BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data
Analisis data untuk menjawab rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Penentuan Harga Jual Menurut Usaha Karya Baru Souvenir
a. Penentuan Tujuan Harga Jual
Salah satu hal yang penting dalam penetapan harga jual yaitu menentukan tujuan dari penetapan harga jual tersebut. Semakin jelas
suatu usaha dalam menentukan tujuan usaha tersebut maka semakin mudah dalam menentukan harga jual produk usaha tersebut. Usaha Karya Baru Souvenir memiliki tiga tujuan dalam penetapan harga,yaitu untuk kelangsungan hidup usaha, pangsa pasar maksimum dan kepemimpinan mutu produk.
Salah satu tujuan penentuan harga jual yang diterapkan oleh pemilik usaha yaitu kelangsungan hidup usaha. Pemilik usaha menerapkan tujuan ini karena di daerah dusun Watu, Panjangrejo, Pundong, Bantul memiliki banyak pengrajin gerabah. Pengrajin-pengrajin ini merupakan para pesaing Usaha karya Baru Souvenir.
Harga jual produk pada Usaha Karya Baru Souvenir cukup rendah dibandingkan dengan pengrajin lain (pesaing). Pak Arif sebagai pemilik juga memperhatikan biaya-biaya. Harga jual produk harus dapat menutup seluruh biaya produksi. Walaupun harga jual produk pada Usaha Karya Baru Souvenir lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing, Pemilik usaha juga tetap memperhatikan mutu atau kualitas produk serta tetap memperhatikan pangsa pasar agar harga jual yang ditentukan tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dari pangsa pasar. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan penentuan harga jual yaitu kelangsungan hidup usaha, pangsa pasar maksimum dan kepemimpinan mutu produk, serta agar para konsumen tidak pergi.
b. Penentuan Permintaan
Permintaan dikhususkan pada pesanan di bulan November 2016. Harga jual untuk produk asbak bulat yaitu sebesar Rp 1.200,00, sedangkan untuk produk tempat cincin kura-kura yaitu sebesar Rp 2.500,00. Usaha Karya Baru Souvenir menerima pesanan asbak bulat sebanyak 1.100 unit, sedangkan untuk produk tempat cincin kura-kura sebanyak 450 unit. Pada bulan November tahun 2015, harga jual produk asbak bulat dan tempat cincin kura-kura yaitu masing-masing sebesar Rp 1.000,00 dan Rp 2.000,00 dengan jumlah permintaan masing-masing sebanyak 1.095 unit dan 425 unit. Selisih harga jual pada bulan November tahun 2015 dan bulan November tahun 2016 untuk produk asbak bulat dan tempat cincin kura-kura yaitu masing-masing sebesar Rp 200,00 dan Rp 100,00. Menurut pemilik usaha perubahan harga jual produk yang terjadi tersebut tidak mempengaruhi jumlah permintaan karena pelanggan kurang peka terhadap perubahan harga jual yang terjadi.
c. Perkiraan Biaya 1) Biaya Bahan Baku
a) Perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi 1.100 unit asbak bulat.
Harga satu holok tanah liat Rp 5.000,00 dan dapat menghasilkan 100 unit asbak bulat.
= 11 holok
Jumlah biaya bahan baku untuk 1.100 unit asbak bulat = Rp 5.000,00 × 11 holok = Rp 55.000,00
. .
= Rp 50,00/unit
Tabel perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi 1.100 unit asbak bulat pada November 2016, sebagai berikut:
Tabel 5.1 Perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi asbak bulat
Biaya pemakaian bahan baku untuk 1.100 unit asbak bulat Bahan
baku
Jumlah Harga/holok Harga total Tarif/unit Tanah
liat
11 holok
Rp. 5.000,00 Rp. 55.000,00 Rp. 50,00 Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2017
b) Perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi 450 unit tempat cincin kura-kura.
Harga satu holok tanah liat Rp 5.000,00 dan dapat menghasilkan 70 unit tempat cincin kura-kura.
= 6,4 holok
.
Tabel perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi 450 unit tempat cincin kura-kura pada November 2016, sebagai berikut: Table 5.2 Perhitungan biaya bahan baku untuk memproduksi tempat cincin kura-kura
Biaya pemakaian bahan baku untuk 450 unit tempat cincin kura-kura
Bahan baku
Jumlah Harga/holok Harga total Tarif/unit Tanah
liat
6,4 holok Rp. 5.000,00 Rp. 32.000,00 Rp. 71,00 Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2017
2) Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pesanan poduk gerabah asbak bulat pada bulan November 2016 sebanyak 1.100 unit, sedangkan untuk produk tempat cincin kura-kura sebanyak 450 unit.
a) Perhitungan biaya tenga kerja langsung untuk memproduksi 1.100 unit asbak bulat.
1. Upah tenaga kerja langsung proses putar
Upah proses putar sebesar Rp 80,00 per unit. Proses putar dapat menghasilkan 400 unit dalam satu hari.
Tarif perhari tenaga kerja langsung = Rp 80,00 × 400 unit = Rp 32.000,00 Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 1.100 unit = 1.100 unit × Rp80,00 = Rp 88.000,00
2. Upah tenaga kerja langsung proses pembakaran
Upah proses pembakaran sebesar Rp 35.000,00 per 1.000 unit. Proses pembakaran dapat menghasilkan 1.000 unit dibutuhkan 4 jam dalam satu hari.
Tarif per unit tenaga kerja langsung = 0.004 x Rp 8.750,00 = Rp 35,00
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 1.100 unit
1.100 x Rp 35 = Rp 38.500,00
3. Upah tenaga kerja langsung proses penghalusan
Upah proses penghalusan sebesar Rp 15.000,00 per 1.000 unit. Proses putar dapat menghasilkan 1.000 unit dalam satu hari.
= Rp 1.875/JTKL
= 0,008 jam/unit Tarif per unit tenaga kerja langsung = 0,008 × Rp 1.875,00
= Rp 15,00/unit Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 1.100 unit = 1.100 unit × Rp 15,00 = Rp 16.500,00
4. Upah tenaga kerja langsung proses pengecatan
Upah proses pengecatan sebesar Rp 15.000,00 per 100 unit. Proses pengecatan dapat menghasilkan 100 unit dalam satu hari.
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 1.100 unit
= 1.100 unit × Rp 150,00 = Rp 165.000,00
Tabel 5.3 Perhitungan biaya tenaga kerja langsung untuk memproduksi asbak bulat (dalam satuan rupiah)
Nama tenaga kerja Bagian pekerjaan Upah per hari (a) Unit yang dihasilkan per hari (b) Tarif per unit (Rp) (c) = (a/b) Jumlah BTKL (Rp) (d) = (c×1.100 unit) Sumijem Proses putar 32.000 400 unit 80 88.000 Wagiyem Proses penghalusan 15.000 1.000 unit 15 16.500 Darmin Proses pembakaran 35.000 1.000 unit 35 38.500 Sukijo Proses pencatatan 15.000 100 unit 150 165.000 Total - 300 308.000
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2017
b) Perhitungan biaya tenaga kerja langsung untuk memproduksi 450 unit tempat cincin kura-kura.
1. Upah tenaga kerja langsung proses putar
Upah proses putar sebesar Rp 140,00 per unit. Proses putar dapat menghasilkan 200 unit dalam satu hari.
Tarif perhari tenaga kerja langsung = Rp 140,00 × 200 unit = Rp 28.000,00
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 450 unit = 450 unit × Rp 140,00 = Rp 63.000,00
2. Upah tenaga kerja langsung proses pembakaran
Upah proses pembakaran sebesar Rp 35.000,00 per 1.000 unit. Proses pembakaran dapat menghasilkan 1.000 unit dibutuhkan 4 jam dalam satu hari.
Tarif per unit tenaga kerja langsung
= 0.004 jam/unit × Rp.8.750,00 = Rp 35,00
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 450 unit 450 unit × Rp 35,00 = Rp 15.750,00
3. Upah tenaga kerja langsung proses penghalusan
Upah proses penghalusan sebesar Rp 15.000,00 per 1.000 unit. Proses putar dapat menghasilkan 1.000 unit dalam satu hari.
= Rp 1.875/JTKL
= 0,008 jam/unit Tarif per unit tenaga kerja langsung
= 0,008 × Rp 1.875,00 = Rp 15,00/unit
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 450 unit = 450 unit × Rp 15,00 = Rp 6.750,00
4. Upah tenaga kerja langsung proses pengecatan
Upah proses pengecatan sebesar Rp 25.000,00 per 100 unit. Proses pengecatan dapat menghasilkan 100 unit dalam satu hari.
Jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk 450 unit
= 450 unit × Rp 250,00 = Rp 112.500,00
Tabel 5.4 Perhitungan biaya tenaga kerja langsung untuk memproduksi tempat cincin kura-kura (dalam satuan rupiah)
Nama tenaga kerja Bagian pekerjaan Upah per hari (a) Unit yang dihasilkan satu hari (b) Tarif per unit (c) = (a/b) Jumlah BTKL (d) = (c×450 unit)
Sumijem Proses putar 28.000 200 unit 140 63.000 Wagiyem Proses penghalusan 15.000 1.000 unit 15 6.750 Darmin Proses pembakaran 35.000 1.000 unit 35 15.750 Sukijo Proses Pencatatan 25.000 100 unit 250 112.500 Total 82.000 - 440 198.000
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2017 3) Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik pada Usaha Karya Baru Souvenir meliputi biaya-biaya yang tidak termasuk pada biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik diperoleh dari sisa harga jual dikurang dengan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung
dan laba yang diharapkan. Laba yang diharapkan pemilik usaha sebesar 30%.
Biaya overhead pabrik = Harga jual – (Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + laba yang diharapkan)
a) Perhitungan biaya overhead pabrik untuk memproduksi asbak bulat.
Harga jual per unit Rp 1.200,00
Biaya bahan baku Rp 50,00
Biaya tenaga kerja langsung Rp 300,00 Laba yang diharapkan 30% Rp 360,00 Biaya overhead pabrik Rp 490,00
b) Perhitungan biaya overhead pabrik untuk memproduksi 450 unit tempat cincin kura-kura.
Harga jual per unit Rp 2.100,00
Biaya bahan baku Rp 71,00
Biaya tenaga kerja langsung Rp 440,00 Laba yang diharapkan 30% Rp 630,00 Biaya overhead pabrik Rp 960,00 d. Harga Pesaing
Usaha Karya Baru Souvenir menentukan pesaing berdasarkan pada pesaing yang melakukan produksi gerabah dan finishing. Pesaing yang menjadi patokkan pada Usaha Karya Baru Souvenir yaitu usaha gerabah
milik Pak Roib dan Pak Tri. Pemilik Usaha Karya Baru Souvenir hanya memperhatikan harga jual pesaing yang berada di Dusun Watu saja.
Harga jual asbak bulat dan harga tempat cincin kura-kura pada usaha Pak Roib yaitu sebesar Rp 1.500,00/unit dan Rp 2.400,00/unit, sedangkan pada usaha milik Pak Tri sebesar Rp 1.300,00/unit dan Rp 2.300,00/unit. Harga jual asbak bulat pada Usaha karya Baru Souvenir cukup rendah dibandingkan dengan harga jual produk pesaing. Selisih harga jual asbak bulat dan tempat cincin kura-kura pada Usaha Karya Baru Souvenir dengan usaha pesaing milik Pak Roib, yaitu masing-masing sebesar Rp 300,00. Selisih harga jual produk gerabah asbak bulat dan tempat cincin kura-kura pada Usaha Karya Baru Souvenir dengan harga jual produk sejenis pada usaha pesaing milik Pak Tri yaitu masing-masing Rp 100,00 dan Rp 200,00, walaupun harga yang ditawarkan Usaha karya baru Souvenir lebih rendah, pemilik usaha tetap memberikan kualitas atau mutu produk yang baik.
Perbedaan produk gerabah pada Usaha Karya Baru Souvenir dengan para pesaing yaitu kualitas produk yang selalu diperhatikan, selain itu setiap produk gerabah pada Usaha Karya Baru Souvenir ini diberikan motif seperti lambang Dagadu. Lambang dagadu ini merupakan ciri khas dari produk gerabah pada Usaha Karya Baru Souvenir.
5. Penentuan Harga Jual Menurut Teori
Data yang digunakan dalam perhitungan ini berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik usaha.
a. Penentuan Tujuan Harga Jual
Dalam menetapkan harga jual, suatu perusahaan perlu mengetahui tujuan dari menentukan harga jual tersebut. Usaha Karya Baru Souvenir memiliki beberapa tujuan penetapan harga jual, yaitu kelangsungan hidup usaha, pangsa pasar maksimum dan kepemimpinan mutu produk. Tujuan dalam menentukan harga jual telah dijelaskan pada bagian tujuan penentuan harga jual menurut perusahaan.
b. Penentuan Permintaan
Langkah-langkah dalam memperkirakan permintaan adalah sebagai berikut:
1) Kepekaan harga
Souvenir bukan suatu kebutuhan utama yang dibutuhkan oleh masyarakat dan jarang dibeli. Konsumen kurang peka terhadap produk yang jarang dibeli. Konsumen membeli souvenir ketika akan mengadakan acara seperti pernikahan, ulang tahun, dan perpisahan. Souvenir dibeli sebagai bentuk kenang-kenangan kepada kerabat. Hal ini mengakibatkan konsumen kurang peka terhadap perubahan harga jual souvenir.
2) Kurva permintaan
Gambar 5.1 Gambar kurva permintaan asbak bulat
Sumber: Data yang diolah dari hasil wawancara, 2017
Kurva ini menunjukkan permintaan asbak bulat pada bulan November tahun 2015 sebanyak 1.095 unit dengan harga Rp 1.000,00/unit. Pada bulan November tahun 2016 mengalami kenaikkan harga menjadi Rp 1.200/unit dan permintaan asbak bulat sebanyak 1.100 unit.
Gambar 5.2 Gambar kurva permintaan tempat cincin kura-kura
Sumber: Data yang diolah dari hasil wawancara, 2017
Kurva ini menunjukkan permintaan tempat cincin kura-kura pada bulan November tahun 2015 sebanyak 425 unit dengan harga Rp 2.400,00/unit. Pada bulan November tahun 2016 mengalami
Rp900.00 Rp950.00 Rp1,000.00 Rp1,050.00 Rp1,100.00 Rp1,150.00 Rp1,200.00 Rp1,250.00 1100 unit 1095 unit Rp2,340.00 Rp2,360.00 Rp2,380.00 Rp2,400.00 Rp2,420.00 Rp2,440.00 Rp2,460.00 Rp2,480.00 Rp2,500.00 Rp2,520.00 450 unit 425 unit
kenaikkan harga menjadi Rp 2.500/unit dan permintaan tempat cincin kura-kura sebanyak 450 unit.
3) Elastisitas permintaan
Perhitungan elatisitas permintaan asbak bulat sebagai berikut:
. . . . . . . .
e =
= 0,025
Perhitungan elastisitas permintaan asbak bulat menunjukkan nilai 0,025 (e>-1), sehingga perubahan permintaan ini bersifat inelastis karena permintaan mengalami perubahan yang kecil.
Perhitungan elastisitas permintaan tempat cincin kura-kura sebagai berikut:
e =
= 1,4Perhitungan elastisitas permintaan tempat cincin kura-kura menunjukkan nilai 1,4 (e>-1), sehingga perubahan permintaan ini bersifat inelastis karena permintaan mengalami perubahan yang kecil.
c. Perkiraan Biaya
Perhitungan biaya produksi dan biaya non produksi menurut kajian teori adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
Penentuan harga pokok produksi menurut teori dilakukan dengan mengumpulkan biaya produksi langsung yang terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenga kerja langsung serta biaya produksi tidak langsung yeng berupa biaya overhead pabrik. Biaya produksi langsung dihitung sebagai harga pokok produksi yang didasarkan pada biaya yang sesungguhnya terjadi. Biaya overhead pabrik diperhitungkan sebagai harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka, yaitu dengan membagi antara anggaran biaya overhead pabrik pada periode tertentu dengan anggaran kapasitas pembebanan untuk periode yang bersangkutan.
Perhitungan biaya produksi langsung dan biaya overhead pabrik dapat dilihat sebagai berikut:
a) Perhitungan biaya produksi langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi.
Tabel 5.5 Perhitungan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung Jenis biaya Asbak bulat
(Rp)
Tempat cincin kura-kura (Rp)
Biaya bahan baku 55.000 32.000
Biaya tenaga kerja langsung 308.000 198.000
Total 363.000 230.000
Sumber: Data yang diolah dari hasil wawancara, 2017
b) Perhitungan biaya tidak langsung meliputi biaya overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
1. Perhitungan estimasi biaya overhead pabrik menggunakan periode sebelumnya.
Estimasi biaya overhead pabrik yang digunakan pada bulan Oktober tahun 2016. Total produk yang dihasilkan selama bulan Oktober tahun 2016 yaitu sebesar 10.160 unit yang terdiri dari 3.600 unit produk gerabah dan 6.560 unit souvenir non gerabah (souvenir dari kayu, kain dan kaca). Total gerabah yang diproduksi dengan teknik putar sebanyak 1.800 unit.
Perhitungan estimasi biaya Overhead pabrik pada Oktober 2016 adalah sebagai berikut:
a. Biaya Bahan Penolong
Biaya Bahan Penolong untuk produk gerabah adalah sebagai berikut:
1) Biaya Cat
Harga satu ember cat Rp 45.000,00 per 5kg dapat menghasilkan 500 unit souvenir asbak bulat
.
Jumlah cat untuk 3.600 unit
= Rp 90,00/unit x 3.600 unit = Rp 324.000,00
Jadi biaya cat untuk menghasilkan 3.600 unit sebesar Rp 324.000,00.
2) Biaya Sandy/Pewarna Cat
Harga satu ember cat Rp 120.000,00 per kg. Satu ons pewarna sandy menghasilkan 100 unit souvenir.
.
Jumlah biaya sandy untuk 3.600 unit = 3.600 unit x Rp 120,00 = Rp 432.000,00
Jumlah biaya sandy untuk menghasilkan 3.600 unit sebesar Rp 43.200,00.
3) Biaya Clear
Harga satu ember cat Rp 32.000,00 per kg dapat menghasilkan 500 unit souvenir.
.
Jumlah biaya clear untuk 3.600 unit
= 3.600 unit x Rp 64,00/unit = Rp 230.400,00
Jadi jumlah biaya clear untuk menghasilkan 3.600 unit sebesar Rp 230.400,00
b. Biaya Habis Pakai
Biaya bahan habis pakai untuk produk produk gerabah adalah sebagai berikut:
1) Biaya Kayu Bakar
Sekali pembakaran gerabah membutuhkan 20 ikat kayu bakar dan menghasilkan 1.000 unit. Satu ikat kayu bakar seharga Rp 4.000,00.
Biaya kayu bakar untuk sekali pembakaran = Rp 4.000,00 × 20 ikat = Rp 80.000,00
. .
Jumlah biaya kayu bakar untuk 3.600 unit = 3.600 unit × Rp80,00 = Rp 288.000,00
Jumlah biaya kayu bakar untuk 3.600 unit yaitu sebesar Rp 288.000
2) Biaya Kuas
Harga kuas nomor satu sebesar Rp 1.000,00, harga kuas nomor enam Rp 1.800,00 dan harga kuas nomor sepuluh sebesar Rp 2.000,00. Masing-masing kuas dapat mengecat 500 unit gerabah.
Kuas nomor 1
= .
Jumlah biaya kuas untuk 3.600 unit gerabah
= 3.600 unit x Rp 2,00/unit = Rp 7.200,00
Kuas nomor 6
= .
= Rp 4,00/unit
Jumlah biaya kuas untuk 3.600 unit gerabah
= 3.600 unit x Rp 4,00/unit = Rp 14.400,00
Kuas nomor 10
= .
= Rp 4,00/unit
Jumlah biaya kuas untuk 3.600 unit gerabah
= 3.600 unit x Rp 4,00/unit = Rp 14.400,00
Jumlah biaya kuas untuk 3.600 gerabah sebesar Rp 36.000,00.
3) Biaya Amplas
Biaya amplas untuk 1.000 unit sebesar Rp 4.000,00.
= .
= Rp 4,00
Jumlah biaya amplas untuk 3.600 unit
Jumlah biaya amplas untuk 3.600 unit gerabah sebesar Rp 14.400,00.
c. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
Biaya yang termasuk dalam kelompok ini yaitu upah packing. Biaya upah packing untuk menghasilkan 100 unit gerabah sebesar Rp 20.000,00.
Perhitungan BTKL sebagai berikut:
. .
Jumlah biaya upah packing untuk 3.600 unit
= 3.600 unit × Rp 200,00/unit = Rp 720.000,00
Biaya upah packing untuk 3.600 unit gerabah yaitu sebesar Rp 720.000,00.
d. Biaya yang Timbul Akibat Penilaian terhadap Aktiva Tetap Biaya yang Timbul Akibat Penilaian terhadap Aktiva Tetap adalah sebagai berikut:
1) Biaya Depresiasi Gedung
Gedung produksi Usaha Karya Baru Souvenir jadi satu dengan rumah pemilik usaha. Harga perolehan rumah sebesar Rp 450.000.000,00 dan taksiran nilai residu sebesar Rp 350.000.000,00 dengan masa manfaat 20 tahun. Luas bangunan 10 x 14 m2, luas ruangan produksi
dan pembakaran 3 x 3 m2 digunakan untuk produksi gerabah, dan luas ruang teras 2,5 x 4 m2 digunakan untuk produksi semua jenis produk.
Perhitungan biaya depresiasi gedung sebagai berikut: Biaya perolehan didepresiasi
= biaya perolehan – nilai residu
= Rp 450.000.000,00 – Rp 350.000.000,00 = Rp 100.000.000,00
=
. . = Rp 5.000.000,00 = . . = Rp 417.000,00 = . = Rp 3.500,00/ m2Tarif beban depresiasi ruang produksi gerabah Rp 3.500,00 x 15 m2 = Rp 52.500,00
= .
Tarif beban depresiasi ruang teras = Rp 3.500,00 x 12 m2 = Rp 42.000,00
= .
. = Rp 4,00/ uni
Tarif beban depresiasi ruang teras untuk produksi gerabah = Rp 4,00 x 3.600 unit = Rp 14.400,00 2) Biaya Depresiasi Alat Putar
Harga perolehan alat putar yaitu Rp 250.000,00, nilai residu Rp 50.000,00 dan 20 tahun masa manfaat.
Perhitungan biaya depresiasi alat putar sebagai berikut: Biaya perolehan depresiasi
= Biaya perolehan – Nilai residu
= Rp 250.000,00 – Rp 50.000,00 = Rp 200.000,00
=
. = Rp 10.000,00 = . = Rp 833,00 U
=
. = Rp 0,5/unit
3) Biaya Depresiasi Tungku Pembakaran
Alat pembakaran atau tungku pada Usaha Karya Baru Souvenir dapat digunakan untuk semua produk gerabah. Harga perolehan alat pembakaran sebesar Rp 140.000,00 dan taksiran nilai residu sebesar Rp 60.000,00 dengan masa manfaat 4 tahun.
Perhitungan biaya depresiasi tungku pembakaran sebagai berikut:
Biaya perolehan depresiasi = Biaya perolehan – Nilai residu
= Rp 140.000,00 – Rp 60.000,00 = Rp 80.000,00
=
. = Rp 20.000,00 = . = Rp 1.670,00 U
= .
. = Rp 0,5/unit
e. Biaya Overhead Pabrik Lain yang Secara Langsung Memerlukan Pengeluaran Uang Tunai.
Biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah biaya listrik PLN. Tagihan listrik untuk produksi pada Usaha Karya Baru Souvenir digabung dengan tagihan listrik rumah pemilik usaha. Tagihan listrik sebulan untuk rumah pemilik sebesar Rp 60.000,00. Total keseluruhan listrik di rumah pemilik usaha yaitu 80 watt. Pada ruang produksi menggunakan listrik sebesar 20 watt ,sedangkan di ruang teras 25 watt untuk finishing semua jenis produk.
Tarif beban listrik
.
= Rp 750,00/ watt
Tarif beban listrik ruang produksi gerabah Rp 750,00 × 20 watt = Rp 15.000,00
Tarif per unit listrik ruang produksi . .
= Rp 4,00/unit Tarif beban listrik ruang teras
Tarif per unit listrik ruang teras . .
= Rp 2,00/unit Tarif beban listrik ruang teras
Rp 2,00 × 3.600 unit = Rp 7.200,00
Perhitungan estimasi biaya overhead pabrik untuk produk gerabah bulan November tahun 2016 dihitung berdasarkan bulan September untuk estimasi blan November sebagai berikut:
Tabel 5.6 Estimasi biaya overhead pabrik
Keterangan Total Biaya (dalam satuan rupiah) Biaya bahan penolong
- Cat 324.000
- Cat Sandy 432.000
- Cat Clear 230.400
Biaya bahan habis pakai
- Kayu bakar 288.000 - Kuas Nomor 1 7.200 Nomor 6 14.400 Nomor 10 14.400 - Amplas 14.400 BTKTL
- Biaya upah packing 720.000
Biaya yang timbul akibat penilaian terhadap aktiva tetap
- Biaya depresiasi gedung
Ruang produksi 52.500
Ruang teras 14.400
- Biaya depresiasi alat putar 833
- Biaya depresiasi tungku 1.670
BOP lain yang secara langsung memerlukan uang tunai
- Listrik
Ruang produksi 15.000
Ruang teras 7.200
Total taksiran BOP 2.136.000
Sumber : Data diolah dari hasil wawancara, 2017
2. Perhitungan pembebanan biaya overhead pabrik ke produk dengan membagi estimasi biaya overhead pabrik dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan pada periode sebelumnya.
Total produk gerabah yang dihasilkan selama bulan Oktober sebesar 3.600 unit. Perhitungan beban biaya overhead pabrik untuk setiap produk gerabah adalah sebagai berikut:
. .
. = Rp 593,00
3. Perhitungan biaya overhead pabrik sesungguhnya yang dibebankan.
Produk gerabah sesungguhnya pada bulan November sebesar 1.800 unit. Total untuk produk gerabah asbak bulat dan tempat cincin kura-kura masing-masing sebesar 1.100 unit dan 450 unit. a. Asbak bulat
Biaya overhead pabrik yang dibebankan
= Tarif biaya overhead pabrik × Unit sesungguhnya = Rp 593,00 × 1.100 unit = Rp 652.300,00
b. Tempat cincin kura-kura
Biaya overhead pabrik yang dibebankan
= Tarif biaya overhead pabrik × Unit sesungguhnya = Rp 593,00 × 450 unit = Rp 266.850,00
2) Biaya Non Produksi
Perhitungan biaya non produksi sebagai berikut: a) Biaya Administrasi dan Umum
1. Biaya Bolpoin
Dalam sebulan Usaha Karya Baru Souvenir hanya membutuhkan satu bolpoin. Harga satu bolpoin sebesar Rp 2.500,00. Jumlah pesanan souvenir pada bulan November 2016 untuk produk gerabah dan non gerabah yaitu sebanyak 6.705 unit.
Perhitungan biaya bolpoin sebagai berikut:
Tarif biaya pulpen per unit = .
Tarif biaya pulpen untuk 1.100 unit asbak bulat = Rp 0,4 x 1.100 unit = Rp 440,00
Tarif biaya pulpen untuk 1.100 unit asbak bulat sebesar Rp 440,00.
Tarif biaya pulpen untuk 450 unit tempat cincin kura-kura = Rp 0,4 x 450 unit = Rp 180,00
Tarif biaya pulpen untuk 450 unit tempat cincin kura-kura sebesar Rp 180,00.
2. Biaya Nota
Usaha Karya Baru Souvenir dalam mencatat transaksi penjualan menggunakan nota penjualan. Nota tersebut dibeli dengan harga Rp 80.000,00/10 buku nota. Satu buku nota terdapat 50 lembar nota. Jumlah pesanan souvenir pada bulan November 2016 untuk produk gerabah dan non gerabah yaitu sebanyak 6.705 unit.
Perhitungan biaya bolpoin sebagai berikut:
Tarif biaya nota = .
.
Tarif biaya nota untuk 1.100 unit asbak bulat = Rp 0,3 x 1.100 unit = Rp 330,00
Tarif biaya nota untuk 1.100 unit asbak bulat sebesar Rp 330,00. Tarif biaya nota untuk 450 unit tempat cincin kura-kura
Tarif biaya nota untuk 450 unit tempat cincin kura-kura sebesar Rp 135,00.
b) Biaya Pemasaran 1. Biaya Wifi
Tagihan wifi setiap bulan pada Usaha Karya Baru Souvenir sebesar Rp 100.000,00.
Perhitungan beban wifi sebagai berikut:
Tarif beban wifi per unit = .
.
Total beban wifi 1.100 unit asbak bulat = Rp 15,00 × 1.100 unit = Rp 16.500,00
Total beban wifi 450 unit tempat cincin kura-kura =Rp 15,00 × 450 unit = Rp 6.750,00
2. Biaya Kartu Ucapan
Harga kartu ucapan tanda terima kasih satu lembar sebesar Rp 3.000 dan dapat mengahasilkan 100 unit.
Perhitungan biaya kartu ucapan sebagai berikut: