• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut: 1) Perhitungan Efficiency Ratio (ER)

Perhitungan ER dilakukan dengan cara membagi beban operasional lainnya atau beban nonbunga (noninterest expense) dengan penjumlahan pendapatan bunga bersih (net interest income) dan pendapatan operasional lainnya atau pendapatan nonbunga (noninterest income).

Tabel 1 Perhitungan ER bank go public di Indonesia (dalam %)

No. Nama Bank 2009 2010 2011 2012 2013 1. Bank ICB Bumiputera 81,05 79,07 127,94 98,23 115,24 2. Bank Ekonomi Raharja 48,50 60,95 69,10 79,41 72,70 3. Bank Central Asia 44,01 47,16 45,38 46,57 43,38 4. Bank Bukopin 70,66 66,45 61,04 60,78 66,87 5. Bank Negara Indonesia 51,80 51,34 53,54 53,29 51,13 6. Bank Rakyat Indonesia 45,44 41,93 42,50 43,44 42,67 7. Bank Tabungan Negara 68,69 58,48 63,29 60,65 59,98 8. Bank Danamon 77,60 68,45 68,25 67,45 66,50 9. Bank Pundi Indonesia 108,03 178,16 162,49 77,77 89,52 10. Bank QNB Kesawan 91,55 83,89 94,15 120,81 91,41 11. Bank Mandiri 44,96 43,20 48,63 45,47 42,93 12. Bank Bumi Arta 66,07 69,62 69,87 65,91 71,51 13. Bank CIMB Niaga 71,17 50,04 51,34 46,80 47,88 14. Bank Internasional

Indonesia

99,22 86,23 84,60 77,49 71,65 15. Bank Sinarmas 80,25 71,51 74,34 69,99 74,03 16. Bank of India Indonesia 37,05 38,55 35,66 42,50 32,10 17. Bank Tabungan Pensiunan Nasional 72,87 68,81 62,81 60,86 61,37 18. Bank Victoria Internasional 77,52 70,18 13,27 44,32 46,16 19. Bank Artha Graha

International

88,56 80,31 83,67 84,57 71,61 20. Bank Mayapada 85,75 79,13 60,54 52,51 50,60 21. Bank Windu Kentjana

International

78,88 81,46 79,76 67,40 67,40

22. Bank Mega 57,01 62,59 69,20 64,30 83,11

23. Bank OCBC NISP 72,61 64,76 58,59 57,07 55,13 24. Bank Pan Indonesia 43,65 44,78 49,24 47,86 48,13 25. Bank Himpunan

Saudara 1906

69,15 62,51 66,32 59,00 71,17 26. Bank Capital Indonesia 66,76 74,35 79,61 68,94 62,78 27. Bank Mutiara 87,96 131,98 119,30 74,13 144,95 28. Bank Nusantara

Parahyangan

71,44 74,65 71,26 73,13 71,76 29. BPD Jawa Barat &

Banten

59,62 59,19 61,38 64,39 66,56 30. Bank Permata 65,46 61,79 74,96 72,84 72,57 31. Bank Rakyat Indonesia

Agroniaga

74,82 65,00 84,31 61,30 65,28 Sumber : Data sekunder diolah

2) Perhitungan Return On Assets (ROA)

Hasil perhitungan ROA diperoleh dari laba sebelum pajak dibandingkan dengan total aktiva.

Tabel 2 Perhitungan ROAbank go public di Indonesia(dalam %)

No. Nama Bank 2009 2010 2011 2012 2013 1. Bank ICB Bumiputera 0,18 0,24 -1,64 0,09 -0,93 2. Bank Ekonomi Raharja 2,21 1,78 1,49 1,02 1,19 3. Bank Central Asia 3,40 3,50 3,80 3,60 3,80

4. Bank Bukopin 1,46 1,65 1,87 1,83 1,75

5. Bank Negara Indonesia 1,70 2,50 2,90 2,90 3,40 6. Bank Rakyat Indonesia 3,73 4,64 4,93 5,15 5,03 7. Bank Tabungan Negara 1,47 2,05 2,03 1,94 1,79

8. Bank Danamon 1,50 2,79 2,60 2,70 2,50

9. Bank Pundi Indonesia -7,88 -12,90 -4,75 0,98 1,23 10. Bank QNB Kesawan 0,30 0,17 0,46 -0,81 0,07

11. Bank Mandiri 3,00 3,40 3,40 3,50 3,66

12. Bank Bumi Arta 2,00 1,47 2,11 2,47 2,05

13. Bank CIMB Niaga 2,10 2,75 2,85 3,18 2,76

14. Bank Internasional Indonesia

-0,07 1,01 1,11 1,62 1,71

15. Bank Sinarmas 0,93 1,44 1,07 1,74 1,71

16. Bank of India Indonesia 3,53 2,93 3,66 3,14 3,80 17. Bank Tabungan Pensiunan Nasional 3,42 4,00 4,40 4,70 4,50 18. Bank Victoria Internasional 1,10 1,71 2,65 2,17 1,99

19. Bank Artha Graha International

0,44 0,76 0,72 0,66 1,39

20. Bank Mayapada 0,90 1,22 2,07 2,41 2,53

21. Bank Windu Kentjana International

1,00 1,11 0,96 2,04 1,74

22. Bank Mega 1,77 2,45 2,29 2,74 1,14

23. Bank OCBC NISP 1,79 1,09 1,91 1,79 1,81

24. Bank Pan Indonesia 1,78 1,87 2,02 1,96 1,85 25. Bank Himpunan

Saudara 1906

2,41 2,78 3,00 2,78 2,23

26. Bank Capital Indonesia 1,42 0,74 0,84 1,32 1,59

27. Bank Mutiara 3,84 2,39 2,17 1,06 -7,58

28. Bank Nusantara Parahyangan

1,02 1,40 1,53 1,57 1,58

&Banten

30. Bank Permata 1,40 1,90 1,66 1,70 1,55

31. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga

0,18 0,67 1,39 1,63 1,66

Sumber : Data sekunder diolah

3) Pengujian Data

Pengujian data menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari beberapa uji yaitu sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji bahwa sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Deteksi normalitas data diuji dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.

Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Data.

Tabel diatas menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov Z untuk ROA setelah di transformasi data sebesar 0,817 dan signifikan pada 0,517 yang berarti bahwa data terdistribusi normal. Sedangkan nilai

Kolmogorov-Smirnov Z untuk ER sebesar 0,717 dan signifikan 0,683 menunjukkan bahwa data telah terdistribusi normal karena memiliki nilai probabilitas lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel telah terdistribusi secara normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas adalah bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual antara satu pengamatan dengan pengamatan yang lain. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Glejser.

Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedasitas.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,652 yang berarti bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas karena memiliki signifikansi lebih dari 0,05.

c. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Deteksi adanya autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin WastonTest.

Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi.

Tabel diatas menunjukkan nilai Durbin Watson(DW) sebesar 2,252. Nilai DW akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan derajat kepercayaan 5%, jumlah sampel (n) 147 dan jumlah variabel independen (k) 1. Maka dari tabel DW akan didapatkan nilai dL 1,717dan nilai dU 1,744. Jadi dapat dihitung nilai 4-dL=2,283 dan nilai 4-dU=2,256. Dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson sebesar 2,252 terletak pada daerah dU < DW < 4-dU (1,744 < 2,252 < 2,256) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

4) Penentuan Model Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh satu variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel tidak bebas. Hasil analisis regresi linear sederhana adalah sebagai berikut.

Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana.

Berdasarkan tabel tersebut maka persamaan regresinya:

ROA = 5,144 – 2,087ER

5) Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) berfungsi untuk melihat sejauh mana keseluruhan variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Apabila angka koefisien determinasi semakin mendekati 1 maka kemampuan menjelaskan variabel independen terhadap variabel dependen adalah semakin kuat, yang berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi.

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel diatas, besarnya nilai adjusted R2 dalam model regresi diperoleh sebesar 0,377. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh dari variabel independen sebesar 37,7% sedangkan sisanya sebesar 62,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

b. Uji Hipotesis Parsial (t test)

Uji t test digunakan untuk melihat kuat atau tidaknya pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

a) Penentuan formulasi hipotesis

H0 : bi = 0 : Tingkat efisiensi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja bank.

Ha:bi 0 :Tingkat efisiensi berpengaruh positif terhadap kinerja bank.

b) Penentuan tingkat signifikansi (α)

Tingkat signifikansi (α) yang digunakan adalah 5% (0,05) dengan level of significance sebesar 95% dan degree of freedom n-1. Tingkat signifikansi 5% (0,05) adalah tingkat yang umum sering digunakan dalam penelitian dan dalam

SPSS secara defaultmenggunakan tingkat 0,05. Tingkat signifikansi 5% (0,05) menunjukkan bahwa risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% dan benar dalam mengambil keputusan sedikit-dikitnya 95%.

c) Penentuan kriteria pengujian

H0diterima (Ha ditolak) apabila thitung≤ ttabelyang artinya tidak ada pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen.

H0 ditolak (Haditerima) apabila thitung> ttabel yang artinya ada pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen.

d) Penentuan nilai uji statistik (nilai thitung)

Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai thitung sebesar -9,460dan ttabel dapat dicari pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05/2 = 0,025(uji 2 sisi) dengan df=n-k-1 atau 147-1-1=145 (k adalah

jumlah variabel independen) sehingga diperoleh ttabel sebesar 1.97646.

e) Pengambilan keputusan

Perbandingan nilai thitung dengan ttabel untuk mengambil keputusan sesuai dengan kriteria adalah sebagai berikut.

H0 diterima jika thitung ≤ ttabel maka -9,460≤ 1.97646jadi H0 diterima.

f) Penarikan kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari pengujian hipotesis adalah tingkat efisiensitidak berpengaruh posotif terhadap kinerja bank.

Dokumen terkait