Fitriyanti 1) , Fitriasuri 2) , Citra Indah Merina 3)
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda
Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan Hasil Uji Normalitas diatas, dapat dilihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi dengan variabel dependen kepatuhan wajib pajak telah memenuhi asumsi normalitas.
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 126
2. Uji Multikolonieritas
Tabel 4.1
Hasil Uji Multikolonieritas
Model
Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Pengetahuan Wajib Pajak .102 9.890
Sanksi Perpajakan .139 7.210
Kemudahan Pengisian SPT .257 3.892
Kualitas Pelayanan .137 7.308
Kesadaran Wajib Pajak .111 9.003
a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Sumber: Data primer diolah
Hasil Uji Multikolonieritas dapat dilihat pada tabel 4.1 dengan kesimpulan kepatuhan wajib pajak, sanksi pajak, kemudahan pengisian SPT, kualitas pelayanan, kesadaran wajib pajak nilai VIF <
10, maka tidak terdapat gangguan multikolonieritas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.2
Hasil Uji Heterskedastisitas
Berdasarkan gambar diatas terlihat penyebaran titik – titik tidak membentuk pola hal ini berarti tidak adanya masalah heteroskedastisitas pada model regresi.
Hasil Uji Hipotesis
Uji Korelasi (R) dan Uji Koefisien Determinasi ( Uji R2 )
Berdasarkan pengolahan data menggunakan program SPSS diperoleh hasil pengujian korelasi dan koefisien determinasi sebagai berikut:
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 127
Tabel 4.2
Hasil Uji Kerelasi dan Uji Koefisien Determinasi Model R R Square Adjusted R Square
1 .951a .905 .897
a. Predictors: (Constant), Kesadaran Wajib Pajak, Kemudahan Pengisian SPT, Sanksi Perpajakan, Kualitas Pelayanan, Pengetahuan Wajib Pajak
b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak
Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 0,951 artinya terdapat hubungan yang sangat erat antara variabel pengetahuan wajib pajak (X1), sanksi pajak (X2), kemudahan pengisian SPT (X3), kualitas pelayanan (X4), dan kesadaran wajib pajak (X5) dengan variabel kepatuhan wajib pajak (Y).
Uji F
Berdasarkan pengolahan data menggunakan propgram SPSS diperoleh hasil pengujian hipotesis berganda sebagai berikut:
Tabel 4.3
Hasil Uji Hipotesis Berganda
Model Df F Sig.
1 Regression 5 116.126 .000a Residual 61
Total 66
a. Predictors: (Constant), Kesadaran Wajib Pajak, Kemudahan Pengisian SPT, Sanksi Perpajakan, Kualitas Pelayanan, Pengetahuan Wajib Pajak b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak
Berdasarkan tabel di atas terlihat signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai (F hitung sebesar 116,126) lebih kecil dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan wajib pajak, sanksi perpajakan, kemudahan pengisian SPT, kualitas pelayanan, kesadaran wajib pajak secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Hasil Regresi Berganda
Analisis Regresi Berganda merupakan prosedur yang kuat dan fleksibel dalam menganalisis hubungan asosiatif antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, variabel independen yaitu pengetahuan wajib pajak (X1), sanksi perpajakan (X2), kemudahan pengisian SPT (X3), kualitas pelayanan (X4), dan kesadaran wajib pajak (X5), sedangkan variabel dependen (Y) adalah kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil sebagai berikut:
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 128
Tabel 4.4
Hasil Uji Regresi Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) .561 .193 2.914 .005
Pengetahuan Wajib Pajak
.227 .112 .264 2.023 .004 .102 9.890
Sanksi Perpajakan .348 .092 .401 3.783 .000 .139 7.210 Kemudahan Pengisian
SPT
.079 .085 .072 .923 .359 .257 3.892
Kualitas Pelayanan .150 .099 .161 3.511 .007 .137 7.308 Kesadaran Wajib Pajak .361 .100 .426 3.599 .001 .111 9.003 a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak
Sumber: Data primer diolah
Pembahasan
Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak
Pengetahuan wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Palembang Seberang Ulu. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi variabel pengetahuan wajib pajak sebesar 0,004 (t hitung 2,023) lebih kecil dari standar nilai signifikasi 0,05.
Kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan meliputi kepatuhan formal dan kepatuhan material. Kepatuhan formal dapat diidentifikasi dari kepatuhan dalam penyampaian surat pemberitahuan. Apabila wajib pajak telah melaporkan surat pemberitahuan maka wajib pajak telah memenuhi ketentuan formal, namun isinya belum tentu memenuhi ketentuan material. Wajib pajak yang memenuhi kepatuhan material adalah wajib pajak yang mengisi dengan jujur, lengkap, dan benar surat pemberitahuan sesuai ketentuan dan menyampaikannya ke KPP sebelum batas waktu akhir.
Pengaruh Sanksi Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak
Variabel sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat bahwa signifikansi variabel sanksi pajak sebesar 0,000 dengan t hitung 3,783 lebih kecil dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05.
Sanksi pajak merupakan hal yang harus diterapkan oleh pihak KPP terhadap wajib pajak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran perpajakannya, untuk itu wajib pajak harus mengetahui semua resiko atau sanksi dalam hal keterlamabatan dalam penyampaiaan SPT, sanksi jika tidak mematuhi peraturan perpajakan dan lain sebagainya, dan hal ini juga harus didukung oleh pihak pemerintah dalam menghukum wajib pajak yang melanggar semua ketentuan dan peraturan perpajakan supaya wajib pajak meningkatkan kepetuhannya.
ISBN : 978-602-74335-0-2 Page 129
Pengaruh Kemudahan Pengisian SPT Terhadap Tingkat kepatuhan Wajib Pajak
Variabel kemudahan pengisian SPT tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi variabel kemudahan pengisian SPT sebesar 0,359 dengan t hitung sebesar 0,923 hal ini terlihat lebih besar dari standar nilai signifikansi sebesar 0,05.
Dalam penelitian ini kemudahan pengisian SPT secara parsial tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Kesederhanaan formulir SPT, petunjuk pengisian SPT yang mudah dipahami pada dasarnya sangat diperluakan oleh wajib pajak dalam penyampaian SPT. Akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak karena penyampaian SPT adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh para wajib pajak.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
Variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kualitas pelayanan sebesar 0.007 dengan t hitung sebesar 3,511 lebih kecil dari nilai standar signifikasi 0,05.
Dalam hal ini kualitas pelayanan yang sopan dan ramah, petugas pajak yang cepat tanggap akan keluhan dan kesulitan yang dialami wajib pajak, keamanan dan kenyamanan yang diberikan petugas pajak kepada wajib pajak sangat diperlukan oleh wajib pajak, karena hal ini dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajaknya.
Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak
Variabel kesadaran wajib pajak mempunyai memiliki pengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai Signifikasi variabel kesadaran wajib pajak sebesar 0.001 dengan t hitung sebesar 3,599 lebih kecil dari nilai standar signifikasi 0,05.
Tingkat kepatuhan itu juga harus di dukung oleh beberapa hal meliputi pentingnya kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak, menyampaikan SPT dengan benar dan tepat waktu dan kesadaran wajib pajak dalam mengikuti perkembangan peraturan perpajakan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas dan bagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas.
Sehingga kesadaran perpajakan adalah keadaan mengetahui atau mengerti perihal pajak.
Pengaruh Pengetahuan, Sanksi Pajak, Kemudahan Pengisian SPT, Kualitas Pelayanan dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
Pengaruh kepatuhan, sanksi pajak, kemudahan pengisian SPT, kualitas pelayanan dan kesadaran wajib pajak secara bersama-sama berpengaruh signifikansi terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai F hitung sebesar 116,126 lebih kecil dari nilai standar signifikansi sebesar 0,05.
Dalam meningkatkan kepatuhan, wajib pajak harus membayar kewajiban perpajaknnya dengan benar dan tepat waktu, dalam pengisian SPT pun harus benar dan jelas, wajib pajak juga harus jujur dan siap diperiksa sesui laporan SPT yang di sampaikannya. Karena kepatuhan wajib pajak adalah hal yang sangat diharapkan agar tercapai semua realisasi pajak yang telah di tentukan
5. SIMPULAN DAN SARAN