Berikut tabel yang menyajikan pemilihan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2010 – 2014
Tabel 4. Pemilihan Kriteria Sampel
Kriteria Sampel Jumlah
Data perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada 2010-2014 695 Data perusahaan manufaktur yang tidak terdaftar di BEI 5 tahun
berturut-turut mulai dari 2010-2014 (35)
Data perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan annual report 5 tahun
berturut-turut mulai dari tahun 2010-2014 (115)
Data perusahaan yang tidak melaporkan SR satu tahun sekali (105) Data perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan SR selama 5 tahun
berturut-turut mulai dari tahun 2010-2014 (275)
Total sampel per tahun 33
Total Sampel selama 5 tahun 165
Sumber: IDX (2015)
Tabel di atas dapat dijelaskan bahwa selama tahun 2010 – 2014 terdapat 695 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Namun selama tahun 2010 – 2014 terdapat 35 perusahaan tidak terdaftar di BEI selama 5 tahun berturut-turut dan sebanyak 115 perusahaan tidak melaporkan annual report perusahaan setahun sekali. Lalu sebanyak 105 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang tidak mengungkapkan Sustainability Report setahun sekali dan sebanyak 275 perusahaan tidak mengungkapkan Sustainability Report selama 5 tahun tersebut. Sehingga sampel perusahaan manufaktur selama tahun 2010 -2014 yang masuk dalam kriteria penelitian ini sebanyak 165 perusahaan yang mana pada tiap tahun hanya terdapat 33 perusahaan yang mengungkapkan Sustainability Report.
Statistik Deskriptif
Berikut tabel yang menyajikan statistik deskriptif variabel ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas ukuran KAP dan sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014.
22
Tabel 5. Tabel Statistik Deskriptif Variabel
N Minimum Maximum Mean
Ukuran Perusahaan (%) 165 10,89 14,60 12,50 Umur Perusahaan (tahun 2014) 165 14 87 41,03
Leverage (%) 165 0,00 1,02 0,46
Profitabilitas (%) 165 -9,17 93,50 17,13
Ukuran KAP 165 0 1 0,56
Sustainability Report 165 21 58 35,50
Ukuran perusahaan dihitung dari banyaknya aktiva yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan pada perusahaan keuangan memiliki nilai minimal 10,89 % pada tahun 2010 terutama pada perusahaan PT. Lion Mesh Prima Tbk. dan nilai maksimal sebesar 14,60 pada tahun 2013 terutama pada perusahaan PT. Champion Pacific Indonesia (d/h Kageo Igar Jaya) Tbk. dengan nilai rata-rata 12,36 %. Jika dilihat dari umur perusahaan, perusahaan yang memiliki umur termuda pada tahun 2014 yaitu PT. Indah Kiat Pulp &Paper Tbk, kemudian perusahaan yang memiliki umur tertua pada tahun 2014 yaitu PT. Multi bintang Indonesia Tbk yang telah berumur hampir 87 tahun. Secara rata-rata umur perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014 adalah 43 tahun.
Dari hasil uji statistik deskriptif diatas dapat diketahui bahwa profitabilitas dengan nilai minimum sebesar -9,17 % terutama tahun 2014 yang diperoleh dari PT. Ever Shine Textile Industry Tbk. Hal ini berarti bahwa PT. Ever Shine Textile Industry Tbk. pada tahun 2014 tidak bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, dan pada tahun 2014 tersebut dapat dikatakan perusahaan tersebut mengalami kapailitan atau bangkrut. Sementara itu nilai tertinggi sebesar 93,50 % terjadi pada tahun 2014 pada perusahaan PT. Intraco Penta Tbk. Hal ini berarti bahwa PT. Intraco Penta Tbk, pada tahun 2014 merupakan perusahaan manufaktur yang dapat menghasilkan profit tertinggi dibandingkan perusahaan lainnya, PT. Intraco Penta Tbk selama tahun 2014 dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Sedangkan
rata-23 rata sebesar 17,13 %, hal ini artinya bahwa tingkat profitabilitas perusahaan manufaktur pada tahun 2011 – 2014 termasuk kriteria sehat.
Ukuran KAP dengan nilai minimal adalah 0 yang artinya bahwa perusahaan belum diaudit oleh KAP yang berasosiasi dengan KAP Big Four. Sementara itu nilai maksimal sebesar 1 yang artinya perusahaan telah diaudit oleh KAP yang berasosiasi dengan KAP Big Four. Jika dilihat dari nilai rata-rata sebesar 56 % yang artinya bahwa sebagian besar perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014 telah diaudit oleh KAP yang berasosiasi dengan KAP Big Four.
Rata-rata praktik pengungkapan Sustainability Reporting sebesar 45 yang artinya perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014 pengungkapan 35,5 Sustainability Report ke publik. Sustainability Report dengan nilai minimal adalah 21 yang artinya perusahaan membuat pengungkapan
Sustainability Report ke publik sebanyak 21 pada tahun tertentu. Sedangkan nilai
maksimum sebesar 58 artinya bahwa perusahaan membuat 58 pengungkapan
Sustainability Report publik ke publik.
Tabel 6. Statistik Deskriptif Pelaporan Item Sustainability Report
N Minimum Maximum Mean
Ekonomi 165 1.00 8.00 4.09 Lingkungan 165 5.00 26.00 11.72 HAM 165 1.00 5.00 2.95 Masyarakat 165 1.00 6.00 3.02 TenagaKerja 165 4.00 12.00 8.29 TanggungJawab_Produk 165 2.00 8.00 5.24 Valid N (listwise) 165
Berdasarkan hasil tabel 6, dapat dilihat bahwa pada item pengungkapan ekonomi skor maksimum terletak pada skor 8 dari total 9 item pengungkapan ekonomi. Selanjutnya terdapat item lingkungan yang mempunyai skor maksimum 26 dari total 30 item pengungkapan lingkungan. Dimana perusahaan yang melaporkan
24 item ekonomi dan lingkungan dengan skor tertinggi adalah PT. Tunas Baru Lampung.
Lalu terdapat item HAM dan tanggung jawab produk yang masing-masing mempunyai skor maksimum 5 dan 8 dari total 9 item pengungkapan HAM. Dimana perusahaan yang melaporkan item HAM dengan skor maksimum adalah PT. Astra International, Tbk. sedangkan untuk tanggung jawab produk adalah PT. M ulti
Bintang Indonesia Tbk. Item Masyarakat mempunyai skor maksimum 6 dari total 8 item pengungkapan terkait masyarakat. Dimana PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk merupakan perusahaan yang juga melaporkan item tersebut dengan skor maksimum. Lalu pada item tenaga kerja, skor maksimum memperoleh skor maksimum 12 dari 14 item pengungkapan terkait tenaga kerja, dimana PT. Intraco Penta Tbk adalah perusahaan yang melaporkan item tenaga kerja dengan skor maksimum.
Berdasarkan hasil statistik deskriptif terkait pengungkapan masing-masing item dari sustainability report, dapat dilihat bahwa pengungkapan terkait lingkungan merupakan topik yang mempunyai paling banyak item didalam pengungkapannya. Hal tersebut dikarenakan dampak terhadap lingkungan merupakan dampak yang paling disorot baik bagi para stakeholder maupun bagi publik.
Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas dan uji heterokedasitas.
1. Uji normalitas menggunakan uji kolmogorof smirnof yang diperoleh nilai signifikansi 0,796 yang lebih besar dari 0,05 sehingga data dikatakan normal (Ghozali, 2005). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
25
Tabel 6. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 165
Normal Parametersa,b
Mean 0E-7
Std. Deviation 7.84427934
Most Extreme Differences
Absolute .050
Positive .042
Negative -.050
Kolmogorov-Smirnov Z .648
Asymp. Sig. (2-tailed) .796
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
2.
Uji autokorelasi, menggunakan uji Durbin Watson. Nilai Durbin Watson sebesar 1,643 hal ini berarti bahwa data lolos uji autokorelasi karna DW terletak antara dU dan (4-dU) 1,534 < 1,643 < 2,465 (Ghozali, 2005). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.Tabel 7. Uji Autokorelasi Model Summaryb
Model
Durbin-Watson
1 1.643
a. Predictors: (Constant), Umur, Ukuran_KAP, Lev, ROA, Ukuran b. Dependent Variable: SR
3. Uji multikolienaritas, berdasarkan hasil olahan lolos uji multikolinearitas karena nilai VIF dari masing-masing variabel independen lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance yang lebih besar dari 0,1 (Ghozali, 2005). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
26
Tabel 8. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Ukuran .805 1.242 ROA .921 1.086 Lev .977 1.024 Ukuran_KAP .848 1.179 Umur .890 1.124 a. Dependent Variable: SR
5. Uji heterokedasitas menggunakan uji glejser yang diperoleh nilai signifikansi dari masing-masing variabel independen yang lebih besar dari 0,05 sehingga data dikatakan lolos uji heterokedasitas (Ghozali, 2005). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 9. Uji Heteroskedatisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.980 5.581 1.072 .286 Ukuran .214 .475 .039 .450 .653 ROA -.780 2.311 -.027 -.338 .736 Lev -4.331 1.713 -.197 -2.528 .059 Ukuran_KAP 1.009 .761 .111 1.327 .186 Umur -.017 .026 -.053 -.646 .519
a. Dependent Variable: RES2
Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis pengaruh pengaruh karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014 diketahui hasilnya sebagai berikut:
27
Tabel 10. Uji Regresi Berganda
Model Konstanta Beta Hipotesis Sig Ket 4,607
Ukuran Perusahaan 1,930 H1 0,029 Diterima
Umur Perusahaan 0,169 H2 0,001 Diterima
Leverage -7,566 H3 0,018 Diterima
Profitabilitas 8,972 H4 0,037 Diterima
Ukuran KAP 3,391 H5 0,017 Diterima
Adjusted R Square 0,222
Sig F 0,000
Pengaruh karakteristik perusahaan yang diproksikan oleh ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP terhadap sustainability
report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014
dapat dinyatakan dengan persamaan:
Sustainability Reporting = 4,607 + 1,930X1 + 0,169X2 – 7,566X3 + 8,972X4+ 3,391X5
Angka-angka koefisien pada persamaan tersebut menunjukan bahwa ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas dan ukuran KAP terhadap sustainability
reporting pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014.
Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas dan ukuran KAP akan menaikan sustainability report. Namun hanya
leverage yang berpengaruh negatif hal ini berarti bahwa semakin turun leverage maka
akan semakin naik sustainability report.
Secara parsial ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP berpengaruh terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014. Begitu pula secara simultan ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP
28 berpengaruh terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014. Hal ini berarti H1, H2, H3, H4,dan H5 diterima.
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,222 jadi variasi ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP dapat menjelaskan variabel
sustainability report sebesar 22 % dan sisanya sebesar 78 % dijelaskan oleh variabel
lain diluar model penelitian.
Pembahasan
Secara parsial ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas
dan ukuran KAP berpengaruh terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014. Begitu pula secara simultan ukuran perusahaan, umur perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran KAP berpengaruh terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014.
Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap sustainability report pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Amann et al. (2011), dan Juhmani (2013) menemukan pengaruh positif dari ukuran perusahaan terhadap pengungkapan. Hal ini berarti bahwa semakin besar ukuran perusahaan akan meningkatkan sustainability report.
Sementara itu variabel umur perusahaan berpengaruh terhadap sustainability
report. Hasil ini dapat dikatakan mendukung penelitian Utami & Prastiti (2011), yang
mengungkapkan adanya pengaruh positif umur perusahaan terhadap Sustainability
Report. Hal ini berarti bahwa semakin lama umur perusahaan akan meningkatkan sustainability report.
Leverage berpengaruh negatif terhadap Sustainability Report pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar dalam BEI tahun 2010 -2014. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Utami & Prastiti (2011) dan Barnea & Rubin (2010), yang mengungkapkan adanya pengaruh negatif leverage terhadap Sustainability Report,
29 hal ini berarti bahwa setiap ada kenaikan laverage akan menurunkan tingkat pengungkapan Sustainability Report.
Profitabilitas berpengaruh positif terhadap sustainability report. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Haniffa & Cooke (2005), Dilling (2009), Menassa (2010), Khan et al. (2011), dan Latridis (2013) menemukan hasil yang positif mengenai pengaruh profitabilitas terhadap sustainability report. Hal ini berarti bahwa semakin naik tingkat profitabilitas maka akan meningkatkan pula
sustainability report.
Ukuran KAP berpengaruh terhadap Sustainability Report. Hal ini berarti bahwa perusahaan yang diaudit oleh KAP Big4 akan mengungkapkan lebih banyak informasi dalam laporan mereka salah satunya Sustainability Report (Alsaeed, 2006).
PENUTUP