BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Analisis dan Pembahasan
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diuji dengan model regresi berganda. Tujuannya adalah memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan kausalitas antara variabel independen (intellectual capital, kualitas penerapan GCG, dan ROGIC) terhadap variabel dependen yaitu kinerja keuangan perbankan syariah (ROE).
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Penelitian statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata –rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2013). Pada penelitian ini, statistik deskriptif akan menggambarkan deskripsi dari variabel dependen dan variabel independen.
Tabel 4.3 menggambarkan statistik deskriptif seluruh variabel dalam penelitian ini yang meliputi minimum, maksimum, mean (rata-rata), standar deviasi, dan skewness. Nilai minimum menggambarkan nilai paling kecil yang diperoleh dari hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan
sedangkan mean (rata-rata) menunjukkan nilai rata-rata dari tiap – tiap variabel.
Deskripsi variabel penelitian mengenai kinerja keuangan, intellectual capital, kualitas penerapan GCG dan ROGIC dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini.
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROE 40 .0119 .9440 .165443 .2340219 IC 40 1.1121 4.5764 2.563875 .7708952 ROGIC 40 .5932 1.3400 .871825 .2239441 GCG 40 1.3500 1.6400 1.528000 .0811204 Unstandardized Residual 40 -.28532 .56313 .0000000 .18978195 Valid N (listwise) 40
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
Variabel IC menunjukkan nilai minimum 1.11 dan maksimum 4.57. Hal ini berarti dalam sampel, performance perusahaan dalam hal pengelolaanintellectual capitalpaling kecil berjumlah 1.11 dan paling besar berjumlah 4.57. Rata-rata (mean) variabel IC sebesar 2.56, menunjukkan bahwa performa perusahaan perbankan syariah dalam pengelolaan intellectual capitalberada padaGood performers.
Variabel kualitas penerapan GCG menunjukkan nilai minimum 1.35 dan nilai maksimum 1.64. Hal ini berarti dalam sampel menunjukkan bahwa kualitas penerapan GCG memiliki penilaian paling kecil dengan nilai 1.35 dan penilaian paling besar sejumlah 1.64. Dengan nilai rata-rata sebesar
1.52, menunjukkan bahwa kualitas penerapan GCG perbankan syariah berada pada tingkat baik.
Variabel ROGIC menunjukkan nilai minimum 0.59 dan maksimum 1.34. Hal ini berarti dalam sampel, rata – rata pertumbuhan intellectual capital perusahaan per tahun paling kecil berjumlah 0.59 dan paling besar berjumlah 1.83. Rata-rata (mean) variabel IC sebesar 0.87, menunjukkan bahwa rata – rata pertumbuhan intellectual capital berada pada Bad performers yang mengindikasikan rata – rata pertumbuhan IC perusahaan per tahunnya masih sangat kecil.
Variabel kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on equity (ROE) menunjukkan nilai minimum sebesar 0.01 dan nilai maksimum sebesar 0.94, Adapun rata-rata (mean) ROE adalah sebesar 0,16.
2. Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, dan uji autokorelasi.
a. Uji Multikolonieritas
Uji multikoloniearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik yaitu model regresi yang tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikoloniearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya Variance Inflation Factor(VIF) yang terdapat pada tiap –tiap variabel
Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig. Collinearity Statistics
B Std.
Error
Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 1.404 .667 2.106 .042
IC .158 .043 .521 3.703 .001 .924 1.083
ROGIC .290 .143 .277 2.026 .050 .976 1.025
GCG .927 .403 .321 2.301 .027 .937 1.068
a. Dependent Variable: ROE
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
Dari tabel diatas, menunjukkan tidak ada nilai tolerance dari setiap variabel independen yang lebih dari 0.10 dan VIF kurang dari 10. Hal ini mengindikasikan tidak ada korelasi antar variabel independen dan dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas dalam model regresi.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jikavariancedari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil dari uji heteroskedastisitas :
Gambar 4.1 Grafik Scatterplot
Sumber : Data diolah (Output SPSS21)
Berdasarkan tampilan pada Scatterplot di atas, terlihat bahwa titik-titik dari data menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Regression Studentized Residual dan tidak membentuk suatu pola tertentu. uji heteroskedastisitas menggunakan metode analisis grafik, pada model regresi yang terbentuk dinyatakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas atau data bersifat homoskedastisitas.
Tabel4.5 Haisil Uji Heterokedastistas (Uji Spearman’s rho) Correlations IC ROGIC GCG Unstandardi zed Residual Spearman's rho IC Correlation Coefficient 1.000 .055 -.180 -.137 Sig. (2-tailed) . .737 .266 .400 N 40 40 40 40 ROGIC Correlation Coefficient .055 1.000 -.061 .134 Sig. (2-tailed) .737 . .708 .411 N 40 40 40 40 GCG Correlation Coefficient -.180 -.061 1.000 -.123 Sig. (2-tailed) .266 .708 . .450 N 40 40 40 40 Unstandardized Residual Correlation Coefficient -.137 .134 -.123 1.000 Sig. (2-tailed) .400 .411 .450 . N 40 40 40 40
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
Berdasarkan hasil pengujian heterokedasisitas dengan uji spearman rho di atas dapat diketahui bahwa nilai korelasi ke tiga variabel independen dengan Unstandardized Residual memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, residual memiliki distribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis uji statistik untuk mengetahui
Kolmogorov Smirnov (K-S) mempunyai kriteria jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi data dapat dikatakan terkena problem normalitas. Apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik tidak valid untuk jumlah sampel yang kecil. Data mengenai uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 40
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .18978195
Most Extreme Differences
Absolute .135
Positive .135
Negative -.081
Kolmogorov-Smirnov Z .852
Asymp. Sig. (2-tailed) .463
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
Hasil tabel diatas dapat dikatakan bahwa data residual terdistribusi normal. Hal ini tercermin dari nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu sebesar 0.463.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan apakah dalam model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Problem
berkaitan satu sama lainnya. Kondisi ini sering ditemukan pada data
time series karena adanya “gangguan” pada individu atau kelompok cenderung mempengaruhi “gangguan” pada individu atau kelompok
yang sama pada periode berikutnya. Penelitian ini menggunakan pengujianrun testuntuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi. Apabila nilai Asymp.Sig (2-tailed) < 0,05 maka persamaan regresi dikatakan terkena problem autokorelasi.
Tabel 4.7 Hasil Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
Test Valuea -.05038
Cases < Test Value 20
Cases >= Test Value 20
Total Cases 40
Number of Runs 16
Z -1.442
Asymp. Sig. (2-tailed) .149
a. Median
Sumber : Data diolah (SPSS 21)
Tabel diatas menunjukkan nilai Asymp.Sig.(2-tailed) 0.149, dimana nilai itu lebih besar dari 0.05, yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada data yang diuji.
3. Hasil Uji Hipotesis
a. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol sampai satu. Apabila nilai koefisien determinasi mendekati satu, maka variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variabel dependen. Penelitian ini menggunakan koefisien determinasi dengan menggunakan nilai adjusted R-square untuk mengevaluasi model regresi.
Tabel 4.8 Uji Adjusted R Square
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
1 .585a .342 .288
a. Predictors: (Constant), GCG, ROGIC, IC b. Dependent Variable: ROE
Sumber : Data diolah (SPSS 21)
Dari tampilan output SPSS diatas dapat dilihat bahwa besarnya adjusted R-square sebesar 0.288 atau 28.8%. Hal ini berarti 28.8% variabel dependen kinerja keuangan (ROE) dapat dijelaskan secara signifikan oleh variasi variabel independen. Variabel independen tersebut adalah intellectual capital, kualitas penerapan GCG, dan ROGIC, Sedangkan
b. Uji Signifikan Simultan ( Uji F )
Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama–sama terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima. Pengaruh secara simultan intellectual capital, kualitas penerapan good corporate governance (GCG), dan rate of growth of intellectual capital(ROGIC) dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9 Hasil Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression .731 3 .244 6.247 .002b
Residual 1.405 36 .039
Total 2.136 39
a. Dependent Variable: ROE
b. Predictors: (Constant), GCG, ROGIC, IC
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
Hasil pengolahan data dalam tabel 4.9 melalui uji anova atau F- test, menunjukkan bahwa nilai sgnifikansi sebesar 0.002 < 0.05 dan F- hitung sebesar 6.247 lebih besar dari F-tabel sebesar 2.87, nilai probabilitas pengujian < 0.05 menunjukkan bahwa model regresi dapat digunakan secara bersama – sama untuk memprediksi tingkat kinerja keuangan (ROE). Hal ini membuktikan bahwa intellectual capital, kualitas penerapan GCG, dan ROGIC bersama – sama secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. Maka
dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dalam model regresi penelitian
ini.
H1 :Intellectual capital, kualitas penerapan GCG, dan ROGIC berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah.
c. Uji Parameter Individu ( Uji t )
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dengan tingkat signifikansi 0.05 atau 5%. Apabila nilai probabilitas < 0.05 maka koefisien regresi signifikan dan H1
diterima. Sedangkan apabila nilai probabilitas lebih dari 0,05 maka koefisien regresi tidak signifikan dan H1ditolak.
Tabel 4.10 Hasil Uji t
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std.
Error
Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 1.404 .667 2.106 .042
IC .158 .043 .521 3.703 .001 .924 1.083
ROGIC .290 .143 .277 2.026 .050 .976 1.025
GCG .927 .403 .321 2.301 .027 .937 1.068
a. Dependent Variable: ROE
Sumber : Data diolah (Output SPSS 21)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Maka H0ditolak, H1diterima.
2) Variabel ROGIC memiliki nilai t sebesar 2.026 dan nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 yaitu sebesar 0.05 yang berarti bahwa ROGIC berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Maka H0ditolak, H1diterima.
3) Variabel GCG memiliki nilai t sebesar 2.301 dan nilai signifikansi sebesar 0.027. Hal ini menyimpulkan bahwa secara parsial variabel kualitas penerapan GCG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Maka H0 ditolak, H1
diterima.
4. Analisis Regresi Berganda
Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel 4.10 dengan persamaan regresi sebagai berikut :
Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
(a) Koefisien konstanta sebesar 1.404 dengan nilai positif, ini dapat diartikan bahwa Y (ROE) akan bernilai 1.404, jikaintellectual capital, kualitas penerapan good corporate governance, dan rate of growth of intellectual capitalmasing-masing bernilai 0.
(b) Variabelintellectual capital (IC) memiliki nilai koefisien regresi positif 0.158. Nilai koefisien regresi positif menunjukan bahwa IC berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Hal ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan satu persen IC, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan kinerja perusahaan (ROE) sebesar 0.158. Nilai koefisien β=|0.158| yang berarti variabel intellectual capital mempengaruhi variabel dependen sebesar 0.158.
(c) Variabel ROGIC memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0.29. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa ROGIC berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan satu persen variabel ROGIC, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan kinerja perbankan (ROE) sebesar 0.29. Nilai koefisien β=|0.29| yang berarti variabel ROGIC mempengaruhi variabel dependen sebesar 0.29. (d) Variabel kualitas penerapan GCG memiliki nilai koefisien regresi
positif 0.927. Nilai koefisien regresi positif menunjukan bahwa kualitas penerapan GCG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan bank umum syariah (ROE). Hal ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan satu persen GCG, dengan asumsi variabel lain tetap maka akan menaikkan kinerja perusahaan (ROE) sebesar 0.927. Nilai koefisien