Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui gambaran tentang mahasiswa ekonomika dan bisnis progam studi akuntansi pada Universitas Kristen Satya Wacana yang terpilih sebagai responden. Karakteristik ini juga merupakan syarat data dalam kuesioner tersebut bisa diolah atau tidak. Berikut ini adalah hasilnya:
Tabel 2.1 Jumlah Kuesioner
No. Keterangan Jumlah
1 Jumlah kuisioner yang disebar. 150 2 Jumlah kuisioner yang kembali. 127 3 Jumlah kuesioner yang tidak lengkap 1 4 Jumlah kuisioner yang bisa digunakan untuk olah data. 126
Sumber: olah data 2015
Beberapa karakteristik yang dapat diketahui adalah angkatan, jenis kelamin, penghasilan orang tua per bulan, pengetahuan mahasiswa bersangkutan mengenai pendidikan magister akuntansi, minat untuk melanjutkan studi pendidikan Magister Akuntansi (M.Ak) setelah lulus kuliah (apakah akan memilih menjadi akuntan atau tidak), dan keinginan mahasiswa setelah
menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) akuntansi. Berikut ini adalah hasil olah data karakteristik responden:
Tabel 2.2
Karakteristik Responden
Data Ketentuan Jumlah Prosentase
Jenis Kelamin Laki-laki 48 38,1%
Perempuan 78 61,9%
Usia Tidak Menjawab 2 1,6%
20 39 31% 21 24 19% 22 35 27,8% 23 13 10,3% 24 9 7,1% 25 4 3,2%
Angkatan Tidak Menjawab 2 1,6%
2008 9 7,1%
2009 16 12,7%
2010 32 25,4%
2011 67 53,2%
Pekerjaan Orang Tua Tidak Menjawab 1 0,8%
Buruh 18 14,3%
Karyawan dan Wirausaha 1 0,8% Karyawan dan Pegawai Swasta 24 19%
Pegawai 18 14,3%
Pendeta 1 0,8%
PNS 15 11,9%
Swasta 20 15,9%
Wiraswasta 28 22,2%
Penghasilan Orang Tua Tidak Menjawab 4 3,2% Rp. 500.000,00 s/d Rp. 1.000.000,00 4 3,2% Rp. 1.000.000,00 s/d Rp. 2.000.000,00 22 17,5% Rp. 2.000.000,00 s/d Rp. 5.000.000,00 80 63,5% > Rp. 5.000.000,00 16 12,7%
Sumber: olah data 2015
Uji Validitas dan Reliabiltas
Sebelum melakukan teknik analisis data atas data yang telah dikumpulkan, maka penulis melakukan uji validitas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 126 orang.
Syarat item valid adalah r hitung lebih besar r tabel (Ghozali, 2006), sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Selain melakukan uji validitas, penulis juga melakukan uji reliabilitas item instrumen penelitian. Menurut Ghozali (2006) uji reliabilitas instrumen penelitian dikatakan valid jika nilai alpha hitung lebih besar dari 0,600. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas akuntansi penelitian disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2.3
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
No. Uji Hasil
1 Validitas Motivasi Kualitas Hasil pengujian validitas instrumen penelitian motivasi kualitas
menunjukkan bahwa semua item valid. Jadi, ada 10 item valid.
2 Validitas Motivasi Karir Hasil pengujian validitas instrumen penelitian motivasi karir menunjukkan
bahwa ada 2 item yang tidak valid, yaitu item nomor 16 dan 19. Jadi, item valid berjumlah 8.
3 Validitas Motivasi Ekonomi Hasil pengujian validitas instrumen penelitian motivasi ekonomi
menunjukkan bahwa ada 1 item yang tidak valid, yaitu item nomor 27. Jadi, item valid berjumlah 9.
4 Validitas Minat Hasil pengujian validitas instrumen penelitian minat menunjukkan bahwa
semua item valid. Jadi, ada 5 item valid.
5 Uji Reliabilitas Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa semua instrumen
penelitian reliabel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil uji reliabilitas menunjukan bahwa keseluruhan pertanyaan pada kuesioner adalah reliabel dan memenuhi persyaratan untuk digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Sumber: olah data 2015
Statistik Deskriptif Data Penelitian
Deskripsi jawaban responden secara keseluruhan dari variabel motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi dan minat akan dibahas berdasarkan mean atau rata-rata, standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum. Statistik deskriptif dari setiap jawaban juga akan dibahas dengan menitik beratkan pada rata-rata, dimana rata-rata tersebut akan dikategorikan mulai dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju untuk mengintrepretasikan jawaban responden dari setiap pertanyaan. Jumlah item valid dari variabel motivasi kualitas ada 10 item, variabel motivasi karir ada 8 item, dan motivasi ekonomi ada 9
item sementara untuk variabel minat terdiri dari 5 item. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 126 sampel. Berikut hasil perhitungan data deskriptif responden:
Tabel 2.4 Data Deskriptif
Statistics
Motivasi Kualitas Motivasi Karir Motivasi Ekonomi Minat
Mean
Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori 37,8016 Tinggi 27,6746 Tinggi 30,7540 Tinggi 18,0079 Tinggi
Minimum 19 Rendah 15 Rendah 9 Sangat
rendah
9 Rendah
Maximum 50 Sangat tinggi 37 Sangat tinggi 45 Sangat tinggi
25 Sangat tinggi
Std. Deviation 4,76155 4,24232 5,09382 3,18370
Sumber: olah data 2015
Berdasarkan data yang diperoleh maka diketahui bahwa rata-rata tingkat motivasi kualitas responden tergolong tinggi, begitu juga untuk variabel motivasi karir, motivasi ekonomi dan minat. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi responden untuk melanjutkan pendidikan Magister Akuntansi (M.Ak) tergolong tinggi. Begitu juga minat responden.
Uji Asumsi Klasik
Dalam perhitungan menggunakan analisis regresi berganda diperlukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan merupakan model regresi yang baik, sehingga dapat digunakan untuk melihat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependennya (Ghozali, 2006). Dalam uji asumsi klasik, yang harus dilakukan adalah:
Tabel 2.5
Hasil Uji Asumsi Klasik
No. Uji Asumsi Klasik Hasil
1 Multikolinearitas Terpenuhi, tidak terjadi multikolinearitas. 2 Autokorelasi Terpenuhi, tidak terjadi autokorelasi. 3 Heteroskedatisitas Terpenuhi, tidak terjadi heteroskedatisitas. 4 Normalitas Terpenuhi, data berdistribusi normal.
Sumber: olah data 2015 Pengujian Hipótesis
Dalam penelitian ini, ada beberapa hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda. Berikut ini adalah tabel hasil uji regresi linear berganda:
Tabel 2.6
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.312 2.236 .587 .558 Motivasi Kualitas .276 .058 .412 4.730 .000 Motivasi Karir .176 .073 .234 2.401 .018 Motivasi Ekonomi .046 .052 .073 .876 .383
a. Dependent Variable: Minat Sumber: olah data 2015
Berdasarkan tabel diatas, didapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengujian hipotesis pertama, Motivasi Kualitas (X1), Minat Melanjutkan Studi (Y)
Hasil dari pengujian hipotesis pertama ini adalah motivasi kualitas mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program pascasarjana akuntansi (M.Ak).
2. Pengujian hipotesis kedua, Motivasi Karir (X2), Minat Melanjutkan Studi (Y)
Hasil dari pengujian hipotesis kedua ini adalah motivasi karir mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program pascasarjana akuntansi (M.Ak).
Hasil dari pengujian hipotesis ketiga ini adalah motivasi ekonomi tidak mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program pascasarjana akuntansi (M.Ak).
Jadi, dari hasil uji hipotesis, didapat persamaan regresi sebagai berikut: Y = 1,312 + 0,276 X1 + 0,176 X2
Nilai sumbangan efektif dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya adalah 35,2%. Sedangkan sisanya sebesar 64,8% berasal dari variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini.
Analisis Pengaruh Motivasi kualitas terhadap Minat Studi Pascasarjana M.AK
Berdasarkan nilai sig pada hasil perhitungan regresi linear berganda pada penelitian ini, maka diketahui bahwa motivasi kualitas dan motivasi karir mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program magister akuntansi. Secara menyeluruh hasil penelitian menunjukan bahwa responden memiliki minat untuk melanjutkan studi magister akuntansi, karena adanya dorongan terkait dengan kualitas dan karir. Motivasi kualitas sebagai dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk memiliki dan meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya dalam bidang yang ditekuninya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Temuan tersebut sesuai menunjukan bahwa kualitas diri seseorang dilihat dari pendidikan yang telah ditempuhnya selama hidupnya, semakin tinggi jenjang pendidikan yang telah ditempuh oleh seseorang maka kualitas yang dimilikipun semakin baik. Adanya kualitas yang meningkat memotivasi seseorang untuk mempunyai minat dalam kualitas diri yaitu dengan sekolah setinggi-tingginya. Beranjak dari hasil pengetahuan maka diketahui bahwa responden memiliki asumsi bahwa secara umum ketika seorang sarjana strata satu memiliki minat untuk melanjutkan studi salah satunya karena adanya dorongan yang kuat untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan keahliannya.
Analisis Pengaruh Motivasi karir terhadap Minat Studi Pascasarjana M.AK
Selanjutnya berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis kedua, maka diketahui bahwa motivasi karir mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program magister akuntansi. Motivasi karir berkaitan erat dengan keinginan untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka mencapai kedudukan, jabatan atau karir yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun hal terebut mungkin terjadi karena responden memiliki gambaran terkait dengan karir yang akan dimiliki setelah menyelesaikan studi pascasarjana akuntansi. Pada hakikatnya seorang individu memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka mencapai karir yang lebih baik. Seseorang yang menginginkan karir yang lebih baik seperti urutan-urutan posisi dalam suatu organisasi atau posisi jabatan yang tinggi diperlukan jenjang pendidikan yang tinggi pula dan kurikulum program M.Ak dirancang untuk menghasilkan SDM (pemimpin) yang inovatif dan persuasif dalam menjadikan akuntansi dan profesi akuntan sebagai pilar utama bagi kemajuan dan keberhasilan pencapaian visi dan misi organisasi melalui pengembangan dan implementasi governance, risk management dan sistem pengendalian yang efektif.
Analisis Pengaruh Motivasi ekonomi terhadap Minat Studi Pascasarjana M.AK
Sementara pada hasil penelitian juga menemukan bahwa motivasi ekonomi tidak mempunyai pengaruh terhadap minat melanjutkan studi program magister akuntansi. Pada hakikatnya motivasi ekonomi ini merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang diinginkan. Penghargaan finansial merupakan salah satu bentuk sistem pengendalian manajemen untuk memastikan bahwa segenap elemen karyawan dapat mengarahkan tindakannya terhadap pencapaian tujuan perusahaan, maka manajemen memberikan balas jasa atau reward dalam
berbagai bentuk, termasuk didalamnya financial reward atau penghargaan finansial. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa minat untuk melanjutkan studi tidak dipengaruhi oleh motivasi ekonomi, hal tersebut mungkin terjadi karena responden memiliki asumsi bahwa performa dan prestasi kerja lebih menentukan kemungkinan memperoleh reward dalam dunia kerja di Indonesia. Selain itu hal ini mungkin terjadi karena responden telah mendapatkan informasi seputar perbandingan salary antara lulusan S1 dan S2 yang tidak terlampau besar, namun dalam setiap lowongan pekerjaan lebih diutamakan pengalaman kerja di bidang yang sama. Dengan kata lain, tingkat pengetahuan seseorang di bidang akuntansi (melalui pendidikan magister akuntansi) bukan merupakan satu-satunya faktor penentu bagi seseorang untuk mendapatkan penghargaan secara finansial ketika bekerja di suatu bidang pekerjaan.
PENUTUP