BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Analisis dan Pembahasan
1. Uji Chow
Tabel 4. 2 Hasil Uji Chow
Effects Test Statistic d.f. Prob. Cross-section F 42.922940 (6,23) 0.0000 Cross-section Chi-square 87.542479 6 0.0000
Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa nilai
Probabilitas (Prob.) untuk Cross-section F sebesar 0.0000 yang artinya
niai ini berada di bawah 0,05 (tingkat signifikansi atau alpha), sehingga
model yang terpilih untuk penelitian ini adalah Fixed Effect (FE).
2. Uji Hausman
Tabel 4. 3 Hasil Uji Hausman
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob. Cross-section random 86.057336 5 0.0000
Jika nilai (Prob.) Cross-section random > 0.05 maka model yang
terpilih adalah RE, tetapi jika < 0.05 maka model yang terpilih adalah
FE (Iqbal, 2015:17).
Berdasarkan tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa nilai
probabilitas (Prob.) Cross-section random sebesar 0.0000 yang nilainya
< 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model Fixed Effect (FE)
3. Uji Asumsi Klasik c. Uji Normalitas 0 1 2 3 4 5 6 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Series: Standardized Residuals Sample 2012 2016 Observations 35 Mean 4.68e-17 Median -0.011131 Maximum 1.187525 Minimum -1.071528 Std. Dev. 0.594491 Skewness 0.179856 Kurtosis 2.250816 Jarque-Bera 1.007226 Probability 0.604343
Grafik 4. 1 Hasil Uji Normalitas
Jika nilai Jarque-Bera atau J-B lebih kecil dari 2 maka data
berdistribusi normal, dan bila probabilitas lebih besar dari 5% maka
data berdistribusi normal (Winarno, 2015:5.43 ).
Berdasarkan grafik 4.1 dapat dilihatdari hasil dari pengujian
normalitas bahwa data dalam penelitian ini bersifat data berdistribusi
normal. karena nilai Jarque-Bera atau J-B sebesar 1.00yang berarti lebih
kecil dari 2 dan nilai probabilitas sebesar 0.6 yang berarti lebih besar
d. Uji Multikoloniearitas
Tabel 4. 4 Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant ) 3163048597,867 1475166945,127 2,144 ,041 ROA -229541,214 399951,024 -,578 -1,081 ,393 ,595 5,568 ROE 55551,798 122669,106 ,187 ,453 ,654 ,189 5,292 NOM 299941,263 378153,391 ,197 ,793 ,434 ,523 1,912 BOPO -139057,634 129961,376 -,463 -1,070 ,293 ,172 5,798 FDR -17861,751 107540,732 -,032 -,166 ,869 ,845 1,184 a. Dependent Variable: ZAKAT
Sumber: Hasil olah data
Jika nilai tolerance ≤ 0.10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 maka
menunjukkan adanya multikolonieritas, tetapi jika nilai tolerance lebih
dari 0.10 dan nilai VIF kurang dari 10 maka dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadinya multikolonieritas (Ghozali, 2016:105).
Berdasarkan tabel 4.3 diatas, dapat diketahui dari hasil pengujian
pada penelitian ini bahwa tidak terjadinya multikolonieritas karena nilai
e. Uji Heteroskedastisitas
Tabel 4. 5
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: White
F-statistic 0.200962 Prob. F(5,29) 0.9595 Obs*R-squared 1.172090 Prob. Chi-Square(5) 0.9475 Scaled explained SS 1.140011 Prob. Chi-Square(5) 0.9505 Sumber: Hasil olah data
Berdasarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian
ini tidak adanya heteroskedasitas. Hal ini didasari pada nilai
Probabilitas Chi-square sebesar 0.9475, dimana nilai ini lebih besar dari
nilai 0,05 (tingkat signifikansi atau alpha ), ini berarti Ho diterima.
f. Uji Autokorelasi
Tabel 4. 6 Hasil Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 0.473895 Prob. F(2,26) 0.6278 Obs*R-squared 1.195826 Prob. Chi-Square(2) 0.5500
Sumber: Hasil olah data
Berdasarkan dari tabel 4.5 hasil uji autokorelasi dapat dilihat nilai
Prob-F sebesar 0.6278. Dimana nilai tersebut lebih besar dari 0.05
(tingkat signifikansi atau alpha) maka dapat disimpulkan bahwa tidak
4. Uji Hipotesis
a. Uji F (Simultan)
Tabel 4. 7 Hasil Uji F
Dependent Variable: ZAKAT Method: Panel Least Squares Date: 12/01/17 Time: 12:55 Sample: 2012 2016
Periods included: 5 Cross-sections included: 7
Total panel (balanced) observations: 35
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA 0.552913 0.166426 3.322273 0.0030 ROE 0.015805 0.017242 0.916659 0.3688 NOM -0.226721 0.073011 -3.105291 0.0050 BOPO 0.044258 0.006759 6.548229 0.0000 FDR 0.011784 0.004807 2.451314 0.0223 C 13.25426 0.830667 15.95616 0.0000 R-squared 0.977087 Mean dependent var 40.55367 Adjusted R-squared 0.966129 S.D. dependent var 23.65269 S.E. of regression 0.722804 Sum squared resid 12.01626 F-statistic 89.16431 Durbin-Watson stat 1.401105 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Hasil olah data Keterangan:
Y = Zakat
ROA = Return on Assets periode 2012-2016
ROE = Return on Equity periode 2012-2016
NOM = Net Operating Margin periode 2012-2016
BOPO = Biaya operasional periode 2012-2016
FDR = Financing to Deposit Ratio periode 2012-2016
Hasil dari perhitungan uji F menunjukkan bahwa nilai
dari tingkat signifikansi yaitu 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa
variabel ROA, ROE, NOM, BOPO, dan FDR secara simultan
(bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel ZAKAT.
b. Uji t (Parsial)
Berdasarkan tabel 4.6 diatas, dapat dilihat nilai probabilitas
masing-masing variabel, dapat diketahui bahwa variabel ROE (Return
on Equity) tidak berpengaruh terhadap ZAKAT karena nilai
probabilitasnya melebihi dari nilai signifikansi 0,05, sedangkan
variabel ROA (Return on Asset), NOM (Net Operating Margin),
BOPO (Biaya Operasional) dan FDR (Financing to Deposit Ratio)
berpengaruh terhadap ZAKAT. Berikut adalah penjelasan dari hasil
perhitungan uji t masing-masing variabel.
Hipotesis pertama adalah variabel ROA (Return on Assets).
Variabel ROA memiliki nilai probabilitas < 0.05 yaitu sebesar 0.0030,
nilai t hitung ROA sebesar 3.322273 dimana nilai ini memiliki nilai
lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2.04523 yang berarti H0 ditolak dan variabel ROA memiliki pengaruh terhadap ZAKAT.
Hipotesis kedua adalah variabel ROE (Return on Equity).
Variabel ROE memiliki nilai probabilitas > 0.05 yaitu sebesar 0.3688,
nilai t hitung ROE sebesar 0.916659 dimana nilai ini memiliki nilai
lebih kecil dari nilai t tabel sebesar 2.04523 yang berarti H0 diterima dan variabel ROE tidak berpengaruh terhadap ZAKAT.
Hipotesis ketiga adalah variabel NOM (Net Operating Margin).
Variabel NOM memiliki nilai probabilitas < 0.05 yaitu sebesar
0.0050, nilai t hitung NOM sebesar 3.105291 dimana nilai ini
memiliki nilai lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2.04523 yang
berarti H0 ditolak dan variabel NOM memiliki pengaruh terhadap ZAKAT.
Hipotesis keempat adalah variabel BOPO (Biaya Operasional).
Variabel BOPO memiliki nilai probabilitas < 0.05 yaitu sebesar
0.0000, nilai t hitung BOPO sebesar 6.548229 dimana nilai ini
memiliki nilai lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2.04523 yang
berarti H0 ditolak dan variabel BOPO memiliki pengaruh terhadap ZAKAT.
Hipotesis kelima adalah variabel FDR (Financing to Deposit
Ratio).Variabel FDR memiliki nilai probabilitas < 0.05 yaitu sebesar
0.0223, nilai t hitung FDR sebesar 2.451314 dimana nilai ini memiliki
nilai lebih besar dari nilai t tabel sebesar 2.04523yang berarti H0
ditolak dan variabel FDR memiliki pengaruh terhadap ZAKAT.
5. Analisis Regresi Data Panel
Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah
regresi data panel. Metode ini dirasa tepat karena jenis data yang
digunakan merupakan data gabungan dari time series dan cross section
Persamaan regresi data panel yang diperoleh adalah sebagai
berikut:
Y = β0 + β1 ROA – β3 NOM + β4 BOPO + β5 FDR + e
ZAKAT = 13.25426 + 0.552913 ROA - 0.226721 NOM + 0.044258
BOPO + 0.011784 FDR + e
Pada persamaan regresi data panel diatas dapat disimpulkan
bahwa jika ROA (X1), NOM (X3), BOPO (X4), dan FDR (X5) bersifat
konstan atau bernilai 0 (nol) maka variabel zakat akan meningkat
sebesar 13.25426.
Jika variabel ROA mengalami kenaikan setiap sebesar satu persen
dengan nilai NOM, BOPO dan FDR yang tetap, maka menyebabkan
kenaikan pada tingkat zakat sebesar 0.552913. Jika variabel NOM
mengalami kenaikan setiap satu persen dengan nilai ROA, BOPO dan
FDR tetap, maka mengakibatkan berkurangnya tingkat zakat sebesar
0.226721. Jika variabel BOPO mengalami kenaikan setiap satu persen
dengan nilai ROA, NOM, dn FDR tetap, maka mengakibatkan
bertambahnya tingkat zakat sebesar 0.044258. Dan jika variabel FDR
mengalami kenaikan setiap satu persen dengan nilai ROA, NOM dan
BOPO yang tetap, maka tingkat zakat mengalami kenaikan sebesar
0.011784.
Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel pada penelitian ini
adalah dengan cara melihat t tabel dari tingkat “df” sebagai derajat kebebasan. Jumlah derajat kebebasan merupakan total jumlah
pengamatan pada sampel dikurangi jumlah variabel bebasnya, ditulis
n-(k+1). Pada penelitian ini jumlah pengamatan pada sampel adalah 35,
dan 5 variabel bebasnya. Sehingga terdapat 35-(5+1) = 29 derajat
kebebasan dengan tingkat signifikan 0.050 yang telah ditentukan di awal
sehingga dapat diketahui t tabel yang diperoleh adalah 2.04523.
Berdasarkan hasil analisis regeresi data panel diatas menjelaskan
bahwa variabel ROA berpengaruh terhadap tingkat zakat Bank Umum
Syariah. Nilai koefisien variabel ROA sebesar 0.552913. Hal ini
menunjukkan bahwa jika variabel ROA mengalami kenaikan setiap
sebesar satu persen , sedangkan variabel bebas lainnya tetap maka
tingkat zakat mengalami kenaikan sebesar 0.552913.
Variabel NOM berpengaruh terhadap tingkat zakat Bank Umum
Syariah. Nilai koefisien variabel NOM sebesar 0.226721 memiliki tanda
negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa jika variabel NOM mengalami
kenaikan setiap sebesar satu persen, sedangkan variabel bebas lainnya
tetap maka menyebabkan penurunan pada tingkat zakat sebesar
0.226721.
Variabel BOPO berpengaruh terhadap tingkat zakat Bank Umum
Syariah. Nilai koefisien variabel BOPO sebesar 0.044258. Hal ini
menunjukkan bahwa jika variabel BOPO mengalami kenaikan setiap
sebesar satu persen, sedangkan variabel bebas lainnya tetap maka
Variabel FDR berpengaruh terhadap tingkat zakat Bank Umum
Syariah. Nilai koefisien variabel FDR sebesar 0.011784. Hal ini
menunjukkan bahwa jika variabel FDR mengalami kenaikan setiap
sebesar satu persen, sedangkan variabel bebas lainnya tetap maka
tingkat zakat mengalami kenaikan sebesar 0.011784.
6. Koefisien Determinasi
Dilihat pada tabel 4.6 menunjukkan nilai Adjust R square sebesar
0.9661 atau disebut juga koefisien determinasi. Nilai Adjust R square ini
menunjukkan bahwa 96.61% tingkat ROA, ROE, NOM, BOPO dan
FDR memberikan kontribusi terhadap ZAKAT pada BUS di Indonesia.
Sedangkan sisanya sebesar 3.39% yang memberikan kontribusi terhadap
ZAKAT yaitu dari variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini
seperti CAR, NPF,dll.