• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian

11. Tugas Pokok Bintara Umum (Banum)

4.3 Deskripsi Data .1 Identitas Responden .1Identitas Responden

4.3.2 Analisis Data

Analisis data merupakan suatu proses analisis yang dilakukan peneliti dengan cara mendeskripsikan data dari hasil penyebaran kuesioner kepada para korban pencurian kendaraan bermotor roda dua (Curanmor R-20) di Kepolisian Resort Serang.

Adapun lebih detailnya, peneliti menjelaskan dalam bentuk diagram disertai pemaparan dan kesimpulan dari hasil jawaban responden berdasarkan item pertanyaan yang telah peneliti buat sebelumnya. Dimana, item pertanyaan tersebut dituangkan dalam bentuk kuesioner.

Pemaparan mengenai item pertanyaan dipaparkan sesuai dengan indikator pertanyaan, sehingga akan terlibat beberapa pemaparan dalam menguraikan jawaban responden yang berbeda tergantung dari indikator pertanyaan. Skala yang digunakan untuk pilihan jawaban dari kuesioner penelitian ini adalah skala likert

yaitu terdiri dari empat jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Berikut adalah uraian lebih lanjut mengenai hasil kuesioner dari penelitian ini.

Diagram 4.5

Tanggapan Responden Tentang Sumber Daya Manusia Penyidik Di Kepolisian Resort Serang Mencukupi

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.5 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 2% dengan jumlah responden 4 orang, yang menjawab setuju sebanyak 20% dengan jumlah responden 37 orang, yang menjawab tidak setuju 40% dengan jumlah responden 74 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 38% dengan jumlah responden 69 orang.

Maka dapat diketahui sumber daya penyidik di Kepolisian Resort Serang masih belum mencukupi. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari salah satu petugas Satuan Reskrim yang mengatakan bahwa masih kurangnya minat dari anggota Polri untuk menjadi penyidik, padahal sebenarnya masih ada beberapa anggota polri yang sudah memiliki kompetensi untuk menjadi penyidik. Hal ini dikarenakan memang tugas dari penyidik cukup berat karena saat melaksanakan tugas mereka harus terus bisa mengungkap kasus atau perkara yang diajukan korban, sehingga sedikit menguras waktu dan tenaga untuk terus melakukan penyelidikan secara tuntas, sampai berkas perkara dinyatakan selesai.

Sangat Setuju 2% Setuju 20% Tidak Setuju 40% Sangat Tidak Setuju 38%

Diagram 4.6

Tanggapan Responden Tentang Kualitas Sumber Daya Manusia Sat Reskrim Kompeten

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.6 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 9% dengan jumlah responden 12 orang, yang menjawab setuju sebanyak 68% dengan jumlah responden 125 orang, yang menjawab tidak setuju 21% dengan jumlah responden 38 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 4% dengan jumlah responden 8 orang.

Maka dapat diketahui bahwa Sat Reskrim memiliki sumber daya yang kompeten dalam memberikan pelayanan. Karena petugas kepolisian diberikan pembinaan dan pelatihan untuk menjadi penyidik, mengingat di butuhkan kemampuan dan ketampilan khusu untuk memberikan pelayanan serta menyelesaikan kasus kriminalitas. Dan seharusnya dengan memiliki sumber daya penyidik yang kompeten Kepolisian dapat mengurang kasus Curanmor R-2.

Sangat Setuju 9% Setuju 68% Tidak Setuju 21% Sangat Tidak Setuju 2%

Diagram 4.7

Tanggapan Responden Tentang Pelayanan Yang Diberikan Kepolisian Sat Reskrim Sudah Sesuai Yang Di Harapkan

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.7 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 2% dengan jumlah responden 3 orang, yang menjawab setuju sebanyak 52% dengan jumlah responden 96 orang, yang menjawab tidak setuju 19% dengan jumlah responden 35 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 27% dengan jumlah responden 50 orang. Data tersebut menunjukan bahwa pelayanan yang diberikan Kepolisian sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh masyrakat/pelapor. Walaupun demikian Kepolisian Sat Reskrim harus terus meningkatkan kualitas pelayanannya menjadi lebih baik lagi. Sangat Setuju 2% Setuju 52% Tidak Setuju 19% Sangat Tidak Setuju 27%

Diagram 4.8

Tanggapan Responden Tentang Kepolisian Memberikan STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan) Kepada Pelapor

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.8 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 27% dengan jumlah responden 50 orang, yang menjawab setuju sebanyak 70% dengan jumlah responden 129 orang, yang menjawab tidak setuju 4% dengan jumlah responden 4 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 1 orang.

Maka dapat diketahui bahwa sebagian besar korban di berikan surat tanda terima laporan (STPL), hal ini berarti pelayanan yang diberikan oleh Kepolisian memang sudah sesuai dengan prosedur, bahwa setiap pelapor akan diberikan STPL setelah laporan di proses dan dinyatakan benar dan didukung dengan bukti-bukti bisa dilihat di Gambar 4.1. Berdasarkan yang peneliti temukan di lapangan bahwa masyarakat hanya membutuhkan surat keterangan hilang saja dari Polri untuk memberhetikan setoran motor, ini disebabkan karena mayoritas masyarakat tidak mau ribet/rumit serta pandangan masyarakat selalu negatif karena akan dikenakan biaya padahal untuk setiap pelayanan pengaduan tindak pidana tidak dikenakan biaya. Sangat Setuju 27% Setuju 70% Tidak Setuju 2% Sangat Tidak Setuju 1%

Diagram 4.9

Tanggapan Responden Tentang Kepolisian Mengirimkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembanagan Hasil Penelitian Laporan/Pengaduan

Kepada Pelapor

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.9 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 10 orang, yang menjawab setuju sebanyak 69% dengan jumlah responden 127 orang, yang menjawab tidak setuju 21% dengan jumlah responden 38 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 4% dengan jumlah responden 8 orang. Dapat diketahui bahwa seluruh korban Ranmor mendapatkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian (SP2HP). Dan mengenai masyarakat yang tidak mendapatkan surat pemberitahuan menurut Bapak Rudini menyatakan bahwa kami selalu memberikakan SP2HP keapada korban, bisa dua sampai lima kali tergantung dengan perkembangan hasil penyidikan. Dan bagi masyarakat yang merasa tidak mendapatkan surat pemberitahuan itu karena ada beberapa kendala diantaranya para korban memberikan alamat palsu dan atau alamat tempat tinggal sementara sehingga Polisi tidak biasa memberikan surat pemeberitahuan tersebut.

Sangat Setuju 6% Setuju 69% Tidak Setuju 21% Sangat Tidak Setuju 4%

Diagram 4.10

Tanggapan Responden Tentang Kepolisian Sat Reskrim Dapat Mengurangi Tindak Kriminalitas Curanmor R-2

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.10 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 26% dengan jumlah responden 47 orang, yang menjawab setuju sebanyak 50% dengan jumlah responden 93 orang, yang menjawab tidak setuju 20% dengan jumlah responden 37 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 20% dengan jumlah responden 7 orang. Maka dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat mengatakan bahwa Kepolisian dapat mengurang angka tingkat Kriminalitas khusunya Curanmor di Kota Serang. Dengan adanya Kepolisian memiliki peranan dalam memberantas kejahatan, bisa dibayangkan jika tidak ada Polisi maka tindak Kriminalitas semakin tinggi.

Sangat Setuju 26% Setuju 50% Tidak Setuju 20% Sangat Tidak Setuju 4%

Diagram 4.11

Tanggapan Responden Tentang Waktu Pelayanan Pengaduan Sudah Sesuai Dengan Peraturan Perundang-Undangan

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.11 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 35% dengan jumlah responden 16 orang, yang menjawab setuju sebanyak 60% dengan jumlah responden 27 orang, yang menjawab tidak setuju 5% dengan jumlah responden 120 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 0% . Maka dapat disimpulkan sebagaian besar masyarakat mengatakan bahwa waktu pelayanan yang di berikan oleh Kepolisian sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Kepolisian memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam untuk melayani, melindungi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sangat Setuju 35% Setuju 60% Tidak Setuju 5% Sangat Tidak Setuju 0%

Diagram 4.12

Tanggapan Responden Tentang Pemberian Pelayanan Informasi Oleh Kepaolisian Sat Reskrim Sudah Efektif

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.12 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 9% dengan jumlah responden 16 orang, yang menjawab setuju sebanyak 15% dengan jumlah responden 27 orang, yang menjawab tidak setuju 65% dengan jumlah responden 120 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 11% dengan jumlah responden 20 orang. Maka dapat diketahui bahwa keterbukaan informasi publik masih belum terlaksana secara efektif. Hal ini dikarenakan Kepolisian memang menyediakan akses komunikasi informasi tentang keluhan masyarakat yang ingin melapor seperti telpon ke 110, sehingga korban/masyarakat bisa menghubungi Kepolisian jika terjadi tindak kriminalitas termasuk curanmor dan petugas bisa datang ke TKP, akan tetapi banyak yang belum mengetahui nomor layanan tersebut sehingga korban harus datang langsung ke kantor Kepolisian.

Sangat Setuju 9% Setuju 15% Tidak Setuju 65% Sangat Tidak Setuju 11%

Diagram 4.13

Tanggapan Responden Tentang Kualitas Pelayanan Keterbukaan Informasi yang diberikan oleh Sat Reskrim Polres Serang Sudah Baik

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.13 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 35% dengan jumlah responden 16 orang, yang menjawab setuju sebanyak 60% dengan jumlah responden 27 orang, yang menjawab tidak setuju 5% dengan jumlah responden 120 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 0% . Maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mengatakan pelayanan yang diberikan Satuan Reserse Kriminal Polres sudah baik. Akan tetapi menurut peneliti Kepolisian masih belum terbuka, hal ini dikarenakan untuk korban/masyarakat yang berdomisili di luar Kota Serang sulit untuk memperoleh informasi, karena Polres Serang masih belum terbuka atau uptade di internet/media sisial terkait perkembanagn kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polres Serang.

Sangat Setuju 9% Setuju 55% Tidak Setuju 23% Sangat Tidak Setuju 13%

Diagram 4.14

Tanggapan Responden Tentang Informasi Daerah Rawan Pencurian Kendaraan Bermotor Disampaikan Secara Terbuka Oleh Kepolisian Melalui

Pamflet, Bener, Spanduk Dan Media Masa

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.14 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 39% dengan jumlah responden 41 orang, yang menjawab setuju sebanyak 50% dengan jumlah responden 53 orang, yang menjawab tidak setuju 10% dengan jumlah responden 11 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 1 orang. Maka dapat dikatakan bahwa Kepolisian Resort Serang sudah menyampaikan informasi terkait daerah rawah pencurian kendaraan bermotor melalui pamflet, spanduk, bener. Namun masih ada masyarakat yang belum mengetahui informasi ini dkarenakan, pamflet, bener dan spanduk hanya ditempatkan di berbagai titik daerah rawan terjadinya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor R-2).

Sangat Setuju 3% Setuju 65% Tidak Setuju 26% Sangat Tidak Setuju 6%

Diagram 4.15

Tanggapan Responden Tentang Prosedur Pengaduan Di Kepolisian Sat Reskrim Sudah Jelas

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.15 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 12 orang, yang menjawab setuju sebanyak 65% dengan jumlah responden 119 orang, yang menjawab tidak setuju 26% dengan jumlah responden 47 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 3% dengan jumlah responden 6 orang. Maka dapat dikatakan bahwa prosedur pengaduan di Kepolisian Sat Reskrim sudah jelas. Hal ini dikarenakan pada saat melapor Petugas datang ke Sentral Pelayanan Pengaduan (SPKT) disana laporan korban akan di catat dan korban akan di arahkan oleh petugas untuk tahapan selanjutnya.

Sangat Setuju 6% Setuju 65% Tidak Setuju 26% Sangat Tidak Setuju 3%

Diagram 4.16

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisian Sat Reskrim Tidak Membeda-Bedakan Dalam Memberikan Pelayanan Kepada

Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.16 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 11 orang, yang menjawab setuju sebanyak 78% dengan jumlah responden 143 orang, yang menjawab tidak setuju 16% dengan jumlah responden 30 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 0% . Maka dapat dikatakan bahwa masyarakat menganggap petugas Sat Reskrim tidak diskriminatif atau membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dikarenakan hanya ada beberapa motor korban yang di temukan, bukan berari petugas membeda-bedakan antara korban yang satau dengan yang lainya.

Sangat Setuju 6% Setuju 78% Tidak Setuju 16% Sangat Tidak Setuju 0%

Diagram 4.17

Tanggapan Responden Tentang Prasarana Ruang Tunggu Sudah Memadai Dalam Pemeberian Pelayanan Di Kepolisian Sat Reskrim

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.17 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 39% dengan jumlah responden 41 orang, yang menjawab setuju sebanyak 50% dengan jumlah responden 53 orang, yang menjawab tidak setuju 10% dengan jumlah responden 11 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 1 orang. Maka dapat dikatakan bahwa prasarana ruang tunggu di Kepolisian Sat Reskrim sudah memadai dan tertata dengan rapih. Dikarenakan terdapat tempat tunggu yang menghadap ke sentral pelayanan, dan tersedia meja, kursi, kotak saran dan fasilitas ATK lainnya.

Sangat Setuju 39% Setuju 50% Tidak Setuju 10% Sangat Tidak Setuju 1%

Diagram 4.18

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisain Sat Reskrim Memberikan Pelayanan Yang Sopan Terhadap Pelapor/Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.18 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 39% dengan jumlah responden 41 orang, yang menjawab setuju sebanyak 50% dengan jumlah responden 53 orang, yang menjawab tidak setuju 10% dengan jumlah responden 11 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 1 orang. Maka dapat diketahui sebagian besar responden menganggap bahwa petugas Kepolisian Sat Reskrim memberikan pelayanan yang sopan terhadap masyarakat, hal tersebut dilihat dari tingkah laku, tutur kata dan pakaian yang digunakan petugas saat melayani masyarakat atau pelapor.

Sangat Setuju 27% Setuju 54% Tidak Setuju 19% Sangat Tidak Setuju 0%

Diagram 4.19

Tanggapan Responden Tentang Memberikan Pelayanan Yang Ramah Terhadapa Pelapor/Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.19 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 11 orang, yang menjawab setuju sebanyak 82% dengan jumlah responden 151 orang, yang menjawab tidak setuju 11% dengan jumlah responden 21 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 1 orang. Maka dapat dikatakan bahwa responden menganggap petugas Kepolisian Sat Reskrim selalu memberikan pelayanan yang ramah terhadap masyarakat. Sedangkan responden yang menganggap petugas tidak memberikan pelayanan yang ramah terhadap korban dikarenakan adanya kesalah pahaman atau (miss communication) anatar masyarakat dengan petugas Sat Reskrim seperti korban memberkat keterangan yang salah tidak sesuai dengan prosedur, contoh memberikat alaman palsu.

Sangat Setuju 6% Setuju 82% Tidak Setuju 11% Sangat Tidak Setuju 1%

Diagram 4.20

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisian Memberikan Pelayanan Sesuai Dengan Kebutuhan Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.20 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 11 orang, yang menjawab setuju sebanyak 83% dengan jumlah responden 153 orang, yang menjawab tidak setuju 20% dengan jumlah responden 11 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 0% . Maka dapat dikatakan bahwa petugas kepolisian selalu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan sebagaian responden mengatakan petugas tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan korban, dikarenakan kendaraan yang mereka laporkan masih belum bisa di temukan, sedangkan Kepolisian memerlukan waktu proses pengajuan berkas perkara dan melengkapi barang bukti untuk memudahkan pencarian pelaku/tersangka dan kendaraan yang dicuri.

Sangat Setuju 6% Setuju 83% Tidak Setuju 11% Sangat Tidak Setuju 0%

Diagram 4.21

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisian Sat Reskrim Memberikan Respon Yang Cepat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.21 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 16% dengan jumlah responden 29 orang, yang menjawab setuju sebanyak 67% dengan jumlah responden 124 orang, yang menjawab tidak setuju 15% dengan jumlah responden 28 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 2% dengan jumlah responden 3 orang. Maka dapat dikatakan bahwa Petugas Satuan Reserse Kriminal yang ditemui dapat memberikan respon yang cepat terhadap permintaan yang diajukan masyarakat/korban. Pada saat korban datang ke kantor Kepolisian untuk melaporkan kehilangan kendaraan bermotor Kepolisian memberikan respon yang cepat segera melayani dan memproses laporan korban dan melaksanakan olah TKP. Sangat Setuju 16% Setuju 67% Tidak Setuju 15% Sangat Tidak Setuju 2%

Diagram 4.22

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisian Sat Reskrim Tanggap Dalam Menanggapi Permohonan Korban/Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.22 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 7% dengan jumlah responden 13 orang, yang menjawab setuju sebanyak 78% dengan jumlah responden 144 orang, yang menjawab tidak setuju 14% dengan jumlah responden 25 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden orang. Maka dapat dikatakan bahwa petugas Sat Reskrim selalu tanggap dalam menaggapi keluhan dari masayarakat. Hal ini dikarenakan petugas segera mengetahui dan memperhatikan kondisi korban, karena mereka memiliki intelektual atau keahilan karena mereka sebelumnya diberikan pembinaan selama menjalankan pelatihan dan pendidikan untuk mengemban tugas-tugas di berbagai situasi atau keadaan.

Sangat Setuju 7% Setuju 78% Tidak Setuju 14% Sangat Tidak Setuju 1%

Diagram 4.23

Tanggapan Responden Tentang Petugas Kepolisian Sat Reskrim Cepat Dalam Membuat STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan)

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.23 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 18% dengan jumlah responden 32 orang, yang menjawab setuju sebanyak 10% dengan jumlah responden 133 orang, yang menjawab tidak setuju 10% dengan jumlah responden 19 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 0% . Maka dapat dikatakan bahwa Petugas Sat Reksrim ceapat dalam membuat surat tanda penerimaan laporan (STPL), karena ketika korban datang untuk melapor ke kepolisian, setelah laporan di catat kepolisain akan memproses laporan. Setalah laporan diperiksa dan cukup bukti kemudian petugas akan membuatkan surat tanda penelrimaan laporan (STPL) yang diberikan kepada korban dan kemudian surat tersebut juga dapat digunakan oleh korban sebagai bukti kehilangan untuk memberhentikan setoran motor bagi motor yang masih kredit.

Sangat Setuju 18% Setuju 72% Tidak Setuju 10% Sangat Tidak Setuju 0%

Diagram 4.24

Tanggapan Responden Tentang Petugas Sat Reskrim Mampu Menangani Keluhan Secara Teliti dan Seksama Sesuai Dengan Komplain

Yang Diajukan

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.24 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 10% dengan jumlah responden 18 orang, yang menjawab setuju sebanyak 69% dengan jumlah responden 128 orang, yang menjawab tidak setuju 19% dengan jumlah responden 35 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 2% dengan jumlah responden orang. Maka dapat dikatakan bahwa petugas Sat Reskrim mampu menangani keluhan masyarakat yang disampaikan tentang secara langsung atau melalui lisan secara teliti dan seksama sesuai dengan komplain yang diajukan. Hal ini dapat diperkuat dengan pernyataan Bapa Rudini salah satu petugas di unit ranmor, bahwa memang ada dari beberapa masyarakat yang datang menuntut kejelasan dari kapan ditemukannya kendaraan mereka yang hilang, dan kami bisa menangani keluhan mereka dan menyelesaikannya dengan menjelaskannya secara baik.

Sangat Setuju 10% Setuju 69% Tidak Setuju 19% Sangat Tidak Setuju 2%

Diagram 4.25

Tanggapan Responden Tentang Kepolisain Sat Reskrim Cepat Dalam Menemukan Kendaraan Yang Di Curi

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.25 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 4% dengan jumlah responden 7 orang, yang menjawab setuju sebanyak 34% dengan jumlah responden 62 orang, yang menjawab tidak setuju 48% dengan jumlah responden 89 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 14% dengan jumlah responden 26 orang.

Maka dapat dikatakan bahwa responden menganggap petugas Sat Reskrim lama dalam menemukan motor yang hilang. Hal ini dikarenakan kepolisian harus memproses terlebih dalahulu laporan dari korban, dan menyelidikinya serta mencari barang bukti untuk mendukung petugas dalam melakukan penyelidikan. Akan tetapi petugas memiliki berbagai kendala diantaranya, kurangnya barang bukti, dan kesadaran dari pelapor untuk menindak lanjuti laporan yang diajukan. Serta ada beberapa korban juga memberikan alamat yang salah saat memberikan laporan, sehingga polisi tidak bisa memberikan laporan hasil penyidikan kepada korban. Sangat Setuju 4% Setuju 34% Tidak Setuju 48% Sangat Tidak Setuju 14%

Diagram 4.26

Tanggapan Responden Tentang Kepolisain Sat Reskrim Memberikan Kemudahan Akses Pelayanan Kepada Masyarakat

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.26 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 6% dengan jumlah responden 12 orang, yang menjawab setuju sebanyak 79% dengan jumlah responden 145 orang, yang menjawab tidak setuju 14% dengan jumlah responden 25 orang, dan yang menjawab sangat tidak setuju 1% dengan jumlah responden 2 orang. Maka dapat dikatakan bahwa responden menganggap petugas Sat Reskrm memberikan kemudahan akases pelayanan kepada masyarakat dan masih ada bebarapa yang menganggap Sat Reskrim tidak memberikan kemudahan, dikarenakan korban harus mengikuti prosedur yang ada terkait mekanisme pelayanan reskrim.

Sangat Setuju 6% Setuju 79% Tidak Setuju 14% Sangat Tidak Setuju 1%

Diagram 4.27

Tanggapan Responden Tentang Kepolisain Sat Reskrim Memberikan Pelayanan Sesuai Dengan Wewenang Dan Tanggung Jawabnya

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, 2016

Berdasarkan diagram 4.427 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 17% dengan jumlah responden 32 orang, yang

Dokumen terkait