• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data Kualitatif

Dalam dokumen Dwi Rita Nurdiana S.811108010 (Halaman 102-107)

commit to user

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Kualitatif

Berdasarkan data hasil penelitian yang telah disajikan pada bab IV dari 142 responden terdapat 3 responden yang prestasi belajarnya belum tuntas,belum memenuhi standar KKM yang telah ditentukan.Dari ketiga responden tersebut, jawabannya tidak sesuai dengan indikator dari hipotesis yang saya teliti. Kemudian saya melakukan observasi dengan melakukan wawancara terhadap ketiga responden tersebut. Hasil wawancara saya adalah sebagai berikut :

1. Responden Pertama :

Responden pertama mengatakan bahwa kondisi kesehatannya belum begitu pulih, dikarenakan sebelumnya responden di rawat inap di Rumah Sakit selama lebih kurang satu minggu , dikarena sakit Demam Berdarah dan ketika peneliti mengadakan uji penelitian instrument ini,responden baru saja berangkat sekolah untuk pertama kalinya semenjak dirawat di Rumah Sakit sehingga kondisinya masih belum fit untuk beraktivitas dan berfikir seperti biasanya.

2. Responden Kedua :

Responden kedua mengatakan bahwa dia tidak serius untuk mengerjakan uji penelitian instrument, dikarenakan apapun hasil jawaban dari responden tersebut nantinya sama sekali tidak akan mempengaruhi terhadap nilai pelajaran Bahasa Indonesia . Sehingga Responden hanya menyilang-nyilang jawababnya saja tanpa membaca soalnya terlebih

kurang,hal ini juga dikarenakan oleh kondisi keluarga yang kurang harmonis.Perhatian deri orang tua kurang,sehingga menyebabkan prestasi belajar anak rendah.

3. Responden Ketiga :

Responden ketiga mengatakan bahwa, saat pembagian uji

penelitian instrument, responden sedang mengerjakan Pekerjaan Rumah ( PR) dari mata pelajaran lain, sehingga responden merasa lebih perlu untuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah ( PR ) tersebut dari pada harus serius untuk menjawab uji penelitian instrument yang peneliti bagikan. Pada wawancara berikutnya responden juga mengatakan bahwa dia selalu mengerjakan PR di Sekolah,karena di rumah tidak pernah membuka buku.membuka buku untuk belajar apabila akan diadakan ulangan dan tes saja.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah disajikan pada Bab IV, maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut :

1. Terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan kosakata dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga, dengan rX1Yhitung > rX1Ytabel atau 0,384 > 0,159. Temuan ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi penguasaan kosakata anak maka akan diikuti naiknya prestasi belajar bahasa Indonesia, begitu juga dengan sebaliknya.

2. Terdapat hubungan yang signifikan antara Kemampuan membaca

pemahaman dengan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga, dengan rX2Yhitung > rX2Y tabel atau 0,313 > 0,159 ini menunjukkan bahwa kadar hubungan antarvariabel tersebut kuat. Temuan ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat Kemampuan membaca pemahaman maka akan diikuti dengan naiknya prestasi belajar bahasa Indonesia, begitu juga dengan sebaliknya.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara penguasaan kosakata dan Kemampuan membaca pemahaman dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga, dengan r y2-1 hitung > r y2-1 tabel atau 0,447 > 0,159 ini menunjukkan bahwa kadar hubungan

antarvariabel tersebut kuat. Temuan penelitian lainnya adalah diperolehnya harga koefisien determinan (R²) sebesar 0,200. Dengan diketahuinya koefisien determinan (R²) maka dapat dijelaskan bahwa 20% variasi dari prestasi belajar bahasa Indonesia (Y) dapat diterangkan oleh penguasaan kosakata(X1) dan Kemampuan membaca pemahaman (X2) sedangkan sisanya sebesar 80% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Berdasarkan data empiris tersebut dapat diterangkan bahwa semakin tinggi penguasaan kosakata dan Kemampuan membaca pemahaman maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar bahasa Indonesia siswa begitu juga dengan sebaliknya.

B. Implikasi

a. Implikasi Teoritis

Berdasarkan hasil penelitian ternyata penguasaan kosa kata dan Kemampuan membaca pemahaman mempunyai hubungan dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga. Dalam penelitian ini terbukti bahwa penguasaan kosa kata dan Kemampuan membaca pemahaman mendukung prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga.

Hasil ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa tingkat penguasaan kosa kata yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi berbahasa baik lisan maupun tertulis. Kemampuan membaca pemahaman yang tinggi akan mempengaruhi prestasi belajar, dan sebaliknya

kemampuan membaca pemahaman yang rendah akan mempengaruhi prestasi belajar.

Hasil penelitian ini juga mendukung terhadap hasil penelitian saudara

Penguasaan Diksi dan Minat Membaca dengan Kemampuan Membaca Pemahaman (Survei pada SDN Kelas V se-Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri), yang hasilnya menunjukkan bahwa secara bersama-sama penguasaan diksi dan minat membaca memberikan sumbangan yang berarti kepada kemampuan membaca pemahaman. Ini menunjukkan variabel tersebut dapat menjadi prediktor yang baik bagi kemampuan membaca pemahaman.

b. Implikasi Praktis

Penelitian ini telah membuktikan bahwa penguasaan kosa kata dan Kemampuan membaca pemahaman mempunyai hubungan dengan

prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salatiga Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa, jika ingin meningkatkan prestasi

belajar bahasa Indonesia maka dibutuhkan peran serta guru untuk memotivasi siswa untuk gemar membaca dan memberikan banyak

latihan-latihan soal agar nantinya penguasaan kosa kata dan Kemampuan membaca pemahaman meningkat.Selain upaya memotivasi siswa dan

secara optimal pada saat proses pembelajaran di kelas,sebagai contoh guru

sesekali berkeliling kelas, melihat pekerjaan siswa.Dengan demikian konsentrasi siswa tertuju pada pembelajaran yang sedang berlangsung.

C. Saran

1. Guru Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) perlu meningkatkan kompetensinya serta menumbuhkan penguasaan kosa kata dengan menerapkan pembelajaran yang menarik.

2. Pihak guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, sehingga mengurangi tingkat kebosanan dan meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pelajaran.

3. Pihak keluarga hendaknya meningkatkan kualitas cara mendidik anak dengan memperhatikan keteraturan siswa dalam belajar di rumah. Selain itu, pihak keluarga harus membina relasi antar anggota keluarga yang baik dengan memberikan perhatian terhadap belajar siswa. Dan menyediakan fasilitas belajar yang memadai berupa ruang belajar. Diharapkan dengan ini semua siswa lebih bersemangat dalam belajar dan merasa diperhatikan oleh orang tuanya sehingga akan meningkatkan disiplin belajarnya, yang akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

4. Guru juga perlu mengadakan pengawasan secara optimal pada saat proses

pembelajaran di kelas,sebagai contoh guru sesekali berkeliling kelas,

melihat pekerjaan siswa.Dengan demikian konsentrasi siswa tertuju pada pembelajaran yang sedang berlangsung.

Dalam dokumen Dwi Rita Nurdiana S.811108010 (Halaman 102-107)

Dokumen terkait