BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Analisis dan Uji Hipotesis
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur itu (kuesioner) mengukur apa yang diinginkan. Karena kuisioner dirancang untuk mengukur karakteristik penggunaan sistem informasi akuntansi. (Azwar, 2001: 157)
Berikut disajikan hasil uji validitas instrumen pengukuran variabel dalam penelitian, adalah :
1. Uji validitas variabel komunikasi pemakai (X1)
Hasil pengujian validitas pada variabel komunikasi pemakai (X1) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8 : Hasil uji validitas variabel komunikasi pemakai (X1) No Item
Pernyataan
Corrected Item Total Correlation
(r-hitung) r tabel Keterangan
1 X1.1 0,575 0,30 Valid 2 X1.2 0,628 0,30 Valid 3 X1.3 0,754 0,30 Valid 4 X1.4 0,606 0,30 Valid 5 X1.5 0,350 0,30 Valid 6 X1.6 0,753 0,30 Valid 7 X1.7 0,652 0,30 Valid 8 X1.8 0,574 0,30 Valid 9 X1.9 0,627 0,30 Valid 10 X1.10 0,677 0,30 Valid 11 X1.11 0,559 0,30 Valid 12 X1.12 0,533 0,30 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.8, menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada variabel komunikasi pemakai (X1) adalah valid, karena nilai corrected item total correlation (rhitung) yang dihasilkan lebih besar dari 0,30.
2. Uji validitas variabel partisipasi pemakai (X2)
Hasil pengujian validitas pada variabel partisipasi pemakai (X2) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9 : Hasil uji validitas variabel partisipasi pemakai (X2)
No Item Pernyataan
Corrected Item Total Correlation
(r-hitung) r tabel Keterangan
1 X2.1 0,680 0,30 Valid 2 X2.2 0,736 0,30 Valid 3 X2.3 0,661 0,30 Valid 4 X2.4 0,567 0,30 Valid 5 X2.5 0,769 0,30 Valid 6 X2.6 0,675 0,30 Valid 7 X2.7 0,725 0,30 Valid 8 X2.8 0,710 0,30 Valid 9 X2.9 0,654 0,30 Valid
Berdasarkan tabel 4.9, menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada variabel partisipasi pemakai (X2) adalah valid, karena nilai corrected item total correlation (rhitung) yang dihasilkan lebih besar dari 0,30.
3. Uji validitas variabel kompleksitas sistem (X3)
Hasil pengujian validitas pada variabel kompleksitas sistem (X3) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10 : Hasil uji validitas kompleksitas sistem (X3)
No Item Pernyataan
Corrected Item Total Correlation (r-hitung) r tabel Keterangan 1 X3.1 0,967 0,30 Valid 2 X3.2 0,925 0,30 Valid 3 X3.3 0,972 0,30 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.10, menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada variabel kompleksitas sistem (X3) adalah valid, karena nilai corrected item total correlation (rhitung) yang dihasilkan lebih besar dari 0,30.
4. Uji validitas variabel struktur organisasi (X4)
Hasil pengujian validitas pada variabel struktur organisasi (X4) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11 : Hasil uji validitas struktur organisasi (X4)
No Item Pernyataan
Corrected Item Total Correlation (r-hitung) r tabel Keterangan 1 X4.1 0,912 0,30 Valid 2 X4.2 0,915 0,30 Valid 3 X4.3 0,890 0,30 Valid 4 X4.4 0,882 0,30 Valid 5 X4.5 0,829 0,30 Valid 6 X4.6 0,811 0,30 Valid 7 X4.7 0,673 0,30 Valid 8 X4.8 0,845 0,30 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.11, menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada variabel struktur organisasi (X4) adalah valid, karena nilai corrected item total correlation (rhitung) yang dihasilkan lebih besar dari 0,30.
5. Uji validitas variabel Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (Y)
Hasil pengujian validitas pada variabel sistem informasi akuntansi (Y) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12 : Hasil uji validitas sistem informasi akuntansi (Y) No Item
Pernyataan
Corrected Item Total Correlation (r-hitung) r tabel Keterangan 1 Y1 0,907 0,30 Valid 2 Y2 0,918 0,30 Valid 3 Y3 0,809 0,30 Valid 4 Y4 0,860 0,30 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.12, menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada variabel sistem informasi akuntansi (Y) adalah valid, karena nilai corrected item total correlation (rhitung) yang dihasilkan lebih besar dari 0,30.
4.3.2.Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel, jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2001: 132). Adapun uji reliabilitas yang dihasilkan adalah :
Tabel 4.13 : Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Jumlah Item Alpha
Komunikasi pemakai (X1) 12 0,844
Partisipasi pemakai (X2) 10 0,874
Kompleksitas sistem (X3) 3 0,951
Struktur organisasi (X4) 8 0,943
Penggunaan sistem informasi
akuntansi (Y) 4 0,895
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan tabel 4.13, menunjukkan bahwa variabel penelitian yang digunakan yaitu komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) dan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) adalah reliabel, karena ralpha yang dihasilkan lebih besar dari 0,60.
4.3.3.Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak (Sumarsono, 2004: 40). Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov. Adapun hasil dari pengujian normalitas variabel komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2),
kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) dan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) adalah:
Tabel 4.14 : Hasil Uji Normalitas One-S ample Kolm ogorov-Sm irnov Te st
39 39 39 39 39 5,5295 5,7154 5,6667 6,1938 5,9872 ,49208 ,73790 1,11631 ,90273 ,84866 ,168 ,149 ,166 ,186 ,204 ,168 ,149 ,135 ,186 ,204 -,086 -,115 -,166 -,173 -,200 1,050 ,933 1,036 1,161 1,275 ,220 ,349 ,233 ,135 ,077 N Mean St d. Deviat ion
Normal Parametersa,b
Absolute Positive Negative Most E xtreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed)
Komunikas i Pemak ai (X1) Partisipasi Pemak ai (X2) Kompleksi tas Sis tem
(X3) St ruktur Organisasi (X4) Penggunaan Sis tem Informasi Ak untansi (Y )
Test distribution is Normal. a.
Calculated from dat a. b.
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel 4.14 di atas menunjukkan bahwa distribusi data untuk variabel komunikasi pemakai (X1) sebesar 0,220, variabel partisipasi pemakai (X2) sebesar 0,349, variabel kompleksitas sistem (X3) sebesar 0,233, struktur organisasi (X4) sebesar 0,135, dan variabel penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) sebesar 0,077, sehingga dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut memiliki distribusi normal, karena tingkat signifikan lebih besar dari 0,05 (sig > 5%).
4.3.4. Uji Asumsi Klasik
Persamaan regresi diatas harus bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji F dan Uji t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan keputusan yang BLUE, maka yang harus dipenuhi oleh regresi linier berganda, yaitu:
1. Tidak terjadi multikolineariti antar variabel eksplanatori.
2. Varian dari komponen pengganggu Ui harus konstan dan harus memenuhi syarat homokedastisitas.
3. Tidak terjadi autokorelasi antar komponen pengganggu Ui.
Hasil uji multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi dapat dilihat di bawah ini:
1. Multikolinieritas
Pembuktian ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilakukan dengan cara menghitung VIF (Variance inflation Factor). Jika VIF lebih besar dari 10 maka terjadi multikolinearitas, namun bila lebih kecil dari 10 tidak terjadi multikolinearitas. Adapun besaran VIF dari masing-masing variabel bebas adalah sebagai berikut :
Tabel 4.15 : Hasil Nilai VIF (Variance Inflation Factor) Variabel VIF Komunikasi pemakai (X1) 1,046 Partisipasi pemakai (X2) 1,386 Kompleksitas sistem (X3) 1,196 Struktur organisasi (X4) 1,302 Penggunaan sistem informasi
akuntansi (Y) 1,046
Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa nilai VIF pada variabel komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) dan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) lebih kecil dari 10 (VIF < 10) maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas.
2. Heteroskedastisitas
Pada regresi linier nilai residual tidak boleh ada hubungan dengan varibel bebas. Hal ini bisa diidentifikasi dengan cara menghitung korelasi rank Spearman antara residual dengan seluruh variabel bebas. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.16. Uji Heteroskedasitas dengan Korelasi Rank Spearman Correl ations -,036 -,087 -,055 ,160 1,000 ,830 ,600 ,739 ,332 . 39 39 39 39 39 Komunikas i Pemak ai (X1)
Partisi pasi Pem akai (X2) Kompl eksi tas Sistem (X3) St ruktur Organisas i (X4) Unstandardized Residual Komunikas i Pemak ai (X1) Partisi pasi Pem akai (X2) Kompl eksi tas Sistem (X3) St ruktur Organisas i (X4) Unstandardized Residual Komunikas i Pemak ai (X1) Partisi pasi Pem akai (X2) Kompl eksi tas Sistem (X3) St ruktur Organisas i (X4) Unstandardized Residual Correlation Coeffic ient Si g. (2-tail ed) N Spearm an's rho Unstandardized Residual Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.16, dapat dilihat korelasi rank Spearman untuk variabel komunikasi pemakai (X1) sebesar -0,36 dengan nilai probabilitas kesalahan 0,83 (83%) lebih besar dari 10% yang berarti tidak ada hubungan antara nilai residu dengan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y), variabel partisipasi pemakai (X2) sebesar -0,87 dengan nilai probabilitas kesalahan 0,6 (60%) lebih besar dari 10% yang berarti tidak ada hubungan antara nilai residu dengan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y), variabel kompleksitas sistem (X3) sebesar -0,55 dengan nilai probabilitas kesalahan 0,739 (73,9%) lebih besar dari 10% yang berarti tidak ada hubungan antara nilai residu dengan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) dan struktur organisasi (X4) sebesar 0,16 dengan nilai probabilitas kesalahan 0,332 (33,2%) lebih besar dari 10% yang berarti tidak ada hubungan antara nilai residu dengan penggunaan sistem informasi akuntansi (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa variable-variabel yang digunakan dalam
3. Autokorelasi
Dalam penelitian ini data yang digunakan bukan data time series tetapi data
cross section yang diambil berdasarkan kuesioner, sehingga untuk uji autokorelasi tidak dilakukan. Karena uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series
(Santoso, 2000: 216).
4.3.5. Analisis dan Uji Hipotesis
Pengujian terhadap data dilakukan dengan uji analisis regresi linier berganda. Level confidence pada penelitian ini adalah 95 % dengan level toleransi kesalahan adalah 5%. Kesimpulan hasil analisis pada penelitian ini diarahkan pada nilai-p (p-value). Bila nilai-p lebih besar dari batas toleransi 5% berarti analisis menerima hipotesis null, tetapi bila nilai-p lebih kecil dari batas toleransi 5%, maka hasil analisis menolak hipotesis null. Adapun langkah-langkah analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Langkah 1 : Uji F
Uji F digunakan untuk menguji apakah model regresi linier berganda yang digunakan adalah cocok atau tidak untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y)
Tabel 4.17 : Hasil Uji F Model Koefisien Regresi Fhitung Sig (p-value) R 2 Konstanta komunikasi pemakai (X1) Partisipasi pemakai (X2) Kompleksitas sistem (X3) Struktur organisasi (X4) 1,819 0,469 0,345 0,203 0,337 12,364 0,000 0,593 Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.17 dapat diketahui bahwa komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y). Hasil analisis Regresi dalam pengujian simultan menunjukkan nilai F hit sebesar 12,364 dan p-value = 0,000 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil analisis menolak hipotesis null dan menerima hipotesis alternative, yang berarti bahwa komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk. Dengan demikian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini terbukti kebenarannya
Langkah 2 : Interpretasi Model Regresi Linier Berganda
Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa model regresi linier berganda yang digunakan adalah cocok untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) secara bersama-sama terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk, maka model regresi linier berganda
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + ei
Y = 1,819 + 0,469 X1 + 0,345 X2 + 0,203 X3 + 0,337 X4
Interpretasi dari model regresi linier berganda di atas adalah sebagai berikut : 1. Konstanta (β0) artinya bahwa penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada
koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk akan mengalami kenaikan sebesar 1,819 satuan, jika variabel komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) konstan. 2. Koefisien regresi (β1) untuk komunikasi pemakai (X1) sebesar 0,469, berarti
komunikasi pemakai (X1) mengalami kenaikan 1 satuan, maka penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,469 satuan. Dengan anggapan partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) konstan.
3. Koefisien regresi (β2) untuk partisipasi pemakai (X2) sebesar 0,345, berarti partisipasi pemakai (X2) mengalami kenaikan 1 satuan, maka penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,345 satuan. Dengan anggapan komunikasi pemakai (X1), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) konstan.
4. Koefisien regresi (β3) untuk kompleksitas sistem (X3) sebesar 0,203, berarti kompleksitas sistem (X3) mengalami kenaikan 1 satuan, maka penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,203 satuan. Dengan anggapan komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), struktur organisasi (X4) konstan.
5. Koefisien regresi (β4) untuk struktur organisasi (X4) sebesar 0,337, berarti struktur organisasi (X4) mengalami kenaikan 1 satuan, maka penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,337 satuan. Dengan anggapan komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3) konstan.
Langkah 3 : Pengujian Hipotesis dengan Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) secara parsial terhadappenggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk. Berikut ini hasil uji t :
Tabel 4.18 : Hasil Uji t
Model thitung Sig (p-value)
Komunikasi pemakai (X1) Partisipasi pemakai (X2) Kompleksitas sistem (X3) Struktur organisasi (X4) 2,431 2,325 2,234 2,872 0,021 0,026 0,032 0,007 Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.19 dapat diketahui hasil analisis regresi dalam pengujian parsial untuk variabel komunikasi pemakai (X1) menunjukkan nilai t hit sebesar 2,431 dan nilai-p sebesar 0,021, variabel partisipasi pemakai (X2) menunjukkan nilai t hit sebesar 2,325 dan p-value = 0,026 yang lebih besar dari 0,05, variabel kompleksitas sistem (X3) menunjukkan nilai t hit sebesar 2,234 dan
p-value = 0,032 yang lebih besar dari 0,05, variabel struktur organisasi (X4) menunjukkan nilai t hit sebesar 2,872 dan p-value = 0,007 yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa secara parsial komunikasi pemakai (X1), partisipasi
pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) secara parsial terhadap berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk. Hasil analisis ini menolak hipotesis null dan menerima hipotesis alternative, yang berarti bahwa komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini terbukti kebenarannya.
Besarnya pengaruh komunikasi pemakai (X1), partisipasi pemakai (X2), kompleksitas sistem (X3), struktur organisasi (X4) berpengaruh signifikan terhadappenggunaan sistem informasi akuntansi (Y) pada koperasi kelompok tani di kabupaten nganjuk sebesar 59,3%, sedangkan sisanya 40,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian dan tidak dibahas dalam penelitian ini.
4.4. Pembahasan Hasil Penelitian