yang diberi nama varietas Talam 2 dan Talam 3. Varietas Talam 2 memiliki keunggulan potensi hasil 4,0 t/ha polong kering dengan rata-rata hasil 2,5 t/ha polong kering. Kandungan protein 25,42% (Bk), lemak 46,53% (Bk), serta agak tahan penyakit layu bakteri, karat daun dan bercak daun. Varietas ini adaptif ditanam di lahan masam (pH 4,2-4,7) dengan kejenuhan Al 10-30%.
Varietas Talam 3, mempunyai potensi hasil 3,7 t/ha polong kering dengan rata-rata hasil 2,6 t/ha polong kering. Kandungan protein 27,58% (Bk), lemak 49,62% (Bk), agak tahan terhadap penyakit layu bakteri, karat daun, dan bercak daun. Varietas ini adaptif ditanam di lahan masam (pH 4,5-5,6) dengan kejenuhan Al 10-30%.
Bentuk biji kacang tanah varietas Talam 2 (kiri) dan Talam 3 (kanan)
Kacang hijau
Kacang hijau yang dilepas dengan nama Vima 2 mempunyai potensi hasil 2,4 t/ha dan rata-rata hasil 1,8 t/ha. Warna biji hijau mengkilap, polong mudah pecah, tahan terhadap thrips dan penyakit tular tanah. Beradaptasi di lingkungan suboptimal atau lingkungan sawah tanpa irigasi. Sedangkan varietas Vima 3 mempunyai potensi hasil 2,1 t/ha dan rata-rata hasil 1,78 t/ha. Warna biji hijau kusam, polong mudah pecah, tahan terhadap penyakit tular tanah.
Keragaan VUB kacang hijau varietas Vima 2 (kiri) dan Vima 3 (kanan)
Ubijalar
Telah dilepas 2 (dua) varietas unggul ubijalar dengan nama Antin 2 dan Antin 3. Varietas Antin 2 memiliki potensi hasil 37,1 ton/ha dan umur panen 4-4,5 bulan. Keunggulan lain, kandungan antosianin tinggi, toleran kekeringan, agak tahan penyakit kudis dan boleng. Sedangkan varietas Antin 3 memiliki potensi hasil 30,6 ton/ha dan umur panen 4-4,5 bulan. Keunggulan lain, kandungan antosianin tinggi, toleran kekeringan, agak tahan penyakit kudis dan boleng. Kedua varietas ini sesuai ditanam di lahan tegalan dan lahan sawah sesudah tanam padi.
Jagung
Jagung pulut yang dilepas dengan nama varietas URI 3 H mempunyai keunggulan utama yaitu mengandung nutrisi amilosa sebesar 7,65% yang mencirikan sebagai jagung hibrida pulut dengan rasa tongkol muda yang sangat enak/gurih, kisaran perbedaan 62,8 - 64,2% terhadap varietas Bima Putih 1. Varietas ini berumur genjah (88 hst) dengan potensi produksi 10,68 t/ha dan rata-rata hasil 8,57 t/ha pada kadar air 15%. Keunggulan lain memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dan hawar daun, serta tahan rebah.
Jagung varietas HJ 21 Agritan memiliki keunggulan umur 82 HST, potensi hasil 12,2 t/ha pipilan kering kadar air 15% dan rata-rata hasil 11,4 t/ha pipilan kering kadar air 15%. Tahan penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, serta stay green, umur genjah, dan tahan rebah. Sedangkan varietas HJ 22 Agritan berumur genjah 80 HST, potensi hasil 12,1 t/ha pipilan kering kadar air 15% dan rata-rata hasil 10,9 t/ha pipilan kering kadar air 15%. Selain itu tahan terhadap penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, stay green, dan tahan rebah.
Jagung hibrida HJ 21 Agritan (Kiri) dan jagung hibrida HJ 22 Agritan (Kanan)
Gandum
Telah dilepas 2 (dua) VUB gandum dengan nama GURI 3 Agritan dan GURI 4 Agritan. Calon varietas ini memiliki potensi hasil 7,5 t/ha dengan rata-rata hasil 3,5 t/ha. Dibandingkan dengan varietas Gandum yang sudah dirilis sebelumnya, calon varietas ini lebih adaptif pada dataran menengah 400 – 700 m dpl, tahan penyakit karat dan hawar daun serta hama aphis.
Gandum varietas GURI 3 Agritan pada ketinggian 1000 m dpl di Malino, Sulsel
Sorgum
Telah dilepas 2 (dua) VUB sorgum dengan nama SURI 3 Agritan dan SURI 4 Agritan. Umur panen 95 hari, potensi hasil 6,0 t/ha dan rata-rata hasil 4,5 t/ha pada kadar air 10% dengan rata-rata bobot biomas batang 21,1 t/ha. Varietas ini beradaptasi pada lingkungan suboptimal, terutama pada daerah dengan curah hujan rendah. Dengan kadar tanin rendah, varietas ini sangat sesuai untuk pangan, terutama bagi daerah rawan pangan karena sering mengalami
kekeringan. Dapat juga menjadi bahan pembuatan energi terbarukan dengan kadar gula (brix) 16,0%.
Penampilan sorgum varietas SURI 3 Agritan untuk pangan
Outcome dari VUB tanaman pangan yang telah dilepas, antara lain
perbanyakan benih sumber oleh UPBS dan disebarluaskan ke UPBS di BPTP di 34 propinsi, serta pengembangan VUB ke berbagai daerah dan luar negeri.
VUB dilisensikan kepada Swasta. Sekitar 14 varietas unggul baru
tanaman pangan telah dilisensikan kepada mitra kerja sama, yaitu Jagung varietas Bima 7 oleh PT Biogene Plantation, varietas Bima 9, Bima 10, dan Bima 11 oleh PT Tosa Agro. Padi varietas Hipa 10 dan Hipa 11 oleh PT Pterokimia Gresik, varietas Hipa 12 dan 14 oleh PT Saprotan Benih Utama.
Petani kacang hijau Indonesia tidak kalah dengan petani Australia. Varietas kacang hijau di Australia tidak sebanyak di Indonesia, yaitu
Berken, Crystal, Emerald, White Gold, Satin, Regur, Green, Diamond, dan Celera. Di antara varietas tersebut, yang paling terkenal dan banyak ditanam adalah Crystal dan Satin karena daya adaptasinya luas dan produksinya tinggi. Standar kacang hijau yang baik ukuran biji 2 mm dan warna biji hijau mengkilat. Produksi riil dicapai 1,2-1,9 t/ha, di Indonesia produksi 1,7 t/ha dengan umur panen 56-60 hari, sedangkan di Australia panen umur 105-115 hari. Kita harus lebih bersyukur, karena mempunyai kacang hijau yang berumur panen 56 hari.
Inpari 30 Ciherang Sub 1 dikembangkan di NTB. Badan Litbang
Pertanian telah merespon perubahan iklim dengan merakit varietas padi yang tahan dalam cekaman lingkungan ekstrim. Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1
di sawah dataran rendah hingga 400 m dpl, di daerah luapan sungai, cekungan dan rawan banjir dengan rendaman keseluruhan fase vegetatif selama 15 hari. Umur tanaman Inpari 30 Ciherang Sub 1 hanya 111 hari setelah semai dengan potensi hasil 9,6 ton/ha. Tekstur nasi pulen yang disukai umumnya masyarakat. Namun, varietas ini agak rentan wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta hawar daun bakteri patotipe III. Kini, varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 mulai dikembangkan di NTB. Panen perdana bulan Juli 2014 di areal persawahan Gadjah Mada, Kelurahan Rabadompu, Kecamatan Raba, Bima dengan produksi 9 ton/ha gabah kering. Panen juga dilakukan di Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram bulan Agustus 2014), yang dibudi dayakan melalui teknologi PTT. Selanjutnya akan dikembangkan di wilayah pesisir sungai di Bima.
Kedelai varietas Dering 2, Detam 1, Burangrang, dan Argomulyo telah dikembangkan di Madagaskar. Pertemuan ini diinisiasi oleh Dubes RI
di Madagaskar (Artanto Salmoen Wargadinata) dengan Direktur Jenderal Teknik dari Ministere Del L‟Agriculture et du Development Rural (Voahangy Arijona). Kegiatan Balitbangtan mendapat apresiasi Menteri Pertanian Minagri bahkan oleh jajaran kepresidenan yang ditunjukkan dengan pencanangan tanam kedelai oleh Presiden Madagaskar. Diharapkan ke depan dapat diperluas komoditas pertanian lain untuk meningkatkan pendapatan petani di Madagaskar. Pengembangan kedelai dilakukan di wilayah Antsirabe seluas 6 ha yang terdiri dari uji adaptasi varietas kedelai, demplot dan demfarm budi daya kedelai. Penanaman dimulai sejak akhir November - 10 Desember 2014.
Tanam kedelai di lahan sawah setelah padi di district Ambohimangakey, Region Analamanga, 18 Juni 2014 (Kiri) dan Pertumbuhan kedelai (kanan)
Kunjungan lapang Bapak Artanto Wargadinata, KUTAP, KBRI Madagaskar beserta staf ke lokasi penelitian kedelai di lahan sawah.
Kunjungan Duta Besar dari 16 Negara. Sedikitnya 20 orang duta
besar dan perwakilan FAO berkunjung ke Maros, Sulawesi Selatan dalam rangkaian Hari Pangan Sedunia ke-34, 2014. Diplomatic tour ke Balitsereal diikuti dari Switzerland, Afrika Selatan, Kroasia, Argentina, Kazakshtan, Iraq, China, Republik Solomon, Laos, Yordania, Papua Nugini, Venezuela, Bosnia, Brunei Darussalam, India, Peru, Mongolia, dan Vietnam. Rombongan menyaksikan visitor plot yang menampilkan inovasi serealia terkini. Badan Litbang Pertanian telah melepas jagung hibrida kaya protein Bima 12Q dan Bima 13Q, serta jagung kaya vitamin A yang diberi nama hibrida Provit A. Para tamu menyatakan kekagumannya karena Balitsereal telah memanfaatkan teknologi pengairan modern hemat air yang diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan, serta fasilitas riset modern yang dimiliki Badan Litbang Pertanian.
Tabel 7. Varietas unggul baru tanaman pangan yang dilepas tahun 2014.
Nama VUB Umur
(hari) hasil (t/ha) Potensi Keterangan Padi
Inpari 34 Salin Agritan 112 8,1 Tahan wereng batang coklat biotipe 1 dan 3, mutu giling setara Siak Raya dan lebih baik daripada Dendang, sesuai untuk dikembangkan di lahan yang dipengaruhi salinitas
Inpari 35 Salin Agritan 106 8,3 Tahan blas 033, toleran lahan salin dan tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 3. Inpari Unsoed 79
Agritan 109 8,2 Tahan blas dan agak tahan HDB III, rasa nasi cukup pulen, serta toleransi terhadap salinitas pada fase bibit dan pada cekaman 12 dSm-1 Inpara 8 Agritan 115 6,0 Berumur genjah, toleran keracunan Fe, agak tahan penyakit blas ras 133, tahan HDB strain IV dan
VIII, dan bermutu beras baik dengan kadar amilosa 25,8% dan tekstur nasi pera.
Inpara 9 Agritan 114 5,6 Berumur genjah, toleran keracunan Fe, bermutu beras baik dengan kadar amilosa 25,7% dan tekstur nasi pera sesuai dengan selera masyarakat di daerah Kalimantan dan Sumatera.
Kedelai
Demas 1 84 2,5 Tahan karat daun dan penggerek, serta agak rentan hama penghisap polong dan ulat grayak, adaptif di lahan kering masam, baik ditanam di dataran rendah sampai sedang (0-600 m dpl).
Dena 1 78 2,9 Umur genjah, tahan karat daun, rentan penghisap polong dan ulat grayak, dan toleran naungan 50% Dena 2 81 2,8 Tahan karat daun dan penghisap polong, agak tahan ulat grayak, dan toleran naungan sampai 50%.
Kacang tanah
Talam 2 95 4,0 Agak tahan layu bakteri, karat daun dan bercak daun. Adaptif di lahan masam kejenuhan Al 10-30%. Talam 3 95 3,7 Agak tahan layu bakteri, karat daun, dan bercak daun. Adaptif di lahan masam kejenuhan Al 10-30%.
Kacang hijau
Vima 2 56 2,4 Warna biji hijau mengkilap, polong mudah pecah, tahan terhadap thrips dan penyakit tular tanah. Beradaptasi di lingkungan suboptimal atau lingkungan sawah tanpa irigasi
Vima 3 60 2,1 Warna biji hijau kusam, polong mudah pecah, tahan terhadap penyakit tular tanah
Ubijalar
Antin 2 135 37,1 Kandungan antosianin tinggi, toleran kekeringan, agak tahan penyakit kudis dan boleng. Antin 3 135 30,6 Kandungan antosianin tinggi, toleran kekeringan, agak tahan penyakit kudis dan boleng.
Jagung
URI 3 H 88 10,68 Kandungan nutrisi amilosa 7,65% mencirikan jagung pulut, rasa tongkol muda enak/gurih. Tahan terhadap penyakit bulai dan hawar daun, serta tahan rebah
HJ21 Agritan 82 12,2 Tahan penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, serta stay green, dan tahan rebah HJ22 Agritan 80 12,1 Tahan penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, serta stay green, dan tahan rebah
Gandum
Guri 3 Agritan 125 7,5 Adaptif di dataran menengah 400 – 700 m dpl, tahan penyakit karat dan hawar daun, serta aphis Guri 4 Agritan 123 8,6 Adaptif di dataran menengah 400 – 700 m dpl, tahan penyakit karat dan hawar daun, serta aphis
Sorgum
Suri 3 Agritan 95 6,0 Adaptif di lingkungan suboptimal dengan curah hujan rendah. Kadar tanin rendah, sesuai untuk pangan. Bahan pembuatan energi terbarukan dengan kadar gula (brix) 16,0%
Suri 4 Agritan 95 6,0 Adaptif di lingkungan suboptimal dengan curah hujan rendah. Kadar tanin rendah, sesuai untuk pangan. Bahan pembuatan energi terbarukan dengan kadar gula (brix) 16,0%
b) Indikator kinerja jumlah benih sumber padi, jagung, dan kedelai dengan SMM ISO 9001-2008, dicapai melalui kegiatan perbenihan tanaman pangan sesuai SMM ISO 9001-2008.
Adapun target yang telah ditetapkan sesuai dengan PK 2014, yaitu dihasilkannya benih sumber sebanyak 203 ton kelas BS, FS, dan SS. Namun, UPBS di Lolit Tungro juga ditargetkan untuk menghasilkan benih padi kelas SS sebanyak 30 ton. Dengan demikian target produksi benih sumber padi, jagung, kedelai dan serealia lainnya sebanyak 247 ton. Realisasi capaian produksi benih sumber tanaman pangan tahun 2014 sebanyak 256,70 ton atau 103,93% (Tabel 8).
Tabel 8. Indikator tingkat capaian kinerja kegiatan tahun 2014.
Indikator Kinerja Target Realisasi %
Benih padi 130 ton 135,6 ton 104,30
Benih aneka kacang dan ubi 83 ton 85,86 ton 103,44 Benih jagung dan serealia 34 ton 35,24 ton 103,65
Sebagai perbandingan atas kemajuan yang telah diperoleh dari tahun 2010-2014 disajikan pada Tabel 9. Secara umum, target produksi benih sumber tanaman pangan tercapai setiap tahunnya. Keragaman jumlah produksi benih sangat bergantung pada permintaan benih dari BPTP serta penugasan dalam mendukung 4 target sukses Kementerian Pertanian. Tabel 9. Perbandingan capaian kinerja tahun 2010 - 2014.
Indikator Kinerja
2010 2011 2012 2013 2014
Benih padi (ton)
Target 30,0 97,0 430 130,0 130,0 Realisasi 31,6
(105%) (100%) 97,0 (105%) 454,8 (102%) 133,57 (104,3%) 135,6 Benih aneka
kacang dan ubi (ton) Target 26,0 29,0 65,0 55,0 83,0 Realisasi 26,8 (103%) (126%) 36,6 (101%) 65,5 (101%) 55,41 (103,4%) 85,86 Benih jagung dan serealia lainnya (ton) Target 8,0 8,0 34,0 34,0 34,0 Realisasi 8,0 (100%) (225%) 18,0 (108%) 37,0 (101%) 34,20 (103,6%) 35,24
Adapun keluaran (output) dan outcome yang telah dicapai dari penyediaan benih sumber tanaman pangan diuraikan sebagai berikut:
Penyediaan benih sumber varietas unggul padi
Sampai dengan 2014 telah diproduksi 135,6 ton benih sumber padi (BS, FS, dan SS) untuk mendukung kegiatan SL-PTT di 33 propinsi di seluruh Indonesia serta kegiatan demfarm dan visitor plot di seluruh BPTP.
UPBS di BBPadi telah menghasilkan benih sumber sebanyak 104,9 ton, terdiri dari BS 41,89 ton, FS 22,91 ton, dan SS 40,10 ton yang terdiri berbagai varietas unggul padi. Sedangkan UPBS di Lolit Tungro menghasilkan benih sumber kelas SS sebanyak 30,78 ton, terdiri dari varietas Inpari 7 lanrang, Inpari 8, dan inpari 9 Elo yang tahan penyakit tungro untuk penyediaan dan penyebarluasan benih sumber padi tahan tungro khususnya daerah-daerah yang merupakan endemik tungro.
Penyediaan benih sumber varietas unggul aneka kacang dan umbi Sampai dengan 2014 telah diproduksi sebanyak 85,86 ton benih sumber tanaman aneka kacang dan umbi kelas NS, BS dan FS. Adapun varietas yang diproduksi benih antara lain: 1) kedelai sekitar 14 VUB yaitu Grobogan, Anjasmoro, Argomulyo, Mahameru, Dering 1, Burangrang, Wilis, Panderman, Gepak Kuning, Gema, Detam 1, Detam 2, Detam 3 Prida dan Detam 3 Prida, 2) kacang tanah 11 VUB, yaitu Hypoma 1, Hypoma 2, Kancil, Bima, Bison, Tuban Gajah, Takar 1, Takar 2, Talam 1, Domba, Kelinci dan Jerapah, dan kacang hijau 6 VUB yaitu Vima 1, Murai, Perkutut, Sriti, Kenari, dan Kutilang.
Di samping itu, UPBS di Balitkabi juga memproduksi benih sumber ubikayu sebanyak 60.000 setek terdiri dari varietas Darul Hidayah, Adira 1, Adira-4, Malang 1, Malang 4, Malang-6, Litbang UK2, UJ-3, dan UJ-5, dan ubijalar sebanyak 32.000 setek terdiri dari varietas Beta 1, Beta 2, Kidal, Papua Solossa, Sawentar, Antin1, Antin2, Antin3, dan Sari.
Penyediaan benih sumber varietas unggul jagung dan serealia lainnya Sampai dengan 2014 telah diproduksi 35,24 ton benih sumber jagung dan serealia lainnya kelas BS dan FS. Benih sumber jagung sebanyak 30,04 ton terdiri dari varietas Bisma, Lamuru, Sukmaraga, Srikandi Kuning, Srikandi Putih, Pulut URI, Gumarang, Arjuna, Anoman, dan Bima 19 URI.
Gandum sebanyak 388 kg terdiri dari varietas Selayar, Nias, dan Dewata. Sedangkan Sorgum telah diproduksi sebanyak 4,81 ton terdiri dari varietas Kawali, Numbu, Super 1, dan Super 2. Penyebaran VUB untuk padi, jagung, dan kedelai hampir tersebar di seluruh propinsi, komoditas lain sesuai keinginan petani setempat (Tabel 10).
Tabel 10. Produksi benih sumber dan varietas yang didistribusikan 2014.
Komoditas Nama varietas yang didistribusikan Penyebaran di Propinsi
Padi Batang Piaman, Batutegi, Cibogo, Cigeulis, Ciherang, , Gilirang, Cilamaya Muncul, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 7, Inpago 9, Inpago 10, Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 6, Inpari 7, Inpari 6, Inpari 10, Inpari 11, Inpari 12, Inpari 13, Inpari 14, Inpari 15, Inpari 16, Inpari 17, Inpari 18, Inpari 19, Inpari20, Inpari 23, Inpari 24, Inpari 25, Inpari 28, Inpari 29, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, Pepe, Logawa, Mekongga, Widas, Towuti, Sintanur, Memberamo, Situ Bagendit, Situ Patenggang, Mendawak, Sunggal, Way Apo Buru.
Tersebar di seluruh propinsi
Jagung Lamuru, Anoman, Lagaligo, Bisma, Arjuna, Srikandi Kuning, Srikandi Putih, Gumarang, Pulut UIR 1, Provita A1, Provita A2,
Tersebar di seluruh propinsi
Sorgum Super 1, Super 2, Kawali, Numbu. Sumut, Riau, Lampung, Bali, Banten, DKI, Jabar, NTT, Jatim, Jateng, Kalbar, Kaltim, Sulsel.
Gandum Nias, Selayar, Dewata Jabar, Jateng, dan Sulsel Kedelai Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Wilis, Gema,
Ijen, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Malabar, Grobogan, Panderman, Gepak Kuning, Mahameru, Dering 1, Dering 2, Detam 1, Detam 2, Detam 3.
Tersebar di seluruh propinsi
Kacang tanah Bima, Bison, Doma, Gajah, Jerapah, Kancil, Kelinci, Tuban, Talam 1, Hypoma 1, Hypoma 2, Takar 1, Takar 2,
NAD, Sumut, Sumsel, NTB, Lampung, Kep. Riau, Jambi, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Maluku, Kalsel, Kalbar, Sulsel, Gorontalo, Sulteng, Papua. Kacang hijau Betet, Kenari, Kutilang, Murai, Perkutut, Sriti,
Walet, Vima 1.
NAD, Sumut, Sumsel, Jambi, Lampung, Kep. Riau, DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTT, NTB, Maluku, Kalsel, Kalbar, Sulsel, Gorontalo, Sulteng, Papua.
Outcome dari penyediaan benih sumber tanaman pangan selain telah disebarluaskan hampir di seluruh propinsi di Indonesia, juga perhatian pemerintah serta adopsi di lapang, berikut ini:.
Presiden Joko Widodo tinjau kesiapan penyediaan benih unggul padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) mendapat kunjungan
Presiden Joko Widodo untuk melihat kesiapan penyediaan benih unggul padi