• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS CAPAIAN KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

C. ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Berdasarkan indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan di tahun 2015 dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor...terdapat 28 indikator Kinerja Utama sebagai sasaran kinerja dinas Pendidikan. Penetapan indkator kinerja tersebut merupakan sasaran program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2015. Yang telah ditetapkan target capaiannya, sehingga akan dapat dibandingkan seberapa besar realisasi dari masing-masing indikator sasaran. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian (keberhasilan/ kegagalan) target kinerja dan sebagai bahan evaluasi kinerja, diperlukan informasi capaian target yang telah ditetapkan. Di bawah ini diuraikan capaian kinerja atas sasaran/target kinerja seperti tercantum dalam penetapan kinerja tahun 2014 sebagai berikut :

Sasaran 1

Meningkatnya APK PAUD mencapai 60,52%

Program Penuntasan buta aksara adalah salah satu bagian dari perhitungan dalam menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga menjadi prioritas program yang harus dituntaskan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai asset pembangunan. Hal ini juga sebagai bagian dari pemenuhan hak warga negara dalam memperoleh pelayanan pendidikan sehingga akan mampu meningkatkan daya saing SDM di era persaingan global.

Capaian Angka Partisipasi Kasar PAUD ini diambil dari hasil perhitungan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Bumbu. Seperti yang tertera dalam tabel dibawah ini

Tabel 3. 2 Realisasi IKU Angka Partisipasi Kasar PAUD 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APK PAUD mencapai 60,52% APK PAUD 54.00% 59.81% 110.80% 60.52 70.327 116.2

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa pencapaian IKU “ angka partisipasi kasar (APK) PAUD” pada tahun 2016 telah melampaui target yang ditetapkan dengan persentase capaian sebesar 70.327% dari target yang ditetapkan sebesar 60.52%. Bila dibandingkan dengan capaian di tahun 2015 yakni sebesar 59.81%, maka prosentase kenaikan capaian ditahun 2016 sebesar 10,517%.

Untuk melihat lebih jelas disajikan grafik dibawah ini

Gambar 3. 3 Grafik Capaian APK PAUD 2015-2016

Permasalahan

Meskipun target kinerja yang ditetapkan dapat tercapai, namun dalam meningkatkan angka partisipasi kasar anak usia dini masih dijumpai permasalahan, hambatan dan kendala yang dihadapi antara lain :

1. Peningkatan APK terberat pada rentang usia 0-2 tahun, dikarenakan masih terlalu banyak intervensi dari orang tua sehingga masih jarang anak usia tersebut yang masuk PAUD

2. Lembaga PAUD masih terbatas terutama didaerah-daerah pedesaan, daerah terjauh. tedapat beberapa desa yang belum memiliki lembaga PAUD T A R G E T R E A L I S A S I % 60.52 70 116.20

APK PAUD

Series1 Series2

3. Ketersediaan tenaga pengajar yang masih terbatas terutama yang memiliki pendidikan berlatangbelakang Pendidikan PAUD. Terlihat baru 26,55% guru PAUD yang berlatang belakang pendidikan S1.

4. Ketersediaan sarana prasarana terutama bangunan yang kurang representatif dan. Terutama sarana pendukung pembelajaran.

Solusi

Untuk dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pada pedidikan AnakUsia Dini di tahun 2015 beberapa program yang harus dilakukan antara lain :

1. Pemenuhan pembentukan satu desa satu PAUD yang diproiritaskan bagi daerah terdepan, terluar dan tertinggi, dengan memberikan bantuan berupa penyelenggaraan rintisan PAUD baru

2. Pembentukan gugus PAUD agar meningkatkan kompetensi pendidikan dengan pertemuan-pertemuan yang dilasanakan oleh masing-masing gugus sehingga imbas dari satuan PAUD yang sudah establish bisa menyebar kepada satuan-satuan PAUD lainnya

3. Konsentrasi pada layanan anak usia dini yang berumur 3-6 tahun sehigga dalam penghitungan APK tidak dmilai dari anak 0-6 tahun, tetapi dimulai dari anak 3-6 tahun.

4. Merealisasikan gerakan satu desa satu PAUD terutama bagi desa-desa yang belum terjangkau layanan PAUD

5. Melengkapi fasilitas sarana prasarana pembelajaran PAUD 6. Memberikan bantuan insentif (honor) bagi tenaga pengajar 7. Peningkatan kualifikasi tenaga pendidik minimal S1 PAUD

8. Tetap memprogramkan bantuan operasional untuk kelangsungan kegiatan pembelajaran

9. Pembangunan Gedung baru (USB) serta rehabilitasi ruang kelas yang rusak

Beberapa poin diatas menjadi bahan untuk penetapan kebijakan, serta penyusunan program dan kegiatan ditahun 2016, sehingga akan terjadi peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan Anak Usia Dini .

Sasaran 2

Meningkatnya APK SD/MI mencapai 117,58

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 2, dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 3. 3 Perkembangan Prosentase APK SD/MI 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APK SD/MI mencapai 117,58 APK SD/MI 117.58 106 90.49

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa pencapaian IKU “ angka partisipasi kasar (APK) SD” pada tahun 2016 belum melampaui target yang ditetapkan dengan persentase capaian sebesar 106% dari target yang ditetapkan sebesar 117.58%.

Secara grafis dapat disajikan sebagai berikut :

Gambar 3. 4 Grafik Capaian APK SD 2016

Gambar 3.3 Grafik Capaian Angka Partisipasi Kasar SD 2016 1 Sasaran 3

Meningkatnya APK SMP/MTs mencapai 94,20%

0 50 100 150 TARGET REALISASI % 117.58 106 90

APK SD/MI

Series1 Series2

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 3, dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 3. 4 Capaian APK SMP/MTs 2015-2016

Sasaran strategis 2015 Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APK SMP/MTs mencapai 94,20% APK SMP/MTs 100.00% 93.01% 93.01% 94.2 99,880 104.97

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa IKU “ APK SMP/SMPLB/paket B di tahun 2016 sudah mencapai target yang ditetapkan. Terlihat targetnya sebesar 94,2% dan tercapai 98,880%. Bila dibandingkan dengan capaian ditahun 2015 sebesar 93,01%, ditahun 2016 terjadi kenaikan sebesar 99,880%, artinya terjadi kenaikan sebesar 6,87%.

Pencapaian APK dari target ini diperoleh melalui beberapa program antara lain, Penambahan Unit Sekolah Baru (USB), Penambahan Ruang kelas Baru (RKB), rehabilitasi berat dan ringan ruang kelas, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Program Kartu Sehat dan Pintar (Kaspin) yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu, Penyelenggaraan paket B/setara Sekolah Lanjutan Pertama.

Dalam bentuk grafik capaian indikator ini disajikan sebagai berikut :

Gambar 3. 5 Grafik Capaian APK SMP/MTs 2015-2016

0 20 40 60 80 100 120 TARGET REALISASI % 94.2 99 105

APK SMP/MTS

Series1 Series2

Sasaran 4

Meningkatnya APK SMA/SMK/MA mencapai 72,50%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 4, dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 3. 5 Perkembangan Pencapaian APK SMA/SMK 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APK SMA/SMK/MA mencapai 72,50% APK SMA/SMK/ MA 75% 72.23% 96,31% 72.5 78,073 107.69

Berdasarkan data diatas dapat dijelaskan bahwa IKU APK

SMA/SMK/SMLB/Paket C pada tahun 2016 sudah mencapai target yang

ditetapkan. Hal ini terlihat dari realisasi target yang mencapai 78,073% dari target yang ditetapkan sebesar 72,5%, dengan persentase capaian sebesar 107,69%. Bila dibandingkan data tahun 2015 dengan target 75% dan realisasi sebesar 72,23%, persentase capaian indikator sebesar 107,69%.

Kenaikan APK SMA/SMK/SMLB/paket C semakin meningkat hal ini karena:

a) Program bantuan akses khususnya RKB dan USB meningkat ditahun 2015 . program yang mengarah pada peningkatan daya tampung terus dilakukan seperti pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Rehabilitasi ruang kelas yang rusak, bantuan operasional Manajemen Mutu (BOMM).

b) Adanya inisiatif masyarakat untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan baru seperti SMA/SMK dan MA Swasta

c) Kesadaran masyarakat untuk melanjutkan sekolah dijenjang pendidikan menengah sejalan dengan adanya program pencitraan sekolah

d) Kemampuan ekonomi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sejalan dengan Semakin membaiknya perekonomian masyarakat.

e) Adanya Program beasiswa untuk siswa dari kalangan masyarakat kurang mampu

f) Banyaknya program BSM, sehingga meningkat minat siswa untuk melanjutkan sekolah kejenjang pendidikan menengah

Gambar 3. 6 Grafik Capaian APK SMA/SMK/MA/Paket C 2015-2016

Sasaran 5

Meningkatnya APK Non Formal 91,72%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 5, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 6 Pekembangan Capaian APK Non Formal 2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja

Tahun 2016

T R %

Meningkatnya APK Non Formal 91,72%

APK Non Formal 91.72 91,89 100,18

Berdasarkan data diatas dapat dijelaskan bahwa APK Non Formal pada tahun 2016 sudah mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari

0 20 40 60 80 100 120 TARGET REALISASI % 72.5 78 108

APK SMA/SMK/MA

Series1 Series2

realisasi target yang mencapai 91,89% dari target yang ditetapkan sebesar 91,72%, dengan persentase capaian sebesar 100,18%.

Dalam bentuk grafik capaian indikator ini disajikan sebagai berikut :

Gambar 3. 7 Grafik Capaian APK Non Formal 2015-2016

Sasaran 6

Meningkatnya APS SD/MI 99,45

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 6, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 7 Perkembangan APS SD/MI 2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2016 T R % Meningkatnya APS SD/MI 99,45 APS SD/MI 99.45 117 117.27

Angka Partisipasi sekolah menggambarkan tertampungnya penduduk usia sekolah dilayanan pendidikan. Berdasarkan data diatas dapat dijelaskan bahwa IKU APS SD/MI pada tahun 2016 telah mencapai target yang ditetapkan.hal ini terlihat dari realisasi target yang mencapai 117% dari target

T A R G E T R E A L I S A S I

91.72 91.89

APK NON FORMAL 2016

yang ditetapkan sebesar 99,45%, dengan persentase capaian sebesar 117,27%. Indikator ini merupakan indicator baru yang ditetapkan dalam Rencana strategis Dinas Pendidikan.

Sasaran 7

Meningkatnya APS SMP/MTs 77,89%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 7, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 8 Perkembangan Capaian APS SMP/MTs 2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2016 T R % Meningkatnya APS SMP/MTs 77,89% APS SMP/MTS 77.89 107 137.22

Pada jenjang SMP Angka Partisipasi Sekolah juga cukup menggembirakan. Terlihat capaian realisasinya dari target sebesar 77,89% dapat terealisasi sebesar 107%, dengan capaian prosentase 137,22%. Capaian ini cukup menggembirakan mengingat capaian ini cukup tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa layanan pendidikan telah memberikan kesemptan bagi pendduk usia 13-15 Tahun mengenyam pendidikan. Secara grafis dapat disajikan dibawah ini :

50 100 150 TARGET REALISASI % 99.45 117 117

APS SD/MI

Series1 Series2

Gambar 3. 9 Grafik Capaian APS SMP?MTs 2016

Sasaran 8

Meningkatnya APS SMA/SMK/MA 64,75

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 8, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 9 Perkembangan Capaian APS SMA/SMK/MA 2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2016 T R % Meningkatnya APS SMA/SMK/MA 64,75 APS SMA/SMK/MA 64.75 71 110.01

Pada jenjang SMA/SMK/MA capaian Angka Partisipasi Sekolah (APS) juga telah mencapai target yang ditetapkan, Dari 64,75% target yang ditetapkan tercapai sebesar 71% dengan prosentase capaian sebesar 110,01%. Pada jenjang ini Angka Partisipasi Sekolah Belum mencapai 100% hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat penduduk usia 16-18 tahun belum

0 20 40 60 80 100 120 140 TARGET REALISASI % 77.89 107 137

APS SMP/MTS

Series1 Series2

tertampung di jenjang pendidikan SMA/SMK/MA. Secara grafis capaian indikator ditahun 2014-2015 disajikan dibawah ini

Gambar 3. 10 Grafik Capaian APM SMA/SMK/MA 2015-2016

Sasaran 9

Meningkatnya APM SD/MI 99,40%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 9, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 10 Perkembangan Capaian APM SD/MI 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APM SD/MI 99,40% APM SD/MI 100.00 % 99.35% 99.35% 99.4 92.201 92.76

Dari data diatas terlihat bahwa target kinerja yang ditetapkan sebesar 99,40% belum terpenuhi, karena capaian APM SD/MI/Paket A tahun 2016 sebesar 92,201% dengan persentase capaian sebesar 92,76 %. Bila dibandingkan dengan capaian ditahun 2015 sebesar 99,35% maka terjadi penurunan sebesar 6,59%. Jumlah penduduk usia 7-12 tahun di tahun 2016 sebanyak 33.334 orang sementara jumlah siswa SD/MI/Paket A sebanyak

0 50 100 150 TARGET REALISASI % 64.75 71 110

APS SMA/SMK/MA

Series1 Series2

38.457 orang, hal ini berarti masih terdapat penduduk usia 7-12 tahun belum bersekolah.

Pencapaian APM ini diperoleh melalui beberapa program antara lain, Penambahan Unit Sekolah Baru (USB), Penambahan Ruang kelas Baru (RKB), rehabilitasi berat dan ringan ruang kelas, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Program Kartu Sehat dan Pintar (Kaspin) yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu, Penyelenggaraan paket A/setara Sekolah Dasar.

Disamping pembiayaan dari pemerintah daerah, program dan kegiatan yang mendukung tercapainya APM diatas juga dibiayai dari anggaran Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dan juga bantuan dari APBN. Untuk melihat capaian kinerja ini disajikan dalam bentuk brafik dibawah ini

Gambar 3. 11 Grafik Capaian APM SD/MI/Paket A 2015-2016

Sasaran 10

Meningkatnya APM SMP/MTs mencapai 75,21%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 10, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 11 Perkembangan Capaian APM SMP/MTs 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APM SMP/MTs mencapai %%75,21 APM SMP/MTs 80.10% 73.64% 91.94% 75.21 73.644 97.92

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa IKU “ APM SMP/SMPLB/paket B “ tidak dapat mencapai target yang ditetapkan 75,21% dengan capaian hanya 73,644% dan persentase capaian sebesar 97,92%. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, capaian ditahun 2016 tidak mengalami kenaikan atau penurunan.

Bentuk intervensi yang dilakukan antara lain Pemberian Bantuan bagi siswa kurang mampu melalui program Kartu Sehat dan Pintar (KASPIN). Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), Rehabilitasi ruang kelas, Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP), baik sekolah negeri maupun swasta.

Secara grafis dapat disajikan dibawah ini :

Gambar 3. 12 Grafik Capaian APM SMP/MTs 2015-2016

Sasaran 11

Meningkatnya APM SMA/SMK/MA mencapai 60,05%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 11, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 12 Perkembabngan APM SMA/SMK/MA 2015-2016 Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya APM SMA/SMK/MA mencapai 60,05% APM SMA/SMK/MA 60.87% 60.51% 99.41% 60.05 79.016 131.58

Pada jenjang SMA/SMK/MA capaian Angka Partisipasi Murni (APM) tahun 2016 sebesar 79.016%, angka ini sudah melampui target yang ditetapkan sebesar 60,05% dengan prosentase kenaikan 131,58%. Bila dibandingkan dengan capaian ditahun 2015 sebesar 60,51% capaian ditahun 2016 ini mencapai 18,506%. Jumlah penduduk usia 16-18 tahun sebanyak 15.658 dari jumlah penduduk ini yang bersekolah sebanyak 11.310, masih terdapat 4.348 orang yang belum bersekolah atau bisa juga karena lulusan SMP/MTS melanjutkan disekolah daerah lain.

Capaian indikator kinerja APM SMA/SMK.MA nasional pada tahun 2016 sebesar 57,15, Bila dibandingkan dengan capaian indikator tersebut di Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 60,51% maka capaian Kabupaten Tanah Bumbu lebih tinggi 3,36%, bila dibandingkan dengan capaian APK SMP/MTs di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 52,25%, maka capaian Kabupaten Tanah Bumbu juga masih lebih tinggi 8,26%

Secara grafis capaian indikator ditahun 2014-2015 disajikan dibawah ini

Sasaran 12

Meningkatnya Persentase Desa minimal memiliki 1 lembaga PAUD 93,29%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 12, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 13 Capaian Persentase Desa Minimal Memiliki 1 Lembaga PAUD 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya Persentase Desa minimal memiliki 1 lembaga PAUD 93,29% Persentase desa minimal memiliki 1 lembaga PAUD 93.29 95.33 102.19

Sebagai gerakan yang dicanangkan secara nasional capaian indikator prosentase 1 desa 1 PAUD ini cukup menggembirakan mengingat jumlah lembaga PAUD dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dimana hampir seluruh Desa telah berdiri layanan PAUD. Pada tahun 2016 dari 150 desa yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu telah terbangun lembaga PAUD di 143 desa. Artinya hanya 7 desa yang belum memiliki lembaga PAUD. Target ditahun 2016 sebesar 93,29% dan terealisasi sebesar 95,33%. Prosentase capaiannya sebesar 102,19%. Secara grafis dapat disajikan sebagai berikut:

Sasaran 13

Meningkatnya angka rata-rata lama sekolah sampai 8,78Th

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 13, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 14 Persentase Angka Rata-Rata Lama Sekolah 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya angka rata-rata lama sekolah sampai 8,78Th Rata-rata lama sekolah 8.30 th 7.98 th 87.47 % 8.78 7,38 84,05

Rata-rata lama sekolah ini menjelaskan rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.Lamanya bersekolah merupakan ukuran akumulasi investasi pendidikan individu yang dilakukan pemerintah daerah

Rata-rata lama sekolah ini juga merupakan salah satu Indikator Indeks Pembangunan Manusia yang menunjukkan lamanya seseorang bersekolah dari masuk sekolah dasar sampai dengan tingkat pendidikan terakhir atau rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Target yang ditetapkan pada indikator ini sebesar 8,78 th, hasil yang dicapai realisasi dari target ini adalah 7,38 th. Angka ini di tahun 2016 turun 0,6.bila dibandingkan dari tahun 2015 yang saat itu mencapai 7,98.

Secara grafis dapat disajikan sebagai berikut :

Gambar 3. 15 Grafik Capaian Angka Rata-Rata Lama Sekolah 2015-2016

6 7 8 9

TARGET REALISASI

Walaupun terjadi kenaikan namun angka ini secara umum masih rendah karena capaian ini menggambarkan penduduk Tanah Bumbu rata-rata hanya bersekolah sampai kelas satu SLTP. Bila melihat target RPJMD sebesar 8,03% maka ditahun 2015 diperlukan upaya dan trobosan pada sistem pengelolaan pendidikan terutama untuk meningkatkan daya tampung sekolah agar penduduk usia sekolah dapat tertampung pada pendidikan formal, terutama bagi penduduk yang berdomisilai pada wilayah terjauh. Karena untuk mencapai target RPJMD tersebut ditahun 2015 harus diperoleh kenaikan sebesar 0,13%

Sasaran 14

Meningkatnya angka harapan sekolah mencapai 11,38

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 14, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 15 Capaian Angka Harapan Sekolah 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Meningkatnya angka harapan sekolah mencapai 11,38 Harapan sekolah 11.38 11,42 100,35

Harapan lama sekolah dimaksudkan lamanya sekolah (dalam tahun yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu dimasa mendatang. Diasumsikan bahwa peluang anak tersebut akan tetap bersekolah pada umur-umur berikutnya sama dengan peluang penduduk yang bersekolah per jumlah penduduk untuk umur yang sama saat ini.

Angka Harapan lama sekolah dihitung untuk penduduk usia 7 tahun ke atas. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan system pendidikan diberbagai jenjang yang ditunjukkan dalam bentuk lamanya pendidikan (dalam Tahun) yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap anak.

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa IKU “ Harapan lama sekolah (HLS) ditahun 2016 telah mencapai target sebesar 11,42. terlihat dari target 11,38 tahun terealisasi 11,42 tahun. Prosentase capaiannya sebesar 100,35%. Hal ini menunjukkan terjadi kenaikan harapan lama sekolah bagi penduduk usia sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu.

Gambar 3. 16 Capaian Persentase Angka Harapan Sekolah 2016

Sasaran 15

Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru PAUD sekurang-kurangnya 51,31%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 15, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 16 Perkembangan Pendidiakan S1 Guru PAUD 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru PAUD sekurang-kurangnya 51,31% Persentase Guru PAUD berkualifikasi S1 PAUD 10.00% 41.57% 415.70% 51.31 43.96 85.68 0 11.38 11.42 2015

REALISASI TARGET REALISASI

Pada jenjang TK/RA/BA/KB/TPA prosentase guru yang memiliki kualifikasi S1 PAUD telah mencapai target yang ditetapkan, Ditahun 2016 persentase guru TK/RA/BA/KB ditargetkan 51,31%, capaiannya belum melampui target cukup yakni sebesar 43,96%. Bila dibandingkan dengan tahun 2015 dengan capaian 41,57%, kenaikan capaian ditahun 2016 naik sebesar 2,39%. Dengan kenaikan yang belum signifikan maka diperlukan terobosan program agar persentase guru PAUD berkualifikasi S1 dapat ditingkatkan. Secara grafis dapat disajikan sebagai berikut :

Gambar 3. 17 Grafik Kualifikasi Pendidikan S1 Guru PAUD 2015-2016

Permasalahan

Beberapa kendala untuk peningkatan kualifikasi Pendidikan guru-guru TK/RA/BA/KB antara lain :

1. Akses dengan Perguruan Tinggi yang menyediakan program studi PG PAUD cukup jauh.

2. Kesadaran guru-guru untuk kembali melanjutkan perkuliahan masih rendah, karena paktor usia

3. Keterbatasan pembiayaan untuk melanjutkan kuliah karena rata-rata tenaga pendidik jenjang TK/RA/BA/KB tenaga honorer.

Solusi

Dari kendala diatas diharapkan penetapan program dan kegiatan yang ditetapkan dapat memfasilitasi beberapa kendala diatas antara lain melalui :

1. Menjalin kerjasama dengan perguruan Tinggi yang memiliki program studi yang linier dengan pendidikan guru-guru TK

2. Menganggarkan pembiayaan untuk membantu biaya perkuliahan 3. Menyediakan beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya bagi tenaga Walaupun dalam kenyataannya belum ada progrm dan kegiatan yang khusus diperuntukkan bagi tercapainya target indikator ini, karena biaya untuk melanjutkan studi ini dibiayai sendiri oleh guru-guru yang bersangkutan

Sasaran 16

Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru SD/MI sekurang-kurangnya 82,74%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 16, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 17 Perkembangan Pendidikan S1 Guru SD/MI 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru SD/MI sekurang-kurangnya 82,74% Persentase Guru SD/MI berkualifikasi S1 50.00% 79.29% 158.58% 82.74 91.03 110.02

Berdasarkan data kinerja diatas dapat dijelaskan bahwa IKU “ persentase guru SD/SDLB dalam jabatan berkualifikasi akademik S1/D4 “ . telah mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari realisasi

sebesar 91,03% dari target yang ditetapkan sebesar 82,74%, dengan persentase pencapaian sebesar 110,02%. Bila dibandingkan di tahun 2015 capaian sebesar 79,29% maka terjadi kenaikan 11,74% di tahun 2016.

Sejalan dengan tuntutan peraturan perundang-undangan tentang guru dan dosen yang menuntut kualifikasi tenaga pendidik disemua jenjang harus berkualifikasi S1 perlu dilakukan upaya kerjasama dengan Perguruan Tinggi atau program peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik. Secara grafis dapat disajikan sebagai berikut:

Gambar 3. 18 Capaian Persentase Pendidikan S1 Guru SD/MI 2015-2016

Permasalahan

Walaupun terjadi kenaikan dan melampaui target RPJMD di tahun ke 4 ini, masih ditemui beberapa permasalahan, hambatan dan kendala antara lain: 1. Letak Perguruan Tinggi yang menyediakan Program Studi linier sangat jauh 2. Belum dianggarkan pembiayaan khusus bagi peningkatan kualifikasi pendidikan bagi guru-guru PAUD dan SD. Kalaupun ada yang melanjutkan kuliah, sumber pembiayaan dari swadaya masing-masing

3. Masih rendahnya kesadaran untuk melanjutkan kuliah, terutama bagi guru-guru senior dan guru-guru-guru-guru berpenghasilan rendah (golongan II)

4. Pola rekrutmen yang belum sesuai standar yang ditetapkan

Solusi

Melihat hambatan dan kendala yang dihadapi diatas beberapa langkah antisipasi yang harus dilakukan di tahun 2014 adalah :

0 20 40 60 80 100 120 TARGET REALISASI % 82.74 91.03 110

Persentase Guru SD/MI berkualifikasi S1

1. Memberikan bantuan bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya

2. Mengusulkan guru-guru penerima beasiswa dari sumber APBD I dan Pusat Penerapan Undang-undang tentang guru dan dosen serta permendiknas yang mewajibkan guru-guru berpendidikan minimal S1.

Sasaran 17

Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru SMP/MTs sekurang-kurangnya 94,56%

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran 17, dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3. 18 Kualifikasi Pendidikan S1 Guru SMP/MTs 2015-2016

Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016 T R % T R % Kualifikasi pendidikan S1 untuk guru SMP/MTs sekurang-kurangnya 94,56% Persentase Guru SMP/MTs berkualifikasi S1 94.00% 93.47% 99.44% 94.56 92.67 98

Pada jenjang SMP/MTS, berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa di tahun 2016 dari target capain pada indikator Kinrja Utama (IKU) peningkatan prosentase guru-guru SMP/MTs yang berkualifikasi S1 dengan target 94,56% terealisasi sebesar 92,67% dengan prosentase capaian 98%. Capaian ini turun sebesar 0,8% bila dibandingkan capaian ditahun 2015 yang saat itu sebesar 93,47%.Lihat grafik dibawah ini

Gambar 3. 19 Grafik Perkembangan Pendidikan S1 Guru SMP/MTs 2015-2016

Dokumen terkait