ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis dan Pembahasan
1. Penemuan dan Pembahasan a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk menguji data terdistribusi normal atau tidak, ada dua cara untuk mendeteksinya yaitu dengan cara grafik dan uji statistik.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisi grafik untuk menguji normalitas data. Analisis grafik yang digunakan dalam penelitian ini adalah grafik histogram yaitu sebagai berikut:
Gambar 4.7. Grafik Histogram
(Sumber: Data diolah) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 -0.01 0.00 0.01 0.02
Series: Standardized Residuals Sample 2012Q1 2015Q4 Observations 96 Mean 5.74e-16 Median -0.000313 Maximum 0.023785 Minimum -0.016067 Std. Dev. 0.007731 Skewness 0.370935 Kurtosis 3.103475 Jarque-Bera 2.244308 Probability 0.325578
67 Berdasarkan hasil dari grafik Histogram diatas menunjukkan bahwa Probability sebesar 0.325578 atau 32.56% yang artinya > dari signifikasi 0.05 atau 5%. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel – variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali, 2011: 105).
Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai masing – masing variabel independen. Berikut tabel hasil uji multikolinearitas:
Tabel 4.8.
Hasil Uji Multikolinearitas
ITR RPK SG SIZE TATO
ITR 1.000000 -0.518719 0.040422 -0.135499 -0.078106 RCT -0.518719 1.000000 -0.095281 0.064193 0.188870 SG 0.040422 -0.095281 1.000000 0.121032 0.474130 SIZE -0.135499 0.064193 0.121032 1.000000 0.089494 TATO -0.078106 0.188870 0.474130 0.089494 1.000000 (Sumber: Data diolah)
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai dari koefisien korelasi antar sesama variabel independen yang terdiri dari Inventory Turnover Ratio (ITR), Rasio Cash Turnover (RCT), Sales Growth (pertumbuhan penjualan), Ukuran Perusahaan (SIZE) dan Total Asset
68 Turnover (Perputaran aktiva)cyang mempunyai nilai koefisien korelasi dibawah 0,95. Hal ini menunjukkan bahwa dari variabel independen yang digunakan tidak terdapat multikolinearitas.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan e pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda maka disebut heterokedastisitas.
Tabel 4.9.
Uji Heterokedastisitas Dependent Variable: ABSRES
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 21/06/16 Time: 23:21
Sample: 2012Q1 2015Q4 Periods included: 16 Cross-sections included: 6
Total panel (balanced) observations: 96
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ITR -0.312303 0.780236 -0.400268 0.6899 RCT -4.86E-05 8.18E-05 -0.594069 0.5540 SG -21.02688 50.88791 -0.413200 0.6804 SIZE 0.075224 0.185496 0.405532 0.6860 TATO -0.328949 0.187481 -1.754572 0.0827 C 5.543782 4.397115 1.260777 0.2106 (Sumber: Data diolah)
69 Berdasarkan perhitungan diatas menunjukkan bahwa probabilitas dari masing – masing variabel 5% atau α. Sedangkan t hitung > t tabel. Maka dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa hasil terbebas dari heterokedastisitas atau data termasuk homokedastisitas.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi (Ghozali, 2011).
Tabel 4.10. Uji Autokorelasi
R-squared 0.904548 Mean dependent var 0.023197 Adjusted R-squared 0.899246 S.D. dependent var 0.025022 S.E. of regression 0.022218 Akaike info criterion -4.725149 Sum squared resid 0.044921 Schwarz criterion -4.591589 Log likelihood 231.8072 Hannan-Quinn criter. -4.671162 F-statistic 7.372679 Durbin-Watson stat 1.897407 Prob(F-statistic) 0.000034
(Sumber: Data diolah)
Berdasarkan hasil analisis regresi diatas pada tabel 4.10 maka diperoleh nilai hitung Durbin Watson sebesar 1.897407; sedangkan besarnya DW – tabel: dl (batas luar)= 1.5600; du (batas dalam)= 1.7785; 4 – du = 2.2215; dan du = 1.7785.
70 Maka dari itu perhitungan disimpulkan bahwa DW test terletak antara 1.7785 dan 2.2215 atau du<d<4-du. Ini berarti tidak ada autokorelasi positif maupun negatif.
e. Uji Parsial (Uji t)
Uji t – stat dilakukan untuk mengetahui signifikasi masing – masing variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Dalam uji ini peneliti menggunakan uji t pada tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalahan dalam analis (α) 5%. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel:
Tabel 4.11. Uji significant parsial t Dependent Variable: ROA
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 06/23/16 Time: 00:03
Sample: 2012Q1 2015Q4 Periods included: 16 Cross-sections included: 6
Total panel (balanced) observations: 96
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 2.610311 0.0106 ITR 0.021402 0.000801 2.610311 0.0106 RCT 0.000724 0.000810 0.893450 0.3740 SG 0.132562 0.043229 3.066469 0.0029 SIZE -0.000157 0.000673 -0.233080 0.8162 TATO -5.38E-08 2.95E-07 -0.182692 0.8555 C -0.279780 0.125010 -2.238063 0.0277 (Sumber: Data diolah)
71 Pada variabel Inventory Turnover dapat dilihat bahwa dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 2.610311 dengan nilai Probability sebesar 0.0106. Karena nilai sifnifikasi lebih kecil dari 5% maka hipotesis diterima berarti ada pengaruh signifikan antara variabel Inventory Turnover dengan variabel ROA.
Variabel Rasio Perputaran Kas dapat dilihat bahwa dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 0.893450 dengan nilai signifikasi sebesar 0.3740. Karena nilai signifikasi lebih besar dari 5% maka hipotesis ditolak berarti tidak ada pengaruh signifkan antara variabel Rasio Perputaran Kas dengan variabel ROA. Variabel Sales Growth dapat dilihat bahwa dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung 3.066469 dengan nilai signifikasi sebesar 0.0029. Karena nilai signifikasi lebih kecil dari 5% maka hipotesis diterima berarti ada pengaruh signifikan antara variabel Sales Growth dengan variabel ROA
Variabel Ukuran Perusahaan dapat dilihat bahwa dari hasil perhitungan uji secara parsial dapat diperoleh nilai t hitung -0.233080 dengan nilai signifikasi sebesar 0.862. Karena nilai signifikasi lebih besar dari 5% maka hipotesis ditolak berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel Ukuran Perusahaan dengan variabel ROA.
Variabel Perputaran Aktiva dapat dilihat bahwa dari hasil uji perhitungan secara parsial dapat diperoleh nilai t hitung -0.182692
72 dengan nilai signifikasi sebesar 0.8555. Karena nilai signifikasi lebih besar dari 5% maka hipotesis ditolak berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel Perputaran aktiva dengan variabel ROA.
f. Uji F
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependennya (Ghozali, 2011).
Hasil perhitungan Uji F ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.12.
Uji F
R-squared 0.904548 Mean dependent var 0.023197 Adjusted R-squared 0.899246 S.D. dependent var 0.025022 S.E. of regression 0.022218 Akaike info criterion -4.725149 Sum squared resid 0.044921 Schwarz criterion -4.591589 Log likelihood 231.8072 Hannan-Quinn criter. -4.671162 F-statistic 7.372679 Durbin-Watson stat 1.897407 Prob(F-statistic) 0.000034
(Sumber: Data diolah) pengambilan keputusan:
hipotesis ditolak jika F hitung < F tabel pada α = 5% hipotesis diterima jika F hitung > F tabel pada α = 5%
Dari perhitungan diatas dapat dilihat bahwa Fhitung (7.372679) > Ftabel(2.31) dengan nilai Prob(F-statistic) lebih kecil dari 0.05 atau 0.000034<0.05. Maka Ha diterima berarti secara simultan (bersama – sama ) Inventort Turnver, Rasio perputaran kas, Pertmbuhan
73 penjualan, Ukuran Perusahaan dan Perputaran Aktiva berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
g. Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependennya. Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel – variabel independennya memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011) dalam (Yunita: 84).
Hasil perhitungan koefisien determinasi pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13. Koefisien Determinasi
R-squared 0.904548 Mean dependent var 0.023197 Adjusted R-squared 0.899246 S.D. dependent var 0.025022 S.E. of regression 0.022218 Akaike info criterion -4.725149 Sum squared resid 0.044921 Schwarz criterion -4.591589 Log likelihood 231.8072 Hannan-Quinn criter. -4.671162 F-statistic 7.372679 Durbin-Watson stat 1.897407 Prob(F-statistic) 0.000034
(Sumber: Data diolah)
Berdasarkan output eviews tampak bahwa dari hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinai=si (R2) pada cabang di PT. Tegar Jaya Abadi periode 2012-2015 sebesar 90.45%. Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variabel independen yaitu Inventory turnover, Rasio perputaran kas, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran perusahaan dan Perputaran Aktiva terhadap variabel dependen yaitu Return on
74 Asset (ROA) yang dapat diterangkan oleh model persamaan ini adalah 90.45% sedangkan sisanya sebesar 9.55% dipengaruhi oleh faktor – faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.
h. Persamaan Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil output eviews secara parsial pengaruh lima variabel independen yaitu EOQ,ITR,RCT,SIZE dan TL terhadap variabel dependen yaitu ROA diperlihatkan pada tabel 4.14:
Tabel 4.14. Hasil Regresi Dependent Variable: ROA
Method: Panel Least Squares Date: 06/21/16 Time: 11:37 Sample: 2012Q1 2015Q4 Periods included: 16 Cross-sections included: 6
Total panel (balanced) observations: 96
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
ITR 0.021754 0.000895 4.296587 0.0000 RCT 0.000665 0.000869 0.765415 0.4460 SG 0.163699 0.048550 3.371746 0.0011 SIZE -4.48E-05 0.000710 -0.063082 0.9498 TATo -0.003919 0.004080 -0.960349 0.3395 C 0.335740 0.114716 -2.926709 0.0043 (Sumber: Data diolah)
Dari hasil regresi di atas didapatkan hasil bahwa dari lima variabel independen yang diuji hanya duavariabel yang berpengaruh
75 terhadap variabel dependen. Dimana hubungan masing-masing variabel yang berpengaruh yaitu:
a. Constanta sebesar 0.335740 menyatakan bahwa jika nilai ITR, RCT, SG, SIZE dan TATO diasumsikan konstan atau tetap, maka perusahaan akan mendapatkan kenaikan tingkat profitabilitas sebesar 0.335740
b. Koefisien regresi Inventory turnover adalah 0.021754 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1% Inventory Turnover akan meningkatkan Return On Asset sebesar 0.021754
c. Koefisien regresi Sales Growth adalah 0.163699 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1% Sales growth akan meningkatkan Return On Asset sebesar 0.163699
76 2. Interpretasi
Berdasarkan hasil diatas dan atas penelitian terdahulu maka variabel – variabel yang mampu mempengaruhi profitabilitas perusahaan sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan pada masing – masing cabang perusahaan yaitu:
a. Variabel Inventory turnover dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menunjukkan tingkat perputaran dana yang tertanam pada persediaan. Perputaran persediaan yang lambat menunjukkan lamanya persediaan tersimpan di perusahaan sehingga hal ini dapat memperbesar biaya persediaan dan akan empengaruhi laba perusahaan (Fitri, 2013). Hal ini dsesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kadek Agustia Dewi, dkk. 2016) yang menyatakan bahwa perputaran persediaan mampu mempengaruhi profitabilitas perusahaan.
b. Variabel Sales growth dapat dijadikan sebagai tolak untuk menggambarkan perubahan peningkatan ataupun penurunan penjualan dari tahun ke tahun. Dengan mengetahui penjualan dari tahun sebelumnya, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan mengetahui seberapa besar pertumbuhan penjualan perusahaan dapat memprediksi seberapa besar profit yang akan didapatkan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Cintya Dewi Farhana, dkk (2016) yang menyatakan bahwa Pertumbuhan penjualan dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas.
77 BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Penelitian ini mencoba untuk menganalisa seberapa pengaruh antara variabel independen Inventory Turnover (ITR), Rasio Cash Turnover (RCT), Sales Growth (SG), Ukuran Perusahaan (SIZE), dan Perputaran Aktiva (TATO) terhadap Profitabilitas (ROA). Berdasarkan analisa hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab – bab sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Hasil Uji F
Hasil uji F bertujuan untuk menguji variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Dari hasil analisa dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan nilai Fhitung > Ftabel dengan nilai Prob (F-statistic) < 0,05. Maka variabel Inventory turnover, Ratio Cash Tunrnover, Inventory Turnover, Ukuran perusahaan dan peramalan penjualan berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset.
2. Hasil uji t
Hasil uji t atau uji parsial menunjukkan bahwa dari variabel independen yang digunakan hasil menunjukkan bahwa variabel Inventory Turnover(ITR) dan Sales Growth (SG) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset. Sedangkan variabel variabel Ratio Cash
78 Turnover (RCT), ukuran perusahaan dan Perputaran Aktiva tidak berpengaruh terhadap Return on Asset.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti dapat menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Jumlah sampel yang digunakan masih sedikit apabila dibandingkan dengan populasi sektor SPBU yang terdapat di Indonesia. Sehingga memungkinkan terjadinya ketidakakuratan pada hasil penelitian. Oleh karena itu, disarankan dalam penelitian selanjutnya diharapkan agar jumlah sampel yang digunakan dapat ditambah menjadi lebih banyak. hal ini dikarenakan supaya penelitian selanjutnya dapat menghasilkan hasil yang akurat.
2. Dalam penelitian ini periode yang digunakan dalam penelitian hanya pada periode 2012-2015 atau seama 4 tahun. Oleh karena itu dalam penelitian selanjutnya disarankan supaya peneliti menambah periode yang digunakan agar mendapatkan hasil yang akurat.
3. Pada penelitian ini peneliti menggunakan variabel Economic Order Quantity, Inventory Turnover, Rasio Cash Turnover, Ukuran Perusahaan dan Peramlan penjualan. Disarankan untuk penelitian selanjutnya peneliti dapat menggunakan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini untuk memperluas penelitian.
83