BAB V. KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN
METODE PENELITIAN
C. ANALISIS DATA
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, jika nilai
Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 maka terbebas dari multikolinearitas. Hasil nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan menggunakan SPSS 17.0 dapat dilihat dalam tabel V.9 di bawah ini:
Tabel V.9
Hasil Pengujian Multikolinearitas
Sumber: Data primer yang diolah, 2011
Dengan melihat hasil pengujian multikolinearitas di atas, diketahui bahwa tidak ada satupun dari variabel bebas yang mempunyai nilai tolerance lebih kecil dari 0,1. Begitu juga nilai VIF masing-masing variabel tidak ada yang lebih besar dari 10. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas, yang berarti bahwa semua variabel tersebut dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.
Variabel Tolerance VIF Keterangan
Produk 0,661 1,512 Tidak Terjadi
Multikolinearitas
Harga 0,690 1,449 Tidak Terjadi
Multikolinearitas
Pelayanan 0,950 1,053 Tidak Terjadi
Multikolinearitas
Fasilitas 0,815 1,227 Tidak Terjadi
Multikolinearitas
Lokasi 0,804 1,244 Tidak Terjadi
b. Uji Heteroskedastisitas
Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar V.1 di bawah ini.
Gambar V.1
Dari gambar diatas dapat dilihat untuk mengetahui ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik heterokedastisitas antara nilai prediksi variabel dependen dengan variabel indepeden. Dari Scatter Plots diatas ini terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 dan sumbu Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam melakukan pengujian.
c. Uji Normalitas
Tabel V.10
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
PROD UK HAR GA PELAYAN AN FASILIT AS LOKA SI LOYALIT AS N 100 100 100 100 100 100 Normal Parametersa,,b Mean 12.2300 15.65 00 15.1700 19.2000 17.8100 18.5100 Std. Deviation 1.58818 2.011 96 2.25207 2.53062 3.20257 3.06329 Most Extreme Differences Absolute .126 .121 .102 .114 .120 .094 Positive .121 .121 .080 .096 .087 .067 Negative -.126 -.119 -.102 -.114 -.120 -.094 Kolmogorov-Smirnov Z 1.261 1.209 1.017 1.140 1.202 .939
Asymp. Sig. (2-tailed) .083 .107 .252 .148 .111 .341
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data
Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diatas didapatkan signifikansi untuk produk (X1) sebesar 0,083; harga (X2) sebesar 0,107; pelayanan (X3) sebesar 0,252; fasilitas (X4) sebesar 0,148; lokasi (X5) sebesar 0,111 dan Loyalitas (Y) sebesar 0,341. Karena signifikansi seluruh variabel lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada variabel X1(produk), X2 (harga), X3 (pelayanan), X4 (fasilitas), X5 (lokasi) dan Y (Loyalitas) berdistribusi normal.
Kenormalan juga dapat diuji dengan grafik normal probability plotsyang diolah dengan menggunakan SPSS 17.0 dan menghasilkan
Gambar V.2
Gambar tersebut menunjukkan bahwa titik-titik residual model regresi sudah berdistribusi normal karena titik-titik tersebut yang menyebar di sekitar garis diagonal. Dengan demikian syarat kenormalan sebagai pengujian statistik menggunakan regresi dapat terpenuhi.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Tujuan dari Analisis Regresi Linier Berganda adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis ini maka dapat diketahui variabel yang menyebabkan Loyalitas konsumen terhadap Rumah Makan.
P
Persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan dari analisis data diatas diperoleh persamaan Y = 0,396 + 0,585X1+ 0,309X2- 0,126X3+ 0,241X4+ 0,192X5.
3. Pengujian Hipotesis
a. Pengujian Signifikansi dengan Uji F
Pengujian dengan Fhitung tujuannya untuk mengetahui apakah variabel bebas (independen) secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (dependen).
Dari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti pada tabel berikut ini:
Tabel V.11
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .396 2.805 .141 .888 PRODUK .585 .185 .303 3.158 .002 HARGA .309 .143 .203 2.159 .033 PELAYANAN -.126 .109 -.093 -1.158 .250 FASILITAS .241 .105 .199 2.298 .024 LOKASI .192 .083 .200 2.297 .024
Tabel V.12 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 395.788 5 79.158 13.955 .000a
Residual 533.202 94 5.672 Total 928.990 99
a. Predictors: (Constant), LOKASI, PELAYANAN, FASILITAS, HARGA, PRODUK b. Dependent Variable: LOYALITAS
Langkah-langkah untuk melakukan uji F adalah sebagai berikut:
1) Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta. H1: Ada pengaruh secara signifikan antara produk, harga,
pelayanan, fasilitas dan lokasi terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi dalam penelitian ini menggunakan α =
5% atau 0,05. 3) Menentukan Fhitung
Berdasarkan Ftabel pada output Anova diperoleh Fhitung
4) Menentukan Ftabel
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5%
dengan df = n-k-1= 100-5-1= 94, maka deperoleh F tabel sebesar 2,311.
5) Kriteria pengujian
Jika Fhitung≥ Ftabel, maka H0ditolak dan H1diterima Jika Fhitung< Ftabel, maka H0diterima dan H1ditolak 6) Membandingkan Fhitungdengan Ftabel
Nilai Fhitung > Ftabel (13,955 > 2,311), maka H0 ditolak dan H1 diterima.
7) Gambar
Gambar V.3
Daerah penerimaan dan penolakan H0Uji F
Daerah Penerimaan H0 Daerah Penolakan H0
2,311 13,955 F 8) Oleh karena Fhitung> Ftabel(13,955 > 2,311), maka H0ditolak dan
produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi secara simultan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b. Pengujian Signifikansi dengan Uji t
Tujuan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas (independen) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (dependen).
Tabel V.13 Hasil Uji t 1 ) . V Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .396 2.805 .141 .888 PRODUK .585 .185 .303 3.158 .002 HARGA .309 .143 .203 2.159 .033 PELAYANAN -.126 .109 -.093 -1.158 .250 FASILITAS .241 .105 .199 2.298 .024 LOKASI .192 .083 .200 2.297 .024
1). Variabel Produk
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
a) Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara produk terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
H1: Ada pengaruh secara signifikan antara produk
terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b). Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% : 2 = 2,5% atau 0,025.
c). Menentukan thitung
Berdasarkan tabel 5.12 hasil perhitungan regresi linier berganda pada output coefficients diperoleh thitung sebesar 3,158.
d). Menentukan ttabel
Dengan menggunakan derajat kebebasan (dk) 2,5%, uji dua sisi dan df = n-k-1 (100-5-1) = 94, α = 0,025, maka
dapat diperoleh nilai ttabel= t0,025; 94 = 1,985. e). Kreteria Pengujian
Jika thitung≥ ttabelmaka H0ditolak dan H1diterima Jika thitung< ttabelmaka H0diterima dan H1ditolak
f). Membandingkan thitungdengan ttabel
Nilai thitung> ttabel(3,158 > 1,985) maka H0ditolak dan H1diterima
g) Gambar
Gambar V.4
Daerah penerimaan dan penolakan H0variabel produk pada taraf signifikansi 2,5%
Daerah Penolakan Daerah Penerimaan Daerah Penolakan
H0 H0 H0
. . .
-1,985 1,985 3,158
h). Oleh karena thitung> ttabel(3,158 > 1,985) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara produk terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi dalam kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa produk berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta. Artinya semakin berkualitas produk maka
semakin tinggi loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yoyakarta, dan sebaliknya semakin tidak berkualitas produk maka semakin rendah loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta. 2). Variabel Harga
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
a) Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara harga terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
H1: Ada pengaruh secara signifikan antara harga
terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b). Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% : 2 = 2,5% atau 0,025.
c). Menentukan thitung
Berdasarkan tabel 5.12 hasil perhitungan regresi linier berganda pada output coefficients diperoleh thitung sebesar 2,159.
d). Menentukan ttabel
Dengan menggunakan derajat kebebasan (dk) 2,5%, uji dua sisi dan df = n-k-1 (100-5-1) = 94, α = 0,025, maka
dapat diperoleh nilai ttabel= t0,025; 94 = 1,985. e). Kreteria Pengujian
Jika thitung≥ ttabelmaka H0ditolak dan H1diterima Jika thitung< ttabelmaka H0diterima dan H1ditolak f). Membandingkan thitungdengan ttabel
Nilai thitung> ttabel (2,159 > 1,985) maka H0ditolak dan H1diterima.
g). Gambar
Gambar V.5
Daerah penerimaan dan penolakan H0variabel harga pada taraf signifikansi 2,5%
Daerah Penolakan Daerah Penerimaan Daerah Penolakan H0 H0 H0
. .
h). Oleh karena thitung > ttabel (2,159 > 1,985) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara harga terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi dalam kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa harga berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta. Artinya semakin terjangkau tingkat harga maka semakin tinggi loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yoyakarta, dan sebaliknya semakin tidak terjangkau harga maka semakin rendah loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
3). Variabel Pelayanan
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut: a). Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara
pelayanan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
H1: Ada pengaruh secara signifikan antara pelayanan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b). Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% : 2 = 2,5% atau 0,025.
c). Menentukan thitung
Berdasarkan tabel 5.12 hasil perhitungan regresi linier berganda pada output coefficients diperoleh thitung sebesar -1,158.
d). Menentukan ttabel
Dengan menggunakan derajat kebebasan (dk) 2,5%, uji dua sisi dan df = n-k-1 (100-5-1) = 94, α = 0,025, maka
dapat diperoleh nilai ttabel= t0,025; 94 = 1,985 atau -1,985. e). Kreteria Pengujian
Jika thitung≥ ttabelmaka H0ditolak dan H1diterima Jika thitung< ttabelmaka H0diterima dan H1ditolak f). Membandingkan thitungdengan ttabel
Nilai -thitung< ttabel (-1,158 < -1,985) maka H0diterima dan H1ditolak.
Gambar V.6
Daerah penerimaan dan penolakan H0variabel pelayanan pada taraf signifikansi 2,5%
Daerah Penolakan Daerah Penerimaan Daerah Penolakan H0 H0 H0
. . .
-1,985 -1,158 1,985
h). Oleh karena -thitung< ttabel(-1,158 < 1,985) maka H0diterima dan H1 ditolak, artinya bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara pelayanan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi semakin baik pelayanan Rumah Makan tidak semakin tinggi atau rendah loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
4). Variabel Fasilitas
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut: a). Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara fasilitas terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
H1: Ada pengaruh secara signifikan antara fasilitas terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b). Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% : 2 = 2,5% atau 0,025.
c). Menentukan thitung
Berdasarkan tabel 5.12 hasil perhitungan regresi linier berganda pada output coefficients diperoleh thitung sebesar 2,298.
d). Menentukan ttabel
Dengan menggunakan derajat kebebasan (dk) 2,5%, uji dua sisi dan df = n-k-1 (100-5-1) = 94, α = 0,025, maka
dapat diperoleh nilai ttabel= t0,025; 94 = 1,985. e). Kreteria Pengujian
Jika thitung≥ ttabelmaka H0ditolak dan H1diterima Jika thitung< ttabelmaka H0diterima dan H1ditolak f). Membandingkan thitungdengan ttabel
Nilai thitung > ttabel (2,298 > 1,985) maka H0ditolak dan H1
diterima. g). Gambar
Gambar V.7
Daerah penerimaan dan penolakan H0variabel fasilitas pada taraf signifikansi 2,5%
Daerah Penolakan Daerah Penerimaan Daerah Penolakan H0 H0 H0
. . .
-1,985 1,985 2,298
h). Oleh karena thitung > ttabel (2,298 > 1,985) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara fasilitas terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi dalam kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas berpengaruh positif terhadap
loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i
Yogyakarta. Artinya semakin baik fasilitas maka semakin tinggi loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yoyakarta, dan sebaliknya semakin tidak baik fasilitas maka semakin rendah loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
5). Variabel Lokasi
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut: a). Menentukan Hipotesis
Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara lokasi terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
H1: Ada pengaruh secara signifikan antara lokasi
terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
b). Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% : 2 = 2,5% atau 0,025.
c). Menentukan thitung
Berdasarkan tabel 5.12 hasil perhitungan regresi linier berganda pada output coefficients diperoleh thitung sebesar 2,297.
d). Menentukan ttabel
Dengan menggunakan derajat kebebasan (dk) 2,5%, uji dua sisi dan df = n-k-1 (100-5-1) = 94, α = 0,025, maka
dapat diperoleh nilai ttabel= t0,025; 94 = 1,985. e). Kreteria Pengujian
Jika thitung≥ ttabelmaka H0ditolak dan H1diterima Jika thitung< ttabelmaka H0diterima dan H1ditolak
f). Membandingkan thitungdengan ttabel
Nilai thitung> ttabel (2,297 > 1,985) maka H0ditolak dan H1diterima.
g). Gambar
Gambar V.8
Daerah penerimaan dan penolakan H0variabel lokasi pada taraf signifikansi 2,5%
Daerah Penolakan Daerah Penerimaan Daerah Penolakan H0 H0 H0
. . .
-1,985 1,985 2,297
h). Oleh karena thitung > ttabel (2,297 > 1,985) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara lokasi terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan. Jadi dalam kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa lokasi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta. Artinya semakin strategis lokasi maka semakin tinggi
loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yoyakarta, dan sebaliknya semakin tidak strategis lokasi maka semakin rendah loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i Yogyakarta.
4. Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen yaitu produk (X1), harga (X2), pelayanan (X3), fasilitas (X4) dan lokasi (X5) secara simultan terhadap variabel dependen yaitu loyalitas konsumen rumah makan (Y).
Dari hasil analisis regresi linier berganda pada output model summary diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel V.14 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .653a .426 .396 2.38167 a. Predictors: (Constant), LOKASI, PELAYANAN, FASILITAS, HARGA, PRODUK
Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,396 atau 39,6%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase pengaruh variabel independen (produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi) terhadap variabel dependen (loyalitas konsumen rumah makan) sebesar 39,6%, sedangkan sisanya sebesar 60,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
D. PEMBAHASAN
Setelah melakukan análisis data, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pembahasan sebagai berikut:
1. Secara matematis hasil dari analisis regresi berganda tersebut dapat ditulis sebagai berikut Y = 0,396 + 0,585X1 + 0,309X2 - 0,126X3 + 0,241X4 + 0,192X5. Dapat dijelaskan bahwa Konstanta sebesar 0,396; artinya jika produk (X1), Harga (X2), Pelayanan (X3), Fasilitas (X4) dan Lokasi (X5) nilainya adalah 0, maka loyalitas (Y) nilainya adalah 0,396. Koefisien regresi variabel produk (X1) sebesar 0,585; artinya jika variabel X2, X3, X4, dan X5 nilainya tetap dan produk mengalami kenaikan 1%, maka loyalitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,585. Koefisien regresi variabel harga (X2) sebesar 0,309; artinya jika variabel X1, X3, X4, dan X5nilainya tetap dan harga mengalami kenaikan 1%, maka loyalitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,309. Koefisien regresi variabel pelayanan (X3) sebesar -0,126; artinya jika variabel X1, X2, X4, dan X5 nilainya tetap dan pelayanan mengalami kenaikan 1%, maka loyalitas (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0,126. Koefisien regresi variabel fasilitas (X4) sebesar 0,241; artinya jika variabel X1, X2, X3, dan X5 nilainya tetap dan fasilitas mengalami kenaikan 1%, maka loyalitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,241. Koefisien regresi variabel lokasi (X5) sebesar 0,192; artinya jika variabel X1, X2, X3, dan X4nilainya tetap dan lokasi mengalami kenaikan 1%, maka loyalitas (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,241.
2. Produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen rumah makan (Y) karena nilai Fhitung (13,955) > Ftabel (2,311). Hal ini berarti bahwa produk, harga, pelayanan, fasilitas, dan lokasi telah mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan loyalitas konsumen terhadap rumah makan. Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima.
3. Berdasarkan dari hasil pengolahan data secara statistik menggunakan program SPSS, makan didapat data atau hasil bahwa faktor produk (X1), harga (X2), fasilitas (X4), dan lokasi (X5) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan (Y). Hal ini berarti bahwa loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i dilihat dari segi produk yang ada akan meningkat jika rasa produk makanan dan minuman yang ditawarkan sesuai dengan yang diinginkan konsumen, produk yang dijual memiliki kualitas produk yang baik, dan produk yang ditawarkan bermacam-macam. Dilihat dari segi harga yang ada loyalitas konsumen akan meningkat jika kesesuaian antara harga makanan dan minuman yang di bayar konsumen dengan yang tertera di daftar menu, tingkat harga makanan dan minuman terjangkau oleh konsumen, tingkat harga makanan dan minuman yang ditawarkan sesuai dengan tingkat kepuasan yang dirasakan konsumen dan tingkat harga makanan dan minuman yang ditawarkan sesuai standar harga rumah makan. Dilihat dari segi fasilitas yang ada loyalitas konsumen akan meningkat jika ruangan selalu bersih, ruang selalu tertata rapi, ruangan
cukup luas, tersedia toilet, dan adanya alunan musik yang diputar. Dilihat dari segi lokasi yang ada loyalitas akan meningkat jika lokasi mudah di jangkau oleh konsumen, tidak jauh dari tempat tinggal konsumen (kost/rumah/kontrakan), tempat parkir yang memadahi/luas, lokasi tidak jauh dari tempat aktivitas konsumen (bersekolah/kuliah/bekerja), dan dekat dengan pusat keramaian. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi loyalitas konsumen di Rumah Makan Depot Laris-i cukup besar jika dikelola dengan benar dan baik oleh rumah makan atau perusahan tertentu.
Berdasarkan dari hasil pengolahan data secara statistik menggunakan program SPSS, makan didapat data bahwa faktor pelayanan (X3) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Lais-i. Artinya loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i tidak semakin tinggi atau rendah jika pelayanan semakin baik. Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i dalam penelitian ini disebabkan karena dilihat dari profil konsumen yang datang ke Rumah Makan Depot Laris-i berdasarkan karakteristik usia konsumen menunjukkan proporsi yang masuk atau membeli di Rumah Makan Depot Laris-i banyak yang berusia muda yaitu dari usia kurang dari atau sama dengan 25 tahun sebanyak 96% di mana konsumen tersebut di dominasi oleh mahasiswa yang berpenghasilan atau uang saku per bulan anatara Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000. Dengan karakteristik konsumen tersebut diduga
bahwa konsumen sudah biasa membeli atau makan di Rumah Makan Depot Laris-i, jadi pelayanan bukan merupakan hal yang paling penting bagi mereka. Pelayanan hanya dibutuhkan untuk mengantar dan menyediakan makanan saja. Semua pelayan juga hanya menggunakan pakaiain kasula. Sedangkan ditinjau dari menu makanan dan minuman yang ada atau yang ditawarkan di Rumah Makan Depot Laris-i adalah menu standar, sehingga tidak perlu ada pelayanan yang khusus. Walaupun pelayanan yang ada disana hanya sebatas itu, tetapi konsumen yang membeli atau loyal di Rumah Makan Depot Laris-i setiap hari tetap banyak atau ramai. Hal tersebut tidak mempengaruhi loyalitas konsumen untuk tetap terus membeli di Rumah Makan Depot Laris-i.
4. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (Adjusted R Square) dari analisis regresi berganda antara produk, harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi dengan loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i dalam satu bulan adalah sebesar 0,396 (39,6). Angka tersebut menunjukkan bahwa derajat pengaruh dari variabel produk (X1), variabel harga (X2), variabel pelayanan (X3), variabel fasilitas (X4), dan variabel lokasi (X5), mampu menjelaskan variabel dependen, dalam hal ini loyalitas konsumen Rumah Makan Depot Laris-i dalam satu bulan (Y) adalah sebesar 0,396 atau 39,6%, selebihnya yaitu 60,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dapat dijelaskan dalam model penelitian ini.
BAB VI