• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Hasil Penelitian

Data analisis kebutuhan berupa hasil wawancara dengan guru dan siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa ini didapatkan hasil sebagai berikut :

a. Hasil wawancara dengan guru

Guru menggunakan metode ceramah dan diskusi dalam mengajar. Guru merasa metode tersebut masih belum efektif untuk digunakan. Selain itu guru juga merasa mengalami kesulitan dalam mengajar terutama hal ini dikarenakan kurangnya persiapan guru dalam mengajar dan juga karena adanya beberapa siswa yang tidak mau mendengarkan penjelasan guru.

Selama ini, guru sudah menggunakan alat peraga sederhana dalam menyampaikan materi tertentu seperti mistar hitung untuk materi bilangan, dan juga bungkus makanan untuk materi aritmatika. Namun guru jarang menggunakan media berbasis komputer (misal : power point) dikarenakan guru merasa jika menggunakan media komputer membutuhkan persiapan yang lama pula dan merasa kurang maksimal.

Guru juga belum pernah menggunakan modul dalam pembelajaran matematika karena jika menggunakan modul guru merasa harus menggunakan persiapan yang lama dan sedikit rumit. Guru merasa memerlukan suatu pembelajaran inovatif

sehingga guru setuju jika diadakan suatu pembelajaran dengan menggunakan modul dan media pembelajaran berbasis komputer. Sehingga dapat disimpulkan guru sangat membutuhkan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran berbantuan software GeoGebra ini.

b. Hasil wawancara siswa

Berdasarkan wawancara siswa, sebagian siswa menyukai matematika dan sebagian lainnya tidak. Siswa yang menyukai matematika memang merupakan siswa yang selalu mendapatkan nilai yang tinggi pada pelajaran matematika, sedangkan yang tidak menyukai matematika adalah siswa yang sering mendapatkan nilai di bawah rata-rata pada mata pelajaran matematika.

Siswa merasa kesulitan pada mata pelajaran matematika pada materi yang menggunakan rumus, siswa sulit untuk mengingat dan juga sulit untuk menerapkannya pada pemecahan masalah,namun siswa A1 dan A2 mengaku tidak mengalami kesulitan pada mata pelajaran matematika. Siswa yang mengalami kesulitan berusaha untuk mengulang kembali materi yang telah mereka pelajari di rumah dengan bertanya kepada teman namun mereka tidak berani bertanya pada guru.

Sumber belajar yang digunakan siswa masih terbatas pada buku pelajaran yang dipinjam siswa dari perpustakaan sekolah

dan harus dikembalikan pada akhir semester. Siswa mengaku kesulitan karena buku tersebut bukan milik pribadi yang tidak bisa dicorat –coret, sehingga siswa merasa kesulitan untuk belajar secara mandiri. Siswa cenderung lebih senang belajar dengan sistem berkelompok namun siswa A4 mengaku lebih nyaman ketika belajar sendiri di rumah tanpa diganggu oleh temannya.

Siswa juga merasa bahwa pembelajaran di sekolah belum menyenangkan dan membutuhkan adanya inovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang berbasis komputer juga belum pernah dilaksanakan. Siswa juga belum mengetahui pengertian modul dan penggunaannya karena siswa juga belum pernah belajar dengan menggunakan modul pembelajaran. Siswa menjadi tertarik untuk belajar dengan menggunakan modul pembelajaran karena belum pernah menggunakan di materi sebelumnya.

2. Analisis Data Uji Kelayakan Modul Pembelajaran

Setelah melakukan validasi modul pembelajaran kepada dua ahli yaitu 1 dosen pendidikan matematika oleh ibu Haniek Sri Pratini dan 1 guru matematika kelas VII SMPK Kemasyarakatan Kalibawang yaitu ibu Susana Tri Indaryati. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5 Hasil Kuesioner Kelayakan Modul Pembelajaran No.item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pakar 1 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 Pakar 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 Skor 4 4 3,5 4 4 3,5 3,5 3,5 4 4 4 3,5 4 4 4 3,5 4 4 Kriteria Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik Sangat ba ik

Indikator Kesesuaian materi

Kelengkapan Komponen

Modul

Isi Modul Penggunaan bahasa pada modul K es es u ai an Ma te ri

Berdasarkan data yang telah diperoleh tersebut dapat terlihat bahwa pada setiap indikator yang telah ditentukan semuanya sudah mencapai kriteria sangat baik. Artinya dengan memperhatikan tiap indikator tersebut modul sudah bisa digunakan untuk diujicobakan namun masih dengan sedikit perbaikan berdasarkan saran yang diberikan oleh pakar.

Dalam validasi produk yang berupa modul ini kedua pakar juga memberikan masukan untuk perbaikan modul. Perbaikan yang harus dilakukan pada modul ini adalah mengubah jenis font dari Tahoma menjadi Times New Roman agar lebih mudah dibaca. Selain itu juga perlu dilakukan perbaikan pada bagian pemberian halaman dan

struktur kalimat pada bagian tujuan pembelajaran serta petunjuk penggunaan modul.

3. Analisis Data Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran

Uji kelayakakan perangkat pembelajaran dilakukan bersamaan dengan uji kelayakan modul pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini juga diuji kelayakannya oleh dua pakar yang sama dengan uji kelayakan modul pembelajaran. Di bawah ini hasil uji kelayakan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran.

a. Silabus Pembelajaran

Tabel 4.6 Hasil Kuesioner Kelayakan Silabus Pembelajaran NO 1 2 3 4 5 6 7 8 Pakar 1 4 4 3 4 4 4 3 3 Pakar 2 4 4 4 3 4 4 4 4 Skor 4 4 3,5 3,5 4 4 3,5 3,5 Kriteria Sanga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik

Berdasarkan saran dari pakar yang diperoleh, perlu dilakukan perbaikan silabus pada bagian perumusan indikator. Kalimat perumusan indikator harus merupakan kalimat yang menunjukkan sesuatu yang bisa diukur dengan menggunakan kegiatan tertentu. Dalam perumusan kegiatan pembelajaran juga masih belum jelas dan kurang terperinci dan memerlukan perbaikan. Selain itu, komponen

pada silabus masih belum lengkap. Berdasarkan saran tersebut dapat disimpulkan modul layak digunakan dengan revisi.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Tabel 4.7 Hasil Kuesioner Kelayakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

NO 1 2 3 4 5 6 7 Pakar 1 4 4 4 4 3 4 4 Pakar 2 4 4 4 4 4 4 4 Skor 4 4 4 4 3,5 4 4 Kriteria S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik S anga t baik

Rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) masih memerlukan perbaikan pada perumusan indikator karena masih belum sesuai dengan silabus yang telah disusun. Selain itu, pada bagian perumusan kegiatan belum menunjukkan langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri terbimbing sehingga memerlukan perbaikan dengan merumuskan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahap-tahap pada inkuiri terbimbing.

4. Analisis Data Hasil Tes Awal

Tes awal dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan awal siswa tentang materi prasyarat yaitu materi garis dan sudut. Nilai yang telah diperoleh oleh siswa kemudian dikelompokkan

berdasarkan kriteria hasil belajar siswa oleh Arikunto (2012). Selain berdasarkan kriteria tersebut, juga diberi keterangan untuk ketuntasan pada nilai yang diperoleh siswa dengan kriteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa adalah 71.

Nilai yang diperoleh siswa pada tes awal adalah sebagai berikut : Tabel 4.8 Tabel Hasil Tes Awal

Siswa Nilai Kriteria Keterangan

A1 60 Cukup Belum tuntas

A2 60 Cukup Belum tuntas

A3 70 Baik Belum tuntas

A4 65 Cukup Belum tuntas

A5 40 Kurang Belum tuntas

A6 85 Sangat baik Tuntas

A7 70 Baik Belum tuntas

A8 95 Sangat baik Tuntas A9 80 Sangat baik Tuntas

A10 75 Baik Tuntas

A11 55 Kurang Belum tuntas

A12 70 Baik Belum tuntas

Siswa Nilai Kriteria Keterangan

A14 70 Baik Belum tuntas

A15 85 Sangat baik Tuntas

A16 70 Baik Belum tuntas

A17 40 Kurang Belum tuntas A18 40 Kurang Belum tuntas

A19 65 Cukup Belum tuntas

A20 95 Sangat baik Tuntas

A21 35 Gagal Belum tuntas

A22 50 Kurang Belum tuntas A23 90 Sangat baik Tuntas

A24 70 Baik Belum tuntas

A25 90 Sangat baik Tuntas A26 45 Kurang Belum tuntas A27 80 Sangat baik Tuntas A28 45 Kurang Belum tuntas

Tabel di atas dapat dibuat sebuah diagram lingkaran seperti berikut :

Berdasarkan diagram 4.1 di atas di atas dapat dilihat bahwa 29 % siswa sudah masuk dalam kategori sangat baik, sementara itu siswa yang masuk dalam kategori baik dan kurang memiliki persentase sama yaitu 25 % dan sisanya 17,86% siswa masuk dalam kategori kurang, 3,57% siswa masuk dalam kategori gagal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa sudah menguasai materi prasayarat yaitu garis dan sudut dengan baik sebagai materi prasyarat dari materi segitiga. Namun masih ada pula siswa yang memperoleh nilai dengan kriteria cukup dan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tersebut memerlukan bimbingan secara khusus pada saat pembelajaran agar bisa mengikuti pembelajaran pada materi segitiga dengan baik. Sedangkan berdasarkan dari tabel yang telah dibuat ketuntasan

Diagram 4.1 Diagram Lingkaran Hasil Tes Awal Siswa 29%

25% 18%

25% 3%

yang diperoleh siswa, hanya 32% siswa yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan.

Jika ditinjau dari tiap indikator dalam soal tes awal maka hasilnya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.9 Ketercapaian Hasil Tes Awal Siswa Ditinjau dari Tiap Indikator

NO Indikator Skor Persentase

1 Menyebutkan jenis-jenis sudut 80 95,23%

2 Menyebutkan besar sudut yang sama pada dua garis sejajar yang dipotong oleh suatu garis.

150 53,57%

3 Menentukan besar sudut yang belum diketahui dari sebuah gambar yang disajikan.

35 41,67%

4 Melukis sudut dan membagi dua sama besar sudut tersebut dengan menggunakan bantuan pernggaris dan jangka

107 95,53%

Dari tiap indikator tersebut dapat dilihat bahwa pada indikator ke-3 yaitu menentukan besar sudut yang belum diketahui dari gambar disajikan kriteria dari persentase yang diperoleh masih dalam kriteria kurang.

Kemampuan pemecahan masalah siswa sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan soal ini. Sebagian besar siswa memang tidak bisa menentukan penyelesaian dari soal tersebut. Sedangkan ketercapaian indikator tertinggi adalah pada melukis sudut dan membagi dua sudut tersebut.

5. Analisis Data Uji Kelayakan Soal Tes Akhir a. Uji Validitas Soal Tes Akhir

Sebelum digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa, soal tes akhir terlebih dahulu diujicobakan ke 22 siswa. Hasil dari ujicoba tersebut kemudian dianalisa dengan cara mengelompokkan nilai yang telah diperoleh ke dalam interpretasi menurut Arikunto (2012 :89). Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.10 Data Validasi Soal Tes Akhir NO Interpretasi 1 -0,04936971 Sangat rendah 2 0,643063 Tinggi 3 0,643541 Tinggi 4 0,612206 Tinggi 5a 0,464649 Cukup 5b 0,524032 Cukup

Dari tabel 4.10 dapat diketahui soal nomor 1 memiliki nilai interpretasi terendah. Hasil dari uji validitas ini dikonsultasikan dengan dosen dari hasil konsultasi diperoleh bahwa pada soal nomor 1

kebanyakan siswa tidak bisa menjawab dengan tepat dikarenakan siswa tidak tahu maksud dari soal tersebut sehingga jawaban soal tidak sesuai dengan pertanyaan yang dimaksudkan. Oleh karena itu, soal nomor 1 tetap bisa digunakan hanya saja perintah pada soal tersebut di perjelas dengan dicetak tebal dan diberi garis bawah. b. Uji Reliabilitas Soal Tes Akhir.

Uji reabilitas soal dilakukan untuk mengetahui apakah soal tes akhir yang telah dibuat sudah terpercaya untuk digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa adalah 0,30389. Nilai belum reliabel karena kurang dari 0,6. Dapat disimpulkan bahwa soal tersebut belum memberikan hasil yang tetap. Selain itu hasil interpretasi dari reliabilitas yang telah diperoleh masih masuk dalam kategori rendah.

6. Analisis Data Hasil Belajar (Tes Akhir)

Setelah melakukan validasi pada soal tes akhir, kemudian soal tes tersebut diujikan kepada siswa dan hasilnya dapat dilihat dalam tabel 4.11 berikut ini :

Tabel 4.11 Data Hasil Tes Akhir

Siswa Nilai Kriteria Keterangan

A1 83 Sangat baik Tuntas

Siswa Nilai Kriteria Keterangan

A3 73 Baik Tuntas

A4 57 Cukup Belum tuntas

A5 33 Gagal Belum tuntas

A6 87 Sangat baik Tuntas

A7 73 Baik Tuntas

A8 73 Baik Tuntas

A9 73 Baik Tuntas

A10 77 Baik Tuntas

A11 67 Baik Belum tuntas

A12 80 Sangat baik Tuntas

A13 83 Sangat baik Tuntas

A14 80 Sangat baik Tuntas

A15 67 Baik Belum tuntas

A16 73 Baik Tuntas

A17 30 Gagal Belum tuntas

A18 40 Kurang Belum tuntas

A19 93 Sangat baik Tuntas

A20 97 Sangat baik Tuntas

A21 50 Kurang Belum tuntas

A22 73 Baik Tuntas

A23 97 Sangat baik Tuntas

A24 77 Baik Tuntas

Siswa Nilai Kriteria Keterangan

A26 60 Cukup Belum tuntas

A27 67 Baik Belum tuntas

A28 47 Kurang Belum tuntas

Rata-rata 70 Baik Belum tuntas

Berikut ini disajikan Diagram lingkaran yang menggambarkan hasil belajar siswa pada materi segitiga.

Diagram 4.2 di atas menunjukkan data hasil nilai tes akhir siswa dimana 32% siswa masuk dalam kategori nilai sangat baik dan 43% siswa memperoleh nilai yang masuk dalam kategori baik, 7% siswa masuk dalam kategori cukup, 11% siswa masuk dalam kategori kurang dan 7% sisanya masuk dalam kategori gagal. Selain itu, berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa hanya ada 64,28 % siswa yang sudah tuntas KKM.

Diagram 4.2 Diagram Lingkaran Hasil Tes Akhir Siswa

32%

43%

7% 11%

7%

Jika ditinjau dari tiap indikator maka hasil belajar dapat digambarkan seperti sebagai berikut :

Tabel 4.12 Tabel Ketercapaian Tiap Indikator pada Soal Tes Akhir

No Indikator Skor Persentase

1 Menyebutkan jenis-jenis segitiga dari gambar yang disajikan

64 76,19%

2 Menghitung nilai suatu variabel yang belum diketahui yang menyatakan besar sudut dalam suatu segitiga.

72 51,42 %

3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dengan beberapa unsur yang belum diketahui.

194 56,42%

4 Melukis segitiga dan garis istimewa pada segitiga dengan menggunakan bantuan jangka, penggaris, dan busur derajat.

261 93,21%

Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa pada indikator kedua, yang masuk dalam kompetensi dasar jumlah sudut dalam suatu segitiga memiliki ketercapaian terendah dengan kriteria kurang.

Berdasarkan analisa jawaban siswa, sebagian besar siswa belum bisa memahami maksud soal, hanya 2 orang siswa yang bisa menjawab soal tersebut dengan benar. Sedangkan pada indikator ke 4 tentang melukis segitiga memiliki persentase tertinggi yaitu 93,21%. Secara keseluruhan persentase ketercapaian hanya mencapai 69,31%. Ketercapaian ini masih masuk dalam kategori baik.

7. Analisis Evaluasi Modul dalam Pembelajaran

Untuk mendapatkan data evaluasi pembelajaran modul penulis menggunakan metode wawancara yang ditujukan kepada siswa dan juga kepada guru kelas VII. Wawancara yang ditujukan kepada siswa dilakukan terhadap 4 siswa. Berikut ini analisis terhadap jawaban pada evaluasi modul pembelajaran :

a. Wawancara dengan Guru

Pada saat pembelajaran berlangsung, guru juga berada di dalam kelas untuk tetap memantau jalannya pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran. Oleh karena itu, penulis melakukan wawancara terhadap guru dan uraiannya adalah sebagai berikut :

1) Modul Sudah Memudahkan Siswa dalam Belajar

Modul memudahkan siswa dalam belajar karena di dalam modul sudah berisi kolom-kolom yang bisa diisi oleh siswa sehingga siswa tertarik untuk mencoba dan juga

materi lebih ringkas serta dengan menggunakan GeoGebra siswa menjadi lebih terbantu.

2) Pembelajaran dengan menggunakan modul menarik

Melalui pembelajaran dengan menggunakan modul berbantuan software GeoGebra ini siswa terlihat menjadi lebih tertarik dan menyukai pelajaran matematika.

3) Perlu ditambahkan latihan soal

Latihan soal yang ada pada modul masih kurang terutama latihan soal yang menggunakan software GeoGebra sehingga perlu ditambahkan latihan soal dengan menggunakan software GeoGebra .

4) Perbaikan untuk petunjuk penggunaan GeoGebra

Petunjuk penggunaan GeoGebra memang sudah baik, namun perlu dilakukan perbaikan terutama agar bahasa yang digunakan harus lebih sederhana sehingga siswa yang belum menguasai komputer juga bisa mengikuti dengan baik.

b. Wawancara dengan Siswa

Berdasarkan jawaban siswa terhadap pertanyaan yang telah diajukan kepada 4 orang siswa, kesimpulan dari jawaban siswa adalah sebagai berikut :

1) Modul sudah terbaca dengan jelas.

Sebagian besar siswa mengatakan bahwa modul sudah terbaca dengan jelas. Huruf-huruf yang tertera sudah jelas dan bisa dibaca dengan baik, ukuran huruf juga tidak terlalu kecil dan bisa dibaca dengan baik pula.

2) Petunjuk-petunjuk pada modul sudah bisa diikuti dengan jelas.

Petunjuk-petunjuk yang ada pada modul misalnya petunjuk untuk setiap kegiatan,petunjuk-petunjuk untuk mengoperasikan program GeoGebra juga sudah bisa diikuti dengan jelas, sehingga siswa tertarik untuk mencoba sendiri untuk mengoperasikan GeoGebra tanpa bantuan dari guru. 3) Modul sudah memudahkan siswa dalam belajar karena lebih

lengkap dan ringkas.

Modul dianggap lengkap karena seluruh ringkasan materi dari awal sampai akhir beserta dengan latihan soalnya. Selain itu modul ini sudah disusun seringkas mungkin agar lebih mudah dimengerti oleh siswa.

4) Perlu ditambahkan contoh soal sebagai panduan siswa dalam mengerjakan latihan soal.

Modul ini sudah berisi latihan soal namun di setiap akhir materi belum diberikan contoh soal. Kurangnya contoh soal ini memang menyebabkan beberapa siswa kesulitan

untuk menemukan jawaban dari soal yang ditanyakan. Namun bagi sebagian siswa yang hal ini bisa dijadikan suatu cara agar mereka bisa berpikir kreatif untuk menentukan penyelesaian soal.

5) Beberapa jawaban pada kunci jawaban masih ada yang salah Kunci jawaban dibuat agar siswa bisa mengerjakan soal dan mencocokkan jawaban mereka dengan menggunakan kunci jawaban yang disediakan. Namun, ternyata masih ada beberapa kunci jawaban yang salah dan harus diralat ketika pembelajaran berlangsung.

8. Analisis Data Hasil Kuesioner Motivasi

Data kuesioner motivasi yang telah diperoleh kemudian diberi skor sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Berikut ini disajikan hasil kuesioner motivasi siswa pada setiap indikator. Perhitungan dari persentase ketercapaian tiap indikator ini dapat dilihat pada lampiran C.13 Halaman L-75.

Sedangkan untuk penentuan kriteria pada masing-masing persentase digunakan kategorisasi dari skor kuesioner siswa dengan menggunakan pedoman penilaian dengan skor standar menurut Saiffudin Azwar (1987:116) yang dijelaskan dalam tabel 3.12. Jika diketahui Rata-rata (M) adalah 75,803 dan deviasi standar distribusi skor siswa adalah 9,47 maka diperoleh kriteria persentase sebagai berikut :

Tabel 4.13 Kriteria Persentase Ketercapaian Tiap Indikator Kuesioner No Skor (X) Kriteria 1 ≤ , % Sangat Kurang 2 , % < ≤ , % Kurang 3 , % < ≤ , % Cukup 4 , % < ≤ , % Baik 5 < , % Sangat Baik

Tabel 4.14 Ketercapaian Indikator Kuesioner Motivasi

No Indikator Persentase Keterangan 1 Minat dan perhatian siswa

terhadap pelajaran.

75,53 % Cukup

2 Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas

belajarnya

65,18% Kurang

3 Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas

belajarnya

84,37% Baik

4 Reaksi siswa terhadap stimulus yang diberikan guru.

70,08% Kurang

5 Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang

diberikan.

No Indikator Persentase Keterangan 6 Adanya penghargaan dalam

belajar

77,23 % Cukup

Berdasarkan analisis kuesioner tersebut bisa terlihat bahwa ketercapaian untuk ke- -5 indikator termasuk dalam kategori baik. Pada indikator ke-2 yaitu semangat siswa untuk melakukan tugas belajarnya, memiliki pencapaian persentase terendah. Besarnya persentase ketercapaian indikator pada motivasi hampir sama dengan motivasi instrinsik. Sedangkan diperoleh rata-rata persentase secara umum yaitu 75,803 Perhitungan dapat dilihat pada lampiran C.13 pada halaman L-75.

Berdasarkan jumlah skor kuesioner yang diperoleh masing- masing siswa dapat dibuat kategorisassi untuk menentukan kriteria dari masing-masing skor yang diperoleh siswa. Jika diketahui rata-rata (M) dari skor yang diperoleh siswa adalah 60,642 dan deviasi standar dari distribusi skor siswa adalah 5,85 maka dapat dibuat kategorisasi dari skor kuesioner siswa dengan menggunakan pedoman penilaian dengan skor standar menurut Saiffudin Azwar (1987 : 116) yang dijelaskan dalam tabel 3.12 sebagai berikut :

Tabel 4.15 Kategorisasi Skor Kuesioner Siswa No Skor (X) Kriteria 1 ≤ , Sangat Baik 2 , < ≤ , Baik 3 , < ≤ , Sedang 4 , < ≤ , Jelek 5 < , Sangat Jelek

Tabel 4.16 Tabel Persentase Motivasi pada Masing-masing Siswa

No Siswa Persentase Keterangan

1 A1 60 Sedang 2 A2 61 Sedang 3 A3 68 Baik 4 A4 60 Sedang 5 A5 52 Jelek 6 A6 59 Sedang 7 A7 51 Sangat jelek 8 A8 59 Sedang 9 A9 66 Baik 10 A10 57 Jelek 11 A11 68 Baik 12 A12 59 Sedang

13 A13 70 Sangat baik

14 A14 58 Sedang

No Siswa Persentase Keterangan 16 A16 59 Sedang 17 A17 55 Jelek 18 A18 63 Sedang 19 A19 60 Sedang 20 A20 68 Baik 21 A21 65 Baik 22 A22 68 Baik 23 A23 68 Baik 24 A24 54 Jelek 25 A25 61 Sedang 26 A26 55 Jelek

27 A27 70 Sangat baik

28 A28 53 Jelek

Rata-rata 60,64 Sedang

Berdasarkan tabel di atas jika dibuat ke dalam diagram lingkaran berdasarkan kriteria yang ditentukan maka hasilnya adalah sebagai berikut :

Diagram 4.3 Hasil Skor Kuesioner Motivasi

20% 40% 24%

8%8%

Dari diagram tersebut dapat dilihat pada diagram di atas bahwa sebanyak 24% dari keseluruhan siswa kelas VII memiliki motivasi yang masuk dalam kategori jelek, 8% dari keseluruhan siswa memiliki motivasi yang masuk dalam kategori sangat jelek, 8% masuk dalam kategori sangat baik, 28% masuk dalam kateogori baik, dan yang terbanyak adalah sebanyak 40% siswa memiliki motivasi dalam kategori sedang. Sedangkan untuk rata-rata skor siswa adalah 60,64 yang masuk dalam kategori sedang.

Dokumen terkait